18. Pengintaian Membawa Petaka.

Hedya kini berada di kamarnya. sebelumnya Logos berniat mengantarkan Hedya, tetapi kedatangan Mordo merusak rencananya. Hedya tak menyangka pengintaian ini mempertemukannya dengan pembunuh ayahnya.

Hedya masih memikirkan siapa master yang disebut Mordo itu, kecurigaannya mengarah pada Gorran. namun ia perlu bukti. alat sadap yang di balik kerah baju Logos pastinya akan membuktikan apakah dugaannya benar atau salah.

Waktu menunjukan pukul sebelas lewat, dari jauh terlihat lima buah mobil melaju dan berhenti di depan bangunan itu, satu buah mobil rolls royce dikawal masing-masing dua mobil Mercedes di depan dan belakangnya.

Hedya melihat dari teropongnya seorang lelaki berbadan besar, menggunakan mantel berbulu dan topi bulat keluar dari mobil rolls royce. semua penjaga membungkuk, bahkan Mordo dan Logos pun ikut membungkuk. Lelaki itu hanya berjalan masuk diikuti sepuluh orang yang memakai pakaian ninja berwarna merah di belakangnya.

Hedya mulai mendengarkan percakapan mereka.

"Mengapa kau memintaku datang kesini?" tanya Lord Gorran kepada Mordo.

"Maaf master situasinya semakin tak terkendali." kata Mordo

"ada apa?" kata Lord Gorran.

"aku baru kembali dari proxima, aku mendapatkan informasi bahwa Clawrit mengetahui semua dan sudah mengutus lima orang untuk pergi menangkap anak itu, dan salah satu orang yang di utus adalah Alexys." kata Mordo.

"KEPARAT" kata Lord Gorran.

Tiba-tiba Lord Gorran menatap tajam Logos. ia mengangkat tangan kirinya dan membuka sedikit genggaman tangannya, seketika tubuh Logos melayang kearah tangan itu, dan kini leher Logos sudah berada di dalam cengkraman tangan Lord Gorran, kakinya tak menyentuh tanah.

"Siapa yang kau temui hari ini?" tanya Lord Gorran.

"haakk.. a.. ku, ti.. ti.. dak.. men.. ne.. mui si.. siapapun" jawab Logos dengan susah payah.

Lord Gorran mengambil sesuatu di balik kerah baju Logos dengan tangan kanannya, ia memperlihatkanya di mata Logos.

Logos terkejut. "wanita itu"

Lord Gorran melepaskan Logos, "tangkap wanita itu atau kau mati"

Logos segera pergi menuju motel namun ketika ia baru keluar ia melihat sebuah mobil melaju kencang meninggalkan motel yang ingin ia tuju.

"BRENGSEK"

Logos memejamkan matanya sesaat, tubuhnya tiba-tiba mengepulkan asap tipis berwarna putih, ia membuka matanya seketika kepulan asap itu menghilang, kini di keningnya muncul simbol kecil menyala berbentuk api, ia lalu berlari mengejar mobil itu.

Kecepatan lari Logos tidak seperti manusia normal pada umumnya, satu langkah kakinya bisa sejauh puluhan meter, tak butuh wajtu lama mobil yang di kendarai Hedya kini sudah terlihat.

Hedya mengira dirinya sudah lolos, tak disangka saat ia melihat di kaca spion Logos tengah berlari mengejar mobilnya seperti iblis. ia melihat speedometer di dashboard mobilnya menunjukan angka delapan puluh, seketika itu Hedya merasa gugup. apa yang mengejarnya bukanlah manusia.

Jarak keduanya semakin dekat kurang dari seratus meter, kini kedua tangan Logos mengeluarkan api.

kau pikir bisa lolos begitu saja. pikir Logos. ia lalu menyentakan tangan kanan lalu di susul tangan kirinya, dua buah bola api seukuran bola basket terbang melesat ke arah bagian bagasi dan roda belakang mobil Hedya.

Blast.. blast.. Duartt.

Hedya melihat bola api itu tetapi refleknya terlalu lambat, bagian belakang mobilnya hancur bersamaan dengan roda belakang mobil yang meledak, mobil itu lepas kendali menabrak pembatas jalan dan berguling belasan kali, dan berhenti menabrak pohon dalam keadaan terbalik

Beruntung setengah dirinya adalah seorang proxima, walau terluka Hedya tak hilang kesadaran. ia melihat Logos kini berjalan ke arahnya jaraknya sekitar dua puluh meter kedua tangannya masih terlihat kobaran api.

Hedya berjuang untuk keluar dari mobil, tetapi sabuk pengaman yang ada di tubuhnya sangat sulit di buka, ia mengambil pisau yang di selipkan di paha kirinya, lalu memotong sabuk itu dengan cepat.

Logos ingin wanita itu mati, amarahnya tak terbendung, ia merasa tertipu. membuat ia lupa perintah Lord Gorran untuk menangkap wanita itu hidup-hidup. ia kali ini menyentakan kedua tangannya secara bersamaan, sebuah bola api tiga kali lipat bola basket melesat kearah mobil yang sudah terbalik.

Blast.. Duar..

Hedya berhasil keluar tiga detik sebelum bola api itu menerjang mobilnya. tetapi ledakan tersebut menghempaskannya sejauh sepuluh meter, ia terluka parah, tubuhnya bersimbah darah serpihan mobil menancap di perut dan paha kakinya, bajunya sebagian terbakar.

Hedya berjuang mempertahankan kesadaraannya, perlawanan terakhirnya adalah pistol glock 17 yang sempat ia ambil sebelum keluar dari mobilnya. ia tak menyesal pengintaian ini membawanya ke ujung maut.

Hedya mengarahkan pistol ke arah Logos lalu menembaknya.

dor dor dor

Logos bahkan tak menghindar, peluru itu memercikan bunga api ketika mengenai tubuh Logos. Hedya terus menembak hingga peluru di pistolnya habis.

Logos menginjak dada Hedya membuatnya sesak terbatuk dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.

"Dasar perempuan ******, berani kau menipuku!"

Logos mengangkat kakinya untuk menghabisi Hedya untuk terakhir kalinya. tapi tiba-tiba sebuah tendangan keras menghantam dadanya. membuatnya terpental kebelakang sejauh lima belas meter

BUGHH..! Ahh..

Ia segera bangkit, namun belum selesai rasa terkejutnya gelombang sinar mengahantam dirinya bertubi-tubi membuat ledakan yang dahsyat.

wush.. wush.. wush.. BLARRR..

Serangan ini membuat Logos mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Cuih..!" Logos meludah kini ia telah melihat sosok yang menyerangnya.

Dia adalah seorang wanita tubuhnya dilapisi logam tipis berwarna biru, mulut dan hidungnya tertutup masker. diantara keningnya terselip tiara berwarna biru. rambutnya panjang terurai hampir sepinggang. di tangan kanannya menggenggam tombak berwarna emas.

Aruna datang di waktu yang tepat, ia datang ketika kematian sudah di depan mata Hedya.

Aruna sebenarnya tak sengaja bertemu Hedya. saat itu Aruna sedang berada di kedai kopi mengamati pergerakan Logos. tiba-tiba Hedya memasuki kedai kopi itu. Aruna merasakan aura berbeda terpancar dari tubuh Hedya. setelah mengamati seksama Aruna mengetahui bahwa Hedya adalah seorang hybrid, separuh proxima separuh bumi.

"Hahaha.. akhirnya kau muncul juga, aku sangat menantikan kesempatan ini untuk membunuhmu." kata Logos.

Aruna tak menanggapi ucapan Logos, ia menghampiri Hedya yang terluka parah, ia mecabut serpihan pecahan mobil yang menancap di tubuh Hedya. Hedya merapatkan giginya menahan rasa sakit. Aruna lalu mengangkat tangannya sekitar tiga puluh sentimeters di atas luka yang masih mengucurkan darah. sinar biru keluar dari telapak tangan Aruna menyinari luka tersebut, seketika Hedya merasakan hawa dingin pada lukanya, luka itu sudah tak mengeluarkan darah lagi walau masih masih terlihat mengerikan. setidaknya Hedya sudah tak khawatir lukanya mengakibatkan dirinya kehabisan darah.

"terima kasih." ucap Hedya walau ia tak mengenal siapa wanita di hadapannya yang telah menolongnya.

Melihat Aruna mengobati Hedya, Logos hanya mencibir sinis.

"Walau kau mengobati dirinya apa kau pikir kalian berdua akan selamat?"

Aruna bangkit kini posisinya berhadap-hadapan dengan Logos, tombak emas di tangan kanannya ia genggam erat, ia siap bertarung.

Melihat Aruna dalam posisi siap bertarung. Logos tertawa meremehkan.

"Hahaha.. Bahkan Bojan sendiri Lelaki terkuat dari klan kalian bisa kubunuh dengan mudah, kini kau perempuan ****** ingin menantangku?" kata Logos.

Aruna tetap tenang dengan sikap dinginnya.

"pertama aku bukanlah lelaki.., kedua aku tak sendiri." kata Aruna.

Mendengar ucapan Aruna, Logos langsung waspada, namun terlambat, tubuhnya sudah terlilit sebuah rantai emas dan menghempaskannya ke batu besar seukuran rumah. batu itu terbelah dua.

Bruuk.. Krak..

Belum sempat bangkit, puluhan tombak kecil terbang ke arahnya. Logos dengan cepat menyilangkan kedua tangannya. sebuah kobaran api membentuk perisai menahan puluhan tombak menimbulkan ledakan besar.

Blegarrr..

Logos terpental kebelakang sepuluh langkah. Darah kental keluar dari mulut dan hidungnya. Aruna dan Aira benar-benar tak memberi kesempatan kepada Logos untuk memulihkan diri. Aira melompat hingga sekitar lima belas meter di atas permukaan tanah lalu mengayunkan kedua rantai di tangannya melemparkannya ke arah Logos. rantai itu melesat dengan kecepatan yang tak bisa di lihat orang biasa, terdapat kilatan seperti aliran listrik berwarna merah pada rantai itu. Kedua bilah mata pisau yang terdapat pada ujung rantai tersebut menancap di kedua sisi pundak Logos.

Logos tercengang, baru kali ada senjata yang mampu menembus kulitnya. ia merasakan rasa terbakar super hebat. Ia menahan kedua rantai dengan kedua tangan yang sengaja ia lilitkan, kini ia dan Aira saling tarik menarik rantai tersebut.

Aruna melihat ini ia berlari tiga langkah kesamping kanan, memiringkan tubuhnya empat puluh lima derajat seperti akan rubuh lalu melemparkan tombak emasnya ke arah jantung Logos.

tap.. tap.. tap.. wush..

Melihat tombak itu menuju ke arah Jantungnya, Logos meningkatkan inti energi di tubuhnya, kekuatannya langsung bertambah sepuluh kali lipat, tanda simbol api di keningnya menjadi besar, tubuhnya mengeluarkan aura panas berwarna kemerahan, rumput yang ia injak dan sekitarnya menghitam, hangus terbakar. ia menyentakan kaki kirinya dengan keras.

Dukkk.. Wusss

Sebuah lingkaran energi menghempaskan tombak yang melesat ke arahnya. bersama itu pula rantai terlepas dari tubuhnya, Aira dan Aruna pun terpental, tubuh Aruna menabrak pohon besar, pohon itu hancur, lalu tubuh Aira terhempas lima belas meter sementara Hedya terpental puluhan meter.

Episodes
1 1. Hutan Royan.
2 2. Jiwa Yang Terpilih.
3 3. Jangan Menghindar.
4 4. Murid Baru.
5 5. Dia Temanku.
6 6. August Diculik.
7 7. Itu Bukan Mimpi.
8 8. Ciuman Pertama.
9 9. Wanita Bergelang Biru.
10 10. Perkenalan dengan Aruna.
11 11. Bayar Hutangmu.
12 12. Double Date.
13 13. Pembalasan Bryan.
14 14. Kedatangan Jacky.
15 15. Selubung Waktu.
16 16. Ibuku Masih Hidup.
17 17. Dia Pembunuh Ayahku.
18 18. Pengintaian Membawa Petaka.
19 19. Salju di Bulan Agustus.
20 20. Kematian Logos.
21 21. Perbatasan Dua Dunia.
22 22. Racun Pelahap Jiwa.
23 23. Rahasia Oracle.
24 24. Air Mata Julia.
25 25. Terlahir Kembali.
26 26. Gazebo Tepi Danau.
27 27. Rahasia Danau Biru.
28 28. Suasana Hotel yang Canggung.
29 29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.
30 30. Rafael Sang Informan.
31 31. Menyerang Balik.
32 32. Pembalasan Hedya.
33 33. Tamu yang Tak Diundang.
34 34. Akhir Keluarga Longstaf.
35 35. Hari yang Berat.
36 36. Kita Akan Berjumpa Lagi.
37 37. Kau Tidak Sendiri.
38 38. Kebenaran yang Terungkap.
39 39. Pertarungan Melawan Gorran.
40 40. Serigala Neraka.
41 41. Membunuh Makhluk Neraka.
42 42. Kemenangan Berakhir Duka.
43 43. Buah Termanis di Dunia.
44 44. Bunga Edianna.
45 45. Dunia yang Aneh.
46 46. Kebahagiaan Elyn.
47 47. Peta Moonheaven.
48 48. Wanita Buta.
49 49. Liontin Merah Aira.
50 50. Putri Para Naga.
51 51. Kelahiran Phoenix.
52 52. Dunia Elf.
53 53. Kebencian Thurinor.
54 54. Rahasia Bunga Edianna.
55 55. Manusia Bumi.
56 56. Setia Menunggumu.
57 57. Hukuman Pengkhianat.
58 58. Jalur Berbahaya.
59 59. Innodale Negeri Para Penyihir.
60 60. Terjerat Tiupan Asmara.
61 61. Penyihir Agung.
62 62. Sebuah Kesepakatan.
63 63. Pertolongan Nyx.
64 64. Amarah Amara.
65 65. Perubahan Minerva.
66 66. Naga Vs Phoenix.
67 67. Gua Terkutuk.
68 68. Kekhawatiran Jasmine.
69 69. Pertempuran Para Penyihir.
70 70. Awal Sebuah Era.
71 71. Perang Pertama.
72 72. Pintu Rahasia.
73 73. Aku Istrinya.
74 74. Istana Emas.
75 75. Negeri Moonheaven.
76 76. Persembunyian Dark Elf.
77 77. Sylvana dan Sonja.
78 78. Janji Terpenuhi.
79 79. Darah Proxima Murni.
80 80. Kedatangan Klan Armeda.
81 81. Pedang Griffin.
82 82. Kematian yang Menyedihkan.
83 83. Membangun Aliansi.
84 84. Impian yang Terwujud.
85 85. Kristal Suci.
86 86. Mengungkap Kebenaran.
87 87. Hantu Cantik.
88 88. Berita Besar.
89 89. Wanita Iblis.
90 90. Pengakuan Zelda.
91 91. Batu Jiwa.
92 92. Pedang Angerage.
93 93. Saudara Kembar.
94 94. Saatnya Melawan.
95 95. Mengunjungi Kuil Bayangan.
96 96. Bantuan Tak Terduga.
97 97. Sebuah Janji.
98 98. Tombak Iblis.
99 99. Mendapat Ancaman.
100 100. Menyusun Rencana.
101 101. Kemunculan Kitab Iblis.
102 102. Pertemuan Dengan Elda.
103 103. Kabar Gembira.
104 104. Portal Iblis.
105 105. Mengubur Impian.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Hutan Royan.
2
2. Jiwa Yang Terpilih.
3
3. Jangan Menghindar.
4
4. Murid Baru.
5
5. Dia Temanku.
6
6. August Diculik.
7
7. Itu Bukan Mimpi.
8
8. Ciuman Pertama.
9
9. Wanita Bergelang Biru.
10
10. Perkenalan dengan Aruna.
11
11. Bayar Hutangmu.
12
12. Double Date.
13
13. Pembalasan Bryan.
14
14. Kedatangan Jacky.
15
15. Selubung Waktu.
16
16. Ibuku Masih Hidup.
17
17. Dia Pembunuh Ayahku.
18
18. Pengintaian Membawa Petaka.
19
19. Salju di Bulan Agustus.
20
20. Kematian Logos.
21
21. Perbatasan Dua Dunia.
22
22. Racun Pelahap Jiwa.
23
23. Rahasia Oracle.
24
24. Air Mata Julia.
25
25. Terlahir Kembali.
26
26. Gazebo Tepi Danau.
27
27. Rahasia Danau Biru.
28
28. Suasana Hotel yang Canggung.
29
29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.
30
30. Rafael Sang Informan.
31
31. Menyerang Balik.
32
32. Pembalasan Hedya.
33
33. Tamu yang Tak Diundang.
34
34. Akhir Keluarga Longstaf.
35
35. Hari yang Berat.
36
36. Kita Akan Berjumpa Lagi.
37
37. Kau Tidak Sendiri.
38
38. Kebenaran yang Terungkap.
39
39. Pertarungan Melawan Gorran.
40
40. Serigala Neraka.
41
41. Membunuh Makhluk Neraka.
42
42. Kemenangan Berakhir Duka.
43
43. Buah Termanis di Dunia.
44
44. Bunga Edianna.
45
45. Dunia yang Aneh.
46
46. Kebahagiaan Elyn.
47
47. Peta Moonheaven.
48
48. Wanita Buta.
49
49. Liontin Merah Aira.
50
50. Putri Para Naga.
51
51. Kelahiran Phoenix.
52
52. Dunia Elf.
53
53. Kebencian Thurinor.
54
54. Rahasia Bunga Edianna.
55
55. Manusia Bumi.
56
56. Setia Menunggumu.
57
57. Hukuman Pengkhianat.
58
58. Jalur Berbahaya.
59
59. Innodale Negeri Para Penyihir.
60
60. Terjerat Tiupan Asmara.
61
61. Penyihir Agung.
62
62. Sebuah Kesepakatan.
63
63. Pertolongan Nyx.
64
64. Amarah Amara.
65
65. Perubahan Minerva.
66
66. Naga Vs Phoenix.
67
67. Gua Terkutuk.
68
68. Kekhawatiran Jasmine.
69
69. Pertempuran Para Penyihir.
70
70. Awal Sebuah Era.
71
71. Perang Pertama.
72
72. Pintu Rahasia.
73
73. Aku Istrinya.
74
74. Istana Emas.
75
75. Negeri Moonheaven.
76
76. Persembunyian Dark Elf.
77
77. Sylvana dan Sonja.
78
78. Janji Terpenuhi.
79
79. Darah Proxima Murni.
80
80. Kedatangan Klan Armeda.
81
81. Pedang Griffin.
82
82. Kematian yang Menyedihkan.
83
83. Membangun Aliansi.
84
84. Impian yang Terwujud.
85
85. Kristal Suci.
86
86. Mengungkap Kebenaran.
87
87. Hantu Cantik.
88
88. Berita Besar.
89
89. Wanita Iblis.
90
90. Pengakuan Zelda.
91
91. Batu Jiwa.
92
92. Pedang Angerage.
93
93. Saudara Kembar.
94
94. Saatnya Melawan.
95
95. Mengunjungi Kuil Bayangan.
96
96. Bantuan Tak Terduga.
97
97. Sebuah Janji.
98
98. Tombak Iblis.
99
99. Mendapat Ancaman.
100
100. Menyusun Rencana.
101
101. Kemunculan Kitab Iblis.
102
102. Pertemuan Dengan Elda.
103
103. Kabar Gembira.
104
104. Portal Iblis.
105
105. Mengubur Impian.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!