"Kenapa kalian tidak menikah saja?" tanya Amar.
"Karena Mama sudah lebih dulu, meminta Almira untuk menikah dengan mas Amar," jawab Almira.
"Kenapa kamu tidak menolak?"
"Karena Almira tidak ingin mengecewakan Mama, apalagi laki-laki yang mau di jodohkan dengan Almira adalah anak tante Ane. Orang yang sangat bejasa dalam hidup Mama. mungkin jika saat itu Ayah dan Bunda tidak menjemput Mama, saat ini entah bagaimana nasib Mama," ucap Almira dengan mata berkaca-kaca.
"Jadi itu alasan dia menerima lamaranku waktu itu? Memang aku pernah mendengar sekilas tentang masa lalu orang tua Almira. Tapi aku juga tidak terlalu paham. Yang aku tau, Almira anak di luar nikah, tapi meskipun Almira anak di luar nikah, Almira mampu membuktikan kalau masa lalu orang tuanya, tidak menjadikan dia melakukan hal sama. buktinya dia menjadi wanita sholihah sekarang," batin Amar.
Malam ini, Amar tidur di ruang Almira. tidak banyak percakapan di antara mereka. Almira menatap Amar yang sedang tidur di sofa.
"Entah akan berakhir seperti apa pernikahan kita Mas? Tapi setidaknya aku akan berjuang untuk mempertahankan rumah tangga kita mas, meskipun kamu tidak pernah mencintai aku. tapi aku juga tidak ingin berpisah dengan mu," batin Almira.
****
"Sus, apa Dokter Amar ada?" tanya Nana pada perawat jaga.
"Dokter Amar kebetulan hari ini sedang libur, kalau mau periksa bisa buat janji dulu," jawab perawat.
"Saya bukan ingin periksa tapi saya temannya," ujar Nana.
"Ooh.. anda temannya Dokter Amar? Kalau begitu kenapa tidak langsung ke kamar istrinya, sepertinya Dokter Amar ada di kamar istrinya," jelas perawat.
"Kamar istrinya? maksudnya? istrinya di sini?" tanya Nana.
"Iya, saat ini istri Dokter Amar Amar sedang sakit dan di rawat di sini,"
"Ada di kamar nomor berapa ya?" tanya Nana.
"304" jawab perawat singkat.
"Ok, Terima kasih ya Sus," ucap Nana berlalu.
Tok..!.. Tok..! Tok..
Klek..
Tanpa menunggu jawaban Nana membuka pintu ruang Almira.
Amar dan Almira melihat ke arah pintu." Nana kenapa kamu ada di sini?" Amar merasa kedatangan Nana pasti bukan hal yang baik.
"Jadi benar Mar, Kamu sudah menikah dengan anaknya tante Nur? Aku kira itu hanya gosip, tapi melihat kamu menjaga dia di sini berarti membenarkan berita itu,' ucap Nana.
"Apa urusannya dengan kamu? mau aku menikah dengan siapa, tidak ada hubungan dengan kamu!" tegas Amar.
"Amar , kamu selalu menolakku dari dulu. bukankah karena kamu mengetahui masa lalu mama kandungku, hingga kamu lebih memilih Rara? Dan sekarang saat Rara tidak mau menikah dengan kamu, Tiba-tiba saja kamu sudah menikah dengan dia?" ucap Nana menunjuk Almira.
"Pertama, mau aku menikah dengan siapa itu tidak ada hubungannya dengan kamu. Ke dua, Rara bukan tidak mau menikah denganku, tapi dia memikirkan kamu," jawab Amar seketika membuat Almira seketika menoleh ke arah Amar. jawaban Amar yang ke dua cukup membuat Almira sakit hati, terlihat jelas bahwa Amar masih mencintai Rara.
" Amar! kamu tau sudah sangat lama aku mencintai kamu, tapi kenapa kamu tidak mau memberiku kesempatan? Kenapa justru kamu menikah dengan wanita yang tidak jelas itu," ucap Nana.
"Cukup! Aku tidak ada urusan dengan kamu, jadi sebaiknya kamu pergi dari sini," ucap Amar.
"Amar buka mata kamu jangan tertipu dengan penampilannya yang sok alim, dia berpakaian seperti itu, hanya untuk menutupi ke busukan hatinya!" ucap Nana.
"Apa sih sebenarnya mau kamu, kamu punya malu apa tidak? aku sudah bilang, cepat tinggalkan tempat ini!" tegas Amar.
"Aku hanya ingin kamu tau siapa wanita itu yang sebenarnya. Dia itu tidak pantas untuk kamu, Dia hanya anak yang lahir di luar nikah, bahkan gara-gara dia kakeknya meninggal! dia itu pembawa sial," teriak Nana meluapkan rasa kecewa karena Amar lebih memilih Almira ketimbang dirinya.
"Cukup Nana! Apa salah Almira sama kamu, sampai kamu tega berbicara seperti itu?" sahut Nur dengan mata berkaca-kaca ketika baru masuk ruangan Almira dan mendengar semua itu.
"Nana, tante tidak menyangka kamu tega mengatakan semua itu! Siapa yang memberitahu kamu semua itu? Apa mama kamu Nia, yang mengatakannya?" timpal AneAne yang tak kalah emosi.
"Tante Ane, tante Nana tidak bermaksud seperti itu, Nana hanya ingin membuka mata Amar, kalau Nana lebih baik dari wanita itu," ucap Nana menunjuk Almira.
"Siapa kamu berani merendahkan menantu saya? dari awal kamu tau, tante ini menyayangi kamu seperti anak tante sendiri, karena Mama kamu sahabat tante, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya sendiri memaksakan Amar untuk mencintai kamu, cinta tidak bisa di paksa Nana. Kamu kasih muda, carilah laki-laki yang mencintai kamu, jangan jatuhkan harga diri kamu," ucap Ane.
"Tapi ini bukan masalah cinta, Tante. Nana yakin! Amar juga tidak mencintai anaknya tante Nur, tapi mereka bisa menikah? kenapa dengan Nana tidak? jika karena masa lalu Mama, bukankah masa lalu tante Nur jauh lebih buruk," ucap Nana.
"Kamu_" ucap Nur berhenti karena Ane memegang bahunya untuk menenangkan Nur.
"Ini tidak ada hubungannya dengan masa lalu mama kamu tapi memang Amar tidak mau menikah dengan kamu, kalau masalah Amar menikah dengan Almira, itu jodoh yang sudah Alloh atur, kita manusia hanya bisa menjalani takdir yang sudah Alloh gariskan," ucap Ane.
"Tante, aku yakin! kalian pasti tertipu dengan wanita ini karena penampilannya yang sok alim, Itu hanya untuk menutupi kebusukannya," ucap Nana.
"Cukup Nana! sekarang pergi dari sini! Bentak Amar membuat kaget semua yang ada di ruangan.
Nana pergi dengan rasa kesal di hatinya dan merasa sudah di permalukan.
"Almira kamu tidak apa-apa nak?" tanya Nur mendekati Almira dan memeluk Almira.
Almira tak berkata apa-apa, hanya diam tanpa sepatah katapun mampu keluar dari bibirnya.
"Almira maafkan Mama sayang, jangan marah sama mama! Mama memang pernah melakukan dosa di masa lalu, tapi Mama menyayangi kamu nak, jangan marah sama Mama," tangis Nur pecah saat melihat Almira hanya diam dengan tatapan kosong.
"Almira, Jangan menjadikan masa lalu Mama kamu menjadi penghalang untuk menjadi wanita yang sholihah, tante tau kamu anak baik. Kami menyayangi kamu Almira." sahut Ane
"Ma, maafkan Almira." ucap Almira yang sedari tadi terdiam.
"Kamu tidak salah nak, Mama yang salah. masa lalu membuat kamu harus ikut menanggungnya." ucap Nur.
"Jangan menyalahkan diri Mama sendiri, Almira tidak apa-apa Ma," ucap Almira berusaha menguatkan hatinya. Meskipun yang sesungguhnya hatinya sangat hancur.
^Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang💕
Jangan lupa juga tekan favorit dan kasih rating bintang lima ya. Terima kasih😘💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Puspita Sari
Amira memang anak yg baik Soleha dan sllu bisa buat hati siapapun menyukainya
2022-10-30
0
Risa Arisnawati
kok lama thoor Up nya
2022-10-29
1
Dewi Darminiee
d tunggu up nya thor
2022-10-28
1