Amar mengambang ponsel dan menghubungi Bundanya. mengabarkan kalau saat ini Almira sedang di rawat di rumah sakit.
Mendengar menantu kesayangannya sakit, Ane segera menghubungi Nur dan ke duanya segera menuju rumah sakit.
"Kamu ini bagaimana sih, Mar? Istri sakit sampai tidak tau?" gerutu Ane sampai di rumah sakit.
"Maaf Bun," jawab Amar tertunduk dan merasa bersalah.
"Bukan salah mas Amar, Bun. Ini salah Almira sendiri. Almira memang sengaja tidak bilang kalau sedang sakit, karena takut nanti di suruh minum obat," sahut Almira semakin lirih dan melirik ke arah Amar.
"Jadi dari semalam kamu selalu bilang tidak apa-apa kalau aku tanya, karena takut minum obat? kamu ini sudah usia berapa? kenapa takut minum obat?" cerca Amar.
"Sebenarnya dari kecil, Almira memang takut minum obat. apapun yang berbau medis, Almira memang takut. Mungkin kalau tadi Almira tidak pingsan, dia pasti tidak akan pernah mau di infus seperti ini. Jangankan di Infus, datang ke rumah sakit saja dia tidak suka, " timpal Nur.
"Pantas saja, waktu dulu kecelakaan dia menolak Amar bawa ke rumah sakit," ucap Amar.
"Waktu kecelakaan? waktu kecelakaan Almira kan kalian belum saling kenal?" sahut Nur.
"Maaf, Ma. sebenarnya dulu itu, Amar yang tidak sengaja menabrak Almira," jawab Amar menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jadi yang dulu menabrak Almira itu kamu?" tanya Ane tercengang.
"Bunda, Mama, jangan salah paham. Amar waktu itu sudah mau bertanggung jawab kok, tapi Almira malah gak mau dan malah pergi, " ucap Amar.
"Iya, Mama percaya Amar. Karena Mama tau anak Mama ini paling takut kalau mendengar mau di bawa ke rumah sakit." timpal Ane.
"Selamat siang, perkenalkan saya Dokter Vita yang akan menjadi dokter Mbak Almira." ucap Vita memperkenalkan diri.
"Tante Ane, Tante ada di sini?" tanya Vita mendekat dan mencium tangan Ane.
"Iya kak Vita." jawab Ane.
"Jadi tante kenal sama Almira? pantas saja Amar meminta saya untuk datang dan menjadi Dokternya Almira," ucap Vita.
Almira spontan melihat ke arah Amar. Ternyata biarpun tadi sempat berdebat, Amar tetap mencarikan Dokter wanita untuk Almira.
*Flashback On*
"Assalamu'alaikum, Vita." ucap Amar saat menghubungi Vita di telpon.
"Walaikumsalam, ada Mar?" tanya Vita.
"Kamu lagi sibuk tidak?" tanya Amar.
"Tidak sih ada apa, memangnya?"
"Kalau kamu tidak sibuk, Aku mau minta tolong. Bisa tidak kalau kamu datang ke rumah sakit." ucap Amar.
"Ke rumah sakit? ada apa memangnya? Hari ini aku sedang libur,"
"Tolong bantu aku, pasien ini tidak mau di periksa sama Dokter laki-laki, maunya Dokter wanita. Sama siapa lagi aku minta tolong kalau bukan sama kamu?"
"Memang dia siapanya kamu? Kok kamu harus sepanik ini," tanya Vita.
"Panjang ceritanya, kamu mau tidak menolongku? kalau tidak mau, biar aku cari Dokter yang lain," ucap Amar.
"Baiklah, aku akan ke sana," jawab Vita.
*Flashback Off*
"Apa Amar belum cerita sama kamu? Dia ini Almira menantu tante," ucap Ane memperkenalkan Almira.
"Me-menantu tante? Bukankah, anak tante hanya satu Amar?" tanya Vita tak mengerti.
"Iya, anak tante memang cuma Amar. Jadi Almira ini istri Amar, maaf ya waktu pernikahan Amar tidak ada yang kami undang, karena memang hanya di hadiri keluarga dekat saja," jelas Ane
Bak di sambar petir di siang bolong, Kali ini Vita merasa seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa dan sekarang harus berdiri di hadapan istri Amar laki-laki yang selama bertahun-tahun ini selalu ada di hatinya, Sakit..! sangat Sakit..! itulah yang saat ini Vita rasakan.
Sekuat hati, Vita berusaha untuk tidak menunjukkan rasa sakit itu.
"Kalian ngobrol saja dulu, nanti saya akan ke sini lagi, " ucap Vita berlalu.
Vita berjalan menuju kamar mandi, dan menumpahkan segala sakit hatinya yang saat ini di rasakan. Vita menumpahkan rasa itu dengan menangis sepuasnya di dalam kamar mandi. Hatinya benar-benar hancur, mengetahui kenyataan kalau Amar sudah memiliki seorang istri.
"Vita kenapa belum juga datang memeriksa Almira, Mar?" tanya Ane.
"Mungkin masih ada urusan lain Bun," jawab Almira.
"Selamat siang, Perkenalkan sayaReni, saya di sini menggantikan Dokter Vita," ucap Dokter Reni.
"Kenapa di ganti Dokter Reni? Dokter Vita kemana?" tanya Amar.
"Dokter Vita tadi menghubungi saya, kalau tiba-tiba dia baru ingat ada urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan," jelas Dokter Reni.
"Baiklah saya akan memeriksa keadaan Bu Almira dulu ya," ucap Dokter Reni.
"Saya permisi keluar dulu Dok," ucap Amar yang paham istrinya tidak akan berkenan jika dirinya ada di dalam.
***
Amar yang penasaran dengan kondisi keadaan Almira menemui Dokter Reni ke ruangannya.
"Dokter Reni, bagaimana keadaan Almira?" tanya Amar.
"Kamu ini aneh, istri sakit kenapa harus orang lain yang memeriksa? Almira terkena tipes. Sudah saya resep kan obat tadi, Hanya butuh istirahat beberapa hari, biar kembali pulih lagi badannya." jelas Dokter Reni.
"Terima kasih, Dok," ucap Amar.
"Amar, selama ya. Bisa-bisanya menikah tidak ada yang di undang, kami kira kamu ini masih lajang. Gak taunya sudah beristri," ucap Dokter Reni tersenyum.
Amar hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Amar menjatuhkan tubuhnya di kursi, tidak pernah menyangka kalau pernikahannya harus secepatnya ini di ketahui rekan-rekannya.
Tak butuh waktu lama, berita pernikahan Dokter Amar tersebar dengan cepat ke seluruh penjuru rumah sakit, tantu saja berita pernikahan Amar menjadi berita yang sangat menggemparkan seluruh staf yang ada di rumah sakit, dan tentu saja ini juga membuat banyak wanita patah hati. Pasalnya Amar adalah Dokter idola para perawat yang ada di rumah sakit ini.
"Amar, itu benar kabarnya?" tanya Ranu menghampiri Amar yang ada di ruangannya.
"Kabar apa?" tanya Amar datar.
"Wanita yang bercadar itu, beneran istri kamu? Kok bisa kamu nikah gak bilang-bilang? Kalau bukan karena perawat yang bergosip aku bahkan tidak tau, kalau kamu sudah menikah," gerutu Ranu.
"Iya, dia istriku." jawab Amar yang sudah kepalang basah dan tidak mungkin merahasiakan nya lagi.
"Gila kamu, nikah diam-diam dan tadi kenapa juga kalian bersikap seperti bukan suami istri waktu wanita itu masih di UGD?" tanya Ranu.
"Panjang ceritanya," jawab Amar.
"Memang ada apa sih?" tanya Ranu penasaran.
"Dia memang istriku, tapi hanya di atas kertas," ucap Amar.
"Maksudnya? kamu menikah dengan dia bukan karena cinta?" tanya Ranu.
"Bukan, ini semua salahku. Aku yang membawa dia masuk ke dalam permasalahaku," ucap Amar.
^Happy Reading^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Sri Wahyuni
s amar walau ha cinta hrs bsa mnjga aib rumah tangga ku doakan pas suatu hari bucin s istri y dah kbur
2022-11-07
0
Darmi Adampe
buat almira membuka cadarnya tanpa almira tahu ada amar di kamar rs,dan buat amar menyesal dan jadi bucin parah
2022-10-23
0
Dini Angraini
Amar kamu jahat banget jadi orang seharusnya masalah rumah tangga itu yang tahu kamu dan istrimu sendiri bukan kamu bocorkan ke orang laen.Amira kamu pergi saja dari amar dan kasih tahu ortumu dan mertuamu semua masalahmu biar tahu rasa amar jahat banget.
2022-10-23
1