Kaylee beranjak menuju sisi dermaga. Ia menatap lautan lepas. Angin mempermainkan rambut panjangnya yang tergerai. Austin berjalan menuju tempat Kaylee berdiri, ia meraih tangan Kaylee lalu membuatnya menghadap ke arahnya.
" Kay... Apa kau tak mempercayaiku ? " tanya Austin menatap Kaylee dengan tatapan lembut.
Kaylee mengangkat wajahnya sehingga kedua netra mereka bersitatap.
" Kau tahu betul apa alasanku... Aku bukanlah orang yang pantas untukmu "
" Aku tahu betul siapa yang pantas untukku " potong Austin.
" Aus... Kita... "
" Kaylee... Menurutmu siapa yang pantas untukmu ? Jika pria itu datang, apakah kau akan bersamanya ? Lalu apakah ia pantas untuk bersamamu ? " tanya Austin.
Kaylee menundukkan wajahnya sambil menggeleng lemah. Lantas ia mengeluarkan secarik kertas yang ditinggalkan pria yangbsudah merenggut dunianya.
" Dia hanya meninggalkan ini, dan aku begitu bodohnya masih mengharapkan pria itu datang kepadaku " ucap Kaylee lirih.
Austin mengambil kertas yang ada dalam genggaman tangan Kaylee.
" Ini... " Austin menghentikan ucapannya saat melihat kertas itu. Ia ingat betul jika dia sendiri yang menulisnya dan ia bahagia karena Kaylee masih menyimpannya.
" Buang saja, Aus ! Aku tidak perlu mengingatnya lagi... Mungkin dia tidak bersungguh-sungguh saat menulisnya. Aku saja yang bodoh masih mengharapkannya bertanggung jawab " lirih Kaylee.
" Bagaimana jika dia memang ingin bertanggung jawab, apakah kau akan menerimanya jika ia menemuimu ? " selidik Austin.
" Entahlah, Aus... Aku sendiri tidak tahu harus bagaimana jika bertemu dengannya... Sudahlah, lebih baik kita tidak perlu membahasnya lagi. Dia datang atau tidak, itu tidak akan mengembalikan apa yang telah hilang dariku " jawab Kaylee sendu, ia kemudian mengalihkan pandangannya.
Austin hanya membiarkan Kaylee dengan pemikirannya sendiri, kendati ia sangat ingin memberi tahu gadis itu jika ialah yang bertanggung jawab atas apa yang menimpanya. Tapi Austin terlalu takut kehilangan Kaylee hingga ia belum mampu mengatakan kebenaran itu.
" Kay, hubungan kita... "
" Jangan khawatir, aku akan tetap bersandiwara sebagai calon istrimu...
" Bukan itu, Kay. Aku ingin kau benar-benar menjadi istriku. Aku sudah menentukan pilihan dan pilihanku adalah kamu ! " tegas Austin.
" Aku tak peduli kamu menganggap ini sandiwara, but I am serious... Definatelly serious ! I want to marry you ! " tambah Austin lagi.
" Jangan memaksaku, Aus. Please !! "
Austin menarik tubuh Kaylee lalu memeluk pinggang ramping Kaylee.
" Austin... " pekik Kaylee yang tak siap dengan perlakuan Austin.
" Aku tetap ingin menjadikanmu istriku, kau suka atau tidak ! " tegas Austin.
Baru saja Kaylee akan memgeluarkan suaranya, Austin terlebih dahulu memotong ucapannya.
" Bisakah kita melakukan hubungan yang normal Kay, tanpa kepura-puraan ? I will do anything to make you love me. Give me a chance Kay... And I will prove to you if I really really love you " ucap Austin meyakinkan Kaylee.
Kaylee menghela nafasnya, ia bisa melihat dan merasakan kesungguhan Austin.
" Beri aku kesempatan Kay... Setidaknya hingga sebelum pernikahan kita. Jika kau mencintaiku, maka kita sudah barang tentu akan menikah. Tapi jika sampai saat itu, kau tidak juga mencintaiku. Maka aku tidak akan memaksamu lagi " jelas Austin.
" Kamu serius, Aus ? " tanya Kaylee tak percaya.
" Tentu saja serius. Tapi kumohon bukalah hatimu untukku ! Jangan lagi menjaga jarak dariku " jawab Austin sambil menatap Kaylee penuh pengharapan.
" Baiklah, aku akan mencobanya ! Tapi kau harus mengikuti kesepakatan kita, apapun yang terjadi nanti " ucap Kaylee penuh penekanan.
" Tentu saja, dan ku harap kau pun tidak menyalahi kesepakatan kita " tambah Kaylee lagi.
Austin mengangguk pertanda setuju.
Aku tidak akan pernah menyalahi kesepakatan kita, Kay. Akan kupastikan kamu menjadi istriku !
Meskipun jika kita berpisah, aku akan selalu menemukan cara untuk membawamu kembali ke sisiku
Austin dan Kaylee akhirnya sepakat untuk mencoba menjadi pasangan yang akan menikah muda. Meskipun harus Kaylee akui tidak akan mudah, tetapi Kaylee berusaha mewujudkan itu semua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari kemudian,
Austin tengah bersiap untuk kembali ke ibu kota bersama Nick, Edwad, juga Nenek Eliza.
Austin menyadari sepenuhnya jika ia hatus kembali ke kehidupannya semula. Meskipun berat harus terpisah dari gadis yang ia cintai, tapi setidaknya Austin bisa bernafas lega karena Kaylee kini menerima hubungan mereka meskipun karena kesepakatan.
Kaylee mengantarkan Austin hingga ke depan toko.
" Apa kau yakin tidak ikut denganku ? " tanya Austin pada Kaylee.
" Sure !! Aku ada pekerjaan disini dan kaunpun memiliki pekerjaan disana yang sudah terlalu lama kau tinggalkan " jawab Kaylee.
" I'm gonna be miss you so much " ucap Austin seolah tak ingin berpisah dari Kaylee.
" If you miss me, you can call me anytime " sahut Kaylee.
" But I want to be with you anytime " kilah Austin.
" Sudah, Austin. Kalau kau ingin selalu bersamanya kau bawa saja calon istrimu itu pulang bersama kita " ucap Nenek Eliza santai.
" Kau benar, nek ! " sahut Austin cepat lalu ia menatap Kaylee.
" Kau mau kan ikut denganku, Kay ? " tanya Austin kemudian.
" Not now, Aus... " Kaylee menggelengkan kepalanya.
Austin menghembuskan nafasnya dengan kasar, pertanda ia kecewa.
Kaylee meraih lengan Austin lalu mengelusnya.
" Sesekali aku akan mengunjungimu disana " ucap Kaylee dengan senyuman yang sangat manis.
Jika saja tidak ada yang harus dilakukan tentu Austin lebih memilih untuk tetap tinggal bersama Kaylee.
Austin kemudian memeluk erat tubuh Kaylee kemudian mengecup keningnya.
" Jaga diri baik-baik. Jangan nakal, jangan terlalu dekat dengan Cris. Ingat satu hal, aku mencintaimu dan hanya aku yang bisa membahagiakanmu, Kay " bisik Austin yang membuat bulu roma Kaylee berdiri.
" Astaga, Austin... " Ucap Nenek Eliza geleng-geleng kepala melihat kelakuan sang cucu.
" Sudah, sekarang giliran Nenek " ucap Nenek Eliza sambil menarik Kaylee ke arahnya lalu memeluk Kaylee.
" Kami pulang dulu ya sayang ! " pamit Nenek Eliza.
Kaylee mengangguk,
" Hati-hati ya Nek, sampai jumpa lagi " ucap Kaylee melambaikan tangannya.
" Nona Kaylee, kami permisi... " pamit Nick menundukkan kepalanya.
" Jangan khawatir, Kay... Kami akan menjaga Austin untukmu " ucap Edward tulus.
Mereka semua akhirnya meninggalkan toko milik Kaylee.
Kaylee berjalan menuju ke ruangannya, namun sebelum ia masuk, Kaylee masuk ke kamar yang sebelumnya ditempati oleh Austin. Kaylee duduk di tepi ranjang.
Baru saja kau pergi, tapi mengapa rasanya seperti ada yang hilang ? Apakah aku mulai mencintaimu, Aus ?
Kaylee bangkit dari ranjang, lalu melangkahkan kaki keluar dari kamar. Kaylee kini menuju ke ruang kerjanya. Terlalu lama berada di kamar yang ditempati oleh Austin, membuat Kaylee semakin kehilangan sosok Austin. Sosok yang selalu berada di sampingnya, menghibur serta melindunginya. Bahkan Austin pula yang membuat Kaylee merasa pantas dicintai.
Kaylee duduk di ruang kerjanya sambil menatap cincin pemberian dari Austin. Cincin yang menjadi simbol jika dirinyalah wanita yang terpilih untuk menjadi istri dari seorang Austin.
Apa aku pantas memiliki cincin ini ? Apakah kamu memang tercipta untukku, Austin ?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
StAr 1086
kenapa austin gak jujur aja sih...
2023-01-15
1
Feeza_MCI
gimana reaksi Kaylee jika tau Laki-laki yang di tunggu nya adalah Austin??
2022-11-07
1
Yani Sri
lanjut dong ceritanya lagi
2022-11-06
1