" Jadi rupanya kau sudah mengenal Kaylee ? Bukankah dia adalah salah satu pegawai di perusahaanmu ? " selidik Austin dengan tatapan penuh intimidasi.
Edward tergeragap tapi ia berusaha untuk tenang.
" Benarkah ? Aku saja tidak mengetahuinya. Kau kan tahu sendiri jika di perusahaanku ada banyak orang. Jadi mana mungkin aku menghafalnya satu persatu " jawab Edward setenang mungkin.
" Well, Jawaban yang masuk akal " sahut Austin.
" Tapi... Bukankah kau semalam mengatakan jika kau sedang menargetkan seseorang di Club. Dan aku ingat betul jika kau mengatakan dia adalah pegawaimu yang juga menjadi pelayan disana. Dia itu Kaylee kan " tuduh Austin mencari pembenaran.
" Astaga, Aus... Kau kan tahu betul tadi aku bersama siapa di apartemen. Mana mungkin aku menargetkan Kaylee untuk tidur denganku. Ya, walaupun harus ku akui jika wanita itu begitu mempesona " Edward berkelit.
Padahal ia memang menargetkan Kaylee semalam, hanya saja wanita itu lebih dulu menghilang dari Club karena itu ia memilih wanita lain.
Austin menatap Edward tak percaya. Ia sepertinya menyadari jika Edward sedang menyembunyikan sesuatu.
Nick kembali mendapatkan pesan. Ia kemudian berbisik pada Austin. Austin mengangguk lalu segera beranjak dari apartemen itu.
" Hei... Kalian mau kemana ? " tanya Edward saat Austin dan Nick berjalan meninggalkannya.
" Mencari calon istriku ! " ucap Austin sambil menatap Edward.
" Dan kau, jangan pernah berani menyentuh apa yang sudah kumiliki ! " tegas Austin memberi ancaman pada Edward.
Austin tahu pria macam apa Edward itu. Tidak bisa melihat wanita yang bening. Edward akan selalu berusaha mendapatkan wanita itu bagaimana pun caranya. Austin tidak ingin Edward mendapatkan Kaylee, karena bagi Austin hanya dirinyalah yang berhak untuk mendapatkan Kaylee.
Edward terpaku dengan ucapan Austin. Ia tidak pernah menyangka jika Austin akan bersikap seperti itu, mendaulatkan diri sebagai pemilik Kaylee. Ya... Karena nyatanya memang Austinlah yang sudah memiliki Kaylee.
" S**t... ! Double s**t " gerutu Edward dalam hati.
Tiba-tiba ia merasa bodoh dengan memberikan obat kepada Austin juga membuat Kaylee mabuk di waktu yang bersamaan. Seandainya saja, ia tahu akan begini kejadiannya ia tak akan melakukan hal itu. Ia akan langsung memberikan obat laknat itu kepada Kaylee agar ia bisa menuntaskannya sendiri. Dan tidak ada Austin atau pria lain yang mendapatkan akan mendapatkan Kaylee. Gadis cantik yang sudah ia targetkan sejak lama dan selalu menolaknya.
Entahlah perasaan apa yang mendera Edward saat ini. Cinta atau hanyalah obsesi semata. Yang pasti ia tidak akan membiarkan Austin menemukan Kaylee dan membiarkan mereka bersama.
" Sorry Aus... Tapi aku tidak akan membiarkanmu menemukan gadis itu " gumam Edward. Edward kemudian menghubungi seseorang lalu memintanya untuk melakukan sesuatu kepada perusahaan Austin.
" Aus... Sepertinya kita memiliki masalah " ucap Nick sambil melihat ke arah tabnya.
Austin masih fokus mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia sengaja mengendarai mobilnya sendiri karena ingin segera menemukan Kaylee setelah mendapatkan info jika Kaylee baru saja terlihat di sebuah stasiun.
" Masalah apa ? " tanya Austin tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.
" Saham mengalami penurunan " jawab Nick jujur.
" What ? " pekik Austin mendadak menghentikan mobilnya hingga terdengar suara berdecit yangbdihasilkan dari gesekan antara ban dan aspal jalan. Beruntung tidak ada pengguna jalan lain pada saat itu, sehingga tidak sampai terjadi kecelakaan.
" D**n ! Siapa yang berani bermain-main denganku ! " Austin bergumam kesal sambil memukul kemudi mobilnya.
" Kita harus kembali ke perusahaan " seru Nick sambil menatap Austin.
" Tapi... "
" Kita pasti menemukan gadis itu, aku sudah meminta orang untuk mengikutinya. Sekarang kita harus bergerak cepat menstabilkan perusahaan " potong Nick.
" OK... Kita kembali ke perusahaan. Pastikan orangmu menemukan gadis itu dan lindungi dia. Pastikan juga untuk mengawasi Edward agar ia tidak bisa berbuat apapun. Aku curiga, ini semua ada hubungan dengannya ! " titah Austin yang segera diangguki oleh Nick.
Austin dan Nick kembali ke perusahaan, sementara itu Kaylee baru saja turun dari kereta api. Ia berencana melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal fery dari pelabuhan.
Setelah membeli tiket kapal, Kaylee menunggu di ruang tunggu. Saat ia menunggu, ia melihat Edward disana. Atasannya itu memang secara terang-terangan menunjukkan perasaan pada Kaylee namun Kaylee tidak mengindahkannya.
Berkali-kali Edward menyatakan perasaannya akan tetapi Kaylee selalu menolaknya. Padahal Edward tidak pernah berlaku kurang ajar padanya. Bagi Kaylee, ia tidak akan takluk dan tidak akan pernah memiliki perasaan pada Bos penggila wanita macam Edward.
" Sedang apa Bos buaya itu disini ? " batin Kaylee sambil memperhatikan Edward yang seperti mencari-cari seseorang.
" Jangan-jangan ia mencariku, karena aku mengundurkan diri " pikir Kaylee.
Ya, Kaylee memang mengundurkan diri sejak satu minggu yang lalu dan ia tidak menghadap Edward untuk menjelaskan alasan pengunduran dirinya kendati pria tampan itu memintanya untuk datang.
Kaylee menutupi wajahnya dengan masker dan segera memakai topi. Ia juga berpura-pura membaca buku agar Edward tidak mengenalinya. Namun Edward justru berjalan mendekat ke arah Kaylee duduk.
" Ah, sial... Untuk apa dia berjalan kemari " rutuk Kaylee lagi. Ia melirik Edward yang masih mencari-cari.
Pada saat itu, terdengar suara panggilan kepada para penumpang kapal untuk memasuki kapal. Kaylee pun segera bangkit lalu berjalan menuju pintu masuk.
Edward melihat sosok Kaylee berjalan menuju pintu masuk, ia berniat mengejarnya namun tiba-tiba seseorang menubruk tubuhnya dan membuat barang yang dibawanya berserakan. Hal ini menyebabkan perhatian Edward terpecah. Edward membantu orang tersebut membereskan barang-barangnya. Namun setelah itu, ia tak lagi menemukan Kaylee disana.
" Damn... ! I loose her ! " gerutu Edward sambil menendang angin.
" Kalian menemukannya ? " tanya Edward menghubungi seseorang.
" Maaf Tuan, sepertinya kami kehilangan jejaknya"
" Lacak dari CCTV pelabuhan. Aku tidak mau tahu, dia harus ditemukan ! " seru Edward.
" Baik Tuan "
Edward mematikan ponselnya.
" Kaylee... Aku akan segera menemukanmu ! Aku harus menemukanmu lebih dulu ! " geram Edward lalu meninggalkan pelabuhan.
Kaylee yang sudah berada di dalam kapal bernafas dengan lega karena akhirnya kapal bergerak meninggalkan pelabuhan. Kaylee yang berada di dek kapal hanya memandangi lautan lepas di hadapannya. Kaylee menghela nafasnya panjang.
Gadis cantik itu, meratapi jalan hidupnya. Kehilangan harta benda, kehilangan ayah, bahkan harus bekerja keras serta hidup berjauhan dengan sang ibu selama ini. Dan kini, ia harus kehilangan harta yang berharga dalam dirinya, kesucian. Dan yang lebih miris ia tak tahu siapa yang telah merenggutnya.
Kaylee mengeluarkan secarik kertas dari dalam sling bag miliknya. Kertas yang telah ia remas itu masih disimpan. Kaylee membacanya kembali, lalu tanpa terasa air matanya mengalir di pipinya.
" ABHAM ? Siapa dirimu sebenarnya ? Mengapa kau melakukan ini padaku ? " gumam Kaylee dengan banyak tanya di benaknya.
Kaylee kembali memasukkan kertas yang sudah lusuh itu ke dalam sling bag miliknya. Ia menyeka air matanya. Lalu memandangi keindahan mentari yang sudah akan terbenam dari dek kapal. Kaylee berharap semua masalah uang menderanya akan segera tenggelam dan esok hari ia akan disambut hari-hari baru yang membahagiakan bersama dengan sang ibu. Satu-satunya keluarganya yang tersisa. Berharap tidak akan ada lagi air mata yang mewarnai hidupnya.
Tuhan... Jika ini suratan takdirku, bantu aku menerimanya dengan keikhlasan. Bantu aku melupakan semua yang terjadi dan bantu aku membangun impianku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
StAr 1086
edward kamu emang jahat...
2023-01-14
1
@Ani Nur Meilan
Edward...kamu tuh ya..jahat bangettt 😠😠😠
2022-10-14
1
Nurmalina Gn
semoga authornya di lancarkan sehingga segera up lagi..
yang semangat Thor.....
ada kopi☕ untuk mu
2022-10-14
2