Chapter 19

"Amar kamu ada di sini?" sahut Alan.

"Maaf Om, saya ke sini untuk bicara dengan Nana." ucap Amar.

"Ya sudah tante panggil Nana dulu," timpal Anggun.

Nana keluar dengan menundukkan pandangan, Nana sudah bisa menduga kalau Amar ke sana untuk membuat perhitungan dengannya, hanya saja yang menjadi ketakutan Nana, saat ini di rumah ada Papa nya, yang pasti akan sangat murka jika tau apa yang sudah ia lakukan.

Melihat Nana keluar, Amar tersulut emosi dan berdiri dari dudukan.

"Sekarang kamu ikut saya, minta maaf sama Almira!" ucap Amar dengan nada tinggi.

Alan dan Anggun tercengang melihat Amar begitu marah, pasalnya mereka tidak pernah melihat Amar semarah ini sebelumnya.

"Tidak mau! saya tidak salah. Kenapa saya harus minta maaf? Apa yang saya katakan semua fakta. Almira memang wanita menutupi kebusukannya dengan menggunakan penampilannya yang sok alim dan semua yang saya lakukan itu untuk kamu Amar! saya ingin kamu buka mata kamu kalau Almira itu wanita busuk," ucap Nana tak kalah emosi dari Amar.

Amar mengangkat tangannya dan hampir saja menampar wajah Nana, namun tangan itu terhenti menampar saat Amar mengingat ada Alan di sana, Alan selama ini sudah di hormati layaknya orang tua sendiri.

Alan dan Anggun pun lagi-lagi syok. dengan reaksi Amar yang hampir menampar Nana. Melihat Amar yang begitu murka, Alan berpikir Nana pasti sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Karena Alan tau, Amar adalah laki-laki yang selama ini hampir tidak pernah memperlihatkan emosinya.

"Amar, ada apa sebenarnya? kenapa kamu bisa semarah itu sama Nana, kesalahan apa yang Nana lakukan?" tanya Alan memotong pembicaraan Amar dan Nana.

"Om, kalau saya tidak menghargai Om, mungkin saat ini saya sudah melaporkan Nana ke polisi." ucap Amar menatap Nana penuh amarah.

"Kantor polisi? Ada apa ini sebenarnya?" sahut Anggun.

"Hari ini Nana sudah mempermalukan istri saya. coba saja om buka live streaming yang barusan Nana lakukan," ucap Amar tanpa mengalihkan pandangan kebenciannya dari Nana.

"Istri kamu? maksud kamu? kamu sudah menikah?" tanya Alan yang belum mengetahui kabar pernikahan Amar.

"Iya Om, saya sudah menikah dengan Almira anaknya tante Nur. Dan ini sudah ke dua kalinya Nana mempermalukan istri saya. Tapi saya peringatkan sama kamu Nana, sekali lagi kamu menyakiti Almira. Saya tidak akan pernah lagi memaafkan kamu dan saya akan bawa kamu ke kantor polisi. Ingat itu baik-baik!" tegas Amar pada Nana.

"Amar, kenapa sih kamu itu masih saja tidak percaya sama saya. Apa yang saya lakukan itu untuk membuktikan mata kamu. Almira bukan wanita yang cocok untuk kamu!" ucap Nana menyakinkan.

"Cukup Nana! dari tadi Papa hanya diam karena Papa tidak tau masalah yang terjadi di antara kalian. Tapi sekarang Papa tau apa masalahnya dan masalahnya masih tetap sama. Kamu belum berubah sedikitpun Nana. Kamu itu seorang wanita! di mana harga diri kamu? apa belum cukup kamu menyakiti hati adik kamu sendiri? sekarang kamu mau menyakiti hati Almira?" sahut Alan dengan nada tinggi.

"Pah, Nana ini hanya ingin membuka mata Amar. Agar Amar tau bagaimana wanita itu," ucap Nana.

"Cukup Nana! Cukup! sudah cukup Rara menjadi korban keegoisan kamu! sudah berhenti mempermalukan diri kamu sendiri, Nana! apa kamu pikir kamu wanita yang baik untuk Amar sehingga dengan percaya dirinya kamu menjelek-jelekan setiap wanita yang dekat dengan Amar? setelah kamu gagalkan pertunangan Amar dan Rara, apa sekarang kamu ingin merusak rumah tangga Amar dan Almira?" Anggun pun ikut emosi karena ulah Nana.

"Na, kurang apa Mama dan Papa mendidik kamu sampai kamu seperti ini? walaupun kamu bukan anak kandung Mama, tapi dari kecil Mama sudah merawat kamu, memberikan cinta untuk kamu, tapi apa balasan yang kamu berikan? kamu sakiti hati adik kamu, kamu permalukan kami, sekarang apa lagi Nana?" ujar Anggun.

"Papa juga sangat kecewa dengan kamu Nana, Papa sudah tidak tau lagi harus bagaimana." Alan menimpali perkataan Anggun.

"Amar tolong maafkan Om, karena tidak bisa mendidik anak Om dengan baik. Tolong maafkan karena Nana sudah mengganggu hidup kamu," ucap Alan merasa bersalah.

"Nana, ingt ini! sekali lagi kamu mendekati Almira, saya pastikan kamu akan mendekam di penjara! Dan satu lagi, saya tunggu etika baik kamu untuk minta maaf secara langsung pada istri saya!" ucap Amar berlalu.

Setelah Amar pergi, Alan yang tersulut emosi menampar wajah Nana.

"Pergi kamu dari sini!" ucap Alan murka dan meminta Nana untuk meninggalkan rumah.

"Papa ngusir Nana lagi?" tanya Nana tidak percaya, pasalnya ini sudah kedua kalinya Nana di usir dari rumah oleh Alan.

"Seharusnya kamu memang tidak pernah kembali ke sini, jadi sekarang sebaiknya kamu pergi dari sini. Ikut Mama kandung kamu! Papa sudah kehabitatnya cara untuk mendidik kamu!" ucap Alan tanpa melihat wajah Nana.

"Papa benar-benar ngusir Nana? Papa jahat. Papa gak sayang sama Nana," teriak Nana.

"Kamu bukan anak kecil lagi Nana, Kamu tau apa yang kamu lakukan ini sangat tidak bermoral, Papa sangat kecewa sama kamu, bagaimana bisa sesorang yang berpendidikan melakukan semua ini? Jujur Papa malu mempunyai anak seperti kamu," ucap Alan frustasi dan memijat pelipisnya.

"Pah, maafkan Nana. Jangan usir Nana dari sini! Nana tidak mau ikut Mama Nia, Nana ingin ikut Papa saja. Nana mohon jangan usir Nana, maafkan Nana, Pah." rengek Nana kali ini menyadari Papa nya benar-benar marah padanya.

"Papa sudah memberi mu kesempatan berkali-kali Nana. Tapi ternyata kamu tidak juga berubah. semakin hari apa yang kamu lakukan semakin keterlaluan. Bahkan sekarang kamu kamu mempermalukan Almira seperti itu, apa pantas seorang mukmin melepas kerudung saudara mukmin yang lain? Ini sama saja kamu sudah melecehkan Almira, apa kamu sadar itu!" bentak Alan yang sudah tidak mengerti lagi cara menghadapi Nana.

"Pah, maaf. Nana hanya ingin agar dia tidak bersembunyi di balik penampilannya. Ayah tau kan dia itu anak yang lahir d luar nikah, dia gak pantas berpenampilan seperti itu,"

Plak...

Alan menampar wajah Nana.

"Siapa kamu menilai Almira orang seperti apa, bahkan Almira itu jauh lebih baik dari pada kamu, pantas saja Amar tidak pernah mau melihat kamu, kelakuan kamu ini sungguh keterlaluan! jika Papa jadi Amar pun, Papa juga pasti akan melakukan hal yang sama. Sekarang semua terserah kamu! mau memperbaiki diri kamu, atau sebaiknya kamu tinggalkan rumah ini untuk selamanya." tegas Alan.

Happy Reading^

Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang💕

lupa juga klik favorit dan klik Qurrotaayun agar bisa membaca karya thor yang lainnya ya sayang💕

Terima kasih😘💕

Terpopuler

Comments

Ruslinawaty Marzuki

Ruslinawaty Marzuki

syukurlah Alan tegas kepada Nana. Nana sudah dibuat cinta. semoga Nana kena karmanya nanti😠

2022-11-02

1

Ika Rahmawati

Ika Rahmawati

gemes sama nana kok gak insyaf2 thor...

2022-11-02

0

Darmi Adampe

Darmi Adampe

belum puas aku kalau cuma di usir dri rumah lebih puas kalau sudah diusir dan dipecat di RS tempat dia bekerja

2022-11-01

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 CH 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 CH 69
70 CH 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Draft
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 123
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Draft
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter. 153
154 chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Draft
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 The End
165 pengumuman
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
CH 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
CH 69
70
CH 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Draft
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 123
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Draft
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter. 153
154
chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Draft
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
The End
165
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!