Sepeninggal Rachel, Kaylee mulai membuat be yang tadinya hanyal memperhatikan Kaylee, kini ikut serta membantu Kaylee. Kaylee meminta abe untuk menimbang bahan sesuai resep dan abe melakukannya dengan baik.
Ketika abe menimbang tepung, butiran halus tepung membuatnya bersin hingga menyebabkan tepung bertebaran dimana-mana termasuk di wajah Abe.
Melihat hal itu, justru membuat Kaylee tertawa terbahak-bahak. Merasa Kaylee mentertawakan dirinya membuat Abe ingin mengerjai Kaylee. Karena itu, Abe sengaja membiarkan Kaylee tertawa.
Abe mendekat pada Kaylee lalu mengusapkan terigu ke wajah Kaylee hingga wajah cantik itu kini tertutup terigu dan kini giliran Abe yang tertawa terpingkal-pingkal melihat Kaylee.
Merasa kesal terhadap Abe, Kaylee berusaha mengejar Abe namun Abe segera menghindar. Akibatnya terjadi kejar-kejaran antara mereka berdua. Hinggga akhirnya Kaylee bisa meraih apron yang dikenakan oleh Abe, namun Abe tak mau berhenti hingga entah bagaimana ceritanya mereka berdua akhirnya justru terjatuh dengan posisi Kaylee berada di atas tubuh Abe.
Abe menatap Kaylee yang sedang mengangkat wajahnya hingga tatapan mereka bertemu. Perasaan yang sama menjalari Kaylee, sama seperti perasaannya saat kejadian tadi di tangga.
" Sorry... " ucap Kaylee sambil berupaya untuk bangkit dari atas tubuh Abe.
" It's ok... Seharusnya aku yang minta maaf " sahut Abe yang juga ikut bangkit.
Kaylee sudah berdiri, ia melihat sekelilingnya yang sudah berantakan dengan bubuk tepung. Kaylee menghela nafasnya.
" Well, sepertinya banyak hal yang harus kita lakukan selain membuat roti " ucap Kaylee.
" Heem... Kalau begitu kita bisa lakukan mulai sekarang. Kau membuat roti dan aku akan membereskan kekacauan ini. Bagaimana deal ? " tanya Abe.
" Ok, deal ! " jawab Kaylee.
Mereka pun melanjutkan aktivitas mereka sesuai pembagian tugas. Dan akhirnya semua terselesaikan dengan baik. Kaylee dan Abe kini sedang membagikan roti di sepanjang jalan.
" Kay... Apa kau tidak merasa rugi membagikan roti-roti ini ? " tanya Abe heran sambil berjalan mengikuti Kaylee.
" Rugi ? Tentu saja tidak, Abe. Kau tahu, dulu almarhum ayahku selalu mengajarkanku untuk berbagi. Lagipula dengan berbagi tidak akan membuat kita menjadi miskin. Justru semakin banyak kita berbagi akan membuat kita semakin kaya. Walaupun tidak kaya harta, tetapi kaya hati " jawab Kaylee yang tentu saja membuat Abe semakin jatuh cinta kepada gadis cantik itu.
Abe memandang kagum pada Kaylee. Seolah ia melihat bidadari turun dari kahyangan dengan segala kecantikan dan kebaikannya.
" Hey, kenapa kau menatapku seperti itu ? " tanya Kaylee merasa risih ditatap oleh Abe.
" Ku rasa saat ini aku sedang berjalan bersama bidadari yang turun dari surga " ucap Abe memuji Kaylee.
Wajah Kaylee merona, ia kemudian berjalan meninggalkan Abe untuk menetralkan perasaannya. Entah mengapa berada di dekat Abe selalu membuatnya berdebar. Padahal ia belum lama mengenal pria itu.
Jangan sampai jatuh cinta padanya, Kay...!
bisik hati Kaylee.
Kaylee dan Abe terus berjalan membagikan roti hingga habis. Dan setelahnya, mereka segera kembali ke toko.
" Aku akan mengantarmu pulang, Kay ! " seru Abe saat Kaylee bersiap.
" Tidak perlu, Abe ! Aku bisa pulang sendiri " tolak Kaylee.
" Tapi ini sudah malam, Kay. Aku khawatir terjadi hal buruk kepadamu " sahut Abe.
Kaylee tertawa kecil.
" Jika kau mengantarku pulang, justru aku khawatir akan terjadi sesuatu padamu " ucap Kaylee.
" Maksudnya ? "
" Kau kan belum hafal daerah ini... Aku khawatir justru nanti kau menyusahkanku karena kau tersesat " seloroh Kaylee sambil tertawa.
" Tapi, Kay..."
" Tidak ada tapi-tapian, Abe. Aku pulang ya ! Terima kasih sudah menemaniku " ucap Kaylee tulus.
Kaylee keluar dari toko diikuti oleh Abe.
" Kay... " panggil seseorang saat Kaylee keluar toko.
" Cris " ucap Kaylee dan Abe bersamaan.
" Sedang apa kau disini ? " tanya Kaylee.
" Menjemputmu " jawab Cris santai.
" Menjemputku ? Tapi... "
" Aunty Jo yang memintaku untuk menjemputmu karena kau belum juga pulang. Ia khawatir terjadi sesuatu padamu " ucap Cris sambil melirik Abe.
Apa maksudnya bicara seperti itu ? Memangnya aku akan berbuat buruk pada Kaylee ? Batin Abe menatap tak suka pada Cris.
Menyadari perang urat syaraf antara Abe dan Cris, Kaylee hanya bisa menghela nafasnya.
" Cris... Kau tidak perlu repot. Aku akan pulang bersama kekasihku " ucap Kaylee sambil menggandeng tangan Abe.
Tentu saja Abe merasa bahagia, apalagi ia bisa melihat raut kekecewaan di wajah Cris.
" Tapi Kay... Ibumu memintaku untuk menjemputmu. Lagi pula apa kamu tidak merasa kasihan pada Abe ? Jika dia mengantarmu, tentu waktu istirahatnya akan berkurang. Abe kan baru saja sembuh dan dia belum hafal jalan-jalan di tempat ini " bujuk Cris.
Kaylee nampak berpikir, semua yang Cris katakan memang benar adanya.
" Baiklah, kau benar Cris " ucap Kaylee lalu melepas tangannya dari tangan Abe.
Tentu saja Abe tak tinggal diam, ia meraih kembali tangan Kaylee.
" Kay... Biar aku yang mengantarmu, aku ini kan kekasihmu. Mana mungkin aku membiarkan kekasihku pergi bersama pria lain " ucap Abe menahan Kaylee.
Abe dapat melihat kekesalan di wajah Cris dan ia menyukai itu.
" Abe, Cris benar. Kau itu masih baru disini dan juga baru keluar dari Rumah Sakit. Beristirahatlah ! Kali ini aku akan pulang bersama Cris. Lain kali kau bisa mengantarkanku " seru Kaylee melepaskan genggaman tangan Abe.
Cris tersenyum tipis mendengar keputusan Kaylee. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan. Cris segera membukakan pintu mobilnya untuk Kaylee dan Kaylee pun segera masuk ke dalamnya.
" Don't worry, dude ! Aku akan mengantarnya selamat sampai di rumah. Sebaiknya kau beristirahat ! " seru Cris tersenyum mengejek dengan kerlingan mata.
Cris kemudian masuk ke dalam mobilnya menyusul Kaylee yang sudah masuk lebih dulu, meninggalkan Abe yang masih merasa kesal.
Mobil yang dikendarai Cris pun akhirnya berlalu meninggalkan toko dan juga Abe dengan segala kekesalannya.
" Kay... Apa benar Abe itu kekasihmu ? " selidik Cris mencari tahu kebenarannya.
" Tentu saja benar. Kau tidak percaya ? " tanya Kaylee.
Cris menggelengkan kepalanya, sementara Kaylee hanya menghembus kasar nafasnya.
" Kau tidak sedang membohongiku kan Kay ? Mengapa aku melihat hubungan kalian seperti sandiwara... Atau kau sengaja untuk menghindariku ? " cecar Cris.
" Cris... Please ! Untuk apa aku menghindarimu ? Aku memang mencintai, Abe ! " tegas Kaylee.
" Kay... Apa tidak ada harapan untukku ? Aku mencintaimu Kaylee ! " ungkap Cris jujur.
" Cris... Cinta tak bisa dipaksakan. Kau berhak mendapatkan gadis yang baik " sahut Kaylee.
" Bagiku tidak ada yang lebih baik darimu, Kay ! " tukas Cris.
" Kau hanya belum menemukannya, Cris. Atau kau sendiri yang tak ingin menemukannya " timpal Kaylee.
" Aku sudah menemukannya, Kay. And it was you ! Only you, Kaylee ! " tegas Cris membuat Kaylee tak bisa berkata apapun untuk membalas ucapan dari Cris.
Cris menepikan mobilnya. Ia lantas meraih jemari tangan Kaylee.
" Kay... Aku sudah menunggumu selama ini. Apa aku tidak pantas untukmu ? " tanya Cris sungguh-sungguh.
" Cris... Jangan lagi menungguku, kumohon ! " jawab Kaylee.
" Jadi kau benar-benar mencintainya, Kay ? Katakan padaku ! "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
StAr 1086
next
2023-01-15
1
Yani Sri
lanjut dong ceritanya
2022-10-26
1
Tasmiyati Yati
kenapa Nick sama Edward gak sampai sampai sih biar cepat ketemu
2022-10-26
2