"Kita hanya eksplorasi hutan selama sehari semalam, mengapa perbekalan ini seperti orang yang mau pindah rumah?" tanya August pada Julia.
"aku malas membawa ranselku, aku hanya menitipkan beberapa pakaian dan barang barangku di ranselmu." kata Julia.
August sedikit tersenyum melihat penampilan Julia di depannya. ia memakai baju dengan celana pendek berwarna krem, kaus kaki putih dan sepatu boot berwarna hitam di kepalanya terdapat topi bulat dengan warna yang sama dengan bajunya. sekilas mirip Indiana Jones versi wanita.
August memasukan ransel yang beratnya kurang lebih lima puluh kilogram itu ke dalam bagasi mobil. ia lalu duduk di bangku kemudi dimana Julia sudah berada di sampingnya.
Julia tampak serius mengamati peta yang ia pegang, tiba-tiba August mengecup pipi Julia. Julia hanya melirik lalu mengamati peta itu kembali.
"Apa kita mengambil jalur masuk yang sama sebelumnya?" tanya August.
"tidak, itu hanya jalur untuk ke hutan tempat acara perkemahan dan ke puncak gunung, aku tak pernah mendengar ada gua di sana." ucap Julia.
"kita akan melewati jalur selatan."
"aku suka melihat penampilanmu saat ini, kau sangat menggemaskan" kata August.
Julia tersipu mendengarnya. August menyalakan mesin mobilnya. mereka pun pergi.
Kota Craven. Yayasan panti jompo. tiga lantai di bawah basement.
Tok.. tok.. tok.
"Masuk!"
pintu terbuka, tampak seorang wanita muncul membawa beberapa dokumen di tangannya. postur wanita itu tinggi sekitar 170 cm, pakaian dan celananya sangat ketat lekukan tubuh dan dadanya pun terlihat jelas, terdapat pistol glock 17 dalam sarung yang terikat di paha kanannya. terkesan seksi namun mematikan.
"Letnan Hedya, aku tak tahu kau sudah kembali." ucap seorang lelaki usia sekitar lima puluhan yang duduk di belakang meja.
"Kapten Sanders, kau harus lihat ini" kata Hedya menyerahkan dokumen.
"apa ini?" Sanders mengambil dokumen lalu membukanya.
"Bukankah ini mayat mayat yang ditemukan di hutan Royan?!" tanya Sanders.
"Bukan, Itu mayat yang kami temukan di sebuah gedung di kota mati Buckland. jumlahnya enam puluh tiga orang, dua kali lipat dari yang kita temukan di hutan Royan." kata Hedya.
"Semua korban mempunyai luka sama, organ dalamnya seperti hangus terbakar, dan terdapat luka tusuk seukuran jari orang dewasa." Hedya menambahkan.
"Siapa yang mampu melakukan tindakan seperti ini?" Sanders bergumam.
"menurutmu apa ini peperangan antar gangster?" tanya Sanders. terus melihat poto korban lainnya.
"Aku rasa tidak sesederhana begitu, meskipun aku yakin mereka terlibat." kata Hedya.
"Maksudmu?" tanya Sanders. Ia menatap Hedya.
"Sepertinya mereka menahan sesorang di gedung itu, lalu ada seseorang atau kelompok yang membebaskannya." kata Hedya.
"kau punya bukti untuk teorimu?" tanya Sanders.
"Tim forensik menemukan noda darah yang menempel di rantai di lantai lima gedung itu, dan bukan darah dari para korban." kata Hedya.
"Kau sudah mengetahui siapa pemiliknya?" tanya Sanders.
"Darah itu milik August Garcia mahasiswa di universitas Royan." kata Hedya.
"aku menyelidikinya aku menemukan dia pernah di culik dan hilang selama satu minggu, saksi mata yang melihatnya bernama Nora Roberts teman kuliahnya. penculikan itu pun sempat tertangkap kamera cctv, menurut laporan, Nora mengikuti penculik itu sampai perbatasan kota Royan." Hedya menyerahkan flashdisk kepada Sanders.
Sanders menerima flashdisk pemberian Hedya lalu mencolokan ke laptop. ia membuka sebuah file dalam folder. ia memutar file tersebut tampak di laptopnya rekaman penculikan di sebuah minimarket.
"Bagaimana ia ditemukan?" tanya Sanders.
"Ia ditemukan satu minggu kemudian, seorang wanita menelpon rumah sakit meminta mengirim ambulan ke sebuah taman di pinggiran kota." kata Hedya.
"Ketika kita menemukan mayat di hutan Royan. di sisi lain hutan itu ada acara penyambutan mahasiswa baru. dan yang menariknya anak itu juga berada di sana." Hedya menambahkan.
Sanders memijit keningnya. memikirkan dan menimbang sesuatu. "Apa kau mengira anak itu terlibat?"
"Aku belum bisa menyimpulkan, tapi sepertinya peristiwa itu dan kejadian baru ini bermuara di dirinya?" kata Hedya.
"kejadian baru? apa itu?" Sanders mengangkat alisnya.
"Bryan Longstaf di laporkan masuk rumah sakit, ia kehilangan kaki kirinya."
"apa hubungannya dengan kasus ini?" tanya Sanders.
"Sebelumnya kami mengetahui ia telah berseteru dengan salah satu mahasiswa lainnya. kapten kau bisa menebak siapa mahasiswa itu?" kata Hedya.
"August?" jawab Sanders.
"Benar, ada beberapa hal lagi yang ingin aku sampaikan." kata Hedya.
"katakan." ucap Sanders.
"Jacky Longstaf sudah tiba di kota Royan, sepertinya dia mendengar apa yang menimpa adiknya." kata Hedya.
"Apa?" Sanders terkejut.
"kapten adakah sesuatu yang belum aku ketahui?" tanya Hedya yang heran melihat Sanders terkejut.
Sanders mencari sesuatu dalam foldernya. lalu memutar sebuah video, lalu membalikan layar laptop itu ke arah Hedya.
"Lihatlah.. ini rekaman cctv kecelakaan yang berada di taman pusat kota." kata Sanders.
Hedya melihat video sebuah truk fuso kehilangan kendali masuk ke dalam taman ke arah dua anak kecil dan ibunya yang sedang berjalan. Ia terkejut ketika dua buah bayangan bergerak melesat menyelamatkan dua anak dan ibu itu. bayangan itu menjadi jelas ia mengenali sosok itu, dia adalah August Garcia, tetapi ia tak mengenali sosok lainnya yang ternyata seorang wanita.
"itu tidak mungkin, tidak ada yang bisa melakukan itu." Hedya tak mampu mencari penjelasan apa yang baru saja dilihatnya.
"Hmm.. kau sudah tau Jacky adalah salah satu pimpinan group black eagle. namun black eagle hanya anjing penjaga dari kelompok di belakangnya." kata Sanders.
"maksud kapten?" tanya Hedya.
"Apa kau pernah mendengar nama Gorran? mereka menyebutnya Lord Gorran. pemimpin kelompok kesatria merah." kata Sanders.
"Lord Gorran? kesatria merah?" aku tak pernah mendengarnya." kata Hedya.
"Sepertinya sudah saatnya aku menceritakannya padamu." kata Sanders menarik nafas panjang.
ia menekan tombol tersembunyi di bawah mejanya. sekeliling ruangan itu seketika tertutup lempengan logam seperti besi yang tipis. di belakang Sanders muncul layar tv seukuran 80 inchi. Sanders menekan tombol di keyboard laptopnya. sepersekian detik layar monitor itu terputar sebuah video dua buah komet bertabrakan.
"sekitar tiga puluh tahun lalu terjadi peristiwa kosmik. badan antariksa negeri ini menemukan anomali pergerakan dua buah komet yang tak biasa. komet itu seperti saling tarik menarik dan akhirnya bertabrakan. para ilmuwan tak bisa menjelaskan mengapa bisa seperti itu. kejadian itu terjadi sangat jauh di luar tata surya kita. namun radiasi dari ledakan tersebut membuat efek yang sangat besar merubah kehidupan di dunia ini." kata Sanders.
"Ini gambar bumi saat ini dari citra satelit, apa yang kau lihat?" tanya Sanders.
"hanya gambar bumi biasa" jawab Hedya.
"terlihat biasa, tetapi ketika kita melihatnya dengan spektrum inframerah inilah yang terjadi." kata sanders menunjuk layar monitor.
Hedya melihat planet bumi sebelumnya kini di selubungi sesuatu yang membungkusnya.
"apa itu kapten" tanya Hedya.
"Ilmuwan menyebutnya selubung waktu. saat itu semua berpikir itu adalah keajaiban, penemuan yang membuat kita selangkah lebih maju. namun ternyata itu sebuah bencana. selubung waktu itu adalah karpet merah dimana sesuatu di luar sana dengan mudah masuk ke dunia kita."
"maksud kapten?" Hedya terkejut.
"ilmuwan meyakini selubung itu seperti gerbang yang bertuliskan selamat datang yang ditancapkan di depan rumah kita"
"kau tau mengapa Buckland menjadi kota mati?" tanya Sanders.
"aku hanya mengetahui bahwa pernah terjadi pencemaran limbah yang membuat air dan udara disana beracun. tetapi setelah belasan tahun tak berpenghuni semua kembali normal, sayangnya masyarakat masih takut kembali kesana." kata Hedya.
"Berita itu hanya untuk menutupi kejadian sebenarnya,
pada saat itu badan antariksa melaporkan selubung itu tak diduga menunjukan aktifitasnya, tiba-tiba sebuah portal muncul di tengah kota, tiga orang keluar dari portal itu, Gorran dan dua orang lainnya, mereka membunuh seluruh orang yang ada d kota itu. pasukan militer di kerahkan namun semua sia-sia, tidak ada peluru, granat bahkan roket sekalipun yang mampu melukai mereka.
"Disaat kami sudah ingin menyerah sebuah portal kembali muncul dan seorang wanita berjalan keluar langsung menyerang gorran dan dua orang lainnya. ia berhasil membunuh kedua orang itu. Gorran terluka melarikan diri. wanita itu juga terluka. pemerintah negeri ini menganggap wanita itu juga sebagai ancaman dan ingin membunuhnya"
"tetapi ayahmu punya pendapat lain, beliau menyelamatkan wanita itu"
"Wanita itu bernama Lyra DeLight."
"Hedya... wanita itu adalah ibumu!" kata Sanders.
"APAA..!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments