Chapter 9

Amar mengambang ponsel dan menghubungi Bundanya. mengabarkan kalau saat ini Almira sedang di rawat di rumah sakit.

Mendengar menantu kesayangannya sakit, Ane segera menghubungi Nur dan ke duanya segera menuju rumah sakit.

"Kamu ini bagaimana sih, Mar? Istri sakit sampai tidak tau?" gerutu Ane sampai di rumah sakit.

"Maaf Bun," jawab Amar tertunduk dan merasa bersalah.

"Bukan salah mas Amar, Bun. Ini salah Almira sendiri. Almira memang sengaja tidak bilang kalau sedang sakit, karena takut nanti di suruh minum obat," sahut Almira semakin lirih dan melirik ke arah Amar.

"Jadi dari semalam kamu selalu bilang tidak apa-apa kalau aku tanya, karena takut minum obat? kamu ini sudah usia berapa? kenapa takut minum obat?" cerca Amar.

"Sebenarnya dari kecil, Almira memang takut minum obat. apapun yang berbau medis, Almira memang takut. Mungkin kalau tadi Almira tidak pingsan, dia pasti tidak akan pernah mau di infus seperti ini. Jangankan di Infus, datang ke rumah sakit saja dia tidak suka, " timpal Nur.

"Pantas saja, waktu dulu kecelakaan dia menolak Amar bawa ke rumah sakit," ucap Amar.

"Waktu kecelakaan? waktu kecelakaan Almira kan kalian belum saling kenal?" sahut Nur.

"Maaf, Ma. sebenarnya dulu itu, Amar yang tidak sengaja menabrak Almira," jawab Amar menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Jadi yang dulu menabrak Almira itu kamu?" tanya Ane tercengang.

"Bunda, Mama, jangan salah paham. Amar waktu itu sudah mau bertanggung jawab kok, tapi Almira malah gak mau dan malah pergi, " ucap Amar.

"Iya, Mama percaya Amar. Karena Mama tau anak Mama ini paling takut kalau mendengar mau di bawa ke rumah sakit." timpal Ane.

"Selamat siang, perkenalkan saya Dokter Vita yang akan menjadi dokter Mbak Almira." ucap Vita memperkenalkan diri.

"Tante Ane, Tante ada di sini?" tanya Vita mendekat dan mencium tangan Ane.

"Iya kak Vita." jawab Ane.

"Jadi tante kenal sama Almira? pantas saja Amar meminta saya untuk datang dan menjadi Dokternya Almira," ucap Vita.

Almira spontan melihat ke arah Amar. Ternyata biarpun tadi sempat berdebat, Amar tetap mencarikan Dokter wanita untuk Almira.

*Flashback On*

"Assalamu'alaikum, Vita." ucap Amar saat menghubungi Vita di telpon.

"Walaikumsalam, ada Mar?" tanya Vita.

"Kamu lagi sibuk tidak?" tanya Amar.

"Tidak sih ada apa, memangnya?"

"Kalau kamu tidak sibuk, Aku mau minta tolong. Bisa tidak kalau kamu datang ke rumah sakit." ucap Amar.

"Ke rumah sakit? ada apa memangnya? Hari ini aku sedang libur,"

"Tolong bantu aku, pasien ini tidak mau di periksa sama Dokter laki-laki, maunya Dokter wanita. Sama siapa lagi aku minta tolong kalau bukan sama kamu?"

"Memang dia siapanya kamu? Kok kamu harus sepanik ini," tanya Vita.

"Panjang ceritanya, kamu mau tidak menolongku? kalau tidak mau, biar aku cari Dokter yang lain," ucap Amar.

"Baiklah, aku akan ke sana," jawab Vita.

*Flashback Off*

"Apa Amar belum cerita sama kamu? Dia ini Almira menantu tante," ucap Ane memperkenalkan Almira.

"Me-menantu tante? Bukankah, anak tante hanya satu Amar?" tanya Vita tak mengerti.

"Iya, anak tante memang cuma Amar. Jadi Almira ini istri Amar, maaf ya waktu pernikahan Amar tidak ada yang kami undang, karena memang hanya di hadiri keluarga dekat saja," jelas Ane

Bak di sambar petir di siang bolong, Kali ini Vita merasa seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa dan sekarang harus berdiri di hadapan istri Amar laki-laki yang selama bertahun-tahun ini selalu ada di hatinya, Sakit..! sangat Sakit..! itulah yang saat ini Vita rasakan.

Sekuat hati, Vita berusaha untuk tidak menunjukkan rasa sakit itu.

"Kalian ngobrol saja dulu, nanti saya akan ke sini lagi, " ucap Vita berlalu.

Vita berjalan menuju kamar mandi, dan menumpahkan segala sakit hatinya yang saat ini di rasakan. Vita menumpahkan rasa itu dengan menangis sepuasnya di dalam kamar mandi. Hatinya benar-benar hancur, mengetahui kenyataan kalau Amar sudah memiliki seorang istri.

"Vita kenapa belum juga datang memeriksa Almira, Mar?" tanya Ane.

"Mungkin masih ada urusan lain Bun," jawab Almira.

"Selamat siang, Perkenalkan sayaReni, saya di sini menggantikan Dokter Vita," ucap Dokter Reni.

"Kenapa di ganti Dokter Reni? Dokter Vita kemana?" tanya Amar.

"Dokter Vita tadi menghubungi saya, kalau tiba-tiba dia baru ingat ada urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan," jelas Dokter Reni.

"Baiklah saya akan memeriksa keadaan Bu Almira dulu ya," ucap Dokter Reni.

"Saya permisi keluar dulu Dok," ucap Amar yang paham istrinya tidak akan berkenan jika dirinya ada di dalam.

***

Amar yang penasaran dengan kondisi keadaan Almira menemui Dokter Reni ke ruangannya.

"Dokter Reni, bagaimana keadaan Almira?" tanya Amar.

"Kamu ini aneh, istri sakit kenapa harus orang lain yang memeriksa? Almira terkena tipes. Sudah saya resep kan obat tadi, Hanya butuh istirahat beberapa hari, biar kembali pulih lagi badannya." jelas Dokter Reni.

"Terima kasih, Dok," ucap Amar.

"Amar, selama ya. Bisa-bisanya menikah tidak ada yang di undang, kami kira kamu ini masih lajang. Gak taunya sudah beristri," ucap Dokter Reni tersenyum.

Amar hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Amar menjatuhkan tubuhnya di kursi, tidak pernah menyangka kalau pernikahannya harus secepatnya ini di ketahui rekan-rekannya.

Tak butuh waktu lama, berita pernikahan Dokter Amar tersebar dengan cepat ke seluruh penjuru rumah sakit, tantu saja berita pernikahan Amar menjadi berita yang sangat menggemparkan seluruh staf yang ada di rumah sakit, dan tentu saja ini juga membuat banyak wanita patah hati. Pasalnya Amar adalah Dokter idola para perawat yang ada di rumah sakit ini.

"Amar, itu benar kabarnya?" tanya Ranu menghampiri Amar yang ada di ruangannya.

"Kabar apa?" tanya Amar datar.

"Wanita yang bercadar itu, beneran istri kamu? Kok bisa kamu nikah gak bilang-bilang? Kalau bukan karena perawat yang bergosip aku bahkan tidak tau, kalau kamu sudah menikah," gerutu Ranu.

"Iya, dia istriku." jawab Amar yang sudah kepalang basah dan tidak mungkin merahasiakan nya lagi.

"Gila kamu, nikah diam-diam dan tadi kenapa juga kalian bersikap seperti bukan suami istri waktu wanita itu masih di UGD?" tanya Ranu.

"Panjang ceritanya," jawab Amar.

"Memang ada apa sih?" tanya Ranu penasaran.

"Dia memang istriku, tapi hanya di atas kertas," ucap Amar.

"Maksudnya? kamu menikah dengan dia bukan karena cinta?" tanya Ranu.

"Bukan, ini semua salahku. Aku yang membawa dia masuk ke dalam permasalahaku," ucap Amar.

^Happy Reading^

Terpopuler

Comments

Sri Wahyuni

Sri Wahyuni

s amar walau ha cinta hrs bsa mnjga aib rumah tangga ku doakan pas suatu hari bucin s istri y dah kbur

2022-11-07

0

Darmi Adampe

Darmi Adampe

buat almira membuka cadarnya tanpa almira tahu ada amar di kamar rs,dan buat amar menyesal dan jadi bucin parah

2022-10-23

0

Dini Angraini

Dini Angraini

Amar kamu jahat banget jadi orang seharusnya masalah rumah tangga itu yang tahu kamu dan istrimu sendiri bukan kamu bocorkan ke orang laen.Amira kamu pergi saja dari amar dan kasih tahu ortumu dan mertuamu semua masalahmu biar tahu rasa amar jahat banget.

2022-10-23

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 CH 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 CH 69
70 CH 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Draft
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 123
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Draft
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter. 153
154 chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Draft
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 The End
165 pengumuman
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
CH 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
CH 69
70
CH 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Draft
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 123
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Draft
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter. 153
154
chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Draft
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
The End
165
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!