"Mas Ibra, ini buat Mas Ibra," Almira memberikan kotak makan siang pada Ibrahim.
"Apa ini?" tanya Ibrahim tampak antusias menerima paper bag yang di berikan Almira.
"Tadi pagi Almira masak rendang cukup banyak, sebagai ucapan terima kasih, Almira bawakan juga buat Mas Ibrahim." ucap Almira.
"MasyaAlloh, mimpi apa aku semalam? bisa di masakin makan siang seorang bidadari?" ujar Ibrahim tersenyum sontak membuat Almira tertawa.
"Kan tadi Almira sudah bilang, kebetulan pagi ini Almira masak banyak, jadi bukan sengaja masak buat Mas Ibrahim," jelas Almira tidak ingin Ibrahim salah paham dengan niat baiknya.
"Sengaja juga tidak apa-apa, kenapa kamu grogi gitu?" goda Ibrahim.
"Grogi? mana ada Almira grogi, ya sudah Almira mau pulang dulu," ucap Almira.
"Jam segini sudah mau pulang? apa tidak ada kelas?" tanya Ibrahim.
"Kebetulan jam mengajarku sudah selesai hari ini, Mas." jawab Almira.
"Apa tidak mau di sini dulu? Temani aku makan siang!" Ibrahim berharap Almira akan menerima tawarannya meskipun tidak yakin, karena Ibrahim tau, Almira seperti apa.
"Maaf, tidak bisa Mas, Almira harus segera pulang. Assalamu'alaikum," pamit Almira berlalu.
Almira berjalan menuju parkiran dan tiba-tiba Nana datang menghampirinya.
"Heh.. Almira jadi wanita itu tidak usah sok alim dan suci, lebih baik kamu lepes kerudung sama cadar kamu, jika hanya kamu gunakan untuk menutupi kebusukan hati kamu," teriak Nana berjalan mendekat seraya memegang ponsel di arahkan pada Almira karena saat ini Nana sedang melaksanakan live streaming.
"Astaghfirullah," gumam Almira menoleh ke arah sumber suarasuara dan segera berpaling ketika menyadari Nana sedang melakukan live streaming.
"Wanita ini namanya Almira, seorang dosen di Universitas Islam B, penampakan boleh alim tapi jangan terkecoh dengan penampilan luaranya, sok-sok an pakek cadar biar di kira ukhti-ukhti sholehah. tapi hatinya busuk. Dan asal kalian tau ya, Almira ini anak di luar nikah. pasti kelakuannya juga sebelas duabelas sama Mama nya. Dan baru-baru ini tiba-tiba dia menikah dengan seorang dokter, Tapi ya gaes, aku yakin pasti wanita ini menjebak si Dokter agar mau menikahinya. Atau jangan-jangan wanita ini sudah hamil duluan? karena itu tiba-tiba saja dia meminta si Dokter untuk menikahinya?" ucap Nana saat live streaming.
"Astaghfirullah, jaga bicara kamu! jangan memfitnah jika kamu tidak tau apa-apa, lagi pula kamu itu siapa? aku tidak ada urusan apa-apa sama kamu," ujar Almira dengan tegas dan Nana terus mengarahkan kameranya pada Almira.
"Kata siapa kita tidak ada urusan? apa kamu tau, laki-laki yang kamu minta untuk menikahi kamu itu seharusnya menikah denganku bukan dengan kamu!" jawab Nana.
"Pertama, aku tidak pernah meminta Mas Amar untuk menikahi aku, dan yang kedua tolong selesaikan masalah kamu dan Mas Amar sendiri! jangan melibatkan aku!" tegas Almira.
"Bagaimana bisa tidak melibatkan kamu? kami seharusnya bisa menikah jika kamu tidak muncul dengan tiba-tiba, kamu itu sama busuknya seperti Mama kamu," ucap Nana.
"Diam kamu! berhenti menghakimi Mama ku, siapa kamu menghakimi orang yang sudah bertaubat?" ucap Nana dengan nada tinggi tak terima Mama nya di jelekan.
"Kenapa kamu malu? semua orang tau kalau kamu itu anak di luar nikah?" bilang saja kalau kamu malu," ucap Nana dan menertawakan Almira.
"Sebelum menghakimi orang lain, berkacalah pada diri kamu sendiri," ucap Almira sehingga menyulut kemarahan Nana.
"Kamu bilang apa? menyuruhku berkaca? Apa maksud kamu? dasar wanita sok suci, lebih baik sekarang kamu buka kerudung kamu dan cadar ini, kamu tidak pantas memakai semua ini," Nana menarik cadar dan kerudung Almira hingga terlepas.
"Astaghfirullah hal adzim," gumam Almira berusaha menutup wajah dan rambutnya yang terbuka. Ini pertama kalinya Almira memperlihatkan wajah dan rambutnya di depan umum. Dan seketika orang-orang yang ada di sana mengagumi kecantikan Almira begitu juga dengan Nana. Niat hati ingin mempermalukan Almira, Nana berpikir Almira adalah wanita yang jelek karena itu memakai penutup wajah tapi siapa sangka, Almira wanita yang sangat cantik dan terlihat dengan jelas betapa putihnya Almira dengan rambut lurus terkuncir.
Almira menangis menutup wajahnya dan seketika Ibrahim yang sempat mendengar keributan beberapa mahasiswa datang dan membuka jas yang di pakaiannya lalu menitipkan pada kepala Almira.
"Almira kamu masuk ke mobilku dulu," ucap Ibrahim memberikan kunci mobilnya.
"Kembalikan kerudung Almira?" ucap Ibrahim terlihat menahan emosi. Mungkin jika Nana bukan wanita sudah habis Nana di beri pelajaran oleh Ibrahim.
"Siapa kamu? Jangan ikut campur dengan urusan kami," ucap Nana.
Ibrahim tidak menanggapi dan langsung merebut kerudung Almira dari tangan Nana.
"Hati-hati kamu, setelah ini kamu akan berurusan dengan saya!" ancam Ibrahim dengan membulatkan matanya sempurna menunjukkan ekspresi kemarahan pada Nana.
"Kamu pikir, aku takut? aku hanya membantu mengungkapkan fakta seperti apa wanita itu." teriak Nana.
"Nana, kurang ajar kamu. Berani sekali kamu!" teriak Amar penuh emosi ketika baru sampai kampus, tapi untuk saat ini Amar ingin fokus pada Almira lebih dulu.
"Di mana Almira?" teriak Amar membuat Nana ketakutan.
"Tanya sama laki-laki itu! Amar kamu itu jangan mau di tipu sama wanita sok alim itu, dia tidak seperti yang kamu kira. lihat saja, dia punya laki-laki lain kan? ucap Nana menunjuk Ibrahim.
Amar melihat ke arah Ibrahim"Almira ada di mana?" tanya Amar.
"Almira di dalam mobilku," jawab Ibrahim menunjuk mobilnya di parkiran.
"Berikan kerudung Almira, biar aku yang memberikannya." ucap Amar.
"Kenapa aku harus memberikannya sama kamu?" tanya Ibrahim.
"Karena aku suaminya," jawab Amar singkat.
Tanpa banyak tanya lagi, Ibrahim memberikan kerudung Almira pada Amar, meskipun saat ini ada segudang pertanyaan di benak Ibrahim, tapi Ibrahim menyadari ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan semua itu.
Amar masuk ke dalam mobil Ibrahim karena di sana ada Almira yang sedang menutup wajahnya dengan jaz Ibrahim.
"Almira," ucap Amar menyentuh pundak Almira
Tapi Almira tak merespon hanya terlihat badannya naik turun akibat nangis sesegukan.
"Ini aku suami kamu, Amar. Lihat ke sini!" bujuk Amar
Tapi Almira masih tetap tak merespon dan tetep sesenggukan.
Amar perlahan menarik Almira agar melihat ke arahnya.
"Boleh aku pasangkan jilbab kamu lagi?" tanya Amar hati-hati dan Almira hanya mengangguk.
Perlahan Amar membuka jaz yang saat ini digunakan Almira untuk menutupi wajahnya.
"MasyaAlloh, ternyata Almira benar-benar cantik. Sungguh aku tidak menyangka Almira secantik ini," batin Amar.
Amar segera tersadar dan memakaikan jilbab pada Almira.
^Happy Reading^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Julik Rini
terpesona aku terpesona 😍😍😍😄😄
2023-03-17
0
Sofie Ilyas Ilyas
Nana kelakuan nya kya nia sma persis,,, g pnya malu si nana
2023-02-22
0
Iman sulaiman
kesel sama nana
2022-11-03
0