Chapter 6

Amar yang tidak bisa menolak keinginan bundanya, akhirnya memberi tumpangan untuk Almira, kali ini dirinya tidak bisa menolak karena memang tempat kerja mereka searah.

"Kamu biasanya berangkat ngajar naik apa?" tanya Amar membuka suara.

"Biasanya saya bawa motor sendiri, tapi karena beberapa waktu yang lalu, ada orang yang tidak sengaja menabrak motor aku, terpaksa sekarang aku harus naik taxi untuk berangkat ke kampus, karena motorku masih ada di bengkel, " jawab Almira.

"Ditabrak? kamu habis ditabrak orang? kapan? kenapa aku tidak tau?" cerca Amar.

"Beberapa hari sebelum kita menikah, ada mobil yang di kendari seseorang yang sepertinya sedang mengantuk tapi nekat mengendarai mobilnya," ujar Almira.

"Padahal berkendara dalam keadaan mengantuk itu sangat berbahaya, tapi kenapa pengemudi itu tidak memilih untuk istirahat dan menepikan mobilnya, biar tidak membahayakan orang lain," ucap Amar.

"Entahlah, saya juga bingung dengan pemikiran pengemudi itu, Tapi mungkin Mas Amar bisa mendapatkan jawabannya dari diri Mas Amar sendiri," ujar Almira.

"Dari diri saya sendiri? maksud kamu?" tanya Amar melihat ke arah Almira.

"Iya, hanya Mas Amar yang bisa menjawabnya," ucap Almira tersenyum di balik niqabnya.

"Astaghfirullah, apa mungkin kamu itu_?" ucap Amar membulatkan matanya dan membuka mulutnya seakan tidak percaya.

"Jadi benar, kamu wanita itu?" tanya Amar lagi.

"Almira mengedipkan mata dan menganggukkan kepala sebagai jawaban.

"Kenapa bisa kebetulan seperti ini?" ucap Amar yang seolah tak percaya.

"Jodoh mungkin," seloroh Almira.

"Jangan mulai Almira, aku sudah bilang kalau aku_" ucap Amar terputus.

"Kalau Mas Amar tidak akan pernah bisa mencintai aku, karena Mas Amar sudah mencintai wanita lain, itu kan yang akan Mas Amar katakan? aku juga cuma bercanda kok," kilah Almira.

"Sepertinya, aku sempat melihat kamu memegang tangan saat itu, apa tangan kamu terluka?" tanya Amar.

"Iya, tanganku terluka. Tapi tidak apa-apa kok, tidak terlalu parah," jawab Almira.

"Jujur saja, saat itu aku sempat merasa bersalah dan menyesal karena tidak sempat bertanya alamat kamu, karena saat itu kamu tidak mengijinkan aku mengobati luka kamu," ucap Amar.

"Saat itu aku tidak mungkin menunjukkan lukaku sama kamu Mas, saat itu kita belum muhrim." jawab Almira.

"Tapi kan aku dokter, aku hanya ingin mengobati luka kamu," ucap Amar.

"Karena keadaannya tidak terlalu darurat dan masih ada Dokter wanita, tentu saja aku lebih baik aku periksa dengan Dokter wanita," jawab Almira.

"Lalu sekarang luka lama bagaimana? Apa benar sudah tidak apa-apa?" tanya Amar.

"Alhamdulillah, sudah sembuh Mas," jawab. Almira.

"Mas, sebaiknya aku turun saja di sini," ucap Almira.

"Kenapa? bukankah kampus masih di depan?" tanya Amar.

"Tidak apa-apa, aku turun di sini saja! Ini bekal makan siang buat kamu, Mas." ucap Almira seraya memberikan kotak bekal makan siang.

"Ini buat aku?" tanya Amar.

"Iya, itu kotak makan siang buat kamu Mas," jawab Almira.

"Lain kali kamu tidak perlu repot-repot, aku terbiasa makan di kantin," ucap Amar.

"Tidak repot kok Mas, sekalian aku bikin untuk diriku sendiri juga," jawab Almira.

"Aku turun dulu,mas. Assalamu'alaikum," ucap Almira meraih tangan Amar dan mencium tangan Amar.

Amar sempat ingin menarik tangannya tapi melihat ketulusan Almira, Amar mengurungkan niatnya.

Amar menatap Almira yang sedang berjalan menuju kampus.

"Aneh, kenapa dia malah mau turun di sini? Apa mungkin dia juga sudah memiliki seseorang yang dia cintai di kampusnya?" gumam Amar.

***

Sesampainya di rumah sakit, Amar langsung menuju ruang operasi, berganti pakaian mencuci tangannya dengan air mengalir. mengerikan tangannya dan menggunakan handscoon.

Seorang asisten dan beberapa perawat membantu Amar dalam jalannya operasi.

Satu jam berada di ruang operasi, cukup menguras tenaga dan pikiran Amar.

"Alhamdulillah, operasi berjalan lancar." ucap Amar pada keluarga pasien.

"Terima kasih, Dok! Terima kasih," ucap keluarga pasien senang.

Wajah bahagia dari keluarga pasien seolah menjadi obat bagi Amar, secapek apapun saat berada di ruang operasi semua itu akan hilang seketika, saat melihat keluarga pasien tersenyum bahagia.

Amar kabali ke ruang kerjanya dan melihat Kotak makan siang dari Almira.

Amar yang penasaran, membuka kotak makan siangnya.

"Rendang daging? pasti Bunda yang memberitahu kalau aku suka makan rendang daging." gumam Amar tersenyum.

"Ehem.. " Vita berdeham.

"Kamu Vit," ucap Amar.

"Tadinya aku mau ngajak kamu makan siang, tapi sepertinya kamu sudah bawa bekal makan siang, tapi tumben kamu bawa bekal dari rumah?" tanya Vita.

"Iya, aku lagi tidak ingin ke kantin. Jadi bawa bekal dari rumah," jawab Amar.

"Wah.. sepertinya enak, Boleh gak di bagi sama aku?" tanya Vita.

"Tidak boleh," jawab Amar singkat. Seraya menutup kembali kotak makannya.

"Pelit banget sih kamu," gerutu Vita.

"Bukan pelit, tapi makan siang ini. khusus untuk ku," jawab Amar.

"Memang itu kotak makan dari siapa?" tanya Vita penasaran.

"Dari Bunda," jawab Amar bohong.

"Baik banget Bunda kamu, mau aja buatin bekal untuk kamu, tapi ngomong-ngomong sudah lama aku tidak pernah bertemu dengan tante, jadi kangen pengen ngobrol sama tante," ucap Vita.

"Bunda sibuk, banyak kegiatan bhayangkari di kantor Ayah, jadi tidak punya waktu untuk menemani kamu ngobrol," kilah Amar yang tidak ingin ada yang mengetahui tentang pernikahannya dengan Almira.

"Hah.. sayang sekali, padahal aku kangen sama tente Ane. Ya sudah aku mau visit pasien dulu," ucap Vita berlalu.

Setelah Vita pergi Amar kembali membuka kotak makannya dan mencoba mencicipi rendang buatan Almira.

"MasyaAlloh, kenapa enak sekali rendang buatan Almira? bahkan lebih enak dari masakan Bunda," gumam Amar dan kembali melahap habis bekal yang di bawakan Almira.

Setelah makan siang Amar kembali memeriksa pasien hingga dan melakukan operasi lagi.

Selesai melakukan operasi Amar kembali ke ruangannya dan melihat jam dinding yang ada di ruangannya.

"Sudah waktunya pulang rupanya," gumam Amar dan bergegas mengganti pakaian.

"Amar, aku boleh pulang bareng kamu?" tanya. Vita.

"Sorry, aku tidak bisa! Aku sudah ada janji sama pemilik agen properti, mau melihat rumah," jawab Amar.

"Melihat rumah, memangnya kamu mau beli rumah?" tanya Vita.

"Rencananya seperti itu," jangan Amar singkat.

"Kenapa mau pindah rumah? bukannya jarak rumah kamu ke rumah sakit juga tidak terlalu jauh ya?" tanya Vita.

"Pengen mencoba mandiri saja," jawab Amar.

"Okay, kalau begitu. Aku pulang sendiri saja," jawab Vita.

"Kapan kamu bisa membuka hati kamu untuk ku, Mar? bertahun-tahun aku menunggu kamu membuka hati, namun sepertinya kamu tidak pernah melihat ku sebagai seorang wanita . tapi kamu hanya melihatku sebagai seorang teman," batin Vita.

^Happy Reading*^

Jangan lupa, like, coment dan vote ya sayang💕

Dukungan kalian sangat berarti bagi thor🙏 Terima kasih😘💕

Terpopuler

Comments

Vivi Bidadari

Vivi Bidadari

Sdh tau Amar ga suka sama Kamu Vita masih aja ganjen haduuhhh 🤔

2023-01-22

0

Ika Rahmawati

Ika Rahmawati

gemes sama si amar thor..
sabar ya almira ambil hatinya amar pelan2...

2022-10-21

0

Nina Maryanie

Nina Maryanie

amar egois kali jadi orang..terlalu terpuruk dengan masa lalu menyamakan semua wanita sama.

2022-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 CH 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 CH 69
70 CH 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Draft
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 123
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Draft
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter. 153
154 chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Draft
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 The End
165 pengumuman
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
CH 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
CH 69
70
CH 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Draft
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 123
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Draft
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter. 153
154
chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Draft
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
The End
165
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!