Hari ini di rumah sakit Amar begitu sibuk dengan banyaknya operasi, Badannya terasa lelah dan capek. Amar masuk ke dalam ruangannya dan membaringkan tubuhnya pada ranjang kecil yang ada di ruang kerjanya.
Amar memejamkan matanya, namun tiba-tiba ada Amar teringat dekat Almira dan seketika perasaan bersalah menyelimuti hatinya.
"Apa aku terlalu keras dengan Almira? padahal dia kan tidak salah apa-apa. Aku lah yang bersalah pada dirinya. Aku yang meminta Bunda untuk mencarikan jodoh untukku, ya meskipun aku awalnya tidak menyangka bagaimana mungkin dia langsung menyetujui begitu saja tanpa berusaha untuk menolak? Tapi kalau di pikir-pikir tetap saja aku yang salah?" gumam Amar.
Amar memang awalnya mengira Almira tidak akan begitu saja menerima lamaran dari dirinya, siapa sangka ternyata Almira tidak melakukan penolakan meskipun di jodohkan dengan orang yang belum di kenal sebelumnya.
"Kirain tidur ternyata bengong," seloroh Alvin rekan sesama Dokter di rumah sakit.
"Ah, iya. Kamu Vin. Bikin kaget saja," ucap Amar.
"Kamu ngapain masih di sini? Bukankah seharusnya kamu pulang? ini kan sudah bukan jam jaga kamu," ucap Alvin.
"Iya, sebentar lagi! masih malas pulang," jawab Amar.
"Ada apa? Apa ada masalah di rumah?" tanya Alvin.
"Tidak ada, Masih pengen di sini saja," jawab Alvin.
"Hai.. kalian di sini? aku cari kemana-mana gak taunya pada di sini," ucap Vita rekan Dokter dan teman kuliah Amar.
Selain teman Amar, Vita juga wanita yang selalu mengejar cinta Amar sejak mereka masih kuliah. Namun Amar selalu saja menolaknya, lantaran sejak dulu Amar hanya mencintai Rara. Satu tahun belakang ini Vita terlihat kembali mendekat Amar saat mengetahui pertunangan Amar dan Rara batal.
"Ada apa nyariin kami?" tanya Alvin.
"Siapa juga yang nyariin kamu, aku nyariin Amar. Hehehe.. " ucap Vita.
"Oh, kirain," ucap Alvin tersenyum seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Karena sebenarnya Alvin juga mencintai Vita, tapi cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Alvin pun tau jika menyukaimu Amar.
"Bercanda kok, tentu saja aku nyariin kalian berdua. gimana kalau kita makan malam bersama? sudah lama kan kita tidak keluar bareng," ucap Vita.
"Aku sih okay saja, kamu gimana Mar?" tanya Alvin.
Alvin terdiam sesaat untuk berpikir.
"Okay baiklah," jawab Amar singkat setelah memikirkan dari pada harus pulang cepat ke rumah dan bertemu dengan Almira, lebih baik pergi bersama teman-temannya saja.
Ketiga Dokter muda yang saat ini sedang lepas dinas pergi untuk makan malam dan juga pergi ke tempat karaoke untuk bersenang-senang. Menjadi Dokter memang bukan hal yang mudah, karena mereka juga harus menghadapi berbagai macam karakter pasien.
Sesekali menghibur diri seperti ini memang hal yang menyenangkan bagi mereka, tapi sepertinya hal itu tidak berlaku untuk Amar, di saat ke dua sahabatnya sedang asyik menyanyi dan berjoget, Amar hanya duduk terdiam menikmati softdrink nya.
"Kamu, kenapa dari tadi hanya diam?" tanya Vita duduk di samping Amar dan mengambil softdrink yang ada di meja lalu meneguknya.
"Tidak apa-apa," jawab Amar singkat.
"Amar, kita kenal sudah cukup lama. Tapi sepertinya kamu masih saja jarak denganku," ucap Vita.
"Kalian bahas apa sih? serius sekali?" sahut Alvin.
"Amar, sepertinya jaga jarak banget kalau sama aku," ucap Vita.
"Amar kan emang seperti itu orangnya, kalau kamu gak mau di cuekin, mending sama aku aja," goda Alvin yang sebenarnya memang berharap dari Vita.
"Igh.. ogah kalau sama kamu," ucap Vita dengan ekspresi malas.
***
"Amar belum pulang Ra?" Tanya Ane.
"Belum bun," jawab Almira.
"Mungkin dia ada jadwal operasi di rumah sakit, sebaiknya kamu istirahat saja dulu, tidak usah menunggu Amar pulang," ucap Ane.
"Tidak apa-apa Bun, Almira tunggu sebentar lagi saja," jawab Almira seraya membaca buku.
"Benar kata Bunda, Almira. Sebaiknya kamu tidur saja dulu. Amar kalau ada operasi biasanya pulangnya malam. Besok kan kamu juga harus ngajar," ucap Arif.
"Iya Yah. kalau bagitu Almira masuk kamar dulu ayah, Bunda, " ucap Almira.
Setelah Almira kembali ke kamar Ane dan juga Arif masih menunggu Amar di ruang keluarga.
"Bang, kq Ane merasa Amar ini cuek banget ya sama Almira. Coba Abang bayangin mereka itu kan pengantin baru, tapi Bunda lihat Amar pulang malam terus, belum lagi kalau pagi gak pernah sarapan di rumah. Selalu saja bilang sibuk dan berangkat gitu aja," ujar Ane.
"Mumpung mereka masih butuh adaptasi Bun, udah kita jangan buru-buru ikut campur dalam rumah tangga Amar," ucap Arif.
"Kita tidur saja sayang, sepertinya malam ini Amar pulang malam lagi," ucap Arif yang sudah mulai mengantuk.
Hampir jam satu malam Amar baru pulang ke rumah, dengan pelan Amar membuka pintu kamarnya dan dia melihat Almira yang sudah tertidur dengan lelapnya.
"Kenapa dia tidak pernah membuka tutup wajahnya. bahkan saat tidur pun dia masih menggunakan penutup wajah. Apa dia sangat jelek sampai tidak berani membuka penutup wajahnya? Tapi Bunda bilang dia cantik. Apa Bunda salah lihat kali ya? kalau dia cantik pasti dia tidak akan menutup terus wajahnya seperti itu, tapi apa dia tidak merasa panas menutup wajahnya seperti itu?" batin Amar menatap Almira yang sedang tertidur.
Tanpa ganti baju, Amar yang merasa senang capek merebahkan tubuhnya di samping Almira dan memunggungi Almira.
Di sepertiga malam, Almira terbangun untuk sholat tahajjud.
Almira melihat suaminya yang sudah tertidur di sampingnya.
Amar sempat terbangun dan melihat Almira melakukan sholat sunah Tahajjud.
"MasyaAlloh, wanita ini sepertinya memang sholihah. selama menikah dengan ku, aku belum pernah melihatnya melewatkan sholat tahajjud di sepertiga malam. Aku perhatikan dia juga sangat menjaga sholat wajib dan sunnah nya. Mungkin aku laki-laki yang sangat berdosa sudah mempermainkan hati wanita sholihah seperti Almira, Tapi sampai saat ini aku juga belum mampu melupakan Rara," batin Amar berkecamuk.
Mengetahui Almira selesai sholat tahajjud, Amar segera memejamkan matanya kembali tidak ingin Almira melihat kalau dirinya sudah bangun.
Selesai sholat tahajjud, Almira kembali tidur di samping Amar.
Merasa kalau Almira sudah tertidur, Amar kembali membuka matanya dan menatap wajah wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya namun sekalipun dirinya belum pernah melihat wajah istrinya itu.
"Kenapa aku jadi merasa penasaran seperti ini dengan wajahnya? Perasaan apa ini? Tapi kenapa saat tidur pun dia tidak melepas penutup wajahnya, padahal kan di kamar ini hanya ada kami berdua. Bukankah seharusnya tidak apa-apa memperlihatkan wajahnya di depan suami sendiri?" Batin Amar
^Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment dan vote ya sayang💕
Kasih rating bintang lima dan jangan lupa ikuti akun qurrotaayun ya. Terima kasih😘💕 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Sofie Ilyas Ilyas
Gmna almira mu buka cadarnya kamu sndiri aj yg membuat dinding pemisah untuk jangn berharap bnyak sm kamu, y bner almira dengan tdk membuka cadarnya, krna kmu sndiri tdk menginginkan almira
2023-02-21
0
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™
gimana caranya kamu tahu wajah dari istrimu kalau gak ada niat untuk lihat sendiri 🙄😁
2022-11-13
0
AZzahSya❤
aku yg nyesekkk ya amira diperlakukan gitu sm amar, padhal amira wanita baik sholihah, amar jagang itu dooong!!? kasiaaan Almiranya😭🤦♀️😔
2022-11-03
0