Perlahan Amar membuka jaz yang saat ini digunakan Almira untuk menutupi wajahnya.
"MasyaAlloh, ternyata Almira benar-benar cantik. Sungguh aku tidak menyangka Almira secantik ini," batin Amar.
Amar segera tersadar dan memakaikan jilbab pada Almira.
Setelah memakaikan jilbab tanpa sadar Amar menarik Almira ke dalam pelukannya untuk menenangkan Almira.
Almira tersisak di pelukan Amar dan itu membuat hati Amar ikut merasakan sakit.
*Flashback On*
"Mar, coba lihat ini Nana sedang live streaming dengan istri kamu bukan?" Ranu dengan nafas ngos-ngosan setelah berlari mencari Amar.
"Coba saya lihat," Amar mengambil ponsel dari tangan Ranu.
Amar menyaksikan Nana mempermalukan Almira di area kampus tempat Almira mengajar bahkan mungkin sekarang satu Indonesia sedang menyakitkan live streaming yang Nana lakukan, karena pengikut Nana memang lumayan banyak di sosmednya.
"Kurang ajar," gumam Amar emosi dan memberikan ponselnya pada Ranu kembali.
Amar segera menyambar kunci mobilnya dan berlari ke parkiran, bahkan Amar yang seharusnya saat ini masih memeriksa pasien di poli pergi begitu saja, karena mengkhawatirkan Almira.
*Flashback Off*
"Kita pulang ya?" tanya Amar lembut melihat wajah Almira yang kini sudah tertutup kembali dengan niqabnya.
Almira menganggukkan kepala sebagai jawaban.
Amar turun dari mobil dan berlari memutari mobilnya membukakan pintu untuk Almira.
Amar menuntun Almira untuk masuk ke dalam mobilnya.
Almira terlihat masih sangat canggung saat ada mata yang melihatnya.
Amar membuka pintu mobilnya untuk Almira dan mengembalikan kunci mobil Ibrahim.
"Terima kasih sudah membantu istriku," ucap Amar berlalu dan masuk ke mobilnya.
Di perjalanan, Almira tampak termenung dan menatap jalanan. bahkan saat ini Almira yang sudah sampai di rumah juga hanya diam.
Amar membantu Almira istirahat di kamanya dan mengambilkan air minum untuk Almira.
"Di minum airnya," ucap Amar.
Tapi Almira hanya diam dan tidak merespons. Almira tidur miring memunggungi Amar yang duduk di tepi ranjangnya.
"Almira. Ini salahku! aku yang sudah membawa kamu masuk ke dalam masalahku, sampai Nana melakukan ini sama kamu. Seandainya aku tidak meminta kamu untuk menikah denganku, Nana tidak akan melakukan ini semua," ucap Amar memegang lengan Almira dengan hati-hati.
Hati Amar terasa sakit melihat wanita sebaik Almira menagis karena di permalukan Nana seperti ini.
Dret.. dret...
Panggilan masuk dari Ane.
"Assalamu'alaikum, Amar!" ucap Ane dari sebrang telpon.
"Walaikumsalam, Bun." jawab Amar yang sepertinya tau kenapa Bundanya menghubungi.
"Almira bagaimana keadaannya? tadi bunda melihat Nana melakukan live streaming, ya Alloh hati bunda ikut sedih melihat Almira di permalukan seperti itu, Almira itu anak baik. Almira itu tidak pernah membuka auratnya di depan orang, tiba-tiba sekarang seluruh orang di dunia bisa melihat aurat yang selama ini Almira jaga. Bunda tau ini pasti berat untuk Almira," ucap Ane terisak. Ane merasa kasihan dengan menantunya.
"Iya Bun, Amar tau itu. Amar juga kecewa banget dengan sikap kekanak-kanakan Nana. Amar tidak pernah menyangka kalau Nana akan melakukan hal sejauh itu. Tapi bunda tidak perlu khawatir! Amar pasti akan buat perhitungan pada Nana. Nana harus minta maaf secara langsung pada Almira." ucap Amar.
"Tapi Almira baik-baik saja kan? Bunda mau ke sana!" ucap Ane.
"Alhamdulillah Almira baik-baik saja Bun, sekarang sedang istirahat. Bunda tidak perlu khawatir. Amar akan menjaga Almira dengan baik," ucap Amar menyakinkan bundanya. Karena Amar memang akan menjaga Almira. Amar tidak akan membiarkan ada orang yang menyakiti Almira lagi.
"Tetep saja Bunda tidak tenang, Bunda akan ke sana. Saat ini Mama nya belum tau kondisi Almira, karena Nur saat ini sedang umroh dengan ustadz Guntur. Jika nanti Nur tau, pasti dia akan sangat marah pada Nana." ujar Ane.
***
Tok..! Tok..! Tok..!
Ane dan Arif mengetuk pintu.
"Bunda, Ayah," ucap Amar ketika membuka pintu dan mencium tangan kedua orang tuanya.
"Di mana Almira?" tanya Ane.
"Ada di kamar Bun," jawab Amar.
Ane langsung masuk dan naik ke lantai atas untuk menemui Almira yang saat ini sedang istirahat di kamar Amar.
Ya begitu tau, bundanya akan datang. Amar meminta Almira untuk pindah ke kamarnya dan Amar juga memindahkan semua barang Almira ke kamarnya.
"Almira, sayang," ucap Ane memegang tangan Almira.
mendengar suara Ane, Almira langsung duduk dan memeluk mertuanya.
"Bunda," tangis Almira pecah di pelukan Ane.
Almira merasa sangat sedih, selain perkataan Nana yang sangat menyakitkan. Almira juga sedih dirinya harus memperlihatkan aurat yang selama ini dia jaga. Almira merasa seperti di telanjangi di depan semua orang.
"Bunda tau apa yang kamu rasakan saat ini, sayang! sabar ya sayang!" ucap Ane mengusap lembut punggung Almira.
"Bun, Almira memang anak yang lahir di luar nikah. Tapi Almira berusaha untuk menjadi wanita yang baik sesuai dengan syariat islam, Almira bukan wanita seperti yang Nana katakan! Almira tidak pernah melakukan hal-hal yang Alloh larang," ucap Almira tersisak.
"Iya sayang, Bunda tau. Kamu wanita yang baik. Bunda tau, kamu bukan wanita seperti yang Nana tuduhkan. Alloh pun tau itu semua sayang, sudah ya jangan bersedih lagi. Kita semua sayang sama kamu, Almira." ucap Ane kembali memeluk Almira dan membiarkan Almira menangis di pelukannya.
"Bunda, Amar titip Almira," ucap Amar berlalu.
"Amar kamu mau ke mana?" tanya Arif melihat putranya seperti sedang emosi.
"Mau ke rumah Nana Yah," jawab Amar tanpa menghentikan langkahnya.
Arif pun tidak mencegah kepergian putranya. Karena Arif tau apa yang Nana lakukan kali ini memang sangat keterlaluan. Seandainya dirinya jadi Amar mungkin juga akan melakukan hal yang sama. Suami mana yang bisa diam melihat istrinya di permalukan seperti itu?
Amar mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Dan segera turun dari mobil ketika sampe rumah Alan, ayahnya Nana yang nyaris menjadi mertuanya ketika Amar akan menikah dengan Rara, adiknya Nana.
Tok..! Tok..! Tok..!
"Assalamu'alaikum," Amar mengetuk pintu hingga tiga kali barulah Anggun ibu dari Rara membukakan pintunya.
"Amar," ucap Anggun kaget melihat kedatangan Amar. pasalnya sejak gagalnya pertunangan Amar dan Rara setahun yang lalu, Amar tidak pernah lagi datang ke rumahnya.
"Maaf tante, Amar harus bertemu dengan Nana. di mana Nana tante?" tanya Amar.
"Nana? Nana ada di dalam. Silahkan masuk! tante akan panggil Nana," ucap Anggun yang merasa bingung kenapa tiba-tiba Amar mencari Nana.
"Amar kamu ada di sini?" sahut Alan.
"Maaf Om, saya ke sini untuk bicara dengan Nana." ucap Amar.
"Ya sudah tante panggil Nana dulu," timpal Anggun.
^Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang💕
lupa juga klik favorit dan klik Qurrotaayun agar bisa membaca karya thor yang lainnya ya sayang💕
Terima kasih😘💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Julik Rini
kasih Nana pelajaran matematika biar bisa menghitung kesalahan dan dosanya 🫣🫣
2023-03-17
0
Puspita Sari
kasih pelajaran Nana itu amar bikin emosi deh
2022-11-01
0
Far~ hidayu❤️😘🇵🇸
jadi tahan diri kamu Amar usah jatuh cinta pada kecantikan Almira..usah jilat ludah mu sendiri..ingt kamu yg bersungguh Tidak mahu Sama Almira isterinya kamu 😊😛😝
2022-11-01
0