Mencari

Saat itu di hotel terjadi kehebohan karena Abraham menghilang. Renata sudah lelah menghubungi Abraham sehingga mau tidak mau Renata menghubungi asisten pribadi Abraham. Tidak ada satu anak buah pun yang berada di sana menyadari jika bos mereka menghilang karena mereka semua mengira Abraham berada di kamar dan tidak ada satu pun yang berani mengganggu.

Sang asisten segera bergerak saat tahu dari Renata jika Abraham tidak menjawab panggilannya sedari tadi padahal saat itu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Abraham tidak pernah seperti itu sebelumnya sebab itu, Renata khawatir dan meminta asisten pribadi Abraham untuk mengecek keadaannya.

Pintu kamar sudah diketuk sedari tadi namun tidak ada respon. Sang asisten mulai memerintahkan anak buahnya untuk meminta kunci kamar itu pada pelayan hotel. Dia khawatir telah terjadi sesuatu dengan bosnya di dalam sana.

"Sir, apa kau di dalam?" sang asisten kembali mengetuk dan memanggil sambil menunggu kunci kamar diambil. Dia juga berusaha menghubungi bosnya namun tidak ada yang menjawab.

Sang anak buah yang mengambil kunci kamar sudah kembali, pintu pun dibuka dan setelah itu sang asisten masuk ke dalam.

"Sir, di mana kau?" teriak sang asisten karena kamar itu sunyi.

"Geledah!" perintahnya.

Para anak buah Abraham mulai menggeledah untuk mencari bos mereka tapi mereka tidak menemukan keberadaan bos mereka di mana pun. Semua barang-barang pun diperiksa namun tidak ada yang hilang. Semua berada di tempatnya. Jam tangan berada di atas meja bersama ponsel, bahkan dompet juga ada di sana. Aneh, apa bos mereka sedang keluar?

"Cepat cari!" sang asisten kembali memberi perintah.

Para anak buahnya berpencar, suara ponsel sang asisten kembali berbunyi karena Renata menghubunginya untuk mencari tahu apa yang terjadi. Dia sangat khawatir, apalagi firasatnya buruk.

"Bagaimana, apa Abraham baik-baik saja?" tanya Renata dengan nada khawatir.

"Maaf, Nona. Tuan Abraham tidak ada di dalam kamarnya. Semua barang-barangnya ada di dalam kamar, kami sedang mencarinya karena kami mengira dia sedang berjalan-jalan di luar hotel."

"Baiklah, jika dia sudah kembali katakan aku mencarinya," pinta Renata. Sungguh aneh, Abraham tidak pernah pergi tanpa membawa ponselnya. Apa dia sengaja melakukannya untuk menakutinya sebelum memberi kejutan? Itu bisa saja terjadi karena Abraham suka memberikan kejutan yang tidak terduga.

Renata benar-benar gelisah, rasanya ingin menyusul ke Australia tapi bagaimana jika saat dia pergi ternyata Abraham kembali? Dia jadi serba salah. Seharusnya dia ikut pergi ke Australia padahal Abraham sudah mengajaknya.

Renata menunggu telepon dari sang asisten, berharap mendapat kabar baik namun sebuah nomor yang tidak dia kenal menghubunginya. Renata menjawab dengan terburu-buru namun suara orang yang tidak ingin dia dengar membuatnya terkejut sehingga Renata mematikan ponselnya dengan terburu-buru. Sungguh menyebalkan, di situasi seperti itu kenapa masih saja mengganggunya?

Para anak buah Abraham sudah mencari di seluruh hotel, mereka pun sudah bertanya pada pegawai hotel namun mereka tidak melihatnya. Curiga sudah terjadi sesuatu pada bosnya, sang asisten pun meminta pihak hotel untuk meretas cctv.

Sahabat Vanila yang berprofesi sebagai petugas keamanan pun bergerak, dialah sahabat yang membantu Vanila menculik Abraham. Sebab itu tidak ada yang curiga sama sekali dengan apa yang mereka lakukan. Semua sudah dia atasi, mereka tidak akan menemukan apa pun walau mengecek cctv.

Sahabat Vanila bahkan meminta seseorang untuk merekayasa cctv yang menunjukkan Abraham keluar dari kamar lalu melangkah menuju pintu exit. Semua dibuat semasuk akal mungkin tidak ada yang curiga. Terlibat dengan Vanila Elouis memang tidak ada untungnya.

Asisten Abraham sedang melihat rekaman cctv saat itu, begitu juga dengan yang lain. Mereka menyelusuri setiap rekaman sampai akhirnya mereka melihat Abraham hilang begitu saja. Semua tampak bingung, tidak mengerti. Sungguh aneh, tapi sang asisten curiga jika ada yang aneh dari rekaman cctv tersebut namun dia tidak bisa mengambil keputusan seenaknya karena bisa saja bosnya benar-benar pergi untuk melakukan sesuatu.

"Bagaimana, Sir. Apa kami harus mencarinya?" tanya sang anak buah pada si asisten.

"Cari, kita harus menemukannya karena bisa saja seseorang sudah merekayasa rekaman ini!"

"Baik!" anak buah Abraham bergerak, untuk mencari bos mereka yang tiba-tiba hilang.

Sahabat Vanila diam saja, dia akan menghubungi Vanila dan memberi tahu dirinya akan hal ini. Bagaimanapun Vanila harus hati-hati agar tidak tertangkap oleh anak buah Abraham.

Asisten Abraham menghubungi Renata, dia harus memberi kabar pada tunangan bosnya. Renata sudah sangat tidak sabar menunggu kabar akan keberadaan Abraham.

"Bagaimana?" tanya Renata tanpa basa basi.

"Bos pergi entah ke mana, Nona."

"Apa maksudmu?" tanya Renata tidak mengerti.

"Entahlah, dia pergi begitu saja tanpa membawa apa pun."

"Sial, apa ini ulah orang itu?" tanya Renata curiga.

"Aku rasa tidak, Norman tidak mungkin melakukan hal itu apalagi dia tidak tahu kedatangan kami ke tempat ini."

"Ck, baiklah. Aku curiga dia pelakunya karena Abraham dan pria itu sudah bermusuhan sejak lama."

"Aku akan memeriksanya nanti. Jika ada yang bertanya tentang keberadaan Tuan Abraham, katakan saja dia masih pergi berbisnis," pinta sang asisten.

"Kau tidak perlu khawatir, aku tahu apa yang harus aku lakukan!" ucap Renata.

Abraham menghilang? Sungguh aneh. Jika bukan Norman pelakunya, lalu siapa lagi? Renata tampak berpikir dengan keras namun lagi-lagi, ponselnya berbunyi. Kali ini bukan asisten Abraham tapi yang menghubunginya adalah orang yang akhir-akhir ini mengganggunya. Padahal dia sudah mengganti nomor ponselnya, dari mana orang itu bisa tahu?

Dengan tangan gemetar, Renata menolak menjawab panggilan itu. Sial, jangan sampai ada yang mengganggu hubungannya dengan Abraham, orang itu sekalipun. Abraham juga tidak boleh tahu jika tidak habislah dia. Sepertinya dia harus mengganti nomor ponsel lagi, mumpung Abraham tidak ada jadi dia tidak akan curiga.

Sang asisten pun bergerak, untuk mencari bosnya. Jika benar hilangnya Abraham karena ulah Norman, maka dia akan pergi mencari pria itu tapi hal itu tidak mungkin karena dia mendengar Norman sedang sibuk mencari seseorang saat ini.

Dari pada banyak berargumentasi lebih baik dia segera pergi. Sang asisten keluar dari ruangan, saat itu digunakan oleh sahabat Vanila untuk menghubungi gadis nekad itu dan memberinya kabar. Dia sungguh tidak tahu siapa yang Vanila culik tapi dia rasa Vanila berada dalam masalah besar.

"Vanila, sebaiknya kau lepaskan pria itu sekarang juga," ucap sahabatnya basa basi.

"Kenapa? Jika aku lepaskan maka usahaku sia-sia."

"Lupakan hal itu, sepertinya dia bukan orang biasa. Aku takut kau dalam masalah nantinya."

"Tidak perlu khawatir, aku tahu apa yang harus aku lakukan."

"Ck, kau benar-benar nekad. Para anak buahnya mulai berpencar untuk mencarinya jadi sebaiknya kau berhati-hati. Jika mereka menemukan pria itu, aku rasa mereka akan tahu jika kau pelakunya!"

"Bagaimana mereka bisa tahu? Kita menyamar malam itu. Sekalipun ingatannya kembali, dia tidak akan tahu jika aku pelaku yang melakukannya," ucap Vanila sambil mengintip ke arah Abraham yang sedang menikmati makanan yang baru saja dia buat. Dia berbicara sepelan mungkin agar Abraham tidak mendengarnya.

Pakaian yang dikenakan oleh Abraham terlihat kekecilan, sepertinya rekannya sembarangan membeli dan sepertinya mau tidak mau dia harus membeli baju lagi. Ck, habis sudah semua uang tabungannya sebelum dia bisa menikmati waktunya dengan sang pujaan hati.

"Baiklah jika begitu, aku harap kau berhati-hati," ucap sahabatnya.

"Terima kasih atas nasehatmu," ucap Vanila seraya mengakhiri pembicaraan mereka. Dia tahu anak buah Abraham pasti akan mencari keberadaan bos mereka tapi selama Abraham masih hilang ingatan maka dia bisa menipu pria itu.

Ponsel disimpan, Vanila segera menghampiri Abraham sambil tersenyum. Semoga saja ingatan pria itu tidak cepat kembali agar waktu kebersamaan mereka semakin lama tapi dia tahu dia tidak bisa menyembunyikan pria itu terlalu lama. Satu bulan, dua bulan, itu sudah cukup karena dia ingin menikmati waktu pelariannya oleh sebab itu dia melakukan apa yang dia mau karena dia tidak mau menyesal nantinya.

#Renata#

Terpopuler

Comments

StAr 1086

StAr 1086

Apakah Norman kakaknya Vanila....

2023-09-26

1

^⁠__⁠daena__⁠^

^⁠__⁠daena__⁠^

loh kok Norman 😲 ini Norman eluis apa Norman yg lain 🤔

2023-06-24

1

LENY

LENY

Renata cantik tapi kayak kejam ya

2023-01-08

2

lihat semua
Episodes
1 Vanila Elouis Si Gadis Nekad
2 Ide Gila
3 Sang Penculik
4 Semoga Kau Masih Hidup Besok
5 Lost Memory
6 Gadis Penipu
7 Mencari
8 Tipu Muslihat
9 Perasaan Rindu
10 Rahasia Yang Tidak Boleh Terbongkar
11 Membuat Kenangan Baru
12 Kenangan Pertama
13 Dikejar
14 Mulai Sedikit Curiga
15 Bagaikan Serpihan Puzzle
16 Gadis Misterius
17 Kau Milikku
18 Berbagilah Denganku
19 Kebetulan
20 Pikiran Gila
21 piknik
22 Perasaan Bahagia
23 Barbeque
24 Keputusan
25 Perasaan Yang Bergejolak
26 Apa Kau Menyesal?
27 Sebuah Firasat
28 Serpihan Memori
29 Curiga
30 Dia Sudah pergi
31 Aku Tidak Akan Lari
32 Ada Apa Denganmu?
33 Tiga Pelaku
34 Kembali Ke Australia
35 Tertangkapnya Bilt
36 Permohonan Bilt
37 Lepaskan Mereka
38 Jangan Mengganggunya Lagi
39 Pertemuan Terakhir
40 Kedatangan Norman Elouis
41 Kesalahpahaman Bilt
42 Hari Yang Aneh
43 Sang Putri Yang Tidak Akan Bisa Kabur Lagi
44 Keraguan
45 Kembali Ke Istana
46 Aku Tidak Mau Menikah
47 Jangan Menyebut Namanya!
48 Rekaman
49 Hari Yang Dinantikan.
50 Putri Yang Sudah Ternoda
51 Pernikahan Yang Batal
52 Siapa Pria Itu?
53 Mendapat Dukungan
54 Tertangkapnya Bilt
55 Couvade Syndrome
56 Bukan Aku
57 Kedatangan Musuh Lama
58 Jangan Serakah
59 Tidak Perlu Bersembunyi
60 Nasehat
61 Keberuntungan Bilt
62 Merasa Kehilangan
63 Hiduplah Dengan Baik
64 Perasaan Yang Tidak Boleh Ada
65 Tertangkapnya Jasson
66 Dialah Pelakunya
67 Tidak Terkejut
68 Penyebab Retaknya Persahabatan
69 Aku Akan Kembali Lagi
70 Dia Membenci Dirimu!
71 Mimpi Dan Pertemuan
72 Sebaiknya Dia TidakTahu
73 Cari Jika Kau Mampu
74 Kebetulan Yang Tidak terduga
75 Aku Tidak Tahu
76 Bertemu Kembali
77 Kau Harus Bertanggung jawab
78 Kau Tidak Diterima
79 Ingin Berdamai
80 Aku Tidak Akan Percaya
81 Jangan Menipu Diri Sendiri
82 Apa Kau Akan Percaya?
83 Pencuri Ciuman
84 Maafkan Aku
85 Percayalah
86 Aku Tidak Menipumu
87 Pagi Yang Berharga
88 Kejadian tidak terduga
89 Hubungan Yang Kembali Membaik
90 Tinggalkan Saja Dia
91 Aku Juga Ingin Kau Bahagia
92 Wedding Day
93 Aku Berjanji Padamu
94 Our Home
95 Kembalinya Renata
96 Mereka Yang Paling Penting
97 Pria Ketiga Yang Ditipu
98 Aksi DiJalanan
99 Aksi Di Jalanan Part 2
100 Promo
101 Mendapat Saksi Kunci
102 Libatkan Aku
103 Rupa Palsu Yang Sudah Ketahuan
104 Percayalah Padaku
105 Umpan
106 Terpancing
107 Tidak Bisa Lari lagi
108 Tertangkap
109 Introgasi
110 Saling Menyalahkan
111 Sudah Terlambat
112 Goodbye
113 Lepaskan Adikku
114 Misi Bilt
115 Acara Pelantikan
116 Kejutan Untuk Bilt.
117 Kabar Gembira
118 Kabar Gembira Part 2
119 Extra Part
120 info novel Norman
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Vanila Elouis Si Gadis Nekad
2
Ide Gila
3
Sang Penculik
4
Semoga Kau Masih Hidup Besok
5
Lost Memory
6
Gadis Penipu
7
Mencari
8
Tipu Muslihat
9
Perasaan Rindu
10
Rahasia Yang Tidak Boleh Terbongkar
11
Membuat Kenangan Baru
12
Kenangan Pertama
13
Dikejar
14
Mulai Sedikit Curiga
15
Bagaikan Serpihan Puzzle
16
Gadis Misterius
17
Kau Milikku
18
Berbagilah Denganku
19
Kebetulan
20
Pikiran Gila
21
piknik
22
Perasaan Bahagia
23
Barbeque
24
Keputusan
25
Perasaan Yang Bergejolak
26
Apa Kau Menyesal?
27
Sebuah Firasat
28
Serpihan Memori
29
Curiga
30
Dia Sudah pergi
31
Aku Tidak Akan Lari
32
Ada Apa Denganmu?
33
Tiga Pelaku
34
Kembali Ke Australia
35
Tertangkapnya Bilt
36
Permohonan Bilt
37
Lepaskan Mereka
38
Jangan Mengganggunya Lagi
39
Pertemuan Terakhir
40
Kedatangan Norman Elouis
41
Kesalahpahaman Bilt
42
Hari Yang Aneh
43
Sang Putri Yang Tidak Akan Bisa Kabur Lagi
44
Keraguan
45
Kembali Ke Istana
46
Aku Tidak Mau Menikah
47
Jangan Menyebut Namanya!
48
Rekaman
49
Hari Yang Dinantikan.
50
Putri Yang Sudah Ternoda
51
Pernikahan Yang Batal
52
Siapa Pria Itu?
53
Mendapat Dukungan
54
Tertangkapnya Bilt
55
Couvade Syndrome
56
Bukan Aku
57
Kedatangan Musuh Lama
58
Jangan Serakah
59
Tidak Perlu Bersembunyi
60
Nasehat
61
Keberuntungan Bilt
62
Merasa Kehilangan
63
Hiduplah Dengan Baik
64
Perasaan Yang Tidak Boleh Ada
65
Tertangkapnya Jasson
66
Dialah Pelakunya
67
Tidak Terkejut
68
Penyebab Retaknya Persahabatan
69
Aku Akan Kembali Lagi
70
Dia Membenci Dirimu!
71
Mimpi Dan Pertemuan
72
Sebaiknya Dia TidakTahu
73
Cari Jika Kau Mampu
74
Kebetulan Yang Tidak terduga
75
Aku Tidak Tahu
76
Bertemu Kembali
77
Kau Harus Bertanggung jawab
78
Kau Tidak Diterima
79
Ingin Berdamai
80
Aku Tidak Akan Percaya
81
Jangan Menipu Diri Sendiri
82
Apa Kau Akan Percaya?
83
Pencuri Ciuman
84
Maafkan Aku
85
Percayalah
86
Aku Tidak Menipumu
87
Pagi Yang Berharga
88
Kejadian tidak terduga
89
Hubungan Yang Kembali Membaik
90
Tinggalkan Saja Dia
91
Aku Juga Ingin Kau Bahagia
92
Wedding Day
93
Aku Berjanji Padamu
94
Our Home
95
Kembalinya Renata
96
Mereka Yang Paling Penting
97
Pria Ketiga Yang Ditipu
98
Aksi DiJalanan
99
Aksi Di Jalanan Part 2
100
Promo
101
Mendapat Saksi Kunci
102
Libatkan Aku
103
Rupa Palsu Yang Sudah Ketahuan
104
Percayalah Padaku
105
Umpan
106
Terpancing
107
Tidak Bisa Lari lagi
108
Tertangkap
109
Introgasi
110
Saling Menyalahkan
111
Sudah Terlambat
112
Goodbye
113
Lepaskan Adikku
114
Misi Bilt
115
Acara Pelantikan
116
Kejutan Untuk Bilt.
117
Kabar Gembira
118
Kabar Gembira Part 2
119
Extra Part
120
info novel Norman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!