Chapter 2

Tidak pernah terlintas dalam benak Almira, Amar akan berkata seperti itu. Seharusnya ini menjadi hari yang membahagiakan bagi pasangan pengantin baru, tapi tidak bagi Almira.

Di hari pertamanya menjadi seorang istri, dirinya harus menelan pil pahit, lantaran Amar yang seolah sudah membuat tembok untuk mereka berdua.

Sebagai seorang wanita yang tau hukum pernikahan dalam islam, Almira yang awalnya sudah menyiapkan lingerie untuk di kenakan di malam pertamanya terpaksa menyimpan kembali lingerie itu, Bahkan malam ini, Almira tidur dengan menggunakan pakaian syar'i lengkap dengan niqabnya.

Di sepertiga malam, Almira terbangun dan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.

Almira membentangkan sajadah dan melakukan sholat tahajjud, dengan derai air mata Almira berdoa agar bisa meluluhkan hati suaminya dan agar suatu saat nanti, Laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya tersebut bisa mencintai dirinya.

Meskipun Almira tau, tidak akan mudah mengambil hati suaminya. Namun Almira yakin tidak ada yang tidak mungkin atas kehendak Alloh. Alloh sudah menyatukan mereka dalam ikatan suci pernikahan, Almira pun yakin. Suatu saat Amar bisa menerima dirinya sebagai seorang istri. Karena Alloh adalah Dzat pemolak malik hati.

"Mas, Bangun! sudah waktunya sholat subuh," ucap Almira membangunkan Amar untuk sholat berjamaah.

"Kamu sholat duluan saja! Aku akan sholat setelah kamu," ucap Amar.

"Mas, aku tau. Kamu tidak mencintaiku. aku tidak akan menuntut kamu untuk memberikan hak-hakku sebagai seorang istri, Tapi setidaknya ijinkan aku untuk menjadi makmum sholat kamu," ucap Almira.

Mendengar apa yang Almira katakan, Amar tidak bisa untuk mengabaikannya. Karena Amar sadar, dirinya yang telah menyeret Almira masuk ke dalam kehidupan pernikahan yang tak semestinya ini.

Amar bangun dari tidurnya menuju kamar mandi untuk berwudhu.

"Aku tunggu, Mas." ucap Almira tersenyum, meskipun hatinya terasa getir.

Amar berganti pakaian dengan baju koko lengkap dengan pecinya.

"MasyaAlloh, ternyata kamu memang benar-benar tampan mas," batin Almira tersenyum terpukau dengan ketampanan yang Amar pancarkan.

"Kenapa kamu melihat aku seperti itu?" tanya Amar yang merasa di perhatikan oleh Almira.

"Tidak, aku hanya mencoba untuk melihat suamiku. Takutnya kalau kita papasan di jalan aku tidak ingat kamu, Mas." kilah Almira yang merasa malu karena ketauan mencuri pandang dari suaminya.

"Sudah, jangan melihat aku terus. Kita segera sholat!" ucap Amar.

Setelah sholat, Amar kembali menegaskan agar Almira jangan terlalu berharap dari dirinya.

"Maafkan aku, jika aku harus menyulitkan kamu. Tapi kamu tau kan, aku tidak mungkin bisa mencintai kamu. Aku pernah mencintai wanita dan kami hampir saja menikah, tapi sayang nya pernikahan itu harus batal karena suatu hal," ucap Amar.

Almira hanya diam mendengar perkataan Amar, Almira berusaha tegar dan tidak ingin menunjukkan rasa sakit hatinya.

"Mas, aku ke dapur dulu. Mau bantu bunda masak," ucap Almira mengalihkannya pembicaraan.

Almira segera begegas keluar dan ke dapur.

"Assalamu'alaikum, Bun." ucap Almira.

"Walaikumsalam, Almira. Kamu kenapa di sini? kamu pasti capek, istirahat saja. Biar Bunda yang bikin sarapan," ucap Ane.

"Tidak apa-apa Bun, Almira sudah terbiasa masak kalau pagi." jawab Almira.

"Almira bisa masak?" tanya Ane.

"Bisa Bun, sewaktu di Kairo. Almira terbiasa masak sendiri, karena di sana Almira harus berhemat jadi mau tidak mau Almira harus masak," ucap Almira.

"Wah, hebat kamu Ra." ucap Ane.

"Bunda dan Mama Nur sepertinya berteman sudah lama ya, Bun?" tanya Almira.

"Iya, Ra. Kami berteman sudah cukup lama, sejak kami masih kuliah." jawab Ane.

"Kalau begitu, Bunda tau banyak tentang Mama?" tanya Almira hati-hati.

"Iya, kurang lebih, ada apa? kenapa kamu tanya seperti itu?" tanya Ane.

"Bun, boleh Almira bertanya tentang Mama?" tanya Almira.

"Almira ingin bertanya tentang apa?" tanya Ane balik.

"Kenapa, kemarin Ayah Saka tidak bisa menjadi wali nikah buat Almira? Apa Almira ini anak_?" ucap Almira terputus.

"Bunda tau, apa yang akan kamu tanyakan. Begitu Almira, sebenarnya Bunda tidak berhak untuk menceritakan ini semua, karena mama dan ayah kamu lah yang seharusnya menceritakan masalah ini, tapi karena kamu bertanya pada Bunda, baiklah Bunda akan menceritakan semuanya, tapi Almira harus janji jangan membencimu Mama." ucap Ane

"Iya, Bun. Almira tidak akan mungkin mmbenci wanita yang sudah melahirkan Almira ke dunia ini," jawab Almira.

"Dulu saat masih kuliah, Mama kamu pernah melakukan kesalahan dengan ayah kamu sampai hamil kamu. Karena itu Ayah kamu tidak bisa menjadi wali untuk kamu. Sekarang kamu paham kan alasannya." ujar Ane

"Ja-jadi Almira ini anak di luar nikah? Mama dan Ayah Saka tidak menikah atau mereka bercerai Bun?" tanya Almira.

"Mereka memang tidak pernah menikah, Ayah kamu saat itu ketakutan. Saat mengetahui Mama kamu hamil, Ayah kamu pergi berlayar dan menikah dengan Mama Tika. Jadi Nur melahirkan serta membesarkan kamu seorang diri, hingga Mama kamu pernah depresi. Saat Mama kamu Depresi Mama Tika dan Ayah kamu Saka yang akhirnya merawat kamu. Alhamdulillah akhirnya Mama kamu bisa sembuh dari depresinya dan Ayah kamu juga taubat." ujar Ane.

"Astagfirullah hal adzim," gumam Almira yang kini tak kuasa menahan air matanya mendengar hal yang selama ini tidak pernah di ketahuinya.

"Bunda tau masa lalu Mama seperti apa, Bunda juga tau Almira ini anak di luar nikah, tapi kenapa bunda mau menerima Almira sebagai menantu?" tanya Almira dengan air mata yang membasahi pipinya.

"Almira, jangan pernah berkata seperti itu. Semua bayi yang terlahir ke dunia ini suci, yang haram adalah perbuatan orang tuanya. Lalu kenapa Bunda tidak menerima kamu sebagai menantu? selama kelakuan kamu baik dan Bunda yakin kamu adalah wanita sholihah yang akan menjadi penyejuk untuk suami kamu, Amar." ucap Ane tersendiri.

"Bunda, Almira malu. Rasanya Almira tidak pantas untuk mas Amar," ucap Almira terisak.

"Jangan pernah berkata seperti itu, Almira. semua orang pernah melakukan kesalahan. Tapi ingat Alloh Maha Pengampun. Alhamdulillah Mama kamu sekarang sudah bertaubat dan menjadi orang yang baik, Ayah kamu juga sudah bertaubat dan mengakui kesalahan yang pernah dilakukannya. Sesungguhnya tidak ada manusia yang sempurna, semua orang pasti pernah melaksanakan kesalahannya masing-masing." hibur Almira.

"Kenapa kamu nangis?" ucap Amar yay tiba-tiba muncul di dapur.

"Ti-tidak, Aku tidak apa-apa. Bun Almira ke kamar dulu," ucap Almira berlalu Seraya menyeka air matanya.

"Iya, Istirahat saja hari ini." jawab Ane.

"Almira kenapa nangis Bun?" Tanya Amar.

"Tidak apa-apa," jawab Ane

"Jangan-jangan Almira ngadu ke bunda tentang apa yang terjadi di antara kami." batin Amar.

^Happy Reading^

Terpopuler

Comments

teti kurniawati

teti kurniawati

sudah ditambahkan ke favorit ya

2023-02-10

1

Sopia Jr

Sopia Jr

kapan cinta amar buat almira akan hadir

2022-11-14

0

Puspita Sari

Puspita Sari

suhuzon aja tuh amar ke Amira

2022-10-30

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 CH 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 CH 69
70 CH 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Draft
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 123
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Draft
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter. 153
154 chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Draft
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 The End
165 pengumuman
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
CH 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
CH 69
70
CH 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Draft
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 123
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Draft
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter. 153
154
chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Draft
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
The End
165
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!