Chapter 8

Pagi ini walaupun Almira sedang sakit, tapi Almira tetep menyiapkan sarapan untuk suami dan juga mertuanya, bahkan Almira juga membuatkan bekal sarapan untuk Amar.

"Bun, Ayah, Almira berangkat ke kampus dulu? Ada kegiatan pagi di kampus," ucap Almira mencium tangan mertuanya.

"Pagi sekali sayang? apa tidak menunggu Amar saja?" tanya Ane.

"Almira ada kegiatan pagi di kampus bun, mau menyiapkan materi untuk ujian mahasiswa," jawab Almira.

"Mas, saya berangkat dulu. Bekal makan siang Mas Amar ada di meja makan, Assalamu'alaikum" ucap Almira mencium tangan Amar.

"Almira," Pangil Amar ketika bersalaman dengan Almira dan merasakan tangan Almira suhu tubuhnya tidak seperti biasanya.

"Iya mas," jawab Almira menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.

"Apa kamu sedang tidak enak badan?" tanya Amar.

"Tidak Mas, saya baik-baik saja," jawab Almira.

"Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Amar lagi.

"InsyaAlloh, saya tidak apa-apa mas, saya berangkat dulu mas, Assalamu'alaikum," ucap Almira berlalu.

"Walaikumsalam," jawab semuanya.

Amar menatap punggung Almira hingga tak terlihat lagi, Amar merasa kalau Almira sepertinya sedang sakit.

"Ya sudah kita sarapan saja dulu, kasihan Almira. sampai tidak sempat sarapan," gumam Ane.

"Almira kan sudah bawa bekal bun, nanti juga di kampus pasti dia sarapan," Sahut Amar.

"Kamu itu tidak ada cemas-cemasnya sama istri. contoh Ayah kamu, begitu perhatian sama Bunda," gerutu Ane.

"Almira ternyata pintar masak ya bun? Enak banget lho masakan Almira." puji Arif seraya menikmati sop daging yang Almira buatkan.

"Iya dong, menantu Bunda ini paket komplit. pinter masak, cantik, sholihah, pokoknya paket komplit," puji Ane.

"Kalau pinter dan sholihah mungkin iya, tapi kalau cantik? kok aku ragu ya? kalau memang Almira cantik, pasti dia tidak akan menutup wajahnya terus seperti itu," batin Amar.

"Memang Bunda sudah pernah melihat wajah Almira? kok Bunda bisa seyakin itu kalau Almira cantik?" tanya Amar.

"Iya, Bunda sudah pernah lihat dan Almira itu cantik. cantik banget malah. Apa menurut kamu wanita seperti Almira itu kurang cantik?" tanya Ane.

"I-iya cantik sih," jawab Amar asal walaupun faktanya dia sendiri belum pernah melihat seperti apa wajah istrinya.

"Bun, Amar berangkat ke rumah sakit dulu ya, rencananya nanti sore Amar dan Almira akan pindahan." ucap Amar.

"Kamu benar-benar mau pindahan hari ini?" tanya Ane.

"Iya bun, kan kemarin Amar sudah bilang sama Bunda," jawab Amar.

"Rumah ini pasti akan sepi banget, kalau kalian sudah pindah," gumam Ane.

"Amar janji, akan sering pulang ke rumah kok Bun," ucap Amar.

"Iya Bun, biarkan anak-anak mandiri." sahut Arif membujuk Ane.

"Iya, iya. yang penting ingat. jaga Almira!" ucap Ane.

"Iya Bun, Assalamu'alaikum," ucap Amar pamit dan mencium tangan ayah serta Bundanya.

***

Setelah melakukan Visit pada pasien, Amar kembali ke ruangannya dan melihat kotak makan dari Almira.

Tidak bisa dipungkiri, sekarang ini Amar seperti kecanduan masakan Almira. bahkan dari semua masakan yang pernah dia makan, masakan Almira paling enak.

"Ehem.. kotak makan dari siapa itu? kok di pandangi terus?" goda Ranu rekan sesama Dokter.

"Bikin kaget saja kamu Ran," ucap Amar.

"Tumben-tumbenan bawa bekal? kok aku jadi curiga? ucap Ranu menatap tajam Amar.

"Curiga apa? Ini tadi Bunda yang buatkan bekal. Karena tau kalau akhir-akhir ini aku banyak operasi," kilah Amar.

"Kirain.. " ucap Ranu.

"Kirain apa?" tanya Amar gugup.

"Kirain, bunda juga buatkan bekal buat aku, hahaha.. " ucap Ranu.

"Hahaha.. " Amar ikut tertawa agar Ranu tidak curiga.

***

Sementara di kampus, Almira merasakan kali ini tubuhnya benar-benar tidak bisa lagi diajak kompromi, di saat Almira sedang mengawasi ujian tiba-tiba saja kepalanya benar-benar pusing dan matanya terasa gelap.

"Bruk..!" Almira ambruk di lantai.

Dengan sigap mahasiswanya memanggil ambulan dan membawa Almira ke rumah sakit.

Almira segera di mendapatkan perawatan di UGD.

"Alhamdulillah Mbak sudah sadar," ucap Ranu. Dokter jaga yang menangani Almira.

"Saya kenapa Dok?" tanya Almira.

"Tadi Mbak pingsan. Dan beberapa mahasiswa Mbak Almira yang mengantarkan, Mbak Almira ke sini." jawab Ranu.

"Saya pingsan? Astaghfirullah," gumam Almira sudah kembali mengingat seharusnya dirinya saat ini sedang menguji mahasiswa.

Almira masih tampak lemah dan bingung.

"Saya ijin memeriksa Mbak dulu boleh?" tanya Ranu dengan sopan karena pasiennya saat ini wanita bercadar dan Ranu sangat menghargai Almira.

"Maaf Dok, Kalau boleh saya mau di periksa Dokter wanita saja boleh?" pinta Almira.

"Tapi kebetulan Dokter jaga wanita hari ini sedang libur Mbak," ucap Dokter.

"Ada apa ini, Ran?" tanya Amar yang kebetulan melintas UGD.

"Mas Amar," gumam Almira.

"Almira, kenapa kamu ada di sini?" tanya Amar mendekat.

"Kalian kenal?" tanya Ranu.

"Iya kami kenal," jawab Amar.

"Ini, Mbak Almira tidak mau saya periksa karena dan meminta Dokter wanita, tapi Dokter jaga yang wanita kebetulan hari ini libur semua," ucap Ranu.

"Kamu bisa keluar, biar saya saja yang memeriksa!" ucap Amar.

Ranu pun keluar dan Amar menutup kordennya.

Amar memasang stetoskop di telinganya dan meletakkan di dada Almira untuk mendengarkan detak jantung Almira.

Almira sempat menghindar tapi Amar menatap tajam mata Almira.

"Selain Dokter, saya juga suami kamu! sebagai seseorang yang tau agama, kamu pasti tau, hukumnya seorang istri harus patuh sama suami," ucap Amar hingga membuat Almira tak berkutik.

"Kenapa tadi pagi kamu bilang tidak apa-apa? padahal jelas-jelas kamu demam seperti ini," tanya Amar.

"Saya memang tidak apa-apa, hanya kelelahan," jawab Almira.

"Dokternya aku atau kamu? kenapa kamu yang mendiagnosis tidak apa-apa? jelas-jelas sampai pingsan begini masih bilang tidak apa-apa," ujar Amar.

"Nanti suster akan datang untuk mengambil darah kamu," ucap Amar.

"Mas, tolong Dokternya carikan wanita saja ya. jujur saya tidak nyaman dengan Dokter laki-laki," ucap Almira.

"Kamu ini aneh, yang namanya Dokter harus memeriksa semua pasien. tanpa membedakan jenis kelamin. Sikap kamu seperti ini, akan menyusahkan kami para Dokter," ucap Amar.

"Maaf Mas, tapi bagi saya selama masih ada Dokter wanita. Saya lebih nyaman di periksa oleh Dokter wanita. kecuali memang benar-benar darurat akan lain ceritanya." ucap Almira yang sangat menjaga auratnya agar tidak di lihat laki-laki yang bukan mahram nya.

"Saya suami kamu, tidak masalah jika saya yang menjadi Dokter kamu kan?"

Almira terdiam dan tidak menjawab. Tubuh Almira terasa lemah hingga malas untuk berdebat dengan Amar.

^Happy Reading^

Jangan lupa, like, comen dan Vote ya sayang💕

Dukungan kalian sangat berarti bagi Thor, Terima kasih😘💕

Terpopuler

Comments

Linda Kamaludin

Linda Kamaludin

maaf ya kalau boleh ceritanya yang agak banyakan ya🙏🙏

2022-10-23

0

Arief Indra

Arief Indra

kapan Amar melihat wajahnya Almira....

2022-10-23

0

Rahmini

Rahmini

mungkin lama up nya jadi pas baca berasa pendek dan sedikit
next yaa

2022-10-23

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 CH 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 CH 69
70 CH 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Draft
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 123
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Draft
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter. 153
154 chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Draft
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 The End
165 pengumuman
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
CH 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
CH 69
70
CH 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Draft
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 123
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Draft
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter. 153
154
chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Draft
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
The End
165
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!