Gelembung aura hijau

Dar,

Duar,

Dua kekuatan besar beradu tanding di tengah-tengah kota Jombang. Walau Elang hanya memiliki satu tangan untuk mengayunkan pedang cahaya miliknya. Tetapi ia masih mampu menolak serangan demi serangan yang di arahkan padanya oleh bayi setan.

Seperti biasa hasil dari benturan antara pedang cahaya milik Elang dengan cakar-cakar milik bayi setan yang telah berwujud manusia serigala. Menimbulkan efek dahsyat di atas mereka. Seakan awan gelap berarak serta memutar di atas mereka bertarung. Bercampur kilatan-kilatan petir yang keluar dari gesekan pedang dan kukku.

“Tidak salah lagi dan pantas kau menjadi pemuda nomor satu era kali ini di kota Jombang. Pantas juga kau menjadi anak dari tetua nomor dua di kota Jombang. Bahkan hanya dengan satu tangan saja. Kau masih dapat mengimbangi gerakanku wahai adikku tersayang,” cerocos bayi setan sambil terus memperagakan jurus cakar-cakar setan miliknya.

“Asal kau tahu wahai golongan setan durjana. Aku tekankan sekali lagi dan tak akan bosan untuk yang ke sekian kali. Aku Elang putra Haji Lurah Dava dari desa perbatasan utara Mbanjar Dowo dari dusun Mbanjar Kerep. Aku bukan adikmu seperti yang sering kau katakan. Aku bukan pemuda nomor satu seperti yang kau katakan jua. Ada kakak yang benar-benar kakakku yang masih lebih kuat dariku,” ujar Elang terus menangkis serangan bayi setan.

“Tapi dimanah sekarang dia yang kau sebut kakakmu itu. Mana Wahyu Satria yang di sebut masa depan kota Jombang serta pemuda terkuat itu. Bahkan saat keluarganya terbantai, bahkan saat kota ini jatuh. Dia tidak datang, dia tidak peduli dengan kalian,” oceh bayi setan yang secara frontal menyerang Elang membabi-buta.

“Sudah jangan banyak bicara hadapi saja aku setan laknatullah. Sekarang yang ada di hadapanmu adalah aku. Jadi mari kita bertarung sampai tetes darah terakhir!” teriak Elang membahana dan seketika. Saat Elang mulai marah ada hawa aneh dari dalam tubuhnya.

Sebuah aliran gelembung hijau tiba-tiba menyeruak bersama tetesan darah dan keringat. Melewati pori-pori Elang lalu keluar dan menyatu perlahan. Sehingga Elang kini bagai diselimuti aura berwarna hijau tua.

“Astaga, dia masih memiliki kekuatan lain di dalam tubuhnya,” ujar bayi setan mengambil langkah mundur beberapa jengkal. Seakan ia kaget dan mengingat-ingat kekuatan jenis apa gelembung hijau yang keluar dari dalam tubuh Elang.

“Ada apa bayi setan, apa wujud raksasa manusia serigalamu akan segera habis. Mana kesombongan perkataanmu yang beberapa saat lalu kau ucapkan. Mana raja diraja para setan dan siluman yang mampu membantai seluruh kota Jombang. Kenapa seakan kau begitu ketakutan kali ini melihatku bayi setan?” beberapa pertanyaan dilontarkan oleh Elang sebagai sindiran pada bayi setan.

“Baiklah anak manusia mari kita coba seberapa kuat aura dari gelembung hijaumu itu,” bayi setan tampak merapal sebuah ajian dan keluarlah pedang tulang yang spesial. Kali ini pedang tulang serupa golok panjang dan besar berwarna hitam. Aura kelam jua menyelimuti sekitar badan pedang.

Terdengar jeritan-jeritan sakaratul dari dalam pedang tulang. Rupanya yang dikeluarkan oleh bayi setan bukanlah pedang tulang biasa. Tetapi pedang jenis ini adalah level raja. Sering pula disebut pedang tulang pencabut arwah.

Slap,

Ternyata gelembung hijau yang menjadi aura menyelimuti Elang. Membuat efek kejut luar biasa pada kecepatan dan kekuatan Elang. Seketika kecepatannya berkali-kali lipat, bahkan bayo setan tampak terkejut dengan serangan cepat yang dimulai oleh Elang.

Walau bayi setan sang raja setan dapat menangkis tebasan pedang cahaya yang jua berubah jadi cahaya hijau milik Elang. Tapi tubuhnya sempat terpental ke belakang akibat menangkis serangan Elang.

“Sial kenapa kecepatan anak ini jadi tak bisa terlihat. Bahkan serangannya semakin berat saja tidak seperti sebelumnya. Bahkan aura hijau ini terasa begitu panas, saat aku di dekat Elang. Sebenarnya gelembung hijau itu apa?” gerutu bayi setan dalam wujud manusia serigalanya. Terlihat dia agak merasakan sesak di dada, akibat hantaman aura hijau dari gelembung hijau Elang.

Kali ini keadaan terbalik yang semula Elang terpojok dan tampak kelelahan dan terus-menerus diserang secara brutal oleh bayi setan. Kini berganti bayi setan yang terpojok dan terus diserang secara frontal oleh Elang. Bahkan dengan kecepatan ekstra dari Elang, bayi setan tidak diberi kesempatan sekali pun untuk membalas serangan. Dia hanya mampu menangkis sabetan-sabetan pedang Elang yang mengarah padanya.

Tiba-tiba mata dari wujud manusia serigala sebagai level akhir ilmu dari bayi setan menyala hijau juga. Mata hijau milik bayi setan terkenal dapat membangkitkan satu raja jerangkong hidup. Alias raja dari setan tengkorak yang teramat besar.

Duar,

Akhirnya aura panas bayi setan kali ini dapat menandingi gelembung hijau yang menyelimuti Elang. Sebab bayi setan sudah terlebih dahulu mengaktifkan mata hijau miliknya. Benturan antara panasnya aura dari mata hijau dengan gelembung aura hijau milik Elang. Membuat keduanya terpental beberapa langkah ke belakang.

Benar juga dari dalam tanah di belakang bayi setan. Tiba-tiba secara perlahan keluar setan tengkorak hidup yang begitu besar dan menyeramkan. Mulai dari tangannya yang jua berupa tulang menerobos tanah lalu keluar ke permukaan. Hingga kali ini utuh berwujud setan tengkorak berdiri menjulang tinggi di belakang bayi setan.

“Kali ini benar-benar tamatlah riwayatmu anak muda. Malam ini benar-benar malam terakhirmu menghirup udara adikku. Memang benar gelembung hijau itu begitu dahsyat dan panas. Sehingga walau tak kau pedulikan, tentara setanku hancur secara otomatis. Saat mereka mendekatimu dan sudahlah habis, kini benar-benar hanya kau dan aku. Tapi dengarlah ini hay Elang adikku! Raja jerangkong yang selalu membantai tetua atau petinggi TOH kini akan membantaimu jua. Bersiaplah adik kecilku, hadapi aku!” teriak bayi setan.

Dia bayi setan kembali menyerang, setelah berkali-kali hanya menangkis serangan Elang. Kali ini raja setan tengkorak raksasa ada di belakangnya. Bagaikan jin atau setan peliharaan mengikuti tuannya.

Jurus raja setan tengkorak ini pula yang digunakan bayi setan untuk membantai seluruh petinggi serta tetua TOH. Sehingga para setan dapat leluasa membantai seluruh kota Jombang. Sebab penjaga-penjaga kota sudah gugur terlebih dahulu.

“Aku tiada peduli sebesar apa setan di belakangmu bayi setan. Karena ini adalah jalan leluhurku, karena kota ini adalah kota kelahiranku. Akan aku perjuangkan hingga aku binasa atau hancur berkeping-keping sekali pun!” teriak Elang ikut melesat menuju bayi setan yang jua melesat ke arahnya.

Dar, dar, duar,

Kembali benturan-benturan dua kekuatan besar beradu keahlian. Satu adalah kekuatan Elang dengan tujuan mempertahankan kota Jombang. Satu kekuatan bayi setan yang ingin menghancurkan kota Jombang. Sungguh kali ini kota Jombang benar-benar menjadi kota mati nan suram tak bernyawa lagi.

Terpopuler

Comments

MR JON

MR JON

mantap jiwa ini

2023-01-08

0

Jaka Samar

Jaka Samar

lanjut kak

2023-01-04

1

⸙ᵍᵏ•ᴋͫᴇͣɪͬɴͨɴͪᴀͤʀᷞᴀᷞ•Kᵝ⃟ᴸ

⸙ᵍᵏ•ᴋͫᴇͣɪͬɴͨɴͪᴀͤʀᷞᴀᷞ•Kᵝ⃟ᴸ

Elang yh perang, aku yg tegang

2022-12-14

1

lihat semua
Episodes
1 Malam merah
2 Gelembung aura hijau
3 Srikandi yang tersisa
4 Hanoman
5 Level 2 api kuning
6 Makhluk bersayap Paman Bayu
7 Vs pembantai Ayah
8 Biyangkerok
9 Lurah Dava dan Golok Sakti Emas
10 Jeritan Sakaratul Halilintar
11 TOH Level Up
12 Manusia buatan
13 Level 2
14 Labirin Sulton
15 Sisi Utara area gunung pegat
16 Bangsa pohon setan
17 Mumi di desa Badas
18 Seruni perbatasan barat
19 Badas perang dimulai
20 Teknik wadah tubuh (Teknik baru Wahyu)
21 Gugup adalah masalah
22 Abah, Umi dan alam bawah sadar Wahyu
23 Rencana gila DR. Dono
24 Mata hitam Wahyu
25 Yayu Yuwana Vs Yayu Yuwana (Dukun wanita Vs Sang Dewi pedang)
26 Liontin naga Bramasta
27 Namanya Nyi Kembang
28 Darah dua klan
29 Parit kematian
30 Kami hanya lapar
31 Clan Dewa-dewi
32 Pertapa tanpa nama hadir kembali
33 Mereka sedang dibantai
34 Divisi atas vs Siluman Kalong
35 Dua puluh
36 Pengorbanan formasi bulan sabit
37 Kena mental
38 Anak panah naga merah
39 Perang baru dimulai
40 Tiga pemuda Vs tiga bangsa
41 Teknik pengalihan Lurah Dava
42 Lurah Dava dan Ibu Sari sebenarnya mati
43 Wahyu Vs Wahyu
44 Padepokan Pekuburan
45 Nasib Seruni
46 Ambon sekarat
47 Elang dan Burung Elang
48 Pedang tanah berselimut petir
49 Alot
50 Vs Gorila Coklat
51 Kamu Nannya
52 Hal itu
53 Elegi selimut bunga-bunga
54 Firasat
55 Tolong jaga kota ini
56 Kisah cinta abadi Wahyu dan Sekar
57 Jasad para tetua
58 Kabar manusia buatan
59 Tiga tahun lalu
60 Selimut rasa asmara & kebangkitan Jerangkong
61 Melihat bencana
62 Diskusi ranjang bambu
63 Jatah pagi
64 Gerbang Iblis muncul
65 Pernyataan perang tersantai
66 Umi Putri berpulang
67 Napas terakhir Ibu Sari
68 Setan yang menang
69 Raja mumi
70 Kematian Haji Jaka
71 Pasukan Macan
72 Joko adalah Dokter Dono
73 Ludah peluru
74 Malam ini mati Pak Bupati
75 Lari malu, Maju kematian
76 Iblis anjing tiga kepala
77 Medan area kali Konto
78 Malam akhir era tua
79 Penyerangan terakhir
80 Raja Naga Sekinteng
81 Mereka sebenarnya Dewa
82 Robot yang menyerupai
83 Danau darah
84 Perkara bosan
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Malam merah
2
Gelembung aura hijau
3
Srikandi yang tersisa
4
Hanoman
5
Level 2 api kuning
6
Makhluk bersayap Paman Bayu
7
Vs pembantai Ayah
8
Biyangkerok
9
Lurah Dava dan Golok Sakti Emas
10
Jeritan Sakaratul Halilintar
11
TOH Level Up
12
Manusia buatan
13
Level 2
14
Labirin Sulton
15
Sisi Utara area gunung pegat
16
Bangsa pohon setan
17
Mumi di desa Badas
18
Seruni perbatasan barat
19
Badas perang dimulai
20
Teknik wadah tubuh (Teknik baru Wahyu)
21
Gugup adalah masalah
22
Abah, Umi dan alam bawah sadar Wahyu
23
Rencana gila DR. Dono
24
Mata hitam Wahyu
25
Yayu Yuwana Vs Yayu Yuwana (Dukun wanita Vs Sang Dewi pedang)
26
Liontin naga Bramasta
27
Namanya Nyi Kembang
28
Darah dua klan
29
Parit kematian
30
Kami hanya lapar
31
Clan Dewa-dewi
32
Pertapa tanpa nama hadir kembali
33
Mereka sedang dibantai
34
Divisi atas vs Siluman Kalong
35
Dua puluh
36
Pengorbanan formasi bulan sabit
37
Kena mental
38
Anak panah naga merah
39
Perang baru dimulai
40
Tiga pemuda Vs tiga bangsa
41
Teknik pengalihan Lurah Dava
42
Lurah Dava dan Ibu Sari sebenarnya mati
43
Wahyu Vs Wahyu
44
Padepokan Pekuburan
45
Nasib Seruni
46
Ambon sekarat
47
Elang dan Burung Elang
48
Pedang tanah berselimut petir
49
Alot
50
Vs Gorila Coklat
51
Kamu Nannya
52
Hal itu
53
Elegi selimut bunga-bunga
54
Firasat
55
Tolong jaga kota ini
56
Kisah cinta abadi Wahyu dan Sekar
57
Jasad para tetua
58
Kabar manusia buatan
59
Tiga tahun lalu
60
Selimut rasa asmara & kebangkitan Jerangkong
61
Melihat bencana
62
Diskusi ranjang bambu
63
Jatah pagi
64
Gerbang Iblis muncul
65
Pernyataan perang tersantai
66
Umi Putri berpulang
67
Napas terakhir Ibu Sari
68
Setan yang menang
69
Raja mumi
70
Kematian Haji Jaka
71
Pasukan Macan
72
Joko adalah Dokter Dono
73
Ludah peluru
74
Malam ini mati Pak Bupati
75
Lari malu, Maju kematian
76
Iblis anjing tiga kepala
77
Medan area kali Konto
78
Malam akhir era tua
79
Penyerangan terakhir
80
Raja Naga Sekinteng
81
Mereka sebenarnya Dewa
82
Robot yang menyerupai
83
Danau darah
84
Perkara bosan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!