Chapter 13

Semakin kesini Amar semakin kagum dengan pemahaman agama Almira. Jarang sekali Amar menjumpai wanita seperti Almira. bahkan mungkin hampir tidak pernah. Pembawaan Almira yang tegas tapi tetep santun dan semuanya berdasarkan ajaran agama.

Semakin mengenal Almira, semakin banyak ilmu yang Amar ketahui. Dan itu membuat Amar senang bersahabat dengan Almira. Karena sampai saat ini hanya rasa nyaman sebagai sahabat yang Amar rasakan.

"Mas, apa Almira sudah bisa pulang? Almira merasa sudah baik-baik saja sekarang," ucap Almira yang sudah tidak tahan berbaring di rumah sakit, sementara dirinya sudah merasa sehat.

"Kamu yakin? Apa tidak sebaiknya tunggu kamu benar-benar pulih?" tanya Amar yang ingin memastikan Almira benar-benar sudah pulih.

"Aku sudah baik-baik saja kok Mas, kasihan mahasiswa jika aku terlalu lama ijin Mas. Sebentar lagi mereka harus ujian. Ada juga beberapa mahasiswa yang harus bimbingan skripsi," jelas Almira yang memiliki tanggung jawab terhadap mahasiswanya.

"Iya, tapi kesehatan kamu juga tidak kalah penting. Bagaimana kamu bisa ngajar dengan baik kalau kamu belum benar-benar sehat," ucap Amar mulai mengkhawatirkan Almira.

"InsyaAlloh, aku sudah sehat Mas!" ucap Almira menyakinkan.

"Baiklah, besok pagi kita akan pulang." jawab Amar.

"Apa tidak bisa hari ini saja Mas?" Almira berusaha memberikan penawaran.

"Sepertinya kamu benar-benar ingin segera pulang ya? gak sabaran banget," ucap Amar.

"Mana ada orang yang betah di rumah sakit Mas? mau seenak apapun rumah sakit, pasti tidak akan ada yang mau berlama-lama di sini," untuk Almira.

"Hehehe.. benar juga ya," ucap Amar tertawa.

"Ya sudah, nanti aku bicara dulu sama Dokter Reni. Yang tau kondisi kamu seperti apa kan Dokter Reni, karena kamu menolak jadi pasienku." ucap Amar mengingatkan saat Almira tidak mau di periksa Amar.

"Hehehe..Iya, maaf," ucap Almira menyatukan tangannya di depan dada dan tertawa.

"Ternyata kamu cukup asyik ya orangnya? aku kira kamu itu orangnya kaku dan gak bisa bercanda," ucap Amar terus terang dengan pemikirannya.

"Itu karena Mas Amar belum cukup mengenal aku saja, tapi sebaiknya jangan teralu mengenal juga sih," ucap Almira.

"Kenapa?" Amar mengernyitkan alisnya.

"Takutnya nanti Mas Amar jatuh cinta sama aku, Hehehe.."seloroh Almira tertawa.

"Kamu ini, Lama-lama ngelunjak ya?" ucap Amar menatap Almira dan tersenyum.

"Hahaha.. bercanda Mas, biar gak kaya kenebo kering karena tidak pernah tersenyum," ucap Almira menyindir Amar. Pasalnya Amar adalah orang yang jarang sekali tersenyum apalagi tertawa.

"Kamu nyindir aku?" Amar menatap Almira.

"Idih, situ aja yang terlalu percaya diri, tapi setelah aku ingat-ingat lagi sepertinya Mas Amar memang jarang bercanda apalagi tersenyum. Berarti mungkin memang benar kanebo kering ini berlaku untuk Mas Amar," ucap Almira.

"Almira, untung kamu lagi sakit. Kalau kamu gak sakit. Aku pasti buat perhitungan!" ucap Amar kembali tersenyum.

Amar dan Almira pun tertawa dengan lepas dan sekarang hubungan di antara keduanya sudah tidak lagi canggung, lantaran keduanya kini sepakat untuk menjadi sahabat. Meskipun tawaran persahabatan ini Almira terima sebagai batu loncatan untuk mendapatkan hati suaminy. Lebih baik bersahabat lebih dulu dari pada harus memaksakan seseorang untuk mencintai kita.

Karena cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang datangnya dari Alloh, Almira percaya suatu saat pasti bisa membuat Amar mencintainya. Tentu saja atas kehendak Alloh.Karena Alloh lah Dzat pemolak malik hati, tidak sulit bagi Alloh untuk membuat Amar jatuh cinta pada Almira. wanita yang kini sudah halal baginya.

"Aku tinggal dulu ya, Aku ada jadwal operasi siang ini dan nanti aku akan coba bicarakan kepulangan kamu sama Dokter Reni. Kamu tidak apa-apa kan sendiri di sini?" tanya Amar.

"Iya, aku tidak apa-apa, Mas!" jawab Almira.

***

Di ruang kerja Amar.

"Ehem.. Katanya tidakk cinta tapi di tungguin terus," ucap Dokter Ranu berdeham di depan pintu.

"Tidak cinta bukan berarti tidak perduli kan? kami sekarang bersahabat," jawab Amar.

"Hahaha.. Sahabat? udah jelas-jelas suami istri ngeles sahabat," celetuk Dokter Ranu.

"Sudahlah kamu tidak akan paham," jawab Amar berlalu.

"Eh.. tunggu mau kemana?" tanya Ranu.

"Operasi, kemana lagi." jawab Amar singkat.

"Sebentar Mar!" ucap Ranu menghentikan langkah kaki Amar dan menoleh ke arah Ranu.

"Ada apa sih? cepat katakan, sebentar lagi waktunya operasi!" Amar mendengarkan.

"Kamu tau Vita sudah dua hari ini tidak masuk kerja?" tanya Ranu.

"Bukankah karena dia ada acara keluarga jadi ijin tidak masuk? Karena sebenernya Vita Dokter yang aku minta untuk menjadi Dokternya Almira," jawab Amar.

"Kamu ini sebenarnya memang tidak tau, apa pura-pura tidak tau sih Mar?" tanya Ranu.

"Maksud kamu apa bertanya seperti itu?" tanya Amar tidak mengerti.

"Kamu kan tau, sejak kita kuliah. Vita itu sudah terang-terangan mengatakan kalau dia suka sama kamu, tapi bagaimana bisa tiba-tiba sekarang kamu mematahkan hatinya dengan memintanya untuk menjadi Dokter istri kamu? Harusnya kamu tau, itu melukai hati Vita." ujar Ranu mengingatkan Amar.

"Dan kamu juga tau, sejak awal aku sudah mengatakan pada Vita. Kalau aku tidak mencintai dia, tapi saat dia bilang kalau ingat berteman denganku. Aku kira dia sudah tidak mencintai aku. Lagipula dia tau juga dari awal siapa yang aku cintai," ucap Amar yang memang selama ini selalu cuek dengan perasaan Vita.

"Wah.. keterlaluan kamu Mar, aku tau kamu tidak menyukai Vita, tapi kamu juga jangan menyakiti hatinya seperti itu juga lah Mar, kasihan Vita itu sudah berkorban perasaan cukup lama untuk kamu, Dia menahan perasaannya untuk merelakan kamu dengan Rara tapi begitu tau kamu tidak jadi bertunangan dengan Rara, Vita merasa masih ada kesempatan untuk kalian dan sekarang tiba-tiba gak ada angin gak ada hujan, kamu memintanya untuk menjadi Dokter dari wanita yang sekarang menjadi istri kamu," ujar Ranu.

"Seperti aku harus meluruskan, pertama dari awal aku tidak pernah memberi harapan apa-apa pada Vita. Jadi jangan katakan seolah-olah aku meminta Vita untuk mengorbankan perasaannya! Ke dua, Aku dan Vita hanya sebatas rekan kerja jadi hal yang wajar jika aku meminta tolong pada Vita untuk menjadi Dokter dari Almira, terlepas dari siapa itu Almira, bukankah seorang Dokter itu harus mengobati siapa saja pasiennya ya? Dan yang ke tiga aku harus segera melakukan operasi."ucap Amar menepuk bahu Ranu.

"Satu lagi! Kalau suka akui suka! Jangan terlalu lama menyimpan perasaan itu sendiri, Bukankah cinta itu harus di perjuangkan?" ucap Amar mengingtkan. Amar tau dengan pasti kalau sahabatnya ini sudah lama diam-diam memendam rasa ucap Vita.

^Happy Reading^

Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang💕

lupa juga klik favorit dan klik Qurrotaayun agar bisa membaca karya thor yang lainnya ya sayang💕

Terima kasih😘💕

Terpopuler

Comments

Maulana ya_Rohman

Maulana ya_Rohman

semangat up nya thor✊✊✊✊✊✊✊

2022-10-29

0

Maya Puspita

Maya Puspita

ditunggu kelanjutannya Thor

2022-10-29

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 CH 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 CH 69
70 CH 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Draft
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 123
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Draft
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter. 153
154 chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Draft
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 The End
165 pengumuman
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
CH 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
CH 69
70
CH 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Draft
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 123
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Draft
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter. 153
154
chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Draft
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
The End
165
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!