Kau Milikku

Beberapa orang tampak mondar mandir di depan bar, mereka seperti mencari sesuatu. Lagi-Lagi selembar foto berada di tangan. Mereka bahkan masuk ke dalam bar untuk mencari orang yang mereka cari. Tatapan mata mereka tidak lepas dari pengunjung bar yang ramai, semoga saja mereka menemukan target.

Tidak sekelompok orang itu saja yang sedang mencari orang, beberapa orang lainnya juga masuk ke dalam bar untuk mencari target mereka. Seperti kelompok yang lain, orang-orang itu juga mencari target dari para tamu namun pemandangan itu sudah terbiasa di dalam bar apalagi kejahatan selalu terjadi di dalam bar.

Vanila sibuk meracik minuman untuk para tamu, pengunjung begitu ramai malam itu sehingga dia tidak terlihat apa lagi yang duduk di meja bartender begitu ramai. Bilt juga sibuk meracik minuman, mereka berdua mondar mandir untuk meracik minuman para tamu.

Beruntungnya ramai sehingga orang-orang yang mencarinya tidak melihatnya. Anak buah Abraham juga mencari Abraham karena bos mereka pernah mendatangi bar tersebut. Mereka melihat para tamu yang ada, dari satu tamu ke tamu yang lain tapi tidak juga menemukannya.

Merasa orang yang mereka cari tidak ada, para anak buah Abraham pun pergi untuk menemui sang asisten yang sudah menunggu di luar sana. Tidak saja dengan sang asisten, Renata juga datang karena dia sangat ingin tahu di mana Abraham berada saat ini.

"Kami tidak melihatnya, Sir," ucap sang anak buah.

"Apa kalian sudah mencari dengan teliti?" tanya Renata. Sudah hampir satu minggu Abraham menghilang, petunjuk keberadaan dirinya tidak didapatkan sama sekali sebab itu dia datang ke Australia untuk mencari keberadaan Abraham. Sungguh dia sangat ingin tahu, apakah Abraham benar-benar pergi dari mereka tanpa ingin ada yang tahu keberadaannya?

"Tentu, Nona. Kami sudah mencari dengan teliti tapi kami tidak menemukan keberadaannya di dalam sana."

"Sial, ke mana sebenarnya Abraham pergi?" Renata menggigit kukunya, dia sangat ingin tahu ke mana perginya Abraham.

"Sudah malam, Nona. Sebaiknya ke hotel. Aku akan memberikan barang-barang milik Tuan pada Nona nanti," ucap sang asisten.

"Apa kita tidak bisa mencarinya di tempat lain?" Ranata sangat berharap bisa menemukan keberadaan Abraham malam itu juga.

"Sebaiknya kita cari lagi besok."

Ekspresi wajah Renata terlihat sedih, mau tidak mau dia mengikuti sang asisten ke sebuah hotel. Sebelum menemukan Abraham, dia tidak akan kembali. Sejujurnya dia sangat takut Abraham pergi dengan wanita lain, bagaimanapun dia tidak mau dicampakkan oleh Abraham.

Sang asisten memberikan barang-barang yang ditinggalkan oleh Abraham. Barang-Barang itu memang sengaja tidak dia bawa kembali karena dia khawatir tiba-tiba saja Abraham kembali dan membutuhkan barang-barang pribadinya.

Renata membawanya masuk dan meletakkan tas yang baru saja dia dapatkan dari sang asisten. Dia mulai membongkar isinya, memeriksa isi dompet Abraham namun sebuah kotak cincin menarik perhatiannya. Renata mengambil kotak itu dan membukanya.

Mata terbelalak melihat sebuah cincin berlian di dalamnya. Apa cincin itu untuknya? Renata mengambil cincin itu dan mengenakan di jari manisnya. Sangat cocok, sepertinya cincin itu memang dibelikan Abraham untuknya. Apakah itu cincin pernikahan?

Renata melihat cincin itu dengan teliti, tidak salah lagi. Itu cincin pernikahan. Dia jadi curiga, jangan-jangan kejutan yang hendak Abraham berikan adalah melamarnya. Jika begitu tidak lama lagi dia akan menjadi Nyonya Aldway. Ah.. dia sudah sangat menantikan gelar itu dia dapatkan.

"Kau milikku, Abraham. Aku tidak akan membiarkan satu wanita pun merebut dirimu dariku. Aku akan melakukan apa saja jika sampai ada yang berani merebutmu dariku karena hanya aku saja yang pantas!" Renata membaringkan dirinya di atas ranjang dan mengangkat tangannya untuk melihat cincin yang melingkar di jari manisnya. Dia tampak mengagumi keindahan cincin itu. Bisa dia bayangkan setelah dia menjadi istri Abraham? Dia pasti mendapatkan apa pun yang dia inginkan dan semua wanita yang melihat dirinya nanti akan iri.

Semoga saja Abraham segera ditemukan agar dia bisa menjadi istri Abraham secepatnya karena dia sudah tidak sabar untuk menjadi istri Abraham tapi tidak akan ada yang menyangka jika apa yang telah terjadi pada mereka akan mengubah segalanya dan si pelaku yang telah melakukan hal itu baru saja selesai bekerja.

Para pengunjung bar mulai bubar, bar sudah akan ditutup sebentar lagi. Vanila dan Bilt membereskan gelas, malam yang sangat melelahkan. Vanila sudah ingin cepat pulang untuk beristirahat namun orang-orang yang mencarinya ternyata masih berada di luar. Orang-Orang itu tidak pergi karena mereka kembali mengecek para tamu dan juga karyawan yang keluar dari bar.

Mereka mendapat informasi jika target yang mereka cari memang berada di bar tersebut. Vanila terkejut melihat beberapa orang yang terlihat mencurigakan. Dia bahkan kembali masuk ke dalam bar dan bersembunyi di balik pintu. Tentunya hal itu membuat Bilt heran, dia bahkan melihat keluar dan masuk lagi ke dalam untuk melihat Vanila.

"Kenapa kau masuk lagi? Apa kau ingin menginap di sini?" tanya Bilt.

"Ssttss... apa orang-orang itu masih berada di luar?" tanya Vanila.

"Orang-Orang yang mana? Di luar sana banyak orang!" ucap Bilt.

"Kau lihat beberapa orang yang berada di dekat mobil jeep itu?" Vanila kembali mengintip namun dia kembali bersembunyi. Bisa celaka jika sampai orang-orang itu melihat dirinya.

"Memangnya kenapa dengan orang-orang yang ada di luar sana?" Bilt melihat orang-orang itu dengan tatapan heran.

"Bilt, tolong aku. Please," Vanila memegangi tangan Bilt dan memasang wajah memelas.

"Kenapa sih? Kenapa kau terlihat begitu ketakutan dengan mereka?" Bilt benar-benar heran.

"Bu-Bukan seperti itu, tolong aku agar mereka tidak melihat aku. Please," pinta Vanila lagi memohon. Kali ini dia benar-benar bergantung pada Bilt.

"Tidak mau! Aku tidak tahu apa pun jadi aku tidak mau ikut campur!" tolak Bilt.

"Oh, ayolah. Bantu aku keluar dari sini tanpa ketahuan oleh mereka."

"Sebenarnya ada apa? Kenapa kau begitu ketakutan?" tanya Bilt dengan rasa ingin tahu yang sangat besar di hati.

Vanila diam saja, dia terlihat menunduk dengan ekspresi wajah sedih. Bilt jadi tidak tega, helm yang ada di tangan pun digunakan di kepala Vanila. Walau dia sangat ingin tahu tapi dia tidak tega dengan Vanila.

"Besok kau harus mengatakan padaku apa yang terjadi jika tidak aku tidak akan menolongmu lagi!" ucap Bilt.

"Jadi kau mau membantu aku?"

"Aku terpaksa, bagaimana jika ada yang mengira tempat ini berhantu gara-gara dirimu yang tidak pulang. Bisa-Bisa bar ini jadi sepi sehingga tidak ada pengunjungnya lagi!"

"Sembarangan, memangnya aku mirip dengan hantu!"

"Sedikit apalagi kalau banyak maunya!" ucap Bilt.

Vanila tersenyum, Bilt melihat keluar dan setelah itu. Bilt meraih tangan Vanila dan mengajaknya keluar. Dia meminta Vanila untuk tidak panik agar tidak dicurigai. Orang-Orang itu melihat ke arah mereka, beberapa dari mereka sempat curiga namun Bilt dan Vanila berpura-pura seperti pasangan kekasih.

Malam ini bisa lolos, semoga saja besok malam orang-orang itu tidak datang lagi karena bisa celaka. Dia tidak akan bisa bekerja jika utusan keluarganya itu kembali datang dan dia tahu, mereka pasti utusan sang kakak yang sangat ingin menyeretnya pulang.

Terpopuler

Comments

Siti Rohaemy

Siti Rohaemy

niat nya aja udah ga bener, cuma buat nyombong 😪😪😪

2023-01-07

1

⸙ᵍᵏ𝗣𝗢𝗧𝗘𝗞PREDATOR 🍇🐊⃝⃟Kᵝ⃟ᴸ

⸙ᵍᵏ𝗣𝗢𝗧𝗘𝗞PREDATOR 🍇🐊⃝⃟Kᵝ⃟ᴸ

Makin penasaran sama sosok vanila 🤔

2022-12-04

3

gia gigin

gia gigin

Soal acting vanila jagonya 😄benar apa kata Bilt klau vanila cocok jadi hantu 🤣

2022-11-17

1

lihat semua
Episodes
1 Vanila Elouis Si Gadis Nekad
2 Ide Gila
3 Sang Penculik
4 Semoga Kau Masih Hidup Besok
5 Lost Memory
6 Gadis Penipu
7 Mencari
8 Tipu Muslihat
9 Perasaan Rindu
10 Rahasia Yang Tidak Boleh Terbongkar
11 Membuat Kenangan Baru
12 Kenangan Pertama
13 Dikejar
14 Mulai Sedikit Curiga
15 Bagaikan Serpihan Puzzle
16 Gadis Misterius
17 Kau Milikku
18 Berbagilah Denganku
19 Kebetulan
20 Pikiran Gila
21 piknik
22 Perasaan Bahagia
23 Barbeque
24 Keputusan
25 Perasaan Yang Bergejolak
26 Apa Kau Menyesal?
27 Sebuah Firasat
28 Serpihan Memori
29 Curiga
30 Dia Sudah pergi
31 Aku Tidak Akan Lari
32 Ada Apa Denganmu?
33 Tiga Pelaku
34 Kembali Ke Australia
35 Tertangkapnya Bilt
36 Permohonan Bilt
37 Lepaskan Mereka
38 Jangan Mengganggunya Lagi
39 Pertemuan Terakhir
40 Kedatangan Norman Elouis
41 Kesalahpahaman Bilt
42 Hari Yang Aneh
43 Sang Putri Yang Tidak Akan Bisa Kabur Lagi
44 Keraguan
45 Kembali Ke Istana
46 Aku Tidak Mau Menikah
47 Jangan Menyebut Namanya!
48 Rekaman
49 Hari Yang Dinantikan.
50 Putri Yang Sudah Ternoda
51 Pernikahan Yang Batal
52 Siapa Pria Itu?
53 Mendapat Dukungan
54 Tertangkapnya Bilt
55 Couvade Syndrome
56 Bukan Aku
57 Kedatangan Musuh Lama
58 Jangan Serakah
59 Tidak Perlu Bersembunyi
60 Nasehat
61 Keberuntungan Bilt
62 Merasa Kehilangan
63 Hiduplah Dengan Baik
64 Perasaan Yang Tidak Boleh Ada
65 Tertangkapnya Jasson
66 Dialah Pelakunya
67 Tidak Terkejut
68 Penyebab Retaknya Persahabatan
69 Aku Akan Kembali Lagi
70 Dia Membenci Dirimu!
71 Mimpi Dan Pertemuan
72 Sebaiknya Dia TidakTahu
73 Cari Jika Kau Mampu
74 Kebetulan Yang Tidak terduga
75 Aku Tidak Tahu
76 Bertemu Kembali
77 Kau Harus Bertanggung jawab
78 Kau Tidak Diterima
79 Ingin Berdamai
80 Aku Tidak Akan Percaya
81 Jangan Menipu Diri Sendiri
82 Apa Kau Akan Percaya?
83 Pencuri Ciuman
84 Maafkan Aku
85 Percayalah
86 Aku Tidak Menipumu
87 Pagi Yang Berharga
88 Kejadian tidak terduga
89 Hubungan Yang Kembali Membaik
90 Tinggalkan Saja Dia
91 Aku Juga Ingin Kau Bahagia
92 Wedding Day
93 Aku Berjanji Padamu
94 Our Home
95 Kembalinya Renata
96 Mereka Yang Paling Penting
97 Pria Ketiga Yang Ditipu
98 Aksi DiJalanan
99 Aksi Di Jalanan Part 2
100 Promo
101 Mendapat Saksi Kunci
102 Libatkan Aku
103 Rupa Palsu Yang Sudah Ketahuan
104 Percayalah Padaku
105 Umpan
106 Terpancing
107 Tidak Bisa Lari lagi
108 Tertangkap
109 Introgasi
110 Saling Menyalahkan
111 Sudah Terlambat
112 Goodbye
113 Lepaskan Adikku
114 Misi Bilt
115 Acara Pelantikan
116 Kejutan Untuk Bilt.
117 Kabar Gembira
118 Kabar Gembira Part 2
119 Extra Part
120 info novel Norman
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Vanila Elouis Si Gadis Nekad
2
Ide Gila
3
Sang Penculik
4
Semoga Kau Masih Hidup Besok
5
Lost Memory
6
Gadis Penipu
7
Mencari
8
Tipu Muslihat
9
Perasaan Rindu
10
Rahasia Yang Tidak Boleh Terbongkar
11
Membuat Kenangan Baru
12
Kenangan Pertama
13
Dikejar
14
Mulai Sedikit Curiga
15
Bagaikan Serpihan Puzzle
16
Gadis Misterius
17
Kau Milikku
18
Berbagilah Denganku
19
Kebetulan
20
Pikiran Gila
21
piknik
22
Perasaan Bahagia
23
Barbeque
24
Keputusan
25
Perasaan Yang Bergejolak
26
Apa Kau Menyesal?
27
Sebuah Firasat
28
Serpihan Memori
29
Curiga
30
Dia Sudah pergi
31
Aku Tidak Akan Lari
32
Ada Apa Denganmu?
33
Tiga Pelaku
34
Kembali Ke Australia
35
Tertangkapnya Bilt
36
Permohonan Bilt
37
Lepaskan Mereka
38
Jangan Mengganggunya Lagi
39
Pertemuan Terakhir
40
Kedatangan Norman Elouis
41
Kesalahpahaman Bilt
42
Hari Yang Aneh
43
Sang Putri Yang Tidak Akan Bisa Kabur Lagi
44
Keraguan
45
Kembali Ke Istana
46
Aku Tidak Mau Menikah
47
Jangan Menyebut Namanya!
48
Rekaman
49
Hari Yang Dinantikan.
50
Putri Yang Sudah Ternoda
51
Pernikahan Yang Batal
52
Siapa Pria Itu?
53
Mendapat Dukungan
54
Tertangkapnya Bilt
55
Couvade Syndrome
56
Bukan Aku
57
Kedatangan Musuh Lama
58
Jangan Serakah
59
Tidak Perlu Bersembunyi
60
Nasehat
61
Keberuntungan Bilt
62
Merasa Kehilangan
63
Hiduplah Dengan Baik
64
Perasaan Yang Tidak Boleh Ada
65
Tertangkapnya Jasson
66
Dialah Pelakunya
67
Tidak Terkejut
68
Penyebab Retaknya Persahabatan
69
Aku Akan Kembali Lagi
70
Dia Membenci Dirimu!
71
Mimpi Dan Pertemuan
72
Sebaiknya Dia TidakTahu
73
Cari Jika Kau Mampu
74
Kebetulan Yang Tidak terduga
75
Aku Tidak Tahu
76
Bertemu Kembali
77
Kau Harus Bertanggung jawab
78
Kau Tidak Diterima
79
Ingin Berdamai
80
Aku Tidak Akan Percaya
81
Jangan Menipu Diri Sendiri
82
Apa Kau Akan Percaya?
83
Pencuri Ciuman
84
Maafkan Aku
85
Percayalah
86
Aku Tidak Menipumu
87
Pagi Yang Berharga
88
Kejadian tidak terduga
89
Hubungan Yang Kembali Membaik
90
Tinggalkan Saja Dia
91
Aku Juga Ingin Kau Bahagia
92
Wedding Day
93
Aku Berjanji Padamu
94
Our Home
95
Kembalinya Renata
96
Mereka Yang Paling Penting
97
Pria Ketiga Yang Ditipu
98
Aksi DiJalanan
99
Aksi Di Jalanan Part 2
100
Promo
101
Mendapat Saksi Kunci
102
Libatkan Aku
103
Rupa Palsu Yang Sudah Ketahuan
104
Percayalah Padaku
105
Umpan
106
Terpancing
107
Tidak Bisa Lari lagi
108
Tertangkap
109
Introgasi
110
Saling Menyalahkan
111
Sudah Terlambat
112
Goodbye
113
Lepaskan Adikku
114
Misi Bilt
115
Acara Pelantikan
116
Kejutan Untuk Bilt.
117
Kabar Gembira
118
Kabar Gembira Part 2
119
Extra Part
120
info novel Norman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!