2. Jiwa Yang Terpilih.

Matahari sudah malas menunjukan sinarnya, langit pun perlahan-lahan mulai menghitam ketika dua puluhan orang pria berjas hitam dengan senter dan senjata di kedua tangannya mulai menyebar mencari August untuk menangkapnya.

August sudah lelah berlari rasa frustasi sudah mulai menggerogoti mentalnya. disaat dirinya mulai drop dia teringat Julia dan para siswa baru disisi hutan lainnya.

bagaimana kabar Julia, apakah ia akan mencariku dan mencari bantuan. tiba-tiba kekhawatirannya muncul.

oh tidak tidak.. jika dia mencariku akan sangat berbahaya untuknya bila bertemu kelompok pria kejam itu.

August tak sanggup membayangkan apa yang akan menimpa Julia dan lainnya bila skenario itu terjadi.

aku tak boleh menyerah. aku harus mencari cara untuk keluar dari sini, tapi bagaimana caranya aku tak tahu harus jalan ke arah mana.

emosi dalam pikirannya campur aduk, apa yang dilihat dan ia rasakan hanyalah kegelapan.

Sementara tak jauh di belakangnya terlihat banyak cahaya senter yang bergerak-gerak acak semakin mendekat ke arahnya.

August mulai bergerak lagi namun sangat sulit karena dia tak bisa melihat apapun yang ada didepannya. beberapa kali ia terjatuh tersandung batu atau akar pohon besar.

Jarak diantara mereka hanya tinggal sekitar 50 meter.

August masih terus berusaha bergerak namun naas baginya ketika dia tak sengaja telah menginjak seekor ular besar yang sepertinya berbisa.

ular yang terinjak itu merespon dengan menggigit betis kanan August.

Akkkkhhh..!

celakanya teriakan August membuat salah satu pria berjas hitam mengarahkan cahaya senter ke arahnya.

"ITU DIA.. SEMUA KESINI..!"

pria tersebut berlari ke arah August diikuti yang lainnya dari berbagai arah.

August sudah pasrah mengetahui hidupnya akan berakhir malam ini.

Pria tersebut berjalan kearahnya dengan pistol ditangan kanannya kini jaraknya dengan August hanya satu meter.

"sekarang kau tak bisa lg bersembb... Heghh..!" belum selesai kalimat terucap sebuah tombak berwarna emas muncul dari perutnya.

Darah menyembur deras, sebagian terciprat ke wajah August.

August tercengang melihat momen menjijikan itu.

Tombak itu perlahan kembali masuk ke dalam perut pria itu.

pria itu roboh. kini di depan August terdapat sesosok wanita menatap tajam kepada August.

Wanita itu dibalut pakaian serba hitam hanya terlihat mata dan pergelangan tangannya saja. tangan kirinya memakai gelang mutiara biru berkilau terkena sorot cahaya senter milik pria yang baru saja terbunuh, sedangkan tangan kanannya memegang tombak emas yang masih meneteskan darah.

Panjang tombak itu hanya satu meter namun bisa berubah memanjang atau memendek sesuai keinginan sang pemilik.

pegangannya terdapat ukiran naga, ketika tombak itu memanjang ukiran naga itu bergerak mengelilingi gagang tombak seolah-olah naga itu hidup, dan kini ujung tombak tersebut menempel di leher kiri August.

Wanita itu diam tak mengeluarkan sepatah kata pun.

"Jika kau ingin membunuhku, bunuhlah.. aku hanya memohon agar keluargaku bisa menemukan jasadku dan menguburkanku dengan layak" ratap August pasrah.

Wanita itu masih tetap dalam diamnya seolah-olah ia sedang menimbang sesuatu dalam pikirannya. namun kali ini ia memiringkan wajahnya ke kanan melihat August memejamkan matanya setelah kalimat terakhirnya tampak air matanya menetes.

Beberapa detik kemudian terdengar suara tembakan di belakangnya. ia berbalik cepat dan memposisikan tombaknya di depan dadanya.

Duar.. Tring.. Aaaagh.

peluru yang di tembakan mengenai bagian tombak dan memantul balik menembus leher yang menembaknya.

bersamaan dengan itu seluruh kelompok pria muncul di hadapannya.

Wanita tersebut menoleh ke kiri, melirik ke arah August dan berkata

"sembunyi."

"Tembak mereka!"

perintah pimpinan kelompok.

Dor dor dor dor dor.

suara tembakan mulai bersahut-sahutan.

Wanita itu memutar tombaknya searah jarum jam lalu melepas tombak itu dari genggamannya kemudian merentangkan kedua tangannya kesamping.

tombak emas itu terus berputar dengan sendirinya. melawan hukum fisika putarannya semakin cepat mengeluarkan suara angin yang menakutkan, melebihi kecepatan putaran baling-baling helikopter.

wung wung wung. tring tring. aaaghhhh.

tombak tersebut menjadi perisai yang melindungi wanita itu. tak ada satupun peluru yang dapat menembus putaran tombak. peluru-peluru itu melenceng mengenai pepohonan sebelah kanan atau kiri. sedangkan setiap peluru yang mengenai putaran tombak akan memantul balik ke pengirimnya.

Disaat yang sama August dengan susah payah berdiri, mengambil senter yang masih menyala milik pria yang dibunuh wanita itu.

Ia berjalan terpincang-pincang menjauhi wanita dan kelompok tersebut secepat yang ia bisa. dengan bantuan cahaya senter August mengetahui kini jalan yang ia akan lalui.

ia melihat sebelah kanannya tampak seperti jurang.

August ingin mencari jalan lain.

Namun luka gigitan ular membuat kakinya semakin parah. Hawa dingin gunung membuat nafasnya mulai berat dan perlahan-lahan kesadarannya semakin berkurang. pandangannya memudar ia pun terjatuh.

August sudah tak sadarkan diri, seluruh tubuhnya terus berguling terbentur pohon dan batu menuju tepi jurang.

tubuh yang tak terkendali itu pun akhirnya terhempas terjun bebas ke dasar jurang.

Namun sepersekian detik sebelum tubuh itu menghantam dasar jurang sekelebat bayangan melesat menangkap tubuh August lalu kembali melesat dan hilang dalam kegelapan malam.

Sementara sebelumnya tak jauh dari wanita dan kelompok pria terdapat dua pasang mata yang sedang mengawasi.

Dua pasang mata yang mengawasi itu ternyata milik dua wanita.

Satu sosok terlihat seperti berusia 18 tahun berwajah oriental, tubuhnya memakai jubah serba putih, dipinggangnya terselip dua buah trisula. sedangkan satunya lagi wajahnya terlihat sudah dewasa mungkin berusia sekitar 27 atau 28 tahun, dengan pakaian jubah berwarna ungu tak terlihat senjata di pinggang maupun dipunggungnya.

"Bibi Lyra siapa wanita itu? sepertinya ia juga ingin membunuh laki-laki itu.. kita harus menolongnya bi..

lihat dia menempelkan tombaknya ke leher laki-laki itu.."

"Tenanglah Carol, kau memang akan membantunya, tapi tidak hari ini. tetaplah fokus kepada tujuan kita semula." ucap Lyra pelan.

Kedua wanita yang bernama Carol Snowbell dan Lyra DeLight masih terus mengamati.

Pemimpin kelompok pria berjas hitam semakin khawatir melihat anak buahnya meregang nyawa satu per satu. anak buahnya hanya tinggal belasan ia merasakan kekalahan pihaknya.

"Brengsek.. wanita ini bukan manusia. MUNDUR..!"

perintahnya.

Wanita bertombak emas melihat lawannya mundur kini merubah posisi tangannya menyilang memegang pundaknya lalu menghentakan tangannya kedepan.

Bersamaan dengan gerakan tersebut tombak itu berhenti berputar lalu pecah menjadi puluhan tombak kecil seukuran jari orang dewasa lalu melesat menerjang ke arah kelompok yang melarikan diri.

setiap orang atau pohon yang terkena tombak kecil itu tubuhnya terbakar lalu mati mengenaskan.

Kini kelompok tersebut hanya tinggal pimpinan dan dua orang bawahannya.

Wanita itu hendak mengejar sisa kelompok tersebut, namun ia menghentikan langkahnya, mengurungkan niatnya lalu mengangkat tangan kanannya puluhan tombak kecil kembali menyatu menjadi tombak besar seperti semula.

Ia menggenggam dengan erat, memejamkan matanya lalu melempar tombak ke atas pohon yang berjarak 30 meter di sebelah kanannya.

Wushhh.

"Kita ketahuan cepat pergi" Kata Lyra mengingatkan Carol.

Blegarrr..!

Ledakan keras terdengar. pohon yang menjadi tempat persembunyian Lyra dan Carol hancur tak tersisa. namun keduanya selamat dan berhasil melarikan diri.

Sedangkan wanita dengan tombak emas itu kembali mencari jejak August. namun setelah beberapa lama ia tak berhasil menemukan jejaknya, ia pun pergi meninggalkan tempat itu.

Sementara itu di dalam satu gua tepi jurang, di atas batu datar terbaring lemah sesosok lelaki. di sampingnya ada seorang wanita berusia sekitar 25 tahun memakai baju ala putri raja, terlihat sebuah intan atau berlian berwarna biru yang seolah-olah menempel di keningnya.

Ia mencoba meminumkan sesuatu ke dalam mulut August dengan sendok perlahan-lahan.

August yang setengah sadar terbatuk-batuk menelan sesuatu yang masuk ke dalam mulutnya.

"dimana aku? siapa kau? apa yang kau mau lakukan?"

tanya August yang masih lemah.

"Minumlah dulu" wanita itu memaksa August untuk menghabiskan minuman yang ia berikan.

August menelan dengan pasrah.

"Luka kakimu sudah kuobati, dan bisa berjalan normal beberapa jam setelah kau minum habis ramuan itu." kata wanita itu.

Walau terasa pahit August menghabiskan minuman tersebut. ia merasakan staminanya pulih perlahan. ia mencoba memberanikan diri untuk bertanya.

"si.. siapa kamu?" tanya August.

Wanita itu bangkit berjalan menaruh gelas bambu di atas meja kecil disamping kiri dimana August berbaring.

"aku punya banyak nama, tapi mereka memanggilku Oracle. dan aku yakin kau punya sesuatu untukku!" jawab wanita itu lugas.

August tidak mengerti siapa yang dimaksud wanita itu dengan kata 'mereka'

Tunggu dulu dia menyebut dirinya oracle?

pikiran August kembali mengingat kejadian dimana pertama kali bencana ini dimulai.

seorang lelaki memberikannya sebuah kristal untuk diserahkan kepada seseorang yang bernama Oracle.

"Kau bernama Oracle?" tanya August lagi.

Wanita itu tidak menjawab. hanya senyum kecil yang terlihat.

Masih dalam keadaan berbaring August mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.

Oracle melihat tajam kristal berbentuk bintang yang ada ditelapak kanan August.

"Seorang lelaki dengan baju perang memintaku untuk menyerahkannya padamu." August menyodorkan tangannya ke arah wanita itu.

Oracle lalu mengambil kristal dari telapak tangan August. ia mengangkat kristal itu dengan tangan kanannya sejajar dengan matanya mengamati dengan cermat. lalu tangan kirinya mengambil sesuatu dari balik bajunya.

sebuah kotak kecil berwarna emas. kotak itu terbuka ia lalu memasukan kristal tersebut ke dalam kotak emas lalu menutupnya.

bersamaan dengan itu. August pun bertanya

"siapa lelaki itu? dan siapa wanita dengan tombak emas? untuk apa kristal itu?

"Lelaki itu hanya utusan, wanita dengan tombak itu akan menemuimu lagi" jawab Oracle

"Hah..! Apa dia akan membunuhku?" tanya August kaget.

Oracle memejamkan matanya sebentar dan membuka kembali lalu menjawab dengan datar

"Mungkin"

August lemas mendengarnya.

"Bagaimana dengan kristal itu?" August bertanya.

"Kristal ini.."

Oracle menghentikan kata-katanya. ia tersentak kaget kotak emas di tangan kirinya bergetar dengan hebat.

Oracle mencoba menahan dengan kedua tangannya namun sia-sia. ia terhempas ke belakang dengan keras mulutnya mengeluarkan darah segar.

Kotak emas bergetar melayang-layang terlihat kerlip-kerlip cahaya yang seolah-olah memberontak ingin keluar dari celah kotak yang mulai retak.

Crack.. crack.. blarr!

kotak itu pecah. serpihannya terhempas ke seluruh dinding gua.

Kini sinar itu terlihat menggumpal seperti benda padat, perlahan-lahan membentuk sebuah bintang segi lima lalu mulai berputar.

August sangat ketakutan, namun ia tak bisa menggerakan tubuhnya. berbaring pasrah melihat fenomena ini.

Oracle sendiri tercengang melihat kejadian ini. ia bergumam dengan dirinya sendiri.

"Ti.. ti.. tidak mungkin.., apakah dia.. dia... dia adalah jiwa yang terpilih?!"

Tiba-tiba cahaya yang berputar itu kembali menjadi padat seukuran bola basket lalu menghantam dada August.

Tubuh August bergetar seperti orang kesurupan ia memejamkan matanya menahan sakit dan rasa panas yang luar biasa menyiksa.

Ia berteriak dengan sisa-sisa tenaga yang ia punya.

AAAAAAARGGGHHHH...! Byur!

Ia membuka mata dan melihat Julia dengan mata melotot sedang memegang ember ukuran sedang. lalu melihat bajunya sendiri yang basah kuyup. tercium bau tak sedap.

"Kau menyiramku dengan apa?" tanya August.

"Bekas air rendaman pakaian dalamku" sahut Julia sambil mendengus dan melempar ember ke arah August dan pergi.

DUKKK.

"Ouch"

Episodes
1 1. Hutan Royan.
2 2. Jiwa Yang Terpilih.
3 3. Jangan Menghindar.
4 4. Murid Baru.
5 5. Dia Temanku.
6 6. August Diculik.
7 7. Itu Bukan Mimpi.
8 8. Ciuman Pertama.
9 9. Wanita Bergelang Biru.
10 10. Perkenalan dengan Aruna.
11 11. Bayar Hutangmu.
12 12. Double Date.
13 13. Pembalasan Bryan.
14 14. Kedatangan Jacky.
15 15. Selubung Waktu.
16 16. Ibuku Masih Hidup.
17 17. Dia Pembunuh Ayahku.
18 18. Pengintaian Membawa Petaka.
19 19. Salju di Bulan Agustus.
20 20. Kematian Logos.
21 21. Perbatasan Dua Dunia.
22 22. Racun Pelahap Jiwa.
23 23. Rahasia Oracle.
24 24. Air Mata Julia.
25 25. Terlahir Kembali.
26 26. Gazebo Tepi Danau.
27 27. Rahasia Danau Biru.
28 28. Suasana Hotel yang Canggung.
29 29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.
30 30. Rafael Sang Informan.
31 31. Menyerang Balik.
32 32. Pembalasan Hedya.
33 33. Tamu yang Tak Diundang.
34 34. Akhir Keluarga Longstaf.
35 35. Hari yang Berat.
36 36. Kita Akan Berjumpa Lagi.
37 37. Kau Tidak Sendiri.
38 38. Kebenaran yang Terungkap.
39 39. Pertarungan Melawan Gorran.
40 40. Serigala Neraka.
41 41. Membunuh Makhluk Neraka.
42 42. Kemenangan Berakhir Duka.
43 43. Buah Termanis di Dunia.
44 44. Bunga Edianna.
45 45. Dunia yang Aneh.
46 46. Kebahagiaan Elyn.
47 47. Peta Moonheaven.
48 48. Wanita Buta.
49 49. Liontin Merah Aira.
50 50. Putri Para Naga.
51 51. Kelahiran Phoenix.
52 52. Dunia Elf.
53 53. Kebencian Thurinor.
54 54. Rahasia Bunga Edianna.
55 55. Manusia Bumi.
56 56. Setia Menunggumu.
57 57. Hukuman Pengkhianat.
58 58. Jalur Berbahaya.
59 59. Innodale Negeri Para Penyihir.
60 60. Terjerat Tiupan Asmara.
61 61. Penyihir Agung.
62 62. Sebuah Kesepakatan.
63 63. Pertolongan Nyx.
64 64. Amarah Amara.
65 65. Perubahan Minerva.
66 66. Naga Vs Phoenix.
67 67. Gua Terkutuk.
68 68. Kekhawatiran Jasmine.
69 69. Pertempuran Para Penyihir.
70 70. Awal Sebuah Era.
71 71. Perang Pertama.
72 72. Pintu Rahasia.
73 73. Aku Istrinya.
74 74. Istana Emas.
75 75. Negeri Moonheaven.
76 76. Persembunyian Dark Elf.
77 77. Sylvana dan Sonja.
78 78. Janji Terpenuhi.
79 79. Darah Proxima Murni.
80 80. Kedatangan Klan Armeda.
81 81. Pedang Griffin.
82 82. Kematian yang Menyedihkan.
83 83. Membangun Aliansi.
84 84. Impian yang Terwujud.
85 85. Kristal Suci.
86 86. Mengungkap Kebenaran.
87 87. Hantu Cantik.
88 88. Berita Besar.
89 89. Wanita Iblis.
90 90. Pengakuan Zelda.
91 91. Batu Jiwa.
92 92. Pedang Angerage.
93 93. Saudara Kembar.
94 94. Saatnya Melawan.
95 95. Mengunjungi Kuil Bayangan.
96 96. Bantuan Tak Terduga.
97 97. Sebuah Janji.
98 98. Tombak Iblis.
99 99. Mendapat Ancaman.
100 100. Menyusun Rencana.
101 101. Kemunculan Kitab Iblis.
102 102. Pertemuan Dengan Elda.
103 103. Kabar Gembira.
104 104. Portal Iblis.
105 105. Mengubur Impian.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Hutan Royan.
2
2. Jiwa Yang Terpilih.
3
3. Jangan Menghindar.
4
4. Murid Baru.
5
5. Dia Temanku.
6
6. August Diculik.
7
7. Itu Bukan Mimpi.
8
8. Ciuman Pertama.
9
9. Wanita Bergelang Biru.
10
10. Perkenalan dengan Aruna.
11
11. Bayar Hutangmu.
12
12. Double Date.
13
13. Pembalasan Bryan.
14
14. Kedatangan Jacky.
15
15. Selubung Waktu.
16
16. Ibuku Masih Hidup.
17
17. Dia Pembunuh Ayahku.
18
18. Pengintaian Membawa Petaka.
19
19. Salju di Bulan Agustus.
20
20. Kematian Logos.
21
21. Perbatasan Dua Dunia.
22
22. Racun Pelahap Jiwa.
23
23. Rahasia Oracle.
24
24. Air Mata Julia.
25
25. Terlahir Kembali.
26
26. Gazebo Tepi Danau.
27
27. Rahasia Danau Biru.
28
28. Suasana Hotel yang Canggung.
29
29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.
30
30. Rafael Sang Informan.
31
31. Menyerang Balik.
32
32. Pembalasan Hedya.
33
33. Tamu yang Tak Diundang.
34
34. Akhir Keluarga Longstaf.
35
35. Hari yang Berat.
36
36. Kita Akan Berjumpa Lagi.
37
37. Kau Tidak Sendiri.
38
38. Kebenaran yang Terungkap.
39
39. Pertarungan Melawan Gorran.
40
40. Serigala Neraka.
41
41. Membunuh Makhluk Neraka.
42
42. Kemenangan Berakhir Duka.
43
43. Buah Termanis di Dunia.
44
44. Bunga Edianna.
45
45. Dunia yang Aneh.
46
46. Kebahagiaan Elyn.
47
47. Peta Moonheaven.
48
48. Wanita Buta.
49
49. Liontin Merah Aira.
50
50. Putri Para Naga.
51
51. Kelahiran Phoenix.
52
52. Dunia Elf.
53
53. Kebencian Thurinor.
54
54. Rahasia Bunga Edianna.
55
55. Manusia Bumi.
56
56. Setia Menunggumu.
57
57. Hukuman Pengkhianat.
58
58. Jalur Berbahaya.
59
59. Innodale Negeri Para Penyihir.
60
60. Terjerat Tiupan Asmara.
61
61. Penyihir Agung.
62
62. Sebuah Kesepakatan.
63
63. Pertolongan Nyx.
64
64. Amarah Amara.
65
65. Perubahan Minerva.
66
66. Naga Vs Phoenix.
67
67. Gua Terkutuk.
68
68. Kekhawatiran Jasmine.
69
69. Pertempuran Para Penyihir.
70
70. Awal Sebuah Era.
71
71. Perang Pertama.
72
72. Pintu Rahasia.
73
73. Aku Istrinya.
74
74. Istana Emas.
75
75. Negeri Moonheaven.
76
76. Persembunyian Dark Elf.
77
77. Sylvana dan Sonja.
78
78. Janji Terpenuhi.
79
79. Darah Proxima Murni.
80
80. Kedatangan Klan Armeda.
81
81. Pedang Griffin.
82
82. Kematian yang Menyedihkan.
83
83. Membangun Aliansi.
84
84. Impian yang Terwujud.
85
85. Kristal Suci.
86
86. Mengungkap Kebenaran.
87
87. Hantu Cantik.
88
88. Berita Besar.
89
89. Wanita Iblis.
90
90. Pengakuan Zelda.
91
91. Batu Jiwa.
92
92. Pedang Angerage.
93
93. Saudara Kembar.
94
94. Saatnya Melawan.
95
95. Mengunjungi Kuil Bayangan.
96
96. Bantuan Tak Terduga.
97
97. Sebuah Janji.
98
98. Tombak Iblis.
99
99. Mendapat Ancaman.
100
100. Menyusun Rencana.
101
101. Kemunculan Kitab Iblis.
102
102. Pertemuan Dengan Elda.
103
103. Kabar Gembira.
104
104. Portal Iblis.
105
105. Mengubur Impian.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!