Chapter 7

"Almira besok kita akan pindah dari sini," ucap Amar pada Almira yang baru saja selesai melafalkan ayat suci Al-Quran.

"Besok? kenapa buru-buru Mas?" tanya Almira seraya menutup Al-Quran yang ada di depannya.

"Lebih cepet lebih baik, aku tidak ingin Bunda menyadari hubungan kita." jawab Amar.

Terserah kamu saja, Mas" jawab Almira.

Almira berusaha untuk menyembunyikan sakit hatinya dan pergi ke kamar mandi, di kamar mandi Almira menumpahkan kesedihannya. Meskipun di depan Amar, Almira terlihat tegar dan tidak pernah menangis tapi diam-diam di kamar mandi Almira sering menumpahkan kesedihannya dengan menangis di bawah guyuran shower.

Setiap kata yang terlontar dari mulut Amar bagaikan pisau yang seakan menusuk ke dalam hatinya. Sakit! sangat sakit! Apa yang terlontar dari mulut Amar seakan menyanyat hatinya dan membuatnya menjadi wanita yang tak berarti.

***

Setelah dari kamar mandi, Almira yang merasa kurang enak badan. Tidur lebih dulu, sedangkan Amar sedang berada di ruang keluarga bersama dengan Arif.

"Tumben, malam ini kamu di rumah?" tanya Arif.

"Iya, Yah. Hari ini Amar tidak ada jadwal operasi," jawab Amar.

"Istri kamu mana? kenapa tidak ikut ngobrol sama kita?" tanya Arif lagi.

"Kurang tau, Yah. Tadi sebelum Amar ke sini, Almira sedang ke kamar mandi," jawab Amar.

"Amar, sebaiknya kamu kurangi jadwal kamu di rumah sakit. Kasihan Almira, kalian itu pengantin baru, luangkan waktu kamu untuk Almira. biar rasa cinta di hati kalian semakin kuat," ucap Ane.

"Iya, Mar. Almira itu wanita yang baik. Kamu beruntung menikah dengan Almira. walaupun dia sibuk mengajar, tapi dia selalu menyempatkan waktunya untuk menyiapkan keperluan kamu, mulai dari makanan sampai pakaian kamu, semua Almira sendiri yang mengurus," timpal. Arif.

"Terkadang Bunda itu kasihan dengan Almira. pulang mengajar dia masih mencuci baju kamu, menyetrika baju kamu bahkan menyiapkan makan malam untuk kita, meskipun pada akhirnya kamu tidak pernah makan masakan dia, karena kamu selalu pulang malam dan mengatakan sudah kenyang saat sampai di rumah, mungkin kalau Bunda jadi Almira, Bunda tidak mau menyiapkan makan malam untuk suami yang tidak menghargai masakan istri," ucap Ane.

"Kenapa dia harus repot-repot melakukan itu, Bun? kita kan ada asisten rumah tangga?" tanya Arif.

"Almira tidak ingin keperluan suaminya di urus orang lain, Almira ingin untuk keperluan kamu, dia sendiri yang mengurus. Dan hebatnya dia tidak pernah mengatakan itu semua sama kamu kan? dia melakukan semua itu dengan tulus. walaupun kamu tidak pernah melihatnya." ucap Ane yang memang mengetahui ketulusan hati Almira.

Setelah cukup lama mereka berbincang, Amar memberanikan diri untuk mengatakan kalau besok dirinya dan Almira akan pindah rumah.

"Besok? kamu sedang bercanda kan, Mar? Ane tercengang.

" Tidak Bun, Amar serius. Kebetulan Amar sudah mendapatkan rumah yang cocok dan rumahnya juga sudah lengkap dengan perabotnya. Jadi Amar pikir lebih baik kita segera pindah. Karena rumah yang baru ini jaraknya lumayan deket dengan kampus tempat Almira mengajar. Biar Almira juga tidak perlu menempuh jarak yang jauh untuk sampai ke kampus, Bun. " ucap Amar menyakinkan.

"Baiklah, Ayah setuju saja. Jika kamu memang ingin segera pindah dari sini. Tapi satu pesan Ayah. Jangan sekali-kali kamu menyakiti hati seorang istri. Apalagi, istri yang sudah baik sama kamu. Pantang bagi seorang suami menyakiti seorang istri. Karena istri itu wanita yang harus kita sayangi, kita lindungi dan kita hargai." ucap Arif yang selalu memberi nasehat pada Amar yang baru saja membina rumah tangga.

"Iya, yah." jawab Amar gelisah, karena apa yang di katakan Ayahnya, nyatanya tidak pernah dia lakukan. Justru sebaliknya Amar selalu saja menyakiti hati Almira.

Amar masuk ke kamar dan melihat Almira yang sudah tertidur. Amar merebahkan tubuhnya di samping Almira dan melihat sepertinya ada yang tidak biasa.

"Kenapa Almira sepertinya berkeringat cukup banyak? biasanya dia tidur juga tidak pernah melepaskan niqabnya. Tapi kenapa kali ini sepertinya kain itu basah?" batin Amar

Amar berusaha mengabaikan dan memilih untuk memejamkan matanya, namun sebagai seorang Dokter, jiwa penolongnya seperti memanggil. Amar ingin menyentuh kening Almira untuk memastikan jika Almira baik-baik saja, namun segera di urungkan. Karena Amar tau, Almira mungkin tidak akan berkenan untuk dia sentuh meskipun hanya sentuhan profesional dia sebagai seorang Dokter.

"Almira, Almira, Almira bangun!" ucap Amar berusaha membangunkan.

Almira perlahan membuka matanya.

"Apa kamu baik-baik saja? Boleh aku memeriksa keadaan kamu? kenapa sepertinya kamu berkeringat?" tanya Amar.

Saat Amar akan menyentuh keningnya, Almira segera menghindar.

"Aku baik-baik saja, Mas." jawab Almira lirih, Almira berusaha untuk tidak menunjukkan kalau saat ini dirinya sedang demam.

"Kamu yakin? Apa kamu butuh obat?Jika kamu butuh obat, aku akan mengambilkan," ucap Amar yang tidak percaya jika Almira baik-baik saja.

"Tidak usah, Mas. Aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit kelelahan. InsyaAlloh besok setelah bangun tidur sudah baikan." jawab Almira.

Almira kembali tidur memunggungi suaminya.

"Almira, bukankah saat ini di kamar hanya ada kita berdua? kenapa kamu tidak membuka cadarmu? Apa kamu nyaman tidur dengan menggunakan pakaian seperti itu?"

"Kamu jangan salah paham Almira! maksud ku, kamu bisa membuka cadar saat berada di kamar, kamu tidak perlu merasa malu atau takut aku akan kecewa setelah melihat wajah kamu. Karena dari awal aku sudah bilang, kalau seperti apapun kamu, aku tidak mungkin mencintai kamu." ucap Amar.

Mendengar perkataan Amar, Almira membuka matanya kembali dan berkata cukup menohok.

"Aku tidak membuka niqab ini bukan karena aku malu atau karena aku tidak percaya diri dengan wajahku, Mas. Sesungguhnya apa yang ada pada diriku semua halal untuk Mas Amar lihat, termasuk wajahku! Tapi aku tidak mau memperlihatkan wajahku pada laki-laki yang mungkin sebentar lagi akan menjadikan aku seorang janda," ucap Almira.

Sekuat hati Almira berusaha untuk tidak menangis. namun nyatanya bulir-bulir kristal kini membasahi bantalnya.

Jlebb..

Ada perasaan bersalah dalam hati Amar. ketika dirinya mengingat kata-kata kalau dirinya akan membuat seseorang menjadi janda.

Kemudian Amar teringat perkataan Bundanya. Bagaimana Almira selalu menjalankan tugasnya sebagai seorang istri yang selalu mengurus keperluan Amar, meskipun Amar tidak pernah melakukan tugasnya sebagai seorang suami.

Perkataan Almira seperti tamparan keras untuk Amar.

"Maafkan aku Almira, kamu memang wanita yang baik. Tapi hatiku sudah ada yang memiliki. Almira aku yakin suatu saat akan ada laki-laki yang baik, yang bisa menerima kamu dan menyayangi kamu dengan tulus. Dan saat hal itu datang, aku akan menjelaskan pada laki-laki itu, jika di antara kita tidak pernah terjadi apa-apa," ucap Amar.

^Happy Reading^

Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang💕

Terpopuler

Comments

EMAH FARID

EMAH FARID

ko sdih bnget yaaaa

2023-02-21

0

Vivi Bidadari

Vivi Bidadari

Dasar laki" dayus kmu Amar ...

2023-01-22

0

Bu Jumaeda

Bu Jumaeda

Gemes banget mah Amar, pengen bejek2 tu mulutx,,, mudah2an cpt cerai dan menyesal tak terhingga loh Amarrrr..!!!

2022-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 CH 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 CH 69
70 CH 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Draft
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 123
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Draft
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter. 153
154 chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Draft
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 The End
165 pengumuman
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
CH 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
CH 69
70
CH 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Draft
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 123
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Draft
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter. 153
154
chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Draft
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
The End
165
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!