Nick dan Edward saling berpandangan saat mendengar penuturan pria tersebut. Mereka amat senang karena akhirnya berhasil mendapatkan petunjuk keberadaan Austin.
Sebagai rasa terima kasih, Nick memberikan uang tunai kepada pria tersebut. Uang yang besarnya hampir sama dengan harga jam tangan mewah tersebut. Imbalan yang dirasa setimpal oleh Nick dan Edward.
Mereka pun segera bersiap untuk pergi ke kota X, kota yang dimaksud oleh pria tersebut. Kota tempat Austin mengejar cintanya. Entah apa yang menimpa Austin hingga ia menghilang tanpa kabar berita.
" Biar aku yang pergi kesana. Kau tidak perlu menemaniku " seru Nick pada Edward.
Tentu saja Edward menolak rencana Nick itu.
" Tidak bisa... Aku akan ikut bersamamu " tolak Edward.
" Ck... Mengapa kau keras kepala ? " heran Nick.
" Aku juga ingin memastikan jika Austin baik-baik saja " jawab Edward.
" Memastikan keadaan Austin atau kau ingin tahu apakah Austin sudah berhasil menikahi gadis itu ? " sinis Nick.
" Haish... Kau ini Nick ! " ucap Edward menyiku perut Nick.
" Tentu saja aku ingin tahu keadaan Austin dan juga Kaylee " sahut Edward.
" See...? I know what are you thinking, Ed " Nick memutar bola matanya dengan malas.
" Aku hanya ingin memastikan jika Kaylee baik-baik saja. Dan juga melihat Austin berhasil memenangkan hatinya " sahut Edward.
" Baiklah... Tapi kau harus berjanji untuk tidak membuat hal bodoh lagi. Kau juga harus menjaga jarak dari gadis itu ! " seru Nick.
Edward mendengus, namun kemudian ia menyetujuinya. Bagi Edward sekarang, hanya bisa melihat Kaylee saja ia sudah merasa senang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kaylee tengah merapikan kantornya saat Abe masuk ke dalam ruangannya.
" Kay... " panggil Abe karena Kaylee nampak fokus menatap laptopnya.
" Kay... " panggil Abe lagi kini ia telah berada di depan meja kerja Kaylee.
" Hem... " Kali ini Kaylee menyahut meskipun tak menatap Abe.
" Aku membuatkanmu coklat hangat, minumlah ! Sejak tadi kau hanya memperhatikan laptopmu saja ! " seru Abe sambil menyodorkan secangkir minuman coklat.
Kini Kaylee melihat ke arah cangkir yang berisi minuman.
" Ini sangat harum... Thanks Abe ! " ucap Kaylee sambil menghirup aroma minuman coklat itu.
Kaylee menghentikan kegiatannya, lalu meraih cangkir berisi minuman coklat itu. Kemudian ia meminumnya perlahan.
Abe tersenyum melihat gadis itu dengan antusias meminum minuman yang ia buat.
" Bagaimana rasanya ? " tanya Abe saat Kaylee menaruh cangkir di atas meja.
" It's delicious, Abe... Kau yang membuatnya ? " tanya Kaylee penasaran.
" Yes, special for you " jawab Abe sambil tersenyum.
" Thank you " ucap Kaylee dengan senyuman manisnya.
" You're welcome... " sahut Abe menatap wajah Kaylee yang semakin terlihat cantik saat ia tersenyum.
" I'll do anything for you my beauty baby... " gumam Abe masih betah menatapi wajah Kaylee.
" Sekarang jam berapa, Abe ? " tanya Kaylee.
" Sudah pukul 5 sore " jawab Abe.
" Astaga... Aku harus membuat roti " pekik Kaylee setengah meloncat dari duduknya.
" Hey... Calm down ! " seru Abe.
" Apa Rachel and mommy masih ada di bawah ? " tanya Kaylee sambil menuju pintu diikuti oleh Abe.
" Nyonya Joana sejak tadi sudah pulang. Kalau Rachel masih ada di bawah. Sejak tadi dia menunggumu turun tapi kau tak jua turun " jawab Abe. Ia berusaha mengejar langkah Kaylee yang tergesa turun.
Abe merasa khawatir jika Kaylee akan terjatuh karena ia terburu-buru menuruni tangga. Dan apa yang dikhawatirkan oleh Abe terjadi. Kaylee hampir terjatuh, beruntung Abe dengan sigap menahan tubuh Kaylee hingga ia tidak terjatuh.
Abe merengkuh tubuh ramping Kaylee hingga berada dalam dekapannya.
Deg... !
Jantung keduanya berpacu dengan cepat, saat mata keduanya saling beradu. Untuk sesaat mereka larut dalam perasaan yang tak bisa mereka jabarkan.
" Nona... Ada ap... " Rachel dengan segera menutup mulutnya saat melihat pemandangan di hadapannya.
" Ma... Maaf Nona... Maaf Tuan... " ucap Rachel sambil membalik badannya dan segera angkat kaki.
Rachel menepuk-nepuk jidatnya. Merasa telah merusak kemesraan atasannya.
Dasar bodoh... ! Rutuk Rachel menyalahkan diri sendiri.
Sepertinya jiwa jomblonya meronta-ronta melihat Kaylee dan Abe yang menurutnya begitu serasi.
Kaylee melepaskan diri dari pelukan Abe sepeninggal Rachel.
" Maaf... Aku hanya takut kau terjatuh " ucap Abe dengan rasa bersalah.
" It's ok ! Aku yang salah " sahut Kaylee merasa kikuk.
" Ayo kita turun ! " seru Kaylee, namun sepertinya otak dan tubuhnya tidak berjalan selaras karena kini justru ia malah melewati Abe untuk menaiki tangga kembali.
" Kay... " panggil Abe membuat Kaylee melirik pada Abe.
" Sejak kapan turun itu menjadi ke atas ? " tanya Abe menahan tawa.
Mendengar ucapan Abe itu membuat Kaylee terperanjat.
" Ya ampun ! " ucap Kaylee sambil mengusap wajahnya yang kini memerah.
Kaylee memutar langkahnya, kini ia kembali berada di depan Abe.
Astaga... Ini sangat memalukan ! batin Kaylee.
Sementara itu, Abe justru tersenyum penuh kemenangan karena bisa membuat Kaylee salah tingkah.
Sebentar lagi, aku akan memenangkan hatimu, Kay...
pikir Abe dengan senyuman tipis.
Mereka berdua masuk ke dapur, dimana sudah ada Rachel menunggu mereka. Rachel sudah mempersiapkan bahan-bahan yang akan digunakan oleh Kaylee untuk membuat roti.
Sejak membuka toko bakerynya, sebelum menutup toko, Kaylee selalu membuat kembali roti untuk ia bagikan cuma-cuma. Biasanya ia akan membagi dua dengan Rachel. Rachel akan membagikan roti sambil ia menuju jalan pulang. Begitu pun dengan Kaylee, ia akan membagikan roti di sepanjang jalan menuju ke rumah.
Bagi Kaylee berbagi merupakan hal yang paling indah. Ia bisa membantu mengurangi beban orang lain. Kaylee tahu betul bagaimana rasanya hidup susah dan ia ingin meringankan kesusahan mereka yang membutuhkan walau hanya dengan memberikan roti saja. Kaylee yakin setiap satu kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan diberikan balasan kebaikan yang berlipat ganda oleh Tuhan.
" Rach... Ini sudah hampir malam, sebaiknya kau cepat pulang. Kasihan ibu dan adik-adikmu, mereka pasti menunggumu pulang " seru Kaylee.
" Tapi, nona... Saya ingin membantu anda, mana mungkin saya pulang jika anda masih bekerja disini " tolak Rachel.
" Tidak apa Rachel... Kau tidak perlu mengkhawatirkan Kaylee. Ada aku yang akan membantu dan menjaganya. Sebaiknya kau segera pulang ! " seru Abe.
Rachel melirik pada Kaylee, melihat jika nonanya itu menganggukkan kepala.
" Baiklah... Kalau begitu saya pamit pulang. Terima kasih, Nona... Tuan " ucap Rachel.sambil menunduk.
" Rachel... Kau bawalah roti yang tersisa hari ini untuk keluargamu " titah Kaylee sambil mengambil paper bag dan mengisinya dengan roti.
" Iya... Terima kasih, Nona " sahut Rachel menerima paper bag yang diberikan oleh Kaylee.
" Kalau begitu, saya permisi Nona... Tuan... Ah iya, Tuan Abe... Tolong anda menjaga nona saya yang cantik dan baik hati ini ya ! " ucap Rachel kepada Abe.
" Tanpa kau minta pun aku pasti melakukan yang terbaik untuknya " tegas Abe.
" Baiklah, saya percaya pada anda tuan Abe " sahut Rachel lantas meninggalkan mereka berdua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Yani Sri
ceritanya lanjut dong
2022-10-25
1
Tasmiyati Yati
Nick kamu pasti kaget kalau ketemu Austin karena Aus gak kenal kamu🤭
2022-10-24
1