Chapter 20

"Hiks.. hiks... "Nana menangis sejadi-jadinya di pelukan Nia.

"Kenapa kamu harus melakukan semua itu, Na? Bukan begitu caranya mengambil hati Amar! kamu tau Amar itu seperti apa? seharusnya kamu bisa bersikap lebih lembut untuk mengambil hatinya," jelas Nia yang kali ini juga sedikit kecewa dengan tindakan Nana yang menurutnya terlalu gegabah.

"Jadi Mama juga menyalahkan Nana? kenapa tidak sekalian Mama usir Nana seperti Papa?" ucap Nana tidak senang dengan respon Mama nya yang terlihat kali ini tidak mendukungnya.

"Bukan sayang, bukan begitu! Mama tidak menyalahkan kamu, hanya saja apa yang kamu lakukan ini kurang tepat. untuk mengambil hati Amar, kamu itu harus lebih bisa menahan diri kamu, jadi wanita yang lebih lembut. Karena wanita yang seperti itu yang Amar suka. Jika kamu seperti ini, bagaimana kamu bisa mendapatkan hati Amar, sayang?" ucap Nia membuka pikiran putrinya.

"Nana hanya ingin Amar tau kebenarannya, kalau wanita yang Amar nikahi itu bukan wanita baik-baik! wanita yang hanya lahir di luar nikah, tidak pantas untuk laki-laki terhormat seperti Amar!" ucap Nana mengingat kejadian saat dirinya membuka kerudung Almira. Tidak bisa di pungkiri, kini setelah mengetahui seperti apa wajah Almira. Nana semakin cemas.

Bagaimana tidak, Almira ternyata memiliki wajah yang cantik, tentu saja ini membuat Nana semkin tidak memiliki peluang untuk bersaing. Dan rasa benci pada Almira semakin menjadi.

"Tapi caranya bukan seperti itu Almira, apa kamu sadar, ini hanya akan membuat kamu dan Amar semakin jauh. Belum lagi, Ane dan Arif pasti akan berpikir negatif tentang kamu," ucap Nia menyadarkan Nana kalau tidaknya itu salah, namun Nana yang selalu merasa dirinya benar tentu saja tetap tidak mau mengakui kesalahannya.

"Jangan seperti ini Nana, apa yang kamu lakukan ini hanya akan menghancurkan diri kamu sendiri," ucap Nia yang tak bosan-bosannya mengingatkanku Nana agar tidak salah langkah.

"Lalu Nana harus bagaimana Ma? toh ini juga sudah terjadi?" tanya Nana yang tampak tidak menyesali apa yang sudah di lakukannya.

"Sebaiknya kamu datang ke rumah Amar dan minta maaf sama Almira," bujuk Nia agar Nana mau meminta maaf pada Almira.

"Nana minta maaf sama wanita itu maksud Mama? tidak Ma, Nana tidak mau! untuk apa Nana menjatuhkan harga diri Nana di depan wanita yang lahir di luar nikah seperti itu," jawab Nana tidak merasa bersalah.

"Sayang, anggap saja ini salah satu pengorbanan kamu untuk bisa kembali mendapatkan simpati dari Amar dan orang tuanya. Kamu tidak mau kan mereka semakin membenci kamu?" bujuk Nia lagi.

Nana menghela nafas dan kembali berpikir mungkin apa yang Mama nya katakan kali ini memang benar. Nana tidak ingin Amar semakin membencinya. mengalah untuk menang, itu yang ada di benak Nana.

***

"Bun, Bagaimana keadaan Almira?" tanya Amar ketika baru pulang ke rumah dan melihat kedua orang tuanya ada di lantai bawah.

"Almira baru saja tidur, jangan di ganggu dulu, biarkan Almira tidur, kasihan. Sepertinya kali ini Almira benar-benar merasa terguncang jiwanya. Jujur Bunda kasihan sekali melihat kondisi Almira. Kamu tau kan bagaimana Almira sangat menjaga dirinya, tiba-tiba sekarang Almira harus di permalukan di depan umum seperti itu." ucap Ane.

Amar mengepalkan tangannya menahan emosi yang membuncah di hatinya. Seandainya Nana bukan seorang perempuan mungkin saat ini habis Nana di tangan Amar.

"Lalu bagaimana tadi pertemuan kamu dengan Nana?" tanya Ane.

"Wanita itu gila Bun, dia sama sekali tidak merasa bersalah. sepertinya mental Nana itu terganggu." jawab Amar dengan gejolak emosi di hatinya.

"Kamu yang sabar, dampingi Almira, kuatkan Almira, kamu tau sendiri Nana itu orang nya nekat. Bunda hanya takut kalau Nana akan berbuat yang lebih buruk lagi," ucap Ane dengan kekhawatirannya.

"Sebenarnya apa yang Nana lakukan, bisa kita selesaikan dengan jalur hukum," sahut Arif yang sejak tadi diam.

"Iya yah, tadi Amar juga bilang seperti itu sama Nana di depan Om Alan, tapi untuk saat ini Amar harap Nana bisa minta maaf secara langsung sama Almira. kecuali kalau dia berulah lagi, baru kita akan menempuh jalur hukum," ucap Amar.

"Tapi bukankah kali ini sudah sangat keterlaluan? kenapa harus menunggu nanti?" tanya Ane yang lebih memilih jika Nana di laporan pada polisi agar mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Apa kamu tau, Almira pipinya sampe memar lho." ucap Ane lagi.

"Almira terluka bun? tadi Amar tidak terlalu memperhatikan, jadi tidak tau kalau Almira sampai terluka."

"Sepertinya tidak sengaja ke pukul saat Nana berusaha menarik niqabnya," jelas Ane.

"Sebenernya Amar juga ingin Nana mendapat ganjaran dari apa yang sudah dilakukan, tapi Amar masih menghormati Om Alan. Biar bagaimana Om Alan sudah seperti keluarga bagi kita. Jujur Amar merasa tidak enak sama Om Alan Bun," ucap Amar.

"Apa yang kamu katakan benar, Om Alan sudah seperti adik buat Bunda dan ayah, tapi apa yang sudah Nana lakukan kali ini sudah tidak bisa di maafkan, Mar." ucap Ane. Ane yang biasanya sabar, kali ini menjadi murka karena apa yang Nana lakukan.

"Mas Amar benar Bun, Almira sudah tidak apa-apa. tidak perlu di perpanjangan lagi masalah ini," sahut Almira.

"Almira kenapa kamu bangun sayang, sebaiknya kamu istirahat saja," ucap Ane khawatir dengan keadaan Almira.

"Almira sudah tidak apa-apa Bun," jawab Almira.

"Almira, maafkan aku karena tidak bisa melindungi kamu, maafkan aku juga karena aku belum melaporkan Nana ke polisi," ucap Amar takut Almira salah paham, karena tidak melaporkan Nana.

"Tidak apa-apa, aku juga tidak ingin melaporkan perbuatan Nana. Biarlah Alloh yang menyadarkannya dan semoga Alloh memberikan Nana hidayah," ujar Almira.

"MasyaAlloh Almira, hati kamu begitu baik nak. Bagaimana bisa kamu masih mau mendoakan orang yang sudah menyakiti kamu?" Ane kagum dengan kesabaran menantunya.

"Almira, Ayah bangga mempunyai menantu seperti kamu. Masalah Video yang sempat beredar di dunia maya, kamu tidak perlu khawatir lagi, Ayah sudah membereskan semuanya, " ujar Arif tersenyum.

"Maksud Ayah, Video saat Nana membuka jilbab Almira sudah tidak ada yah?" tanya Almira antusias.

"Iya, benar. Vidio itu sudah berhasil Ayah takedown!" ucap Arif.

"Alhamdulillah, terima kasih yah..terima kasih!" ucap Almira senang dan tak henti-hentinya bersyukur.

Bukan hal yang sulit bagi Arif untuk mentakedown Video itu, dengan kekuasaan yang Arif miliki.

"Alhamdulillah, Amar juga berterima kasih sama Ayah, tanpa di mintai bantuan Ayah sudah tau harus melakukan apa," puji Amar.

Happy Reading^

Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang💕

lupa juga klik favorit dan klik Qurrotaayun agar bisa membaca karya thor yang lainnya ya sayang💕

Terima kasih😘💕

Terpopuler

Comments

Iman sulaiman

Iman sulaiman

itu mh bukn nana cinta sama amar tpi obsesi

2022-11-03

0

Hidayat

Hidayat

lanjut up lg thor.

2022-11-02

0

Maulana ya_Rohman

Maulana ya_Rohman

dan semoga di tumbuhkan rasa cinta untuk amar ya AUTHOR🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲

2022-11-02

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 CH 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 CH 69
70 CH 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Draft
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 123
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Draft
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter. 153
154 chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Draft
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 The End
165 pengumuman
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
CH 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
CH 69
70
CH 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Draft
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 123
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Draft
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter. 153
154
chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Draft
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
The End
165
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!