Ide Gila

Abraham tidak datang ke bar selama beberapa hari karena dia sibuk dengan pekerjaannya. Dia ingin cepat kembali agar dia bisa melamar sang tunangan. Selama beberapa hari itu pula, Vanila tidak begitu bersemangat karena dia tidak bisa melihat sang pujaan hati begitu lama tapi bukan berarti dia tidak bisa melihat Abraham.

Gadis super nekad itu menjadi penguntit dadakan untuk mengikuti sang pujaan hati, walau dia sulit mendekati Abraham tapi dia bisa melihat pria itu dari jarak jauh. Rasanya hal yang dia lakukan tidaklah cukup, dia ingin memiliki pria itu dan tidak mau hanya menjadi pengagum rahasia seperti para wanita yang ada di luar sana.

Seperti yang biasa dia lakukan, Vanila sedang jadi penguntit siang itu. Dia memiliki banyak waktu saat siang apalagi jam kerjanya di mulai dari sore sampai subuh. Vanila mengekori Abraham menuju sebuah restoran, setiap kali dia menguntit, dia selalu merubah penampilan agar tidak diketahui oleh anak buah dan pria penuh pesona tersebut.

Buku menu menutupi wajah, mata mengintip dari balik buku menu karena saat itu dia sedang mengintip sang pujaan hati yang duduk tidak jauh darinya. Oh, pria itu begitu mempesona. Semakin dilihat, semakin membuatnya terbuai. Ups, air liurnya sampai menetes. Sungguh, dia tidak pernah melihat pria yang begitu mempesona padahal pengunjung bar sangat banyak.

Dia benar-benar sudah tergila-gila, apa pun yang dilakukan oleh pria itu tampak begitu mengagumkan. Jari jemarinya yang panjang, tanpa sadar Vanila mengusap jari jemarinya sendiri karena saat itu dia sedang membayangkan mengusap telapak tangan Abraham yang besar. Dia bahkan tidak sadar jika dia ditatap dengan tatapan tajam oleh seorang pelayan yang sedang melayaninya.

"Nona, aku sudah menunggu pesananmu selama lima belas menit tapi kau tidak juga memesan, apa kau kira pekerjaanku hanya berdiri diam menunggumu di sini?" sang pelayan restoran tampak kesal.

"Salad, berikan aku salad ikan salmon," pinta Vanila.

"Yang lain?"

"Semangkok cinta," Vanila mengedipkan matanya.

"Hm!" sang pelayan pergi dengan perasaan jengkel.

Vanila tersenyum, tatapan mata kembali melihat pria gagah dan rupawan yang sedang berbicara dengan rekan bisnisnya. Abraham tidak menyadari jika sebentar lagi dia akan bernasib sial karena dia menjadi incaran Vanila Elouis si gadis nekad yang ambius.

Salad yang dia pesan sudah datang, Vanila menikmati saladnya tanpa melepaskan pandangannya dari Abraham. Dia harap sang rekan kerja sudah menemukan siapa pria itu sehingga dia bisa mengambil keputusan apa yang hendak dia lakukan nanti. Apa dia harus mundur dan menyerah mengejar cinta pertamanya, ataukah dia harus terus maju untuk mendapatkan sang pujaan hati.

Vanila bahkan tidak ragu kembali mengikuti Abraham saat pria itu sudah selesai dan keluar dari restoran namun sayangnya, langkahnya harus terhenti karena suara ponsel. Agar anak buah Abraham tidak mengetahui aksinya, Vanila segera sembunyi apalagi beberapa dari mereka sudah menoleh.

Ponsel diambil, umpatannya juga terdengar. Vanila tampak kesal karena yang sedang menghubunginya saat ini adalah rekan kerjanya. Mengganggu saja, awas jika tidak memberinya informasi yang dia inginkan.

"Ada apa? Jangan katakan kau menghubungiku hanya untuk membicarakan pekerjaan!" ucapnya dengan nada tidak senang.

"Hei, gadis gila. Di mana kau sekarang?" tanya sang rekan kerja yang adalah seorang pria.

"Dasar pengganggu, aku sedang menjadi stalker!"

"What the hell?! Jangan katakan kau sedang mengikuti pria itu!" ucap sang rekan dengan nada tidak percaya.

"Jika aku tidak mengikutinya, lalu aku mau mengikuti siapa? Aku tidak mungkin mengikutimu karena kau bukan seleraku!"

"Ck, gadis yang bermulut pedas. Sebaiknya kita bicarakan bisnis. Siapkan uangmu yang tebal karena aku sudah tahu siapa pria yang sedang kau ikuti itu!"

"Apa? Benarkah?" Vanila terlihat begitu bersemangat.

"Tentu saja, segera datang jika kau ingin tahu dan jangan lupa dengan bayarannya!"

"On the way," Vanila mengakhiri percakapan mereka dan berlalu pergi. Hari ini sampai di sana saja menjadi stalker-nya karena ada hal yang lebih penting dan tentunya sebentar lagi dia akan mengambil keputusan untuk melanjutkan aksinya atau tidak.

Vanila pergi ke bar, di mana rekan kerjanya sudah menunggu. Bar belum beroperasi sehingga belum ada pengunjung. Para pekerja yang lain juga belum datang sehingga hanya mereka berdua saja yang ada di dalam bar.

"Bagaimana?"

"Kau benar-benar tidak sabar!"

"Jangan banyak basa basi, katakan apa yang kau dapatkan!" ucap Vanila tidak sabar.

"Oke, Money first!"

"Ck, menyebalkan!" Vanila memberikan amplop berisi uang yang sudah dia siapkan. Sang rekan kerja sangat senang, sebuah map diberikan untuk Vanila bersamaan diambilnya amplop berisi uang yang diberikan oleh Vanila.

Vanila beranjak pergi dan duduk di sebuah sofa yang tidak jauh dari mereka. Map yang diberikan oleh rekannya pun dibuka, Vanila tersenyum melihat foto Abraham. Sial, mau aslinya atau di foto, pria itu sama-sama terlihat berkarisma.

"Aku harap kau tidak patah hati," ucap sang rekan kerjanya seraya menghampirinya.

"Apa maksudmu?"

"Dia sudah memiliki tunangan yang akan dia nikahi tidak lama lagi!"

"Apa, tidak mungkin!" Vanila tampak shock dan tampak tidak percaya.

"Kau bisa melihatnya, lagi pula dia bukan orang sini. Dia hanya pendatang yang sedang menjalani bisnis."

Vanila masih terlihat shock. Jadi pria yang dia sukai dan kagumi sudah memiliki tunangan? Tidak, dia tidak boleh menyerah. Cinta pertamanya tidak boleh kandas seperti itu. Lagi pula jodoh tidak ada yang tahu. Vanila melihat semua informasi tentang Abraham. Foto tunangannya yang cantik juga ada di informasi tersebut. Ternyata pria itu berasal dari Inggris tapi seperti tekad awalnya, selama pria itu belum menikah maka dia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan hatinya. Jika tidak dicoba tidak akan tahu dan jika dia menyerah begitu saja maka dia akan menyesal karena menyerah begitu mudah tanpa melakukan apa pun.

Sambil melihat semua informasi tentang Abraham, sebuah ide gila pun muncul di kepala. Dia rasa tidak ada ide lebih baik dari pada ide yang sedang dia pikirkan saat ini.

"Apa kau mau uang lagi?" tanya Vanila pada sang rekan.

Sang rekan melihatnya dengan tatapan curiga, firasat buruk. Dia yakin seratus persen ada hal gila yang sedang direncanakan oleh Vanila. Dia bahkan takut membayangkan rencana itu.

"Jangan melakukan hal gila, aku tidak mau terlibat!"

"Lima puluh dolar," Vanila tahu rekannya lemah terhadap uang.

"Tidak, aku tidak berminat!"

"Tujuh puluh lima, bagaimana?" Vanila masih berusaha membujuk.

"Sudah aku katakan, aku tidak berminat!"

"Seratus dolar?"

Sang rekan meliriknya lalu menggeleng. Dia tidak akan tergoda, tidak akan.

"Terakhir, seratus lima puluh jika kau tidak mau maka aku akan mencari yang lainnya!" Vanila sudah beranjak, dia akan membayar yang lain jika sang rekan benar-benar tidak mau.

"Sial, kau mempermainkan aku. Apa yang akan kita lakukan?"

"Jadi kau mau bekerja sama denganku?"

"Demi seratus lima puluh dolar, sekarang katakan apa yang ingin kau lakukan pada pria yang telah memiliki tunangan itu?"

Vanila tersenyum licik lalu berkata, "Menculiknya!"

"What the hell?!" sang rekan melongo, sedangkan Vanila tersenyum lebar. Dia tidak akan ragu untuk melakukan hal gila itu untuk mendapatkan sang pujaan hati.

Terpopuler

Comments

Ikbal Samija

Ikbal Samija

2.5jt?

2024-01-23

0

Aulia Rumah Kayu

Aulia Rumah Kayu

saya selalu menyukai novel2mu ..keren

2023-10-06

1

^⁠__⁠daena__⁠^

^⁠__⁠daena__⁠^

aihhh beneran inimah ...selain nekad vanilla juga lebih. gila dari kakaknya😂

2023-06-24

1

lihat semua
Episodes
1 Vanila Elouis Si Gadis Nekad
2 Ide Gila
3 Sang Penculik
4 Semoga Kau Masih Hidup Besok
5 Lost Memory
6 Gadis Penipu
7 Mencari
8 Tipu Muslihat
9 Perasaan Rindu
10 Rahasia Yang Tidak Boleh Terbongkar
11 Membuat Kenangan Baru
12 Kenangan Pertama
13 Dikejar
14 Mulai Sedikit Curiga
15 Bagaikan Serpihan Puzzle
16 Gadis Misterius
17 Kau Milikku
18 Berbagilah Denganku
19 Kebetulan
20 Pikiran Gila
21 piknik
22 Perasaan Bahagia
23 Barbeque
24 Keputusan
25 Perasaan Yang Bergejolak
26 Apa Kau Menyesal?
27 Sebuah Firasat
28 Serpihan Memori
29 Curiga
30 Dia Sudah pergi
31 Aku Tidak Akan Lari
32 Ada Apa Denganmu?
33 Tiga Pelaku
34 Kembali Ke Australia
35 Tertangkapnya Bilt
36 Permohonan Bilt
37 Lepaskan Mereka
38 Jangan Mengganggunya Lagi
39 Pertemuan Terakhir
40 Kedatangan Norman Elouis
41 Kesalahpahaman Bilt
42 Hari Yang Aneh
43 Sang Putri Yang Tidak Akan Bisa Kabur Lagi
44 Keraguan
45 Kembali Ke Istana
46 Aku Tidak Mau Menikah
47 Jangan Menyebut Namanya!
48 Rekaman
49 Hari Yang Dinantikan.
50 Putri Yang Sudah Ternoda
51 Pernikahan Yang Batal
52 Siapa Pria Itu?
53 Mendapat Dukungan
54 Tertangkapnya Bilt
55 Couvade Syndrome
56 Bukan Aku
57 Kedatangan Musuh Lama
58 Jangan Serakah
59 Tidak Perlu Bersembunyi
60 Nasehat
61 Keberuntungan Bilt
62 Merasa Kehilangan
63 Hiduplah Dengan Baik
64 Perasaan Yang Tidak Boleh Ada
65 Tertangkapnya Jasson
66 Dialah Pelakunya
67 Tidak Terkejut
68 Penyebab Retaknya Persahabatan
69 Aku Akan Kembali Lagi
70 Dia Membenci Dirimu!
71 Mimpi Dan Pertemuan
72 Sebaiknya Dia TidakTahu
73 Cari Jika Kau Mampu
74 Kebetulan Yang Tidak terduga
75 Aku Tidak Tahu
76 Bertemu Kembali
77 Kau Harus Bertanggung jawab
78 Kau Tidak Diterima
79 Ingin Berdamai
80 Aku Tidak Akan Percaya
81 Jangan Menipu Diri Sendiri
82 Apa Kau Akan Percaya?
83 Pencuri Ciuman
84 Maafkan Aku
85 Percayalah
86 Aku Tidak Menipumu
87 Pagi Yang Berharga
88 Kejadian tidak terduga
89 Hubungan Yang Kembali Membaik
90 Tinggalkan Saja Dia
91 Aku Juga Ingin Kau Bahagia
92 Wedding Day
93 Aku Berjanji Padamu
94 Our Home
95 Kembalinya Renata
96 Mereka Yang Paling Penting
97 Pria Ketiga Yang Ditipu
98 Aksi DiJalanan
99 Aksi Di Jalanan Part 2
100 Promo
101 Mendapat Saksi Kunci
102 Libatkan Aku
103 Rupa Palsu Yang Sudah Ketahuan
104 Percayalah Padaku
105 Umpan
106 Terpancing
107 Tidak Bisa Lari lagi
108 Tertangkap
109 Introgasi
110 Saling Menyalahkan
111 Sudah Terlambat
112 Goodbye
113 Lepaskan Adikku
114 Misi Bilt
115 Acara Pelantikan
116 Kejutan Untuk Bilt.
117 Kabar Gembira
118 Kabar Gembira Part 2
119 Extra Part
120 info novel Norman
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Vanila Elouis Si Gadis Nekad
2
Ide Gila
3
Sang Penculik
4
Semoga Kau Masih Hidup Besok
5
Lost Memory
6
Gadis Penipu
7
Mencari
8
Tipu Muslihat
9
Perasaan Rindu
10
Rahasia Yang Tidak Boleh Terbongkar
11
Membuat Kenangan Baru
12
Kenangan Pertama
13
Dikejar
14
Mulai Sedikit Curiga
15
Bagaikan Serpihan Puzzle
16
Gadis Misterius
17
Kau Milikku
18
Berbagilah Denganku
19
Kebetulan
20
Pikiran Gila
21
piknik
22
Perasaan Bahagia
23
Barbeque
24
Keputusan
25
Perasaan Yang Bergejolak
26
Apa Kau Menyesal?
27
Sebuah Firasat
28
Serpihan Memori
29
Curiga
30
Dia Sudah pergi
31
Aku Tidak Akan Lari
32
Ada Apa Denganmu?
33
Tiga Pelaku
34
Kembali Ke Australia
35
Tertangkapnya Bilt
36
Permohonan Bilt
37
Lepaskan Mereka
38
Jangan Mengganggunya Lagi
39
Pertemuan Terakhir
40
Kedatangan Norman Elouis
41
Kesalahpahaman Bilt
42
Hari Yang Aneh
43
Sang Putri Yang Tidak Akan Bisa Kabur Lagi
44
Keraguan
45
Kembali Ke Istana
46
Aku Tidak Mau Menikah
47
Jangan Menyebut Namanya!
48
Rekaman
49
Hari Yang Dinantikan.
50
Putri Yang Sudah Ternoda
51
Pernikahan Yang Batal
52
Siapa Pria Itu?
53
Mendapat Dukungan
54
Tertangkapnya Bilt
55
Couvade Syndrome
56
Bukan Aku
57
Kedatangan Musuh Lama
58
Jangan Serakah
59
Tidak Perlu Bersembunyi
60
Nasehat
61
Keberuntungan Bilt
62
Merasa Kehilangan
63
Hiduplah Dengan Baik
64
Perasaan Yang Tidak Boleh Ada
65
Tertangkapnya Jasson
66
Dialah Pelakunya
67
Tidak Terkejut
68
Penyebab Retaknya Persahabatan
69
Aku Akan Kembali Lagi
70
Dia Membenci Dirimu!
71
Mimpi Dan Pertemuan
72
Sebaiknya Dia TidakTahu
73
Cari Jika Kau Mampu
74
Kebetulan Yang Tidak terduga
75
Aku Tidak Tahu
76
Bertemu Kembali
77
Kau Harus Bertanggung jawab
78
Kau Tidak Diterima
79
Ingin Berdamai
80
Aku Tidak Akan Percaya
81
Jangan Menipu Diri Sendiri
82
Apa Kau Akan Percaya?
83
Pencuri Ciuman
84
Maafkan Aku
85
Percayalah
86
Aku Tidak Menipumu
87
Pagi Yang Berharga
88
Kejadian tidak terduga
89
Hubungan Yang Kembali Membaik
90
Tinggalkan Saja Dia
91
Aku Juga Ingin Kau Bahagia
92
Wedding Day
93
Aku Berjanji Padamu
94
Our Home
95
Kembalinya Renata
96
Mereka Yang Paling Penting
97
Pria Ketiga Yang Ditipu
98
Aksi DiJalanan
99
Aksi Di Jalanan Part 2
100
Promo
101
Mendapat Saksi Kunci
102
Libatkan Aku
103
Rupa Palsu Yang Sudah Ketahuan
104
Percayalah Padaku
105
Umpan
106
Terpancing
107
Tidak Bisa Lari lagi
108
Tertangkap
109
Introgasi
110
Saling Menyalahkan
111
Sudah Terlambat
112
Goodbye
113
Lepaskan Adikku
114
Misi Bilt
115
Acara Pelantikan
116
Kejutan Untuk Bilt.
117
Kabar Gembira
118
Kabar Gembira Part 2
119
Extra Part
120
info novel Norman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!