Chapter 10

"Dia memang istriku, tapi hanya di atas kertas," ucap Amar.

"Maksudnya? kamu menikah dengan dia bukan karena cinta?" tanya Ranu.

"Bukan, ini semua salahku. Aku yang membawa dia masuk ke dalam permasalahaku," ucap Amar.

"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Ranu.

"Kamu tau kan? semenjak pertunanganku dengan Rara gagal, Bunda terus saja mengkhawatirkan aku, karena itu. Aku meminta Bunda untuk menjodohkan aku dengan seseorang, aku pikir dengan menikah aku bisa melupakan Rara. Tapi awalnya aku juga tidak mengira kalau Almira akan semudah itu menerima aku sebagai suaminya. Karena semua sudah di putuskan, akhirnya kami menikah," jelas Amar.

"Jadi maksud kamu, Kamu dan istri kamu tidak menjalani pernikahan layaknya suatu pernikahan?" Tanya Ranu.

"Iya, seperti itu kenyataannya," jawab Amar.

***

"Almira, kamu sama Amar baik-baik saja kan?" tanya Nur.

"Kami baik, Ma. Kenapa Mama tanya seperti itu?" tanya Almira.

"Tidak, tidak apa-apa. Syukurlah kalau kalian baik-baik saja, Mama tenang sekarang." ucap Nur.

"Mama, pulang saja. kasihan Adik di rumah sendiri. Almira baik-baik saja, hanya tipes saja kan Ma?" ucap Almira.

"Iya Nur, kamu pulang saja. Biar aku yang jaga Almira. Apalagi tadi kamu bilang ustadz guntur sedang di luar kota, kasihan adik kan kalau tidak ada kamu," sahut Ane.

"Kalau masalah hubungan Amar dan Almira, kamu tenang saja. Aku akan bantu awasi mereka," ucap Ane tersenyum.

"Iya, Ne. Aku percaya InsyaAlloh Amar pasti suami yang baik untuk Almira," ucap Nur.

"Ya sudah, Mama pulang dulu ya sayang," ucap Nur mencium pipi Almira dan Ane.

"Hati-hati Nur," ucap Ane.

Nur berlajar melewati lorong rumah sakit dan sampai di lantai bawah, Nur melihatmu Amar yang sedang berbicara dengan perawat. Tak ingin mengganggu menantunya yang sedang bekerja, Nur langsung pergi dan tidak menyapa menantunya.

"Mama," panggil Amar.

"Amar, maaf ya. Tadi Mama sengaja tidak memanggil kamu. Karena takut mengganggu kamu kerja." ucap Nur.

"Tidak ma, jangan bilang seperti itu. Mama tidak akan menggangu. O, iya. ini Mama mau pulang?" tanya Amar.

"Iya Mar, Almira tadi meminta Mama pulang karena adiknya sendirian di rumah. Amar, Mama Minta tolong jagain Almira ya, Almira memang terkadang suka mengabaikan kesehatannya. terutama jika dia sedang banyak pikiran, tipes nya akan kambuh. Jadi Mama minta tolong lebih perhatiankan Almira ya!" pinta Nur.

"Iya, Ma. Amar kan lebih memperhatikan kesehatan Almira," jawab Amar.

Setelah mengantarkan mertuanya mendapatkan taxi, Amar menuju kamar Almira.

"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Amar.

"Sudah jauh lebih baik, Mas." jawab Almira.

"Amar, ini kamu sudah jam pulang kan? kalau begitu kamu yang jaga Almira saja ya? Bunda pulang dulu, mau menyiapkan makan malam untuk Ayah. Nanti Bunda akan kembali lagi dan tidur di sini," ucap Ane.

"Bunda di rumah saja, biar aku yang menjaga Almira. Kebetulan besok aku juga libur. Jadi Bunda tenang, Almira akan baik-baik saja!" ucap Amar.

"Ya sudah, Bunda pulang dulu ya. Almira kalau butuh apa-apa jangan sungkan hubungi Bunda!" ucap Ane.

"Iya, Bun," jawab Almira.

Setelah Ane pulang di ruang rawat Almira hanya berdua dengan Amar.

"Almira apa kamu butuh sesuatu? mau makan, atau mau minum?" tanya Amar.

"Kalau boleh, saya mau minta tolong ambilkan saya minum mas," ucap Almira

Amar pun mengambilkan minum untuk Almira.

"Kamu lepas saka cadarnya jika susah," ucap Amar.

"Tidak kok mas," jawab Almira.

"Kamu ini kenapa sih? Aku suami kamu, kamu tidak perlu seperti ini terus, lagian tidak dosa kok, membuka penutup wajah di depan suami," ucap Amar.

"Mamang benar, Kamu itu suamiku mas?" tanya Almira.

"Kenapa kamu harus bertanya seperti itu? Almira biar bagaimana kita sudah menikah, Aku tidak ingin menyakiti kamu Almira, aku tau aku bersalah. Tapi aku mohon kamu bisa mengerti ya, meskipun aku tidak bisa mencintai kamu, tapi aku akan menjaga kamu dengan baik, sampai ada laki-laki yang benar-benar bisa mencintai kamu, " ucap Amar.

Lagi-lagi Almira harus menahan rasa sakit di hatinya, Almira tidak ingin terlihat lemah di depan Amar.

"Assalamu'alaikum,"

"Walaikumsalam, Mas Ibra. Kenapa bisa ada di sini? Buknkah Mas Ibra sedang di Madinah?" tanya Almira.

"Maaf aku baru tau, kalau kamu ada di rumah sakit, aku baru saja sampai di Indonesia dan di kabari kalau kamu tadi pagi pingsan dan di bawa ke rumah sakit," jawab Ibrahim.

"Tidak apa-apa Mas, aku hanya kelelahan saja," ucap Almira.

"Selama tidak ada aku, kamu pasti tidak pernah memperhatikan jam makan kamu kan?" ucap Ibrahim.

"Dia siapa?" tanya Amar.

"Maaf sampai lupa Mas, Dia Mas Ibrahim, rekan kerja Almira. Mas Ibra, kenalkan ini Mas Amar," ucap Almira memperkenalkan.

"Saya Ibrahim, rekan kerja Almira," ucap Ibrahim mengulurkan tangan.

"Amar," jawab Amar membalas uluran tangan Ibrahim.

"Mas Amar ini_?" tanya Ibrahim terputus.

"Saya Dokter di sini," sahut Amar.

"Oo..Mas Amar Dokter di sini," ucap Ibrahim.

"Ya sudah saya pergi dulu," ucap Amar.

"Mas Amar," Panggil Almira menghentikan langkah Amar.

"Ada apa?" tanya Amar melihat ke arah Almira.

"Kalau tidak sibuk, apa bisa mas Amar tetep di sini? Maaf tapi tidak baik kan kalau saya cuma berdua dengan Mas Ibrahim di sini?" ujar Almira.

"Okay," jawab Amar singkat dan kembali duduk di sofa.

Amar mengambil ponselnya dan menyibukkan diri dengan bermain game di ponselnya. Sedangkan Almira tampak sedang ngobrol dengan Ibrahim.

Sesekali mata Amar melihat ke arah Almira dan Ibrahim.

"Ada hubungan apa mereka sebenarnya? kenapa terlihat begitu akrab?" batin Amar dan kembali bermain dengan ponselnya.

Setelah Ibrahim pulang, Amar menanyakan hubungan Ibrahim dan Almira.

"Tidak ada mas, kami hanya rekan kerja. Kebetulan mas Ibrahim ini dulu kakak tingkat Almira sewaktu di Kairo dan sekarang kami kerja di tempat yang sama. Mas Ibrahim ini sudah seperti kakak untuk Almira," jawab Almira.

"Tapi seperti dia sangat perhatian sama kamu," ucap Amar.

"Iya, itu karena kami sudah seperti kakak dan adik. Mas Ibrahim yang selalu menolong Almira setiap kali Almira ada masalah," jawab Almira.

"Kenapa kalian tidak menikah saja?" tanya Amar.

"Karena Mama sudah lebih dulu, meminta Almira untuk menikah dengan mas Amar," jawab Almira.

"Kenapa kamu tidak menolak?"

"Karena Almira tidak ingin mengecewakan Mama, apalagi laki-laki yang mau di jodohkan dengan Almira adalah anak tante Ane. Orang yang sangat bejasa dalam hidup Mama. mungkin jika saat itu Ayah dan Bunda tidak menjemput Mama, saat ini entah bagaimana nasib Mama," ucap Almira dengan mata berkaca-kaca.

^Happy Reading^

Terpopuler

Comments

Suwindra Ewin

Suwindra Ewin

menunggu up 💪💪💪

2022-10-25

0

Najwa Naumi

Najwa Naumi

lanjut up nya thor
semangat 💪💪 💪
bagus ceritanya

2022-10-25

0

Maya Puspita

Maya Puspita

lanjut Thor,bikin amar merasa cemburu Thor dgn kedekatannya dgn Ibrahim

2022-10-24

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 CH 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 CH 69
70 CH 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Draft
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 123
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Draft
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter. 153
154 chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Draft
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 The End
165 pengumuman
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
CH 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
CH 69
70
CH 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Draft
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 123
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Draft
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter. 153
154
chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Draft
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
The End
165
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!