Austin melajukan kendaraannya menuju ke kota tempat Kaylee tinggal. Meskipun harus menyebrangi lautan, ia akan melakukannya demi wanita yang ia cintai.
Ya, cintai... Entah karena apa, tapi Austin begitu menginginkan gadis itu. Terlepas dari rasa tanggung jawab yang sudah sepatutnya ia lakukan akibat perbuatannya. Mungkin Austin memang jatuh cinta kepada Kaylee. Setelah selama ini ia menampik dan tak percaya dengan yang namanya cinta. Tapi setelah bertemu Kaylee dia justru meyakini jika cinta itu ada dan itulah rasa yang tercipta untuk Kaylee.
Tanpa Austin sadari, ada yang mengikuti laju kendaraannya. Berusaha membuntuti Austin dan sialnya Austin pergi tanpa pengawalan.
Austin akhirnya menyadari jika ia sedang dibuntuti. Oleh karena itu, ia mencari cara untuk bisa lolos dari kejaran orang yang mengikutinya. Austin tidak jadi menuju ke pelabuhan. Ia khawatir jika mereka akan menemukan Kaylee. Entah mengapa intuisi Austin mengatakan jika ini berkaitan dengan keberadaan Kaylee.
Austin berhasil mengecoh laju mobil yang membuntutinya. Ia mengurangi kecepatan mobilnya, sambil menghubungi Nick untuk memberitahu jika ia tengah diikuti dan berhasil meloloskan diri.
Namun baru saja ia selesai menghubungi Nick, tiba-tiba mobil yang membuntutinya muncul dari sebelah kirinya. Austin menginjak pedal gas, akan tetapi saat Austin menambah kecepatannya, sebuah kendaraan berbelok di hadapannya, membuat Austin membanting stir guna menghindari tabrakan. Tabrakan memang dapat Austin hindari, namun ia tak dapat mengendalikan laju kendaraannya. Alhasil mobil yang dikendarai Austin menabrak pembatas jalan dan mobilnya terguling jatuh ke dasar jurang.
Sebelum mobil terguling, Austin berhasil melompat ke luar dari dalam mobil. Sehingga ia tidak ikut terjatuh. Austin bersembunyi di balik semak-semak saat ia melihat mobil yang membuntutinya berhenti tepat di depan pagar pembatas jalan.
Seorang pria keluar dengan tergesa dari dalam mobil, kemudian melihat ke dasar jurang tempat mobil milik Austin terjatuh. Ia merogoh ponselnya, lalu menghubungi seseorang.
" Maaf Tuan, kami sudah mengikuti mobil Tuan Austin tapi beliau menyadarinya dan sekarang beliau mengalami kecelakaan karena berusaha meloloskan diri dari kejaran kami " jelasnya pada seseorang di sebrang telpon.
" Dasar kalian bodoh ! Lalu bagaimana keadaan Austin sekarang ? Apakah dia selamat ? " tanyanya khawatir.
" Kami tidak tahu, Tuan..Mobilnya terjatuh ke dalam jurang " jawabnya jujur apa adanya sesuai pengamatannya.
" Berikan lokasinya kepadaku, aku akan segera menuju ke sana " ucap orang tersebut lantas menutup panggilan telpon.
Orang di sebrang telpon itu adalah Edward. Ia memang meminta anak buahnya untuk mengikuti Austin, setelah tidak mendapatkan celah informasi untuk mengetahui keberadaan Kaylee karena aksesnya ditutup oleh Austin. Sebenarnya Edward hanya ingin tahu saja keberadaan Kaylee dimana, dan Edward yakin jika Austin tentunya sudah tahu dimana Kaylee berada. Ia tidak pernah bermaksud untuk mencelakakan Austin, sahabatnya.
Tapi semuanya malah berakhir seperti ini. Alih-alih mendapatkan info keberadaan Kaylee, ia justru membuat sang sahabat mengalami kecelakaan.
" I'm sorry Aus... I'm so sorry... " ratap Edward menyesali perbuatannya.
Sementara itu, Austin yang hanya sedikit terluka kini meminta tumpangan kepada pengendara yang melintas disana. Austin tidak kembali ke perusahaan ataupun kediamannya. Ia tetap meneruskan niatnya untuk menemui Kaylee. Meskipun dompet serta ponselnya tertinggal di dalam mobil, beruntung Austin masih memiliki dua lembar uang tunai di saku celananya serta jam tangan mahalnya.
Austin menghentikan sebuah karavan, lalu meminta pengemudinya mengantarkan Austin ke kota dimana Kaylee berada dengan bayaran berupa jam tangan mewahnya yang harganya bahkan jauh lebih mahal dari harga karavan itu sendiri. Austin tak peduli, baginya menemukan Kaylee adalah hal terpenting saat ini. Bukankah harta masih bisa dicari ?
Pengemudi karavan itu dengan senang hati menerima tawaran dari Austin. Austin pun kini bisa sedikit menghela nafas dikarenakan tak mungkin ada lagi yang mengikutinya. Sakit pada bagian tubuhnya sama sekali tak Austin rasakan. Yang ia inginkan hanyalah menemui Kaylee, gadis yang telah merasuki hati dan jiwanya.
Sementara itu, Kaylee telah siap untuk membuka toko bakerynya. Ia juga mempekerjakan Rachel sebagai pegawainya untuk membantu Kaylee dan ibunya di toko.
Hari berganti, Kaylee kini telah membuka toko bakerynya. Dikarenakan hari ini adalah hari pertama pembukaan tokonya, maka Kaylee memberikan harga promo bagi pelanggan di tokonya. Suasana toko saat ini cukup ramai pembeli. Austin melihatnya dari kejauhan. Ia begitu bahagia bisa melihat Kaylee kembali.
Austin sebenarnya sudah sampai di kota itu sejak semalam. Ia sengaja tinggal di dekat pelabuhan hingga pagi menjelang. Dan beruntungnya Austin, ternyata Kaylee membuka toko di dekat pelabuhan sehingga ia tak perlu repot mencari Kaylee. Austin ingin sekali menghampiri Kaylee, namun ia tidak percaya diri dengan penampilannya yang berantakan. Apalagi dengan luka yang ada di tubuhnya serta pakaiannya yang kotor sehingga ia hanya duduk di sebrang toko bakery milik Kaylee.
Hari sudah menjelang petang dan Austin masih setia menatapi Kaylee dari kejauhan. Ia sedang memikirkan cara untuk mendekati Kaylee.
" Syukurlah, penjualan hari ini sangat baik. Roti dan kue pun sudah habis terjual " ucap Kaylee penuh syukur atas penjualannya hari ini.
" Iya, nona... Roti dan kue yang nona dan nyonya buat sangatlah enak sehingga semua dagangan kita laku... Sayang sekali saya tidak bisa mencicipinya " ucap Rachel kecewa.
Kaylee tersenyum simpul.
" Kamu tak perlu khawatir, aku sudah membuat kembali beberapa roti dan kue di dapur. Kamu bawalah beberapa untuk keluargamu, sisanya akan aku berikan pada orang-orang yang membutuhkannya " titah Kaylee.
" Benarkah ? Terima kasih, nona... Anda memang sangat baik " sahut Rachel senang.
" Aku hanya ingin sedikit berbagi. Kau pulanglah dulu, biar aku yang merapikan toko "
" Tapi nona... "
" Sudahlah, Rachel... Hari ini kamu sudah bekerja keras dan melebihi jam kerja. Cepatlah pulang, kasihan adik-adikmu menunggu di rumah. Sampaikan salamku untuk orang tua dan kedua adikmu " titah Kaylee sambil memberikan bungkusan yang berisi roti dan kue kepada Rachel.
" Baiklah, kalau begitu saya pulang duluan Nona... Terima kasih " ucap Rachel lalu pamit dan bergegas pulang.
Kaylee menutup tokonya, lantas ia berjalan sambil membawa bungkusan roti untuk ia bagikan pada yang memerlukan makanan di sepanjang jalan yang ia lewati. Bahkan Kaylee memberikan roti terakhir yang ia bawa kepada Austin. Kaylee pikir Austin membutuhkan makanan karena penampilannya yang terlihat berantakan.
" Terima kasih, Nona " ucap Austin saat menerima roti pemberian Kaylee.
" Sama-sama " ucap Kaylee sambil tersenyum membuat hati Austin berdebar melihatnya. Untuk pertama kalinya ia melihat Kaylee tersenyum dan ia semakin tak bisa lepas dari pesona Kaylee.
Kaylee berjalan meninggalkan Austin yang masih tertegun karena berjumpa dengan Kaylee. Austin yang menyadari jika Kaylee telah beranjak, akhirnya bergerak mengikuti Kaylee. Kaylee menyebrangi jalan, ia tak menyadari jika ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Melihat hal itu, dengan segera Austin berlari ke arah Kaylee dan mendorong gadis itu hingga terhindar dari tabrakan. Sayangnya, justru Austinlah yang menjadi korban. Austin terbaring di atas jalan dengan darah mengalir dari belakang kepalanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
StAr 1086
jadi austin hilang ingatan karena nolong kaylee...
2023-01-15
1
@Ani Nur Meilan
dan..jadinya Austin hilang ingatan 😱😱😱😱😱
2022-10-17
1
Yani Sri
ceritanya lanjut dong
2022-10-16
1