eps 16

"tidak, aku punya uang ya! Kamu tenang saja." Ujar Rania.

Mereka langsung masuk ke dalam kelas dan di jam pertama meraka adalah pelajaran olahraga, dan praktek di lapangan. Para siswa di kelas unggulan langsung mengganti pakaian menjadi pakaian olahraga, Rania lupa membawa pakaiannya, dia tidak tahu jika hari ini ada pelajaran olahraga.

"Gimana ini? Semuanya sudah ke lapangan, aku pakai apa?" Gumam Rania bingung.

"Aduh, habislah aku!"

"Rania." Panggil Kevin.

"Eh, kak Kevin. Ada apa ya kak?" Rania langsung menghampirinya kedepan kelas.

"Sedang mengecek setiap kelas saja, kamu kenapa tidak ikut bergabung dengan yang lainnya?"

"Emmm, anu kak."

"Anu apa?" Tanya Kevin dengan mengerutkan keningnya.

"Aku lupa membawa baju olahraga kak." Jawab Rania menundukkan kepalanya.

"Kenapa bisa lupa? Mau pakai baju olahragaku saja tidak?"

"Eh, memangnya boleh kak?"

"Boleh."

"Tunggu sebentar ya, aku ambilkan dulu!" kevin tersenyum manis dan langsung pergi untuk mengambilkan bajunya.

Setelah beberapa menit kemudian, dengan nafas tersenggal Kevin langsung memberikan bajunya pada Rania. Wanita itu menerimanya dengan ragu, tetapi Kevin langsung meletakkannya di tangan Rania dan tersenyum manis.

"Sudah cepat pakailah, nanti kamu bisa di hukum. Kalau begitu aku pergi dulu ya!"

"Em, terima kasih ya kak!"

"Kenapa baik sekali sih kak, jangan baik-baik banget dong kak Kevin. Nanti perasanku oleng ke kakak." Beo Rania.

Rania langsung menuju ke toilet untuk mengganti pakaiannya, setelah selesai dia langsung berlari menuju lapangan dengan nafas yang ngos-ngosan. Sesampainya di lapangan dia langsung menghadap ke guru penjas.

"Maaf pak, saya terlambat!"

"Kenapa kamu bisa terlambat?"

"Emm itu pak-"

"Ya sudah, bergabung sana dengan yang lainnya!"

"Baik pak! Terima kasih." Rania langsung bergabung dengan yang lainnya.

"Rania, Kenapa kamu bisa terlambat? Dan kenapa memakai baju olahraga laki-laki?" Bisik Sherly.

"Hah? Memang ada bedanya ya?" Rania langsung memperhatikan baju yang ia kenakan dengan baju Sherly.

Dan benar saja, garis celana dan juga gambarnya berbeda. Pantas saja banyak anak cewek yang melirik sinis ke arahnya, ternyata karena dia mengenakkan pakaian cowok.

"Ah, bodo amatlah! Yang penting aku bisa mengikuti pelajaran olahraga dari pada nilaiku telor kan!" Ujar Rania.

Pelajaran kali ini mereka bermain bola voli, dan Rani cukup pandai sewaktu di sekolah lamanya. Sehingga waktu giliran dia menservis, bola tersebut melambung tinggi dan terlalu jauh hingga bola itu mengenai kepala alkana yang sedang berjalan dengan kedua temannya.

"Shitt, sialan! Siapa yang melempar bola ini?!" Teriak alkana emosi.

"Bukan aku kak!" Jawab yang lain.

Rania meremas jemarinya, dia tidak menyangka jika bolanya akan mengenai alkana. Apa lagi saat disekolah dia tidak bisa mengerjai lelaki itu, dan bahkan sifatnya jauh berbeda lelaki itu lebih dingin, acuh dan juga tidak bisa disentuh jika tidak ingin mendapatkan masalah.

"Rania kak! Sengaja dia itu!" Teriak Helena.

"Helena, apa-apaan sih kau!" Ketus Sherly.

"Loh kan memang benar, dari pada kak alkana marah pada kita semua! Biarkan saja Rania yang menanggung semuanya sendiri!"

"CK." Sherly ingin sekali meninju wajah Helena namun ia urungkan.

Rania langsung maju dan mengambil bola tersebut, dia menatap ke arah alkana yang sedang emosi. Dia gugup dan juga gemetar, alkana menatapnya dengan tajam lalu menarik lengannya.

"Ikut aku!" Teriak alkana.

Rania dengan gemetar mengikuti langkah alkana dan diikuti Kenan dan juga Alex. Dua lelaki itu melempar bola volinya dan melemparkannya ke arah para siswa yang sedang bermain voli tadi. Sherly terlihat sangat bingung dan khawatir ingin menolong Rania, akan tetapi bisa jadi dia yang terkena masalah nantinya.

"Alkana, kau jangan kasar-kasar pada rania kenapa, lagi pula kan tidak keras juga kena nya." Ujar Alex.

"Diam kalian berdua! Pergi sekarang! Tinggalkan kami berdua saja." Perintah alkana.

"Tap-"

"Tidak ada tapi-tapian! Cepat pergi!"

Mereka berdua langsung pergi meninggalkan alkana dan juga Rania berdua saja. Alkana membawa Rania masuk ke dalam ruang penyimpanan barang-barang olahraga. Rania menatap manik mata alkana dengan gugup dan juga bingung.

"Kak, maaf!"

"Kau tau kesalahanmu!?" Tanya alkana penuh penekanan.

Rania menganggukkan kepalanya, "kau sengaja ya?"

Rania menggelengkan kepalanya dan langsung melirik ke arah kepala alkana. "Sakit ya kak?"

"Menurutmu?!" Ketus alkana.

"Nanti di rumah Rania langsung obati ya kak!"

"Tidak, obati sekarang!"

"Hah? Sekarang?"

"Iya, sekarang! Kan sakitnya sekarang!"

Alkana langsung duduk di sofa dan menepuk tempat di sebelahnya agar Rania juga duduk di kursi tersebut. setelah rania duduk, alkana langsung merebahkan kepalanya diatas paha Rania, membuat Rania membulatkan kedua bola matanya.

"Kak." Lirih Rania.

"Jangan banyak bicara, pijat kepalaku sekarang!"

Alkana langsung memejamkan matanya, Rania gugup berada diposisi seperti ini. Dia langsung memijat kepala alkana dengan perlahan, alkana bisa mendengar detak jantung Rania saat ini dengan jelas. Bibirnya mengulum senyum tipis dan langsung merubah raut wajahnya kembali datar.

"Kak, sudah."

"Kak alkana?"

"Apa dia tidur? Aku sudah capek-capek memijatnya, dia malah tidur!"

"Hah, dasar ya. Memanfaatkan kesempatan sekali. padahal kan tidak sakit, kan cuma kena begitu saja, padahal dipukuli preman kemarin saja tidak sakit." Gerutu Rania.

Rania langsung terdiam menatap lekat wajah alkana, tiba-tiba jantungnya kembali berdetak dengan kencang lagi. Dia langsung memegang dadanya, dia tidak mau kalau sampai alkana mendengar suara detak jantungnya. Bisa-bisa nanti alkana salah paham dengan perasaan Rania.

Rania mengusap surai hitam alkana dan mengulum senyum, dia tersenyum lembut dan menatap alkana dengan tatapan yang begitu dalam. Jam istirahat telah berlalu, rencana Rania akan mentraktir satu sekolah gagal total akibat alkana yang belum juga terbangun.

"Kak bangun!"

"Huuft, mau sampai kapan sih disini terus? Kalau ada yang masuk dan melihat, lalu salah paham gimana? Aish, kak alkana ini!"

Tanpa sadar Rania ikut memejamkan matanya dan tertidur, tangan Rania di tarik oleh alkana dan di letakkan di dadanya lalu ia genggam erat. Lelaki itu memiringkan tubuhnya menghadap Rania, lalu memeluk pinggang rania. lelaki itu sejak tadi sebenarnya tidak tertidur sama sekali, dia hanya tidak ingin Rania di permalukan satu sekolah nantinya. Entah kesambet apa lelaki itu, tetapi dia benar-benar memikirkan Rania kali ini.

Alkana tanpa sadar akhirnya ikut tertidur juga, posisi seperti ini membuat alkana merasa nyaman. Entah sesuatu apa yang dilakukan oleh Rania, sehingga dia ingin waktu agar tidak cepat berlalu, atau bahkan jika bisa berhenti sejenak.

Di luar ada seseorang yang ingin membuka pintu dan suaranya terdengar sangat berisik, sehingga membuat Rania terbangun dan membulatkan matanya. Dia melihat alkana yang masih tertidur dengan memeluk dirinya, Rania langsung menggoyang-goyangkan tubuh alkana.

"Kak, bangun! Ada yang datang kak!"

Episodes
1 eps 1
2 eps 2
3 eps 3
4 eps 4
5 eps 5
6 eps 6
7 eps 7
8 eps 8
9 eps 9
10 eps 10
11 eps 11
12 eps 12
13 eps 13
14 eps 14 tidur bersama
15 eps 15 rencana?
16 eps 16
17 eps 17 cemburu!
18 eps 18
19 eps 19 first kiss
20 eps 20
21 eps 21
22 eps 22 tragedi kantin
23 eps 23 menghabiskan uang alkana
24 eps 24 mas alkana
25 eps 25 yang bau itu kamu!
26 eps 26 ibu, tolong Rania!
27 eps 27 Rania pingsan
28 eps 28 hukuman
29 eps 29 kecoa!
30 renang
31 alasan
32 kembali ke desa
33 memulai dari awal
34 kembali ke kota
35 mengumumkan hubungan
36 ulah helena
37 nah kan!
38 Kenan dan Alex biang rusuh!
39 hukuman Alex dan kenan
40 sasha
41 kekesalan seorang alkana
42 menguntit
43 make up
44 suasana hati Rania
45 teman lama
46 cemburu buta
47 ulat
48 sisi lain kenan
49 hot
50 sepupu alkana
51 Dino!
52 kembali
53 pertemuan
54 Surti
55 Surti si gadis desa berulah
56 duka kenan
57 hari yang menyesakkan
58 terbongkar
59 terbongkar sudah
60 Kenan keceplosan
61 dibalik perkelahian alkana dan Kevin
62 ulang tahun
63 rencana liburan
64 liburan
65 wanita gila
66 dedemit
67 kejadian menakutkan
68 peluk erat-erat
69 rahasia Sasha
70 berkelahi lagi
71 ruang bk
72 piringnya ikut terkejut
73 hamil?
74 acara barbeque
75 setan di kolam renang
76 gara-gara mangga
77 masalah rania
78 ulah dani
79 belajar basket
80 kesedihan sherly
81 Helena dan kenan
82 Rania dan Sherly
83 demit palsu
84 sial untuk yang ke sekian kalinya!
85 kenan
86 kejahilan kenan
87 gara-gara kurir
88 biawak
89 duren hot!
90 duka
91 pesan terakhir ibu
92 pergi ke alam mimpi
93 ketahuan!
94 kenan yang konyol
95 aneh!
96 hamil?
97 mimpi buruk
98 hayoloh
99 aman
100 geser dong mbak!
Episodes

Updated 100 Episodes

1
eps 1
2
eps 2
3
eps 3
4
eps 4
5
eps 5
6
eps 6
7
eps 7
8
eps 8
9
eps 9
10
eps 10
11
eps 11
12
eps 12
13
eps 13
14
eps 14 tidur bersama
15
eps 15 rencana?
16
eps 16
17
eps 17 cemburu!
18
eps 18
19
eps 19 first kiss
20
eps 20
21
eps 21
22
eps 22 tragedi kantin
23
eps 23 menghabiskan uang alkana
24
eps 24 mas alkana
25
eps 25 yang bau itu kamu!
26
eps 26 ibu, tolong Rania!
27
eps 27 Rania pingsan
28
eps 28 hukuman
29
eps 29 kecoa!
30
renang
31
alasan
32
kembali ke desa
33
memulai dari awal
34
kembali ke kota
35
mengumumkan hubungan
36
ulah helena
37
nah kan!
38
Kenan dan Alex biang rusuh!
39
hukuman Alex dan kenan
40
sasha
41
kekesalan seorang alkana
42
menguntit
43
make up
44
suasana hati Rania
45
teman lama
46
cemburu buta
47
ulat
48
sisi lain kenan
49
hot
50
sepupu alkana
51
Dino!
52
kembali
53
pertemuan
54
Surti
55
Surti si gadis desa berulah
56
duka kenan
57
hari yang menyesakkan
58
terbongkar
59
terbongkar sudah
60
Kenan keceplosan
61
dibalik perkelahian alkana dan Kevin
62
ulang tahun
63
rencana liburan
64
liburan
65
wanita gila
66
dedemit
67
kejadian menakutkan
68
peluk erat-erat
69
rahasia Sasha
70
berkelahi lagi
71
ruang bk
72
piringnya ikut terkejut
73
hamil?
74
acara barbeque
75
setan di kolam renang
76
gara-gara mangga
77
masalah rania
78
ulah dani
79
belajar basket
80
kesedihan sherly
81
Helena dan kenan
82
Rania dan Sherly
83
demit palsu
84
sial untuk yang ke sekian kalinya!
85
kenan
86
kejahilan kenan
87
gara-gara kurir
88
biawak
89
duren hot!
90
duka
91
pesan terakhir ibu
92
pergi ke alam mimpi
93
ketahuan!
94
kenan yang konyol
95
aneh!
96
hamil?
97
mimpi buruk
98
hayoloh
99
aman
100
geser dong mbak!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!