Setelah Mama dan mertuanya pulang, Almira terlihat diam. Almira memang tidak pernah menyesali apa yang terjadi dalam hidupnya, karena sejatinya tidak ada satu anak pun yang minta di lahirkan di luar pernikahan. Begitu juga dengan Almira. Dari rahim siapa Almira di lahirkan dirinya tidak bisa memutuskan, tapi meskipun begitu, Almira tidak pernah menyesal lahir dan besar dari Ibu yang bernama Nur.
Almira bersyukur memiliki ibu seperti Nur, terlepas dari kesalahan, di masa lalu yang pernah Nur lakukan.Tapi Almira percaya, Mama nya sudah menyesali perbuatan dosanya di masa lalu. Sesungguhnya Alloh itu maha Pemaaf, selama manusia itu bersungguh-sungguh bertaubat Alloh pasti akan membukakan pintu maaf untuk semua makluk yang pernah melakukan dosa tapi mau bertaubat dan benar-benar meminta ampun pada Alloh, lalu kenapa kita yang hanya manusia biasa tidak bisa membukakan pintu maaf untuk orang yang sudah benar-benar bertaubat dan masih memberikannya cap jelek meskipun orang itu sudah bertaubat?
"Dan Dialah yang menerima taubat hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan, serta mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS asy-Syura [42]: 25).
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa' {4} : 110).
Karena sesungguhnya Alloh menyukai hamba-Nya yang mau bertaubat.
***
"Almira, apa kamu yakin tidak apa-apa?" Tanya Amar saat melihat Almira yang hanya terdiam. satu jam Amar menunggu Almira di sana tak ada satu katapun yang keluar dari mulut Almira sejak Mama dan mertuanya meninggalkan mereka sendiri.
"Aku tidak apa-apa Mas, Mas Amar sebaiknya kembali saja. Bukankah besok Mas Amar harus bekerja," ucapan Almira tanpa melihat ke arah Amar.
"Tidak Almira! Aku akan di sini menunggu kamu, aku tau saat ini kamu sedang tidak baik-baik saja, Almira aku ingin kita bisa menjadi sahabat, apa kamu mau menjadi sahabatku? Aku tau, permintaanku ini mungkin terdengar konyol. Tapi aku tulus ingin bersahabat dengan kamu, aku tau kamu wanita yang baik." ucap Amar. Entah kenapa melihat Almira seperti ini hati Amar juga merasakan sakit dan tidak tega pastinya.
"Baiklah, mulai sekarang kita bersahabat," ucapan Almira tersenyum di balik niqabnya dan mengulurkan tangan pada Amar. Almira sengaja menerima tawaran Amar dan Almira menganggap ini awal dari hubungan mereka.
Untuk sesaat Amar terdiam dan menatap tangan Almira lumayan lama.
"Kenapa malah diam? katanya mau bersahabat?" tanya Almira manatap Amar dengan berani.
"Bu-bukan, tapi aneh saja. Sepertinya selama aku mengenal kamu, sekalipun aku tidak pernah melihat kamu bersentuhan dengan lawan jenis, walaupun hanya bersalaman. Tapi kenapa justru sekarang kamu_" ucap Amar terputus dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Karena kamu satu-satunya sahabat laki-laki yang aku punya dan halal untuk aku sentuh," jawab Almira tersenyum dan kembali menyakinkan Amar "Jadi bagaimana? masih mau bersahabat atau tidak?" Almira kembali menyodorkan tangannya dan akhirnya Amar membalasnya.
"Kamu bohong," ucap Amar setelah mereka berjabat tangan.
"Aku bohong? memang aku bohong soal apa?" tanya Almira tak mengerti dengan pernyataan Amar.
"Soal kamu bilang, aku satu-satunya sahabat kamu. Lalu siapa Ibrahim? Bukankah dia juga sahabat kamu?"
"Mas Ibrahim teman sekaligus rekan kerjaku, itu benar. Tapi sahabat bukan! aku tidak pernah bersahabat dengan laki-laki, dengan Mas Ibrahim pun aku membatasi diri, dan pembicaraan kami hanya seputar pekerjaan." jelas Almira tidak ingin ada kesalah pahaman.
"Sama saja kan, intinya bukan hanya aku satu-satunya laki-laki yang dekat sama kamu sebagai teman atau sahabat," ucap Amar yang belum mengetahui berbedaan antara sahabat dan teman.
"Ya beda dong, Mas! Sahabat adalah orang yang selalu mersakan suka duka yang di alami oleh seorang sahabatnya. Sedangkan teman adalah orang yang tidak terlalu dekat dengan kita, bisa saja karena hanya bertatap muka satu kali atau dua kali lalu kita bias menyebutnya sebagai teman. Begitu juga aku dan mas Ibrahim, kami cukup lama kenal tapi aku hanya menganggapnya sebagai teman dan rekan kerjaku, bukan sahabat apalagi lebih." jelas Almira.
"Tapi kemarin, kamu bilang kalau kalian itu sudah seperti kakak dan adik," ucap Amar kembali menginginkan Almira.
Almira pun tersenyum mendengar perkataan Amar "Iya itu benar, kami berteman. Dan mas Ibrahim itu selama ini memang baik sama Almira seperti layaknya seorang kakak dan adik tapi kami cukup tau aturan dalam islam yang tidak membolehkan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram terlalu dekat, jadi ada batasan pertemanan antara laki-laki dan perempuan. Bukan tidak boleh berteman! Tapi ada batasan-batasan yang harus kami jaga agar tidak terjadi fitnah,"
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti (QS. Al-Hujurat [49]: 13)
"Hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan semata dimaksudkan hanya untuk saling mengenal, menghormati satu sama lain. " jelas Almira membuat Amar terheran.
"MasyaAlloh, pemahaman Almira tentang agama memang sangat baik, Aku jadi merasa berdosa. Sudah mempermainkan pernikahan kami." batin Amar.
"Almira, jujur aku malu sama kamu. Aku sendiri yang meminta kamu untuk menjadi istriku, tapi aku sendiri juga yang tidak bisa memperlakukan kamu layaknya seorang istri," ucap Amar malu pada dirinya sendiri.
"Tidak apa-apa, aku tidak akan memaksa Mas Amar untuk mencintaiku, Apapun nanti keputusan Mas Amar, aku akan menerimanya. Aku tidak akan menyesal karena aku yakin, apapun yang Alloh takdirkan untukku pasti itu yang terbaik," ujar Almira.
"Berarti kamu sekarang kamu juga tidak sedih lagi dong? soal yang tadi pagi?" ucap Amar hati-hati.
"Soal perkataan anaknya tante Nia maksud Mas Amar?" tanya Almira.
"Iya, kamu sudah tidak apa-apa kan? Aku tau apa yang Nana katakan memang sudah sangat keterlaluan tapi kamu tidak perlu memasukkannya dalam hati, anggap saja angin lalu. Aku pun malas kalau berurusan dengan dia," ujar Amar.
"Iya aku tau kok, Mas. Aku tidak mungkin sakit hati, karena apa yang dia katakan memang tidak salah. Aku tau, aku anak yang terlahir di luar nikah, tapi aku juga tidak pernah meminta untuk terlahir dari hasil perbuat dosa. Aku juga tidak bisa memilih dari siapa dan wanita seperti apa aku di lahirkan, tapi aku bersyukur Mama sudah bertaubat dan Alhamdulilah, Alloh memberikan hidayahnya." ucap Almira berusaha tegar.
^Happy Reading^
Maaf ya readers ku sayang, beberapa hari ini thor gak up. Dua hari ini thor tumbang, flu berat. 🙏🙏
Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang💕
Jangan lupa juga klik favorit dan klik Qurrotaayun agar bisa membaca karya thor yang lainnya ya sayang💕
Terima kasih😘💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Julik Rini
sambil belajar agama dengan baca ceritanya, terima kasih tor
2023-03-17
0
Najwa Naumi
suka banget sama alur cerita nya dan kata² nya itu bagus 👍👍 benget
semoga cepat sembuh ya thor semangat 💪💪💪 di tunggu up selanjutnya
2022-10-29
0
Elis Dama Nuryanti
berawal dari sahabat lama2 saling nyaman dan saling jatuh cinta... Mudah mudahan cepet sembuh ya ka...
2022-10-29
1