" Nona... Apakah ada masalah ? " tanya pria itu kembali.
Untuk sesaat Kaylee terdiam, ia mengingat kembali kejadian malam itu.
Mengapa sepertinya aku pernah mendengar suara ini ?
Ah...Tidak... Mungkin ini hanya perasaanku saja !
Kaylee menatap pria itu yang juga tengah menatapnya hingga kedua manik mata keduanya beradu. Kaylee segera memutuskan pandangan lalu melihat ke arah lain. Sementara Austin masih menatap lekat pada Kaylee.
" Baiklah, Abe... Ada yang kau inginkan ? " tanya Kaylee, kini ia bersikap lebih santai.
Abe menggeleng, namun kemudian ia memegangi kepalanya kembali. Rasa pusing kembali menderanya.
" Kau tidak apa-apa ? " tanya Kaylee khawatir, ia kemudian mendekati Abe.
" Berbaringlah...! Kau masih belum pulih betul " seru Kaylee sambil membantu Abe berbaring.
" Terima kasih, nona... " ucap Abe lirih.
" Kaylee... Namaku Kaylee. Tapi kamu bisa memanggilku Kay " potong Kaylee.
" Ya... Terima kasih Kay " ucap Abe tulus.
Kaylee tersenyum membuat Abe tak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis cantik itu. Entah karena apa, tapi rasanya Abe memiliki keterikatan dengan gadis itu.
Apakah dia ada hubungannya dengan masa laluku ? Andai saja aku bisa mengingat semuanya...
Aku harus bisa mengingat kembali !
tekad Abe semangat.
" Abe... Aku harus pulang dan pergi ke toko bakeryku. Nanti aku akan kembali lagi sepulang dari toko " ucap Kaylee sambil membereskan sling bagnya.
" Baiklah Kay... Aku akan menunggumu " ucap Abe.
Ucapan Abe itu sontak membuat Kaylee menghentikan kegiatannya. Ia menatap Abe dengan intens. Entah mengapa mendengar ucapan Abe itu, membuat hatinya tergelitik.
Begitu pula dengan Abe, secara spontan ia mengucapkan kata itu. Entah karena apa... Seolah kalimat itu keluar dari lubuk hatinya yang terdalam.
" Ehem... " dehem Kaylee menetralkan susana yang ada dalam ruangan tersebut.
" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu " tambah Kaylee.
" Kau tidak membersihkan dirimu lebih dulu ? " tanya Abe.
" Nanti saja saat aku sampai di toko, lagipula ibuku membawakan pakaian ganti disana " jawab Kaylee.
Abe mengangguk paham namun terus menatap ke arah Kaylee yang sedang bersiap tanpa sepengatahuan gadis itu.
Tuhan... Mengapa aku seolah tak ingin berpisah dengannya.
" Nona... Eh Kay... Bisakah aku ikut bersamamu ?" tanya Abe.
Kaylee mengernyitkan keningnya,
" Kau ingin ikut bersamaku ? Tapi kau masih belum pulih " tolak Kaylee.
" Tapi... Aku tidak mengenal siapapun disini, yang aku tahu hanya dirimu " sahut Abe jujur.
Kaylee menghela nafasnya, ia bisa mengerti perasaan Abe saat ini. Tentu saja setelah sadar dan tidak dapat mengingat apapun, ia akan bergantung pada orang yang dikenalnya pertama kali saat ia sadar.
Kaylee menghampiri Abe.
" Setelah kau keluar dari rumah sakit, untuk sementara aku akan menampungmu hingga kau bisa mengingat lagi semuanya " ucap Kaylee menghibur Abe.
" Benarkah itu, Kay ? " tanya Abe memastikan, matanya berbinar manakala mendengar keputusan Kaylee.
" Hem... Anggap saja sebagai rasa terima kasihku karena kau sudah menyelamatkanku " jawab Kaylee.
" Aku menyelamatkanmu ? " tanya Abe terkejut.
" Ya, kemarin kau menyelamatkanku saat ada mobil yang melaju ke arahku. Kau mendorongku namun dirimu sendiri tak bisa menghindar hingga akhirnya kau sendiri yang tertabrak " jelas Kaylee.
" Well, begitu rupanya..." ucap Abe akhirnya mengetahui kronologi kenapa ia bisa berada di rumah sakit.
" Maafkan aku, Abe... Karena berusaha menolongku, justru dirimu yang terluka. Aku akan melakukan apapun sebagai ucapan terima kasihku. Karena tanpamu, mungkin saat ini aku yang terbaring di sini atau mungkin aku sudah tak ada lagi di dunia ini " ujar Kaylee kemudian memegang jemari tangan Abe.
Perasaan hangat menyelimuti Abe. Ia menatap Kaylee dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
" Mungkin, takdir yang mempertemukan kita " sahut Abe tak mengalihkan pandangannya dari Kaylee. Jantungnya berdetak semakin kencang saat menatap gadis cantik itu.
" Hem... Ya, kau benar ! Mungkin Tuhan telah mengatur ini semua " timpal Kaylee dengan senyum tipis.
" Ah, aku harus segera pergi. Kamu baik-baik disini ! Nanti sore aku kembali " tambah Kaylee kemudian meninggalkan Abe sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, Nick dan anak buahnya tengah menyisir lokasi kecelakaan Austin. Mereka mencari keberadaan Austin karena tidak menemukannya di dalam mobil yang terjatuh serta di sekitar tempat itu.
" Kamu dimana, Aus ? " gumam Nick sambil mengusap kasar wajahnya.
Andai saja, kemarin ia tak mengabulkan permintaan Austin serta tetap memberikan penjagaan padanya tentu hal ini tidak akan terjadi.
Dan sekarang, entah apa yang harus ia katakan kepada nenek Eliza, nenek dari Austin. Satu-satunya keluarga Austin yang tersisa.
" Nick... Ada kabar mengenai Austin ? " tanya Edward memegang pundak Nick.
Nick berbalik, lalu memberikan bogem mentah kepada sahabatnya itu.
" Cukup Ed... Sudah cukup kau bersandiwara ! " geram Nick.
" Kau pikir aku tak tahu jika ini semua diakibatkan ulahmu dan orang suruhanmu itu " tambah Nick emosi.
" Nick... Aku... "
" Aku tak menyangka kau bisa berbuat seperti itu, Ed ! Dimana akal sehatmu ? Austin itu sahabat kita... Apa belum puas kau berbuat bodoh ? Berbuat semaumu ? Kau buat dia menodai seorang gadis lalu kau membuatnya celaka karena tak ingin ia menemukan gadis itu. Kau gila Ed ! Kau brengsek ! " pekik Nick lagi sambil menyerang Edward kembali.
Edward terjengkang, ia tak berniat melawan atas apa yang Nick lakukan padanya. Ia sadar ini adalah kesalahannya. Sejak awal ini adalah kesalahannya.
Niat hati menghadiahi Austin agar merasakan kenikmatan dunia, namun justru membuatnya kehilangan orang yang berarti untuknya. Pertama kehilangan Kaylee dan sekarang harus kehilangan Austin juga.
" Nick... Aku memang bersalah. Tapi aku tak pernah menginginkan hal ini terjadi. Aku hanya ingin mengetahui dimana Kaylee berada dan aku tahu jika Austin mengetahuinya. Percayalah, aku tak pernah berniat untuk mencelakakan Austin " jelas Edward.
" Simpan penjelasanmu itu ! Jika sampai hal buruk terjadi pada Austin, aku tidak akan pernah memaafkanmu ! " tegas Nick lalu berjalan meninggalkan Edward.
Edward hanya bisa terduduk lesu. Ia menyesali semua perbuatannya. Seandainya saja ia tak memberikan obat itu pada Austin. Seandainya ia tidak meminta teman-teman Kaylee membuatnya mabuk, tentu ini semua tidak akan terjadi.
Penyesalan mendalam kini bercokol di hati Edward. Ya... Jika saja dirinya menuruti perintah Austin untuk tidak mencari Kaylee. Jika saja ia menerima dengan lapang dada bahwa Kaylee sudah menjadi milik Austin. Hal ini, pastinya tidak akan pernah terjadi.
" I'm sorry, Aus... I'm so sorry... ! " gumam Edward, kini air mata lolos dari sudut matanya. Sementara, ia masih terduduk di atas tanah sambil menunduk, meratapi semua yang telah terjadi.
Nick yang masih berada di tempat itu, mengamati Edward dari jauh. Nick sungguh menyayangkan perbuatan yang dilakukan oleh Edward, kendati ia pun mengetahui jika Edward tak mungkin berusaha untuk menyingkirkan Austin. Nick hanya merasa kecewa atas apa yang dilakukan oleh Edward.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
stela
semoga Austin mendapati ingatannya kembali
2023-01-13
1
@Ani Nur Meilan
Nick...semoga kamu cepat menemukan Austin..
2022-10-20
1
Yani Sri
nick km hrs secepatnya menemukan Austin,,,
2022-10-20
2