Chapter 5

Pagi ini Almira bangun lebih dulu dan membangunkan Amar untuk sholat berjamaah.

"Mas, bangun! kita sholat subuh berjamaah yuk," ajak Almira.

"Iya, iya," dengan mata yang berat Amar bangun untuk sholat berjamaah dengan Almira.

Di kamar mandi setelah mengambil air wudhu, Amar menatap wajahnya di depan cermin.

"Padahal setiap malam dia selalu bangun untuk sholat tahajjud, tapi sekalipun dia tidak pernah bangun kesiangan untuk melaksanakan sholat subuh, Almira begitu menjaga sholatnya," Gumam Amar di depan cermin.

Setelah mereka sholat subuh berjamaah, Almira mencium tangan Amar.

Amar hanya diam dan menatap Almira sekilas. terlihat mata Almira yang sepertinya cukup indah entah kenapa sekarang Amar menjadi semakin penasaran dengan wajah istrinya.

Segera Amar menghilangkan perasaan itu, karena tidak ingin larut dalam rasa penasaran.

"Ada apa mas?" tanya Almira.

"Ti-tidak, tidak ada apa-apa." jawab Amar bohong, tidak ingin diketahui kalau dirinya sedang penasaran.

"Ya sudah, Almira mau turun bantu Bunda masak ya mas," ucap Almira berdiri.

"Almira," ucap Amar menghentikan langkah Almira.

"Iya, ada apa mas?" tanya Almira.

"Begini, aku ingin kita pindah dari sini," ucap Amar.

"Pindah? kenapa mas?" tanya Almira.

"Kita kan sudah menikah, sebaiknya kita tinggal di rumah sendiri. kamu jangan salah paham dulu! aku mengajak kamu pindah dari sini karena aku tidak ingin Bunda dan Ayah menyadari hubungan kita seperti apa." ucap Amar.

"Memang hubungan kita seperti apa?" tanya Almira.

"Ya, iya seperti ini. Kamu tau kan, aku tidak mencintai kamu, jadi aku tidak ingin Bunda menyadari hal itu, aku tidak mau Bunda curiga dengan hubungan kita. karena itu sebaiknya kita pindah dari sini, aku tau Almira. kamu wanita yang baik, hanya saja hatiku sudah ada yang memiliki dan aku merasa aku tidak akan bisa mencintai kamu," ucap Amar.

"Maksud kamu apa mas, Kenapa harus bicara seperti itu?" tanya Almira.

"Aku tidak ingin memberi kamu janji manis yang kelak justru akan menyakiti kamu, lebih baik kamu tau sejak awal, kalau aku tidak mungkin bisa mencintai kamu, Aku akan menceraikan kamu saat nanti ada laki-laki yang baik dan mencintai kamu," ucap Amar.

"Astaghfirullah hal adzim, jadi itu rencana kamu mas? Baiklah terserah kamu mas, Aku ikuti apa yang menjadi kemauan kamu, tapi aku minta syarat," ucap Almira.

"Syarat? syaratapa yang kamu inginkan?" tanya Amar.

"Ijinkan aku menjalankan tugasku sebagai seorang istri, melayani kamu dan menyiapkan segala keperluan kamu dan satu lagi, Jangan berusaha menjaga jarak denganku mas, aku tau selama ini kamu sengaja pulang tengah malam dan berangkat begitu pagi untuk menghindari aku, aku tidak akan memaksa kamu untuk mencintaiku, aku hanya ingin menjalankan tugasku sebagian seorang istri, paling tidak sampai batas yang telah kamu tentukan tiba." ujar Almira.

"Baik, aku kabulkan permintaan kamu, asal kamu tidak memintaku untuk mencintai kamu! karena itu sesuatu hal yang tidak mungkin." jelas Amar.

Almira menahan getir yang bergejolak di dalam dadanya. Berusaha sekuat mungkin untuk tidak menangis. Almira tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan Amar, meksipun hatinya sangat hancur saat ini.

***

"Almira kamu baik-baik saja?" tanya Ane yang terlihat Almira terdiam di dapur.

"Tidak Bun, Almira tidak apa-apa. Ini Almira mau masak untuk sarapan, biasanya mas Amar sukanya apa ya Bun?" tanya Almira.

"Amar paling suka sama rendang daging, Ayam bakar juga suka dan satu lagi Amar paling suka makan sop daging," ucap Ane.

Almira melihat ada daging di dalam freezer, Almira segera menyiapkan bahan dan juga menyiapkan bumbu untuk membuat rendang dan juga sop daging.

Ane juga mengajari cara membuat rendang kesukaan Amar.

"Alhamdulillah sudah jadi, semoga mas Amar suka ya Bun," ucap Almira menyiapkan sop di meja makan dan menyiapkan rendang di untuk bekal Amar ke rumah sakit.

"Amar pasti suka, kamu pintar masak rasanya enak banget," ucap Ane.

"Almira panggil mas Amar dulu Bun, biar turun untuk sarapan, sekalian Almira mau bersiap ke kampus," ucap Almira.

"Iya, Bunda juga mau panggil ayah di luar habis jogging pasti ngasih makan ikan di luar," ucap Ane.

***

"Mas, sarapan sudah siap. Ayah dan Bunda menunggu untuk sarapan," ucap Almira dan berlalu ke kamar mandi untuk bersiap mengajar.

Amar yang sedang bersiap untuk ke rumah sakit hanya diam dan segera turun.

"Almira mana? kenapa tidak kamu tunggu?" tanya Ane.

"Lagi mandi Bun," jawab Amar.

Tak lama kemudian Almira turun dan duduk di samping Amar.

Ini kali pertamanan Amar makan bersama dengan Almira.

"Mungkin sekarang aku akan tau wajahnya Almira, tidak mungkin kan Almira akan makan dengan penutup wajah seperti itu," Batin Amar.

Ternyata di luar dugaannya, Almira makan pun tanpa melepas niqabnya. Almira yang sudah terbiasa menggunakan niqab bertahun-tahun tidak merasakan kerepotan sama sekali saat beraktivitas ataupun saat makan, dirinya tidak merasa kerepotan dengan mengangkat sedikit niqabnya dan memasukkan sendok melalui samping.

Amar hanya melihat sekilas dan tak menyangka ternyata dirinya masih belum melihat wajah istrinya.

Selesai makan Almira membereskan piring-piring kotor ke dapur.

"Tidak usah di cuci Almira, biar Bunda saja. Kamu kan harus segera ke kampus," ucap Ane.

"Tidak apa-apa Bun," ucap Almira yang tetep mencuci piringnya.

"Amar, kamu jangan pergi dulu! berangkat bareng Almira saja. Kalian kan searah," ucap Amar.

"Iya bun," jawab Amar yang tidak bisa menolak.

"Bun, Amar mau bilang kalau Amar dah Almira ingin hidup mandiri di rumah kami sendiri, Alhamdulillah Amar sudah punya tabungan untuk membeli rumah, jadi Amar ingin beli rumah dan tinggal bersama Almira," ucap Amar.

"Maksudnya kalian mau pindah dari sini? kenapa harus pindah? Bunda kesepian lagi dong kalau kalian pindah," ucap Ane.

"Bun, Apa yang Amar lakukan ada benarnya juga. mereka kan pengantin baru, pasti mereka ingin punya privasi dan mereka akan belajar untuk hidup mandiri," sahut Arif.

"Tapi Bang, Bunda senang kalau Almira ada di sini," ucap Ane.

"Bun, Almira kan harus ikut suaminya. Dan Ayah rasa ide Amar baik juga kok, mereka kan menikah tanpa pacaran sebelumnya. dengan mereka hidup berdua, itu akan meningkat ikatan emosional di antara mereka berdua." bujuk Arif.

"Kalau menurut Almira bagaimana?" tanya Ane.

"Almira ikut kata mas Amar saja bun," jawab Almira.

"Baiklah kalau begitu, kalian harus sering-sering menginap di sini," ucap Ane

"Iya bun," jawab Almira.

Amar merasa lega karena sudah menyampaikan keinginannya pada Bunda da Ayah nya.

^Happy Reading^

Jangan lupa like, coment dan Vote ya sayang💕

Dukungan kalian sangat berarti bagi thor, Terima kasih😘💕

Terpopuler

Comments

teti kurniawati

teti kurniawati

amar bodoh.. aneh bin ajaib bisa hati dimiliki org lain

2023-02-10

0

GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™

GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™

kalo aku jadi Amar minta baik-baik untuk buka cadarnya kan sudah sah suami istri ga salah juga

2022-11-13

0

AZzahSya❤

AZzahSya❤

kok aku yg nyesekkk ya sakit hati😭😭

2022-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 CH 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 CH 69
70 CH 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Draft
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 123
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Draft
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter. 153
154 chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Draft
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 The End
165 pengumuman
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
CH 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
CH 69
70
CH 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Draft
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 123
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Draft
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter. 153
154
chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Draft
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
The End
165
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!