Bagaikan Serpihan Puzzle

Vanila menghela napas panjang, entah sudah berapa kali dia melakukan hal itu untuk hari ini. Pikirannya berkelana, dia sedang memikirkan orang-orang yang mengejarnya tadi pagi. Jika orang-orang itu adalah utusan keluarganya, maka dia harus segera melarikan diri agar tidak tertangkap tapi bagaimana dengan Abraham?

Biasanya dia akan langsung pindah lokasi setelah ketahuan tapi sekarang dia harus memikirkan Abraham. Apa dia harus mengajak Abraham pergi? Tapi bagaimana dengan pekerjaannya? Hal ini harus dia pikirkan baik-baik karena tidaklah mudah mencari pekerjaan di tempat baru.

Napas berat kembali dihembuskan, semoga saja orang-orang itu tidak menemukannya dengan cepat agar dia bisa membuat banyak kenangan dengan Abraham. Vanila masih berada di rumah karena belum waktunya pergi bekerja. Tatapan matanya melihat ke arah Abraham yang sedang melihat berita di televisi. Dia tahu Abraham sedang mencari sesuatu dari berita-berita itu, dia juga tidak bisa mencegah. Dia juga tahu, cepat atau lambat ingatan Abraham pasti akan kembali.

Dari pada pusing, lebih baik dia mengajak Abraham melakukan hal yang menyenangkan. Apa pun yang mereka lakukan bisa jadi kenangan berkesan yang tidak akan dilupakan. Lagi pula dia masih memiliki waktu sebelum pergi bekerja.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Vanila pura-pura.

"Melihat berita, mungkin saja aku bisa menemukan sesuatu."

"Dari pada melihat berita terus menerus, bagaimana jika kita bermain twister?" ajak Vanila.

"Twister?  Apa itu?" tanya Abraham.

"Sebuah permainan yang menyenangkan. Aku jamin kau pasti akan suka."

"Apa kau tidak mau pergi bekerja?" Abraham berpaling untuk melihat ke arahnya.

"Belum waktunya, aku bosan sebab itu lebih baik kita bermain untuk menghilangkan kebosanan."

"Baiklah, walau aku tidak tahu permainan twister tapi terdengar menyenangkan," ucap Abraham.

"Memang menyenangkan jadi tunggu sebentar," Vanila berlalu pergi untuk mengambil permainan itu.

Abraham juga beranjak untuk mengikuti Vanila. Televisi dimatikan, karena dia tidak mau melihat berita lagi namun sesungguhnya jika dia masih menonton berita untuk beberapa saat lagi maka dia akan mendapati wajahnya sendiri di televisi karena saat itu di Inggris, Abraham mendapat gelar pengusaha paling berpengaruh namun sayang, dia sudah mematikannya sebelum dapat melihat berita itu.

Vanila membuka lemari, dia tampak mencari permainan twister miliknya. Abraham masuk ke dalam kamar dan mendekati Vanila karena dia ingin tahu apa yang Vanila cari dan ingin membantu.

"Apa yang kau cari?"

"Permainan twister," jawab Vanila sambil mencari.

"Biar aku bantu!" Abraham membantunya mencari. Mereka berdua mulai sibuk mencari permainan twister namun tidak menemukan apa pun di dalam lemari itu. Vanila melihat ke atas, jangan-jangan permainan itu dia simpan di atas lemari.

"Aku akan mengambil tangga," ucap Vanila.

"Untuk apa?"

"Sepertinya ada di atas," Vanila menunjuk sebuah kotak yang ada di atas lemari.

"Aku saja!"

"Apa, hei!" Vanila terkejut karena Abraham menggendong tubuhnya secara tiba-tiba.

"Tu-Turunkan aku, Rick," selain sang kakak yang menyebalkan dan ayahnya, dia belum pernah digendong seperti itu oleh lelaki mana pun.

"Mau ambil atau tidak? Kau lumayan berat!" ucap Abraham.

"Enak saja! Lebih tinggi sedikit!" pinta Vanila.

Abraham mengangkat tubuh Vanila lebih tinggi, Vanila berusaha meraih kotak namun belum juga sampai sehingga dia meminta Abraham untuk mengangkat dirinya lebih tinggi lagi. Abraham melakukan apa yang Vanila minta sampai-sampai Vanila tidak sadar jika dadanya berada di depan mata Abraham.

Mata Abraham melotot, dia jadi tidak berani bergerak. Vanila berusaha menggapai kotak sehingga dadanya menggesek wajah Abraham.

Abraham benar-benar tidak tahu harus melakukan apa karena itu bagaikan sebuah godaan. Vanila jadi heran, karena Abraham tidak mengangkat tubuhnya lagi.

"Lebih tinggi sedikit, kenapa diam saja?!" Vanila melihat ke bawah, dia mulai sadar dengan keadaan di mana dadanya masih berada di wajah Abraham.

"Me-Mesum, turunkan aku!" Vanila berteriak dan memukul bahu Abraham.

"Stop, jangan memukulku seperti itu!" Vanila pun diturunkan dari gendongannya.

"Kau, mencari kesempatan dalam kesempitan!" ucap Vanila sambil mendengus.

"Aku tidak sengaja, maaf."

"Kali ini gendong yang benar!" ucap Vanila.

"Kau yakin?"

Vanila mengangguk, Abraham meraih tubuhnya. Abraham hendak mengangkat tubuh Vanila kembali tapi entah kenapa tidak jadi. Mereka berdua saling pandang, mereka pun tidak mengatakan apa pun. Entah karena apa, mata Vanila sudah terpejam saat Abraham mendekatkan bibirnya. Sepertinya mereka terbawa suasana yang ada.

Kecupan ringan diberikan sebagai permulaan, itu ciuman pertama yang Vanila lakukan. Jantungnya berdegup kencang, Vanila memalingkan wajahnya yang tersipu namun Abraham memegangi dagunya. Tangannya mengusap wajah Vanila dengan perlahan, dia pernah melakukan hal seperti itu dengan seorang wanita.

Yeah... dia pernah melakukannya. Abraham semakin ingin tahu, mungkin dengan mencium Vanila kembali dia bisa menemukan jawabannya.

"Rick," Vanila tampak gugup.

"Ssttss...," Abraham kembali mencium bibir Vanila.

Vanila tidak membantah, baginya itu pengalaman baru. Bisa dicium oleh pria yang dia sukai tentu sangat menyenangkan walau dia tahu hubungan mereka tidak akan menjadi indah. Abraham semakin memperdalam ciumannya, Vanila memeluknya erat. Abraham mencium bibir Vanila dengan mengebu namun samar-samar wajah seorang wanita teringat.

"Aku mencintamu, Abraham," wanita itu berkata demikian sambil menatapnya. Abraham terkejut mengingat seorang wanita mengatakan hal seperti itu padanya. Secara refleks Abraham mendorong tubuh Vanila sampai membuat Vanila heran.

Abraham melangkah mundur, dia bagaikan orang linglung

"Ada apa?" tanya Vanila.

"Tidak ada apa-apa, maaf," Abraham memandangi Vanila dengan lekat, sungguh dia curiga jika gadis itu menyembunyikan sesuatu darinya.

"Kau yakin?" tanya Vanila memastikan.

"Yeah, sepertinya kita tidak jadi bermain. Aku mau tidur saja," Abraham melangkah pergi dengan pertanyaan memenuhi hati.

Siapa wanita yang memanggilnya dengan sebutan Abraham? Bukankah itu nama mantan kekasih Vanila? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah dia dan Vanila memiliki hubungan dulu mengingat nama kekasih Vanila juga Abraham? Tapi jika demikian, untuk apa Vanila menyembunyikan hal itu darinya jika memang mereka pernah memiliki hubungan sebelumnya?

Kepalanya jadi sakit, semua masih bagaikan sebuah misteri baginya. Wajah wanita yang dia ada di dalam ingatannya pun tidak bisa dia ingat dengan jelas tapi satu hal yang dia tahu, jika dia sering berinteraksi dengan Vanila, dia bisa mengingat sesuatu walau masih sepotong-sepotong bagaikan serpihan puzzle.

Sebaiknya dia tidak mengatakan hal ini pada Vanila karena rasa curiganya dengan gadis itu. Semoga saja Vanila tidak menipunya karena dia sangat mempercayainya saat ini.

Setelah Abraham keluar dari kamar, Vanila duduk di sisi ranjan. Dia benar-benar heran dengan sikap Abraham yang tiba-tiba berubah. Apa karena ciuman yang mereka lakukan?

Tidak, itu tidak mungkin. Rasanya ingin menyangkal tapi rasa curiga jika Abraham mengingat sesuatu tentang tunangannya memenuhi hati. Seharusnya ciuman pertamannya terasa manis namun sayang, ciuman itu tidak meninggalkan kesan sama sekali. Mau bagaimana lagi, walau dia menyukai Abraham tapi Abraham tidak memiliki perasaan untuknya dan itu adalah risiko yang harus dia tanggung.

Terpopuler

Comments

Intan Wulandari

Intan Wulandari

iyaa itu adalah resiko yg harus km tanggung van...tp jangan setengah2 ayoo lanjutkan😁

2023-01-08

1

Siti Rohaemy

Siti Rohaemy

rejeki nomplok buat Abraham 😁😁😁

2023-01-07

0

BEtari

BEtari

yakin kebers'amn mnglahkan knyt'n.

2022-12-16

2

lihat semua
Episodes
1 Vanila Elouis Si Gadis Nekad
2 Ide Gila
3 Sang Penculik
4 Semoga Kau Masih Hidup Besok
5 Lost Memory
6 Gadis Penipu
7 Mencari
8 Tipu Muslihat
9 Perasaan Rindu
10 Rahasia Yang Tidak Boleh Terbongkar
11 Membuat Kenangan Baru
12 Kenangan Pertama
13 Dikejar
14 Mulai Sedikit Curiga
15 Bagaikan Serpihan Puzzle
16 Gadis Misterius
17 Kau Milikku
18 Berbagilah Denganku
19 Kebetulan
20 Pikiran Gila
21 piknik
22 Perasaan Bahagia
23 Barbeque
24 Keputusan
25 Perasaan Yang Bergejolak
26 Apa Kau Menyesal?
27 Sebuah Firasat
28 Serpihan Memori
29 Curiga
30 Dia Sudah pergi
31 Aku Tidak Akan Lari
32 Ada Apa Denganmu?
33 Tiga Pelaku
34 Kembali Ke Australia
35 Tertangkapnya Bilt
36 Permohonan Bilt
37 Lepaskan Mereka
38 Jangan Mengganggunya Lagi
39 Pertemuan Terakhir
40 Kedatangan Norman Elouis
41 Kesalahpahaman Bilt
42 Hari Yang Aneh
43 Sang Putri Yang Tidak Akan Bisa Kabur Lagi
44 Keraguan
45 Kembali Ke Istana
46 Aku Tidak Mau Menikah
47 Jangan Menyebut Namanya!
48 Rekaman
49 Hari Yang Dinantikan.
50 Putri Yang Sudah Ternoda
51 Pernikahan Yang Batal
52 Siapa Pria Itu?
53 Mendapat Dukungan
54 Tertangkapnya Bilt
55 Couvade Syndrome
56 Bukan Aku
57 Kedatangan Musuh Lama
58 Jangan Serakah
59 Tidak Perlu Bersembunyi
60 Nasehat
61 Keberuntungan Bilt
62 Merasa Kehilangan
63 Hiduplah Dengan Baik
64 Perasaan Yang Tidak Boleh Ada
65 Tertangkapnya Jasson
66 Dialah Pelakunya
67 Tidak Terkejut
68 Penyebab Retaknya Persahabatan
69 Aku Akan Kembali Lagi
70 Dia Membenci Dirimu!
71 Mimpi Dan Pertemuan
72 Sebaiknya Dia TidakTahu
73 Cari Jika Kau Mampu
74 Kebetulan Yang Tidak terduga
75 Aku Tidak Tahu
76 Bertemu Kembali
77 Kau Harus Bertanggung jawab
78 Kau Tidak Diterima
79 Ingin Berdamai
80 Aku Tidak Akan Percaya
81 Jangan Menipu Diri Sendiri
82 Apa Kau Akan Percaya?
83 Pencuri Ciuman
84 Maafkan Aku
85 Percayalah
86 Aku Tidak Menipumu
87 Pagi Yang Berharga
88 Kejadian tidak terduga
89 Hubungan Yang Kembali Membaik
90 Tinggalkan Saja Dia
91 Aku Juga Ingin Kau Bahagia
92 Wedding Day
93 Aku Berjanji Padamu
94 Our Home
95 Kembalinya Renata
96 Mereka Yang Paling Penting
97 Pria Ketiga Yang Ditipu
98 Aksi DiJalanan
99 Aksi Di Jalanan Part 2
100 Promo
101 Mendapat Saksi Kunci
102 Libatkan Aku
103 Rupa Palsu Yang Sudah Ketahuan
104 Percayalah Padaku
105 Umpan
106 Terpancing
107 Tidak Bisa Lari lagi
108 Tertangkap
109 Introgasi
110 Saling Menyalahkan
111 Sudah Terlambat
112 Goodbye
113 Lepaskan Adikku
114 Misi Bilt
115 Acara Pelantikan
116 Kejutan Untuk Bilt.
117 Kabar Gembira
118 Kabar Gembira Part 2
119 Extra Part
120 info novel Norman
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Vanila Elouis Si Gadis Nekad
2
Ide Gila
3
Sang Penculik
4
Semoga Kau Masih Hidup Besok
5
Lost Memory
6
Gadis Penipu
7
Mencari
8
Tipu Muslihat
9
Perasaan Rindu
10
Rahasia Yang Tidak Boleh Terbongkar
11
Membuat Kenangan Baru
12
Kenangan Pertama
13
Dikejar
14
Mulai Sedikit Curiga
15
Bagaikan Serpihan Puzzle
16
Gadis Misterius
17
Kau Milikku
18
Berbagilah Denganku
19
Kebetulan
20
Pikiran Gila
21
piknik
22
Perasaan Bahagia
23
Barbeque
24
Keputusan
25
Perasaan Yang Bergejolak
26
Apa Kau Menyesal?
27
Sebuah Firasat
28
Serpihan Memori
29
Curiga
30
Dia Sudah pergi
31
Aku Tidak Akan Lari
32
Ada Apa Denganmu?
33
Tiga Pelaku
34
Kembali Ke Australia
35
Tertangkapnya Bilt
36
Permohonan Bilt
37
Lepaskan Mereka
38
Jangan Mengganggunya Lagi
39
Pertemuan Terakhir
40
Kedatangan Norman Elouis
41
Kesalahpahaman Bilt
42
Hari Yang Aneh
43
Sang Putri Yang Tidak Akan Bisa Kabur Lagi
44
Keraguan
45
Kembali Ke Istana
46
Aku Tidak Mau Menikah
47
Jangan Menyebut Namanya!
48
Rekaman
49
Hari Yang Dinantikan.
50
Putri Yang Sudah Ternoda
51
Pernikahan Yang Batal
52
Siapa Pria Itu?
53
Mendapat Dukungan
54
Tertangkapnya Bilt
55
Couvade Syndrome
56
Bukan Aku
57
Kedatangan Musuh Lama
58
Jangan Serakah
59
Tidak Perlu Bersembunyi
60
Nasehat
61
Keberuntungan Bilt
62
Merasa Kehilangan
63
Hiduplah Dengan Baik
64
Perasaan Yang Tidak Boleh Ada
65
Tertangkapnya Jasson
66
Dialah Pelakunya
67
Tidak Terkejut
68
Penyebab Retaknya Persahabatan
69
Aku Akan Kembali Lagi
70
Dia Membenci Dirimu!
71
Mimpi Dan Pertemuan
72
Sebaiknya Dia TidakTahu
73
Cari Jika Kau Mampu
74
Kebetulan Yang Tidak terduga
75
Aku Tidak Tahu
76
Bertemu Kembali
77
Kau Harus Bertanggung jawab
78
Kau Tidak Diterima
79
Ingin Berdamai
80
Aku Tidak Akan Percaya
81
Jangan Menipu Diri Sendiri
82
Apa Kau Akan Percaya?
83
Pencuri Ciuman
84
Maafkan Aku
85
Percayalah
86
Aku Tidak Menipumu
87
Pagi Yang Berharga
88
Kejadian tidak terduga
89
Hubungan Yang Kembali Membaik
90
Tinggalkan Saja Dia
91
Aku Juga Ingin Kau Bahagia
92
Wedding Day
93
Aku Berjanji Padamu
94
Our Home
95
Kembalinya Renata
96
Mereka Yang Paling Penting
97
Pria Ketiga Yang Ditipu
98
Aksi DiJalanan
99
Aksi Di Jalanan Part 2
100
Promo
101
Mendapat Saksi Kunci
102
Libatkan Aku
103
Rupa Palsu Yang Sudah Ketahuan
104
Percayalah Padaku
105
Umpan
106
Terpancing
107
Tidak Bisa Lari lagi
108
Tertangkap
109
Introgasi
110
Saling Menyalahkan
111
Sudah Terlambat
112
Goodbye
113
Lepaskan Adikku
114
Misi Bilt
115
Acara Pelantikan
116
Kejutan Untuk Bilt.
117
Kabar Gembira
118
Kabar Gembira Part 2
119
Extra Part
120
info novel Norman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!