Setelah menikmati keindahan sunset di pantai itu, mereka memutuskan untuk pulang, karena Aruna kesulitan mencari taksi akhirnya menumpang ikut bersama August dan Aira.
"Hey.. tak adakah salah satu dari kalian yang mau duduk di sampingku?" tanya August.
"tidak." Aira dan Aruna menjawab serempak.
"sepertinya kali ini aku jadi supir kalian." .
"baiklah nona Aira dan nona Aruna kita berangkat." kata August menyalakan mesin mobil.
Aira dan Aruna hanya tersenyum geli.
"Hey nona Aruna, mengapa kau tak mengendarai mobil Rafael? bukankah dia punya banyak mobil?" tanya August masih berakting menjadi supir.
Aruna merasa geli. dirinya dipanggil nona oleh August. sungguh ironi tak pernah terlintas di pikiran wanita pembunuh berdarah dingin itu menahan tawa dengan susah payah dari orang yang pernah ingin dibunuhnya.
"semua mobil di tempat itu memiliki GPS, aku ingin bebas." jawab Aruna datar.
"Aruna, jadi kau benar-benar sepupunya Rafael? tanya Aira.
sebelum Aruna menjawab, August memotongnya.
"oh apakah nona Aira menyukai Rafael." tanya August meledek.
Aira melirik ke arah August sesaat.
"Hey Aruna kau jangan bilang ke Rafael aku berkencan dengan August, aku tak ingin sepupumu itu mengadu lagi ke seseorang, aku tak ingin di bunuh wanita berdada besar itu" balas Aira melirik August.
"Nona Aira apa kau ingin aku menabrakan mobil ini ke pohon besar depan sana?" kata August.
mereka bertiga pun tertawa.
setelah beberapa lama mengenal Aira. August mengetahui kepribadian Aira sangatlah menyenangkan.
sementara bagi Aruna. ia merasakan kehangatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. ia bahkan tak tau kapan terakhir kali tertawa lepas seperti saat ini.
Jalan yang mereka lalui sangatlah sepi. kanan kiri hanyalah hutan kecil dan semak belukar. August mengurangi kecepatan mobilnya ketika ia melihat dua buah mobil mini van di depannya tiba-tiba berhenti dan menutup jalan untuknya.
August pun menghentikan mobilnya. Aira dan Aruna saling melirik waspada.
sekitar sepuluh orang turun dari kedua mobil mini van tersebut dan mulai mengepung mereka bertiga.
"KELUAR SEMUA..!" bentak seorang yang memegang tongkat baseball.
August mencoba bersikap tenang, ia pun keluar dari mobil diikuti Aira dan Aruna.
sebenarnya Aira sangat mudah mengalahkan mereka semua, namun ia menahan diri Aruna pun berpikiran sama, mereka ingin tau, siapa dan apa maunya orang-orang ini.
"Hahaha.."
terdengar tawa dari salah satu mobil mini van. pintu mobil terbuka. seorang lelaki melangkah keluar.
"Bryan" August dan Aira serempak.
"apa maksudmu menghadang kami." tanya August.
"bukankah sudah kubilang sebelumnya ini belum berakhir.!" kata Bryan.
Bryan berjalan mendekati August. lalu ia menendang ke arah dada August. August terpental dadanya terasa sesak.
BUKK.. ahhh..
Aira ingin segera bertindak, namun Aruna menahannya.
"Tenanglah, perhatikan perubahan auranya." Aruna berbisik.
Aira menatap tajam August, ia samar-samar merasakan ada denyut energi yang mengalir ke seluruh tubuh August.
August mengusap dadanya yang sesak, rasa sakit itu perlahan menghilang ia pun bangkit berdiri. Bryan sebenarnya terkejut August bisa pulih secepat itu, namun ia menutupi keterkejutannya itu dengan baik.
"Bryan urusanmu denganku, lepaskan mereka." kata August.
"kau tidak perlu khawatir, kami akan melepaskan mereka, setelah kami bersenang-senang." kata Bryan.
perkataan Bryan di sambut tawa lainnya. Aira sangat ingin membunuh Bryan, namun Aruna selalu menahannya.
Bryan meninju wajah dan perut August berkali-kali. August hanya melindungi dirinya dengan kedua tangannya. August hanya menerima pukulan dan tendangan bukan karena ia tak ingin melawan, August khawatir mereka akan menyakiti Aira dan Aruna.
setiap kali ia jatuh tersungkur, August selalu mencoba bangkit. seolah-olah ia kebal pukulan.
"Hentikan.. kalian semua pengecut..!" teriak Aira.
Rintik hujan terlihat di sela cahaya lampu mobil, perlahan semakin besar intensitasnya, hujan pun turun mengguyur tempat itu
Darah keluar dari hidung dan pelipis August membasahi kemeja putihnya.
"Kalian.. tutup mulut wanita ****** itu." kata Bryan menunjuk ke arah Aira dan Aruna.
Beberapa orang dari mereka segera membekap leher serta mulut Aira dan Aruna.
Kedua wanita itu tetap tenang.
Bryan masih terus meninju dan menendang August, ia merasa heran August selalu bisa bangkit walau bersusah payah.
"Lepaskan mereka" ucap August.
Aira dan Aruna menyadari ini. khususnya Aira, ia kini melihat dengan matanya sendiri kekuatan yang bersembunyi dalam tubuh August akhirnya bangkit.
"apa cuma itu kemampuanmu?" ucap August berusaha berdiri dengan kepala tertunduk.
sontak ucapan itu membuat orang-orang di sekitarnya tercengang. bagaimana mungkin ia bisa bertahan menerima pukulan dan tendangan bertubi-tubi dari orang yang lebih besar darinya, pemegang sabuk hitam, juara nasional?
Bagi August sendiri, sebenarnya ia sudah tak kuat, di saat ia tersungkur kesadarannya hampir menghilang ia merasakan rasa hangat di sekujur tubuhnya, menetralisir rasa sakit. ia merasa berenergi.
"Nando berikan tongkatmu" kata Bryan.
Nando melemparkan tongkat baseball kepada Bryan. Bryan menangkapnya lalu mengayunkan kearah kepala August.
August yang masih tertunduk merasakan hawa dingin di sekitarnya tengkuknya.
ini.. perasaan ini seperti waktu itu. August merasakan deja vu, ia teringat kejadian di taman.
Ia melihat tetesan hujan seolah melayang. percikan hujan yang jatuh ke tanah memantul dalam efek slow motion.
ini.. ini.. terjadi lagi. batin August berkata. ia pun mengangkat wajahnya. ia melihat Bryan mengayunkan tongkat baseball ke arah kepalanya dengan gerakan yang super lambat.
Ia menangkap tongkat baseball itu dan menariknya dari tangan Bryan seperti mencabut kapas. terlihat efek riak kecil yang membuat tangan Bryan bergetar.
setelah merebut tongkat itu ia mengayunkan ke arah kaki kiri Bryan, sontak membuat kedua kakinya terangkat kesamping kanan, badannya rubuh melayang ke kiri tapi tidak terjatuh August lalu menendang perut Bryan.
Bersamaan dengan itu keadaan menjadi normal kembali. Bryan terhempas membentur pintu mobil mini van di belakangnya. kaca pintu mobil pecah.
Brakk.. Prang..
tak ada yang mengetahui apa yang telah terjadi. kecuali Aira dan Aruna.
bersamaan dengan itu Aira dan Aruna menyikut perut orang yang membekapnya. lalu meninju wajah kedua orang itu yang langsung membuatnya terpelanting dan tak sadarkan diri.
Nando terkejut melihat Bryan telah terluka parah. juga dua orang rekan lainnya, pergantian peristiwa yang cepat itu membuat ia harus mengambil keputusan. ia memilih menolong Bryan sebelum terlambat.
"Semuanya kembali, aku akan membawa Bryan ke rumah sakit, yang lain beritahu Jacky. biar dia yang mengurus bajingan itu." kata Nando. beberapa orang lainnya segera mengangkat dua rekannya ke dalam mobil mereka.
mereka pun pergi meninggalkan August, Aira dan Aruna.
August berjalan kembali ke mobil. namun tiba-tiba ia kehilangan tenaga. sebelum tersungkur Aruna menangkap August lebih dulu. August pun terjatuh dalam dekapan Aruna.
"apa kalian baik-baik saja." tanya August menatap Aruna.
"seharusnya kami yang bertanya, bukan kau, kami baik-baik saja." kata Aira.
Aruna tak mengatakan apa-apa, hatinya tersentuh, ia tahu ia bisa menghabisi Bryan dan lainnya hanya dengan menjentikan jarinya. tetapi August orang yang ingin ia bunuh ada di dekapannya berusaha melindunginya semampunya. Aruna merasakan getaran hangat di hatinya yang sudah selama ini membeku. Aruna tak tau apa yang terjadi pada dirinya. ia tak dapat menjelaskan.
"cepat kita pergi dari sini" kata Aira.
Aruna memapah August yang sudah kepayahan masuk ke belakang mobil.
"kita akan ke rumah sakit" kata Aira.
"tidak. antarkan saja aku blue lake mountain , aku berjanji menemui Julia setelah kembali." kata August.
"dengan keadaan kau seperti ini? apa kau sudah gila?" kata Aira.
"kau akan membuat wanita itu panik." kata Aira lagi.
"Aku akan menjelaskannya" kata August.
"terserah kau lah." kata Aira dengan sedikit kesal.
August mengeluarkan ponsel dari sakunya ia mengirimkan beberapa pesan teks kepada Julia. rasa lelah akhirnya membuat matanya terpejam. Aira fokus mengendarai mobilnya, sementara Aruna terus memandangi August lewat pantulan kaca spion bagian dalam.
Tak ada percakapan lagi diantara mereka bertiga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments