Chapter 11

"Kenapa kalian tidak menikah saja?" tanya Amar.

"Karena Mama sudah lebih dulu, meminta Almira untuk menikah dengan mas Amar," jawab Almira.

"Kenapa kamu tidak menolak?"

"Karena Almira tidak ingin mengecewakan Mama, apalagi laki-laki yang mau di jodohkan dengan Almira adalah anak tante Ane. Orang yang sangat bejasa dalam hidup Mama. mungkin jika saat itu Ayah dan Bunda tidak menjemput Mama, saat ini entah bagaimana nasib Mama," ucap Almira dengan mata berkaca-kaca.

"Jadi itu alasan dia menerima lamaranku waktu itu? Memang aku pernah mendengar sekilas tentang masa lalu orang tua Almira. Tapi aku juga tidak terlalu paham. Yang aku tau, Almira anak di luar nikah, tapi meskipun Almira anak di luar nikah, Almira mampu membuktikan kalau masa lalu orang tuanya, tidak menjadikan dia melakukan hal sama. buktinya dia menjadi wanita sholihah sekarang," batin Amar.

Malam ini, Amar tidur di ruang Almira. tidak banyak percakapan di antara mereka. Almira menatap Amar yang sedang tidur di sofa.

"Entah akan berakhir seperti apa pernikahan kita Mas? Tapi setidaknya aku akan berjuang untuk mempertahankan rumah tangga kita mas, meskipun kamu tidak pernah mencintai aku. tapi aku juga tidak ingin berpisah dengan mu," batin Almira.

****

"Sus, apa Dokter Amar ada?" tanya Nana pada perawat jaga.

"Dokter Amar kebetulan hari ini sedang libur, kalau mau periksa bisa buat janji dulu," jawab perawat.

"Saya bukan ingin periksa tapi saya temannya," ujar Nana.

"Ooh.. anda temannya Dokter Amar? Kalau begitu kenapa tidak langsung ke kamar istrinya, sepertinya Dokter Amar ada di kamar istrinya," jelas perawat.

"Kamar istrinya? maksudnya? istrinya di sini?" tanya Nana.

"Iya, saat ini istri Dokter Amar Amar sedang sakit dan di rawat di sini,"

"Ada di kamar nomor berapa ya?" tanya Nana.

"304" jawab perawat singkat.

"Ok, Terima kasih ya Sus," ucap Nana berlalu.

Tok..!.. Tok..! Tok..

Klek..

Tanpa menunggu jawaban Nana membuka pintu ruang Almira.

Amar dan Almira melihat ke arah pintu." Nana kenapa kamu ada di sini?" Amar merasa kedatangan Nana pasti bukan hal yang baik.

"Jadi benar Mar, Kamu sudah menikah dengan anaknya tante Nur? Aku kira itu hanya gosip, tapi melihat kamu menjaga dia di sini berarti membenarkan berita itu,' ucap Nana.

"Apa urusannya dengan kamu? mau aku menikah dengan siapa, tidak ada hubungan dengan kamu!" tegas Amar.

"Amar , kamu selalu menolakku dari dulu. bukankah karena kamu mengetahui masa lalu mama kandungku, hingga kamu lebih memilih Rara? Dan sekarang saat Rara tidak mau menikah dengan kamu, Tiba-tiba saja kamu sudah menikah dengan dia?" ucap Nana menunjuk Almira.

"Pertama, mau aku menikah dengan siapa itu tidak ada hubungannya dengan kamu. Ke dua, Rara bukan tidak mau menikah denganku, tapi dia memikirkan kamu," jawab Amar seketika membuat Almira seketika menoleh ke arah Amar. jawaban Amar yang ke dua cukup membuat Almira sakit hati, terlihat jelas bahwa Amar masih mencintai Rara.

" Amar! kamu tau sudah sangat lama aku mencintai kamu, tapi kenapa kamu tidak mau memberiku kesempatan? Kenapa justru kamu menikah dengan wanita yang tidak jelas itu," ucap Nana.

"Cukup! Aku tidak ada urusan dengan kamu, jadi sebaiknya kamu pergi dari sini," ucap Amar.

"Amar buka mata kamu jangan tertipu dengan penampilannya yang sok alim, dia berpakaian seperti itu, hanya untuk menutupi ke busukan hatinya!" ucap Nana.

"Apa sih sebenarnya mau kamu, kamu punya malu apa tidak? aku sudah bilang, cepat tinggalkan tempat ini!" tegas Amar.

"Aku hanya ingin kamu tau siapa wanita itu yang sebenarnya. Dia itu tidak pantas untuk kamu, Dia hanya anak yang lahir di luar nikah, bahkan gara-gara dia kakeknya meninggal! dia itu pembawa sial," teriak Nana meluapkan rasa kecewa karena Amar lebih memilih Almira ketimbang dirinya.

"Cukup Nana! Apa salah Almira sama kamu, sampai kamu tega berbicara seperti itu?" sahut Nur dengan mata berkaca-kaca ketika baru masuk ruangan Almira dan mendengar semua itu.

"Nana, tante tidak menyangka kamu tega mengatakan semua itu! Siapa yang memberitahu kamu semua itu? Apa mama kamu Nia, yang mengatakannya?" timpal AneAne yang tak kalah emosi.

"Tante Ane, tante Nana tidak bermaksud seperti itu, Nana hanya ingin membuka mata Amar, kalau Nana lebih baik dari wanita itu," ucap Nana menunjuk Almira.

"Siapa kamu berani merendahkan menantu saya? dari awal kamu tau, tante ini menyayangi kamu seperti anak tante sendiri, karena Mama kamu sahabat tante, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya sendiri memaksakan Amar untuk mencintai kamu, cinta tidak bisa di paksa Nana. Kamu kasih muda, carilah laki-laki yang mencintai kamu, jangan jatuhkan harga diri kamu," ucap Ane.

"Tapi ini bukan masalah cinta, Tante. Nana yakin! Amar juga tidak mencintai anaknya tante Nur, tapi mereka bisa menikah? kenapa dengan Nana tidak? jika karena masa lalu Mama, bukankah masa lalu tante Nur jauh lebih buruk," ucap Nana.

"Kamu_" ucap Nur berhenti karena Ane memegang bahunya untuk menenangkan Nur.

"Ini tidak ada hubungannya dengan masa lalu mama kamu tapi memang Amar tidak mau menikah dengan kamu, kalau masalah Amar menikah dengan Almira, itu jodoh yang sudah Alloh atur, kita manusia hanya bisa menjalani takdir yang sudah Alloh gariskan," ucap Ane.

"Tante, aku yakin! kalian pasti tertipu dengan wanita ini karena penampilannya yang sok alim, Itu hanya untuk menutupi kebusukannya," ucap Nana.

"Cukup Nana! sekarang pergi dari sini! Bentak Amar membuat kaget semua yang ada di ruangan.

Nana pergi dengan rasa kesal di hatinya dan merasa sudah di permalukan.

"Almira kamu tidak apa-apa nak?" tanya Nur mendekati Almira dan memeluk Almira.

Almira tak berkata apa-apa, hanya diam tanpa sepatah katapun mampu keluar dari bibirnya.

"Almira maafkan Mama sayang, jangan marah sama mama! Mama memang pernah melakukan dosa di masa lalu, tapi Mama menyayangi kamu nak, jangan marah sama Mama," tangis Nur pecah saat melihat Almira hanya diam dengan tatapan kosong.

"Almira, Jangan menjadikan masa lalu Mama kamu menjadi penghalang untuk menjadi wanita yang sholihah, tante tau kamu anak baik. Kami menyayangi kamu Almira." sahut Ane

"Ma, maafkan Almira." ucap Almira yang sedari tadi terdiam.

"Kamu tidak salah nak, Mama yang salah. masa lalu membuat kamu harus ikut menanggungnya." ucap Nur.

"Jangan menyalahkan diri Mama sendiri, Almira tidak apa-apa Ma," ucap Almira berusaha menguatkan hatinya. Meskipun yang sesungguhnya hatinya sangat hancur.

^Happy Reading^

Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang💕

Jangan lupa juga tekan favorit dan kasih rating bintang lima ya. Terima kasih😘💕

Terpopuler

Comments

Puspita Sari

Puspita Sari

Amira memang anak yg baik Soleha dan sllu bisa buat hati siapapun menyukainya

2022-10-30

0

Risa Arisnawati

Risa Arisnawati

kok lama thoor Up nya

2022-10-29

1

Dewi Darminiee

Dewi Darminiee

d tunggu up nya thor

2022-10-28

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 CH 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 CH 69
70 CH 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Draft
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 123
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Draft
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter. 153
154 chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Draft
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 The End
165 pengumuman
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
CH 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
CH 69
70
CH 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Draft
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 123
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Draft
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter. 153
154
chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Draft
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
The End
165
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!