Abe melebarkan matanya saat Kaylee mengatakan jika ia adalah kekasihnya. Tak jauh berbeda dengan Abe, Cris pun terhenyak mendapati Kaylee yang tanpa ragu bergelayut manja di lengan seorang pria yang sedang duduk bersandar di headboard dengan kepala yang terbalut kain kasa.
Hem... Sepertinya, perasaan Cris harus layu sebelum berkembang. Cris menyisir penampilan pria yang diakui oleh Kaylee sebagai kekasihnya itu.
Cris mendekati ranjang lalu menyodorkan tangannya ke hadapan Abe.
" Halo... Aku Cris, senang berjumpa denganmu " ucap Cris ramah. Ia seolah tak peduli dengan pernyataan Kaylee bahwa pria itu adalah kekasih Kaylee.
" Ah, iya... Aku Abe " jawab Abe sedikit ragu membalas uluran tangan dari Cris.
" Kau tahu Abe... Kau sangat beruntung bisa menjadi kekasih Kaylee. Aku sudah menunggunya selama 3 tahun, tapi masih belum bisa mendapatkan hatinya " ucap Cris lalu melepas jabatan tangan mereka sambil melirik ke arah Kaylee.
" Sudah berapa lama kau mengenalnya ? " tanya Cris menginterogasi Abe.
" Ah... Aku... "
" Kami saling mengenal saat aku bekerja di ibukota. Benar kan sayang ? " ucap Kaylee sambil mengedipkan matanya pada Abe memberikan kode agar Abe mengikuti permainannya.
" Ya, kami bertemu di ibukota, lalu aku menyusulnya sampai disini " tambah Abe dengan lancarnya menjalankan kebohongan.
" Rupanya begitu " sahut Cris memegangi dagunya. Kepalanya mengangguk-angguk.
" Kau tahu, Abe... Kau harus menjaganya dengan sungguh-sungguh. Karena jika kau membuat Kaylee terluka, akulah orang pertama yang akan merebutnya darimu " ucap Cris tanpa basa basi.
" Cris... " sanggah Kaylee tak suka.
Abe tersenyum sinis mendengar ucapan sekaligus ancaman dari Cris.
" Aku pastikan tidak akan membuatnya terluka. Dan kau harus melangkahi mayatku dulu jika ingin bersama dengan Kaylee " tegas Abe sambil menggenggam erat jemari Kaylee.
Kaylee menatap lekat Abe, ia tidak mengira jika Abe mampu bersandiwara dengan sangat baik.
" Baiklah... Kalau begitu aku pamit " ucap Cris sambil melangkahkan kaki menuju pintu.
Tepat pada saat tangan Cris meraih handle pintu, Cris membalik badannya.
" Ingatlah Kay... Aku akan selalu menunggumu " tegas Cris setelah itu ia membuka pintu dan keluar dari ruang perawatan Abe.
Kaylee menghembus nafasnya dengan lega. Ia segera menarik tangannya yang digenggam oleh Abe.
" I'm so sorry, Abe... Aku sudah membuatmu terlibat dalam urusanku " ungkap Kaylee.
" It's ok, Kay... Aku senang bisa membantumu. Jadi siapa sebenarnya Cris itu ? " tanya Abe mencari tahu.
" Cris itu pria yang dijodohkan oleh ibu denganku. Aku mengenalnya saat aku dan ibu pindah ke kota ini 3 tahun yang lalu. Dia pria yang baik, tapi aku tidak mengenalnya dengan baik karena aku harus bekerja di ibukota " jawab Kaylee.
" Sepertinya, dia sangat mencintaimu. Mengapa kau tidak menerimanya ? " tanya Abe, entah mengapa tapi hatinya merasa cemburu melihat sikap Cris pada Kaylee.
" Aku tidak pantas untuknya. Bahkan mungkin tidak pantas untuk pria manapun " jawab Kaylee lirih dengan nada suara rendah.
" Mengapa kau bicara seperti itu, Kay ? Kau sangat pantas untuk dicintai " sahut Abe memegang bahu Kaylee serta menatap Kaylee yang kini tertunduk lesu.
" Sudahlah, Abe... Kita tak perlu membicarakan hal ini. Bagaimana kabarmu hari ini ? " tanya Kaylee mengalihkan pembicaraan. Ia melepaskan tangan Abe dari bahunya.
" Kabarku sangat baik. Apalagi setelah melihatmu, aku semakin baik " jawab Abe sambil memperlihatkan senyuman di wajah tampannya.
" Jangan menggodaku, Abe... Karena aku tidak akan mudah tergoda " sahut Kaylee dengan sedikit senyuman tersungging.
" Aku tidak menggodamu, Kay... Tapi aku selalu merasa lebih baik saat bersamamu " jujur Abe menatap wajah cantik Kaylee yang entah sejak kapan selalu membayangi dirinya.
" Abe... Abe... " panggil Kaylee mengerakkan tangannya di depan wajah Abe.
" Are you ok ? " tanya Kaylee.
" Sure... I am oke because i'm with you " jawab Abe lagi sambil meraih jemari Kaylee.
" Abe, what are you doing ? " Kaylee berusaha melepaskan genggaman tangan Abe.
" Kay... Bagaimana jika aku menyukaimu ? " tanya Abe kemudian.
" What ? You're crazy Abe ! How could it be..." sanggah Kay kemudian.
" Entahlah Kay... Tapi saat bersamamu, aku begitu yakin jika kaulah wanita yang pantas untukku " sahut Abe penuh keyakinan.
" Abe... Aku sudah katakan jika aku tak pantas untuk pria manapun. Jadi tolong jangan memaksaku karena aku tak bisa... " sela Kaylee.
" But why Kay ? Aku menyukaimu apa adanya dirimu. Aku yakin kamu orang yang baik... " timpal Abe.
" Jangan terlalu memujiku, kau belum tahu aku ini seperti apa ? Belum tentu aku pantas untukmu " tukas Kaylee.
" Tapi aku merasa, kaulah wanita yang aku cari " sahut Abe.
" Aku wanita yang kau cari ? Apa ingatanmu sudah kembali ? " selidik Kaylee.
Abe menggeleng lemah, lalu melepaskan genggaman tangannya.
" Aku memang belum mengingat apapun. Tetapi entah mengapa aku merasa yakin jika kamulah wanita yang ku inginkan " ucap Abe yakin.
Kaylee hanya menatap Abe dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
" Sudahlah Abe, sebaiknya kita tak membahas hal ini lagi. Kita fokus saja untuk kesembuhanmu, ok" seru Kaylee menyudahi percakapan mereka.
Sementara itu di ibukota, Nick dan Edward kini berada di kediaman Nenek Eliza, satu-satunya keluarga dari Austin yang tersisa. Beliau memanggil Nick dan Edward untuk menanyakan keberadaan cucu tersayangnya.
" Apa kabarmu nek ? " tanya Nick yang sudah menganggap Nenek Eliza seperti neneknya sendiri.
" Baik... Dasar kalian anak nakal, setelah memiliki pekerjaan kalian melupakanku " rajuk nenek Eliza.
" Maafkan kami nek... Kami berjanji akan lebih memperhatikan nenek " ucap Edward.
" Ah iya, dimana Austin ? Sejak nenek datang, dia belum menemui nenek. Bahkan ponselnya pun tidak dapat dihubungi " Nenek Eliza mempertanyakan keadaan sang cucu.
" Maaf, nek... Sebenarnya Austin... "
" Austin sedang menemui calon istrinya, nek. Disana sinyal ponselnya sangat lemah, sehingga terkadang tidak bisa dihubungi " Nick memotong ucapan Edward sambil melirik sinis pada Edward.
" Ternyata, anak itu ada niat juga mencari istri. Nenek tidak sabar untuk melihat calon istrinya " ucap Nenek Eliza antusias.
" Bagaimana mereka bertemu, Austin tidak pernah menceritakan seorang wanita pun " tambah nenek Eliza kembali bertanya.
" Mereka bertemu karena Edward nek. Dan tentunya berkat Edward pula, akhirnya Austin mau menikah " jelas Nick menahan emosinya.
" Wah... Wah... Rupanya kau benar-benar sahabat yang baik, Ed. Tidak salah jika Austin memilih kalian berdua sebagai sahabatnya " seloroh nenek Eliza yang sedikit menohok perasaan Edward.
" Nenek benar. Edward memang sahabat yang baik. Sangat perhatian dan tak mungkin melakukan hal buruk kepada sahabatnya sendiri " sindir Nick.
Edward menelan salivanya susah payah mendengarkan ucapan Nick yang berisi sindiran padanya.
" Setelah Austin kembali, aku akan memberitahu kepada Nenek " tambah Nick kemudian.
" Baiklah kalau begitu. Nenek istirahat dulu ya. Terima kasih sudah menjadi sahabat Austin " ucap Nenek Eliza lalu menepuk pundak Nick dan juga Edward.
Sepeninggal nenek Eliza, Nick mendorong tubuh Edward.
" Jika nenek mengetahui apa yang menimpa Austin, maka aku pastikan membuatmu hancur dengan tanganku sendiri ! " geram Nick lantas mendorong tubuh Edward hingga terjatuh di atas sofa.
" Ijinkan aku membantumu, Nick... Untuk menebus kesalahan-kesalahanku " pinta Edward tulus.
Nick mengurut pangkal hidungnya. Walaupun ia masih kesal dengan perbuatan yang dilakukan oleh Edward tetapi harus Nick akui jika ia membutuhkan bantuan dari Edward untuk menemukan Austin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
StAr 1086
biarinlah austin jangan ketemu mereka dulu...
2023-01-15
1
stela
lanjut
2023-01-13
1
Yani Sri
ceritanya lanjut dong
2022-10-23
1