Kaylee menatap ketiga orang yang sedang duduk bersama. Kaylee yakin jika ketiganya memiliki kedekatan. Meskipun Abe belum mengingat apapun tapi Kaylee yakin jika Nick dan Edward merupakan orang yang dikenal oleh Abe.
" Nona Kaylee, kami permisi dahulu. Besok kami akan kembali lagi untuk menemui Austin " ucap Nick menghampiri Kaylee dan Rachel yang ada di belakang meja kasir.
" Baiklah... " jawab Kaylee ramah.
" Kalau begitu, kami permisi Nona... Tolong, kau jaga Austin untuk sementara waktu. Kami akan mengupayakan pengobatan untuk Austin " tambah Nick lagi.
Kaylee hanya mengangguk mengiyakan permintaan dari Nick.
" Kaylee, aku permisi dulu. Kalau kau membutuhkan bantuanku, segera hubungi saja aku " ucap Edward mengedipkan sebelah matanya ditambah senyuman mautnya.
Austin menginjak ujung sepatu Edward, membuat ia melirik ke arah Austin yang sudah memasang wajah garang.
" Sorry, Aus ! Aku tahu dia milikmu " bisik Edward di telinga Austin.
" Good... Sudah sepatutnya kamu sadar itu ! " tegas Austin balik berbisik sambil mengibaskan tangannya pada jas Edward.
Edward hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan senyum samar.
" Apa kau tidak ingin pergi bersama kami, Aus ? Mungkin kami bisa membuatmu mengingat lebih banyak " ucap Nick.
" Ti... "
" Tuan Nick benar, Abe. Mungkin dengan bersama mereka, kau akan mendapatkan ingatanmu sedikit demi sedikit " potong Kaylee.
" Tapi... "
" Come on, Aus. Just for tonight ! " bujuk Nick.
" Pergilah, Abe... Aku sangat bahagia jika kau bisa mengingat kembali " tambah Kaylee lagi.
Austin menatap Kaylee yang terlihat sangat bersemangat.
Apa kau juga bahagia jika aku mengingat semua dan mengatakan yang sebenarnya, Kay ? Apa kau mau menerimaku ?
" Hey... Abe, what are you thinking ? " tanya Kaylee saat melihat Austin yang terlihat melamun.
" Nothing ! Baiklah, aku akan ikut dengan mereka berdua " jawab Austin.
Kaylee tersenyum,
" That's good...! Aku harap kamu segera mengingat lagi " ucap Kaylee tulus.
Akhirnya, Austin pun ikut bersama Nick dan juga Edward ke hotel tempat mereka menginap.
" Nona... Anda sangat beruntung " ucap Rachel pada Kaylee.
" Beruntung ? Maksudmu ? " tanya Kaylee sambil menaikkan sebelah alisnya.
" Anda beruntung karena selalu dikelilingi oleh pria-pria tampan " jawab Rachel jujur.
" Astaga, Rachel... Itu bukanlah keberuntungan, justru itu musibah " sahut Kaylee asal bicara.
" What ? Musibah ? Oh nona... Anda membuat jiwaku yang jomblo ini meronta-ronta " timpal Rachel mengerucutkan bibirnya.
Kaylee tergelak mendengar ucapan dari Rachel.
" Rachel... Terkadang tidak semua yang terlihat indah itu benar-benar indah. Justru ada kalanya banyak kesakitan dalam keindahan itu " ucap Kaylee penuh teka-teki.
" Maksudnya bagaimana, Nona ? " tanya Rachel sambil menggaruk kepalanya. Ia merasa bingung atas jawaban yang diberikan oleh nonanya itu.
Kaylee menyentuh pundak Rachel.
" Jangan hanya melihat dari luarnya saja, Rach... Karena kita tak pernah tahu bagaimana isinya " ucap Kaylee sambil berlalu menuju ke kantornya.
Rachel hanya menggaruk kepalanya. Jujur saja ia masih belum mengerti ucapan dari nonanya itu.
Sementara itu, ketiga pria tampan baru saja memasuki sebuah hotel terbesar yang ada di kota itu. Mereka sengaja berkumpul di satu kamar, yaitu kamar Nick.
" Jadi kapan kau akan memberitahunya ? " tanya Nick.
Austin mengangkat bahunya, lantas menghela nafas. Ia berjalan menuju jendela dan menatap ke arah luar yang memperlihatkan pemandangan lautan lepas.
" Entahlah... Aku sedang menunggu waktu yang tepat " jawab Austin tanpa mengalihkan pandangannya.
" Waktu yang tepat ? " tanya Nick lagi.
" Hem... Menunggu sampai ia mencintaiku karena aku takut ia tak memaafkanku " jawab Austin lirih.
" But, Aus... I think she will forgive you, just honest. Jujur saja, Aus... " sahut Nick.
" Aku takut, jika aku jujur dia justru pergi dariku. Faktanya, pria yang menginginkannya tak hanya aku. Dan aku tak ingin dia bersama orang lain " timpal Austin melirik Edward.
" Oh my god, Aus... Kalau dia tak ingin bersamamu, kau tinggal cari saja wanita lain. See... It's easy ! " ucap Edward enteng.
" Easy... Easy... Easy for you ! Dasar penjahat wanita ! " rutuk Nick sambil melemparkan guling ke arah Edward.
Edward terkekeh geli mendengar rutukan dari mulut Nick.
" Hey... Aku ini bukan penjahat wanita tapi pemuja wanita... " ucap Edward percaya diri.
" Ya, pemuja wanita pengangkang paha ! " timpal Nick jengah.
" Astaga, Nick ! Kau ini memang cerdas. Dan kau harus mencobanya " ucap Edward sambil terkekeh. Sementara Nick memutar bola matanya dengan malas.
" Cukup ! Kalian bukannya membantuku, malah membuatku semakin pusing " ucap Austin sambil mengurut pangkal hidungnya.
Nick dan Edward saling melirik hingga kemudian ponsel Nick berbunyi.
" Ya, Nek... ? Kami sudah bertemu Austin " jawab Nick seolah sudah mengetahui jika Nenek Eliza akan menanyakan perihal Austin.
" Benarkah, kalau begitu kirimkan lokasi kalian. Nenek akan menemui Austin dan calon istrinya " titah Nenek Eliza lalu menutup panggilan.
Austin menatap Nick.
" Ada apa dengan Nenek ? " tanya Austin penasaran.
" Kami tidak memberitahu nenek saat kau hilang. Untuk menenangkannya, kami memberi tahunya jika kau sedang menemui calon istrimu. Dan sekarang Nenek ingin bertemu denganmu dan calon istrimu " jelas Nick.
" Astaga Nick... Kau menambah masalahku saja " ucap Austin mengusap kasar wajahnya.
Kini Austin duduk di sofa sambil mengurut pelipisnya. Jika tahu akan seperti ini, lebih baik ia tidak mengingat apapun.
" I'm sorry Nick... Aku tidak ingin Nenek khawatir. Kau kan tahu sendiri jika nenek memiliki riwayat sakit jantung. Jika nenek tahu, kau mengalami kecelakaan dan hilang entah apa yang akan terjadi pada nenek " tambah Nick lagi merasa bersalah.
"Guys... I have a good idea " celetuk Edward.
" Memangnya ide apa yang kamu punya ? " tanya Austin.
" Austin, kau percaya dia punya ide baik selain meniduri wanita ? " tanya Nick tak percaya atas sikap Austin.
Edward berdecih dan memutar bola matanya kesal.
" Memangnya kau punya ide apa ? " tanya Nick penasaran.
" Tadi kau tidak percaya " sahut Edward kesal.
" Ok... Sorry Ed ! Now tell us ! " seru Nick.
" Kau minta tolong saja pada Kaylee untuk berpura-pura menjadi calon istrimu. Bukankah itu bisa semakin mendekatkanmu dengannya " ucap Edward.
" Tak kusangka kau memiliki ide bagus seperti itu, Ed. Kupikir kau hanya tahu cara meniduri wanita saja ! " celetuk Nick geleng-geleng kepala tak percaya.
" Sialan kau ! " gerutu Edward, kini ia yang melempar bantal ke wajah Nick.
Austin memikirkan ide dari Edward, bukan ide yang buruk. Ia yakin Kaylee mau menolongnya, bukankah selama ini ia dan Kaylee pun bersandiwara menjadi pasangan kekasih ?
" I will try it ! " ucap Austin.
" What ? " ucap Nick dan Edward serempak.
" Aku akan mencobanya... Selama ini aku dan Kaylee berpura-pura menjadi kekasih. Aku yakin ia mau membantuku " ucap Austin dengan seringai di wajahnya.
Kaylee... Ini caraku agar semakin dekat denganmu. Semoga ini awal jalan kita untuk bisa bersatu. Aku bersumpah akan menjadikanmu istriku. Tak peduli seberat apa perjuanganku untuk mendapatkanmu. Yang pasti, aku tidak akan melepaskanmu !!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Debbie Teguh
pura2 jadi beneran deh
2023-01-29
2
Yani Sri
ceritanya lanjut dong
2022-10-31
1