"Dia memang istriku, tapi hanya di atas kertas," ucap Amar.
"Maksudnya? kamu menikah dengan dia bukan karena cinta?" tanya Ranu.
"Bukan, ini semua salahku. Aku yang membawa dia masuk ke dalam permasalahaku," ucap Amar.
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Ranu.
"Kamu tau kan? semenjak pertunanganku dengan Rara gagal, Bunda terus saja mengkhawatirkan aku, karena itu. Aku meminta Bunda untuk menjodohkan aku dengan seseorang, aku pikir dengan menikah aku bisa melupakan Rara. Tapi awalnya aku juga tidak mengira kalau Almira akan semudah itu menerima aku sebagai suaminya. Karena semua sudah di putuskan, akhirnya kami menikah," jelas Amar.
"Jadi maksud kamu, Kamu dan istri kamu tidak menjalani pernikahan layaknya suatu pernikahan?" Tanya Ranu.
"Iya, seperti itu kenyataannya," jawab Amar.
***
"Almira, kamu sama Amar baik-baik saja kan?" tanya Nur.
"Kami baik, Ma. Kenapa Mama tanya seperti itu?" tanya Almira.
"Tidak, tidak apa-apa. Syukurlah kalau kalian baik-baik saja, Mama tenang sekarang." ucap Nur.
"Mama, pulang saja. kasihan Adik di rumah sendiri. Almira baik-baik saja, hanya tipes saja kan Ma?" ucap Almira.
"Iya Nur, kamu pulang saja. Biar aku yang jaga Almira. Apalagi tadi kamu bilang ustadz guntur sedang di luar kota, kasihan adik kan kalau tidak ada kamu," sahut Ane.
"Kalau masalah hubungan Amar dan Almira, kamu tenang saja. Aku akan bantu awasi mereka," ucap Ane tersenyum.
"Iya, Ne. Aku percaya InsyaAlloh Amar pasti suami yang baik untuk Almira," ucap Nur.
"Ya sudah, Mama pulang dulu ya sayang," ucap Nur mencium pipi Almira dan Ane.
"Hati-hati Nur," ucap Ane.
Nur berlajar melewati lorong rumah sakit dan sampai di lantai bawah, Nur melihatmu Amar yang sedang berbicara dengan perawat. Tak ingin mengganggu menantunya yang sedang bekerja, Nur langsung pergi dan tidak menyapa menantunya.
"Mama," panggil Amar.
"Amar, maaf ya. Tadi Mama sengaja tidak memanggil kamu. Karena takut mengganggu kamu kerja." ucap Nur.
"Tidak ma, jangan bilang seperti itu. Mama tidak akan menggangu. O, iya. ini Mama mau pulang?" tanya Amar.
"Iya Mar, Almira tadi meminta Mama pulang karena adiknya sendirian di rumah. Amar, Mama Minta tolong jagain Almira ya, Almira memang terkadang suka mengabaikan kesehatannya. terutama jika dia sedang banyak pikiran, tipes nya akan kambuh. Jadi Mama minta tolong lebih perhatiankan Almira ya!" pinta Nur.
"Iya, Ma. Amar kan lebih memperhatikan kesehatan Almira," jawab Amar.
Setelah mengantarkan mertuanya mendapatkan taxi, Amar menuju kamar Almira.
"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Amar.
"Sudah jauh lebih baik, Mas." jawab Almira.
"Amar, ini kamu sudah jam pulang kan? kalau begitu kamu yang jaga Almira saja ya? Bunda pulang dulu, mau menyiapkan makan malam untuk Ayah. Nanti Bunda akan kembali lagi dan tidur di sini," ucap Ane.
"Bunda di rumah saja, biar aku yang menjaga Almira. Kebetulan besok aku juga libur. Jadi Bunda tenang, Almira akan baik-baik saja!" ucap Amar.
"Ya sudah, Bunda pulang dulu ya. Almira kalau butuh apa-apa jangan sungkan hubungi Bunda!" ucap Ane.
"Iya, Bun," jawab Almira.
Setelah Ane pulang di ruang rawat Almira hanya berdua dengan Amar.
"Almira apa kamu butuh sesuatu? mau makan, atau mau minum?" tanya Amar.
"Kalau boleh, saya mau minta tolong ambilkan saya minum mas," ucap Almira
Amar pun mengambilkan minum untuk Almira.
"Kamu lepas saka cadarnya jika susah," ucap Amar.
"Tidak kok mas," jawab Almira.
"Kamu ini kenapa sih? Aku suami kamu, kamu tidak perlu seperti ini terus, lagian tidak dosa kok, membuka penutup wajah di depan suami," ucap Amar.
"Mamang benar, Kamu itu suamiku mas?" tanya Almira.
"Kenapa kamu harus bertanya seperti itu? Almira biar bagaimana kita sudah menikah, Aku tidak ingin menyakiti kamu Almira, aku tau aku bersalah. Tapi aku mohon kamu bisa mengerti ya, meskipun aku tidak bisa mencintai kamu, tapi aku akan menjaga kamu dengan baik, sampai ada laki-laki yang benar-benar bisa mencintai kamu, " ucap Amar.
Lagi-lagi Almira harus menahan rasa sakit di hatinya, Almira tidak ingin terlihat lemah di depan Amar.
"Assalamu'alaikum,"
"Walaikumsalam, Mas Ibra. Kenapa bisa ada di sini? Buknkah Mas Ibra sedang di Madinah?" tanya Almira.
"Maaf aku baru tau, kalau kamu ada di rumah sakit, aku baru saja sampai di Indonesia dan di kabari kalau kamu tadi pagi pingsan dan di bawa ke rumah sakit," jawab Ibrahim.
"Tidak apa-apa Mas, aku hanya kelelahan saja," ucap Almira.
"Selama tidak ada aku, kamu pasti tidak pernah memperhatikan jam makan kamu kan?" ucap Ibrahim.
"Dia siapa?" tanya Amar.
"Maaf sampai lupa Mas, Dia Mas Ibrahim, rekan kerja Almira. Mas Ibra, kenalkan ini Mas Amar," ucap Almira memperkenalkan.
"Saya Ibrahim, rekan kerja Almira," ucap Ibrahim mengulurkan tangan.
"Amar," jawab Amar membalas uluran tangan Ibrahim.
"Mas Amar ini_?" tanya Ibrahim terputus.
"Saya Dokter di sini," sahut Amar.
"Oo..Mas Amar Dokter di sini," ucap Ibrahim.
"Ya sudah saya pergi dulu," ucap Amar.
"Mas Amar," Panggil Almira menghentikan langkah Amar.
"Ada apa?" tanya Amar melihat ke arah Almira.
"Kalau tidak sibuk, apa bisa mas Amar tetep di sini? Maaf tapi tidak baik kan kalau saya cuma berdua dengan Mas Ibrahim di sini?" ujar Almira.
"Okay," jawab Amar singkat dan kembali duduk di sofa.
Amar mengambil ponselnya dan menyibukkan diri dengan bermain game di ponselnya. Sedangkan Almira tampak sedang ngobrol dengan Ibrahim.
Sesekali mata Amar melihat ke arah Almira dan Ibrahim.
"Ada hubungan apa mereka sebenarnya? kenapa terlihat begitu akrab?" batin Amar dan kembali bermain dengan ponselnya.
Setelah Ibrahim pulang, Amar menanyakan hubungan Ibrahim dan Almira.
"Tidak ada mas, kami hanya rekan kerja. Kebetulan mas Ibrahim ini dulu kakak tingkat Almira sewaktu di Kairo dan sekarang kami kerja di tempat yang sama. Mas Ibrahim ini sudah seperti kakak untuk Almira," jawab Almira.
"Tapi seperti dia sangat perhatian sama kamu," ucap Amar.
"Iya, itu karena kami sudah seperti kakak dan adik. Mas Ibrahim yang selalu menolong Almira setiap kali Almira ada masalah," jawab Almira.
"Kenapa kalian tidak menikah saja?" tanya Amar.
"Karena Mama sudah lebih dulu, meminta Almira untuk menikah dengan mas Amar," jawab Almira.
"Kenapa kamu tidak menolak?"
"Karena Almira tidak ingin mengecewakan Mama, apalagi laki-laki yang mau di jodohkan dengan Almira adalah anak tante Ane. Orang yang sangat bejasa dalam hidup Mama. mungkin jika saat itu Ayah dan Bunda tidak menjemput Mama, saat ini entah bagaimana nasib Mama," ucap Almira dengan mata berkaca-kaca.
^Happy Reading^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Suwindra Ewin
menunggu up 💪💪💪
2022-10-25
0
Najwa Naumi
lanjut up nya thor
semangat 💪💪 💪
bagus ceritanya
2022-10-25
0
Maya Puspita
lanjut Thor,bikin amar merasa cemburu Thor dgn kedekatannya dgn Ibrahim
2022-10-24
1