Badas perang dimulai

Badas Selatan area hutan bambu,

“Atur barisan-atur barisan dan jangan ada yang bersuara keras,” ucap Evan mengatur barisan pemuda Kediri di balik tembok besar sepanjang hutan bambu.

Dua puluh lima tahun silam daerah perbatasan terakhir sektor selatan. Antara kota Jombang dan Kediri, telah terjadi pembantaian masal manusia oleh bangsa siluman babi. Malam ini para siluman itu kembali datang dengan kekuatan yang berbeda.

Namun kali ini mereka bukanlah pasukan satu ras siluman babi saja. Ada serigala setan di sana yang bisa berubah layaknya manusia serigala dalam film-film Eropa.

“Terus bergerak, terus maju kita balaskan dendam bangsa kita yang terbunuh di sinu dua puluh lima tahun yang lalu. Habisi manusia yang kalian temui tanpa terkecuali,” ucap Raja babi memerintahkan dua kelompok ras siluman yang ada di bawah kuasanya.

Kali ini mereka menggunakan taktik diam dan menghilang. Ratusan siluman babi dan serigala yang awalnya berbaris rapi layaknya manusia. Berlari menuju arah tembok perbatasan Badas Selatan dengan cara mengubah wujud mereka menjadi hewan babi dan serigala secara umumnya.

Tetapi kali ini berbeda dari dua puluh lima tahun yang lalu. Ratusan makhluk siluman dua bangsa serigala dan babi tersebut. Tiba-tiba mengubah tubuhnya menjadi tembus pandang. Sehingga bagi mata manusia biasa tak bisa melihatnya.

Sementara dua bangsa siluman menyerang dari arah sawah yang membentang di depan tembok-tembok perbatasan. Keadaan di balik tembok tampak suram akan wajah-wajah para pasukan pemuda kota Kediri yang berjaga di baliknya.

Mereka berwajah penuh kekhawatiran dan ketakutan. Ada jua yang berjaga di atas pohon-pohon bambu, di dalam gubuk-gubuk bambu yang pernah di buat para pemuda Kediri era tua.

“Mas Evan bagaimana seharusnya kita sekarang? Lihatlah pasukan kita yang muda terlalu muda dan yang tua hanya para petani biasa. Apa kita benar-benar mampu menghalau mereka. Kita bukan pemuda Jombang yang bisa terus bertahan walau digempur habis-habisan. Kita bukan Laskar L.A pemuda Lamongan yang mampu berjalan bermil-mil tanpa istirahat. Kita juga bukan pemuda Majapahit yang mampu naik gunung atau turun gunung secara cepat,” ucap Rafi yang tengah duduk berjongkok samping Evan.

“Tapi kita para pemuda dari kota Kediri Rafi. Kita punya sejarah panjang akan kejayaan masa lalu yang pernah mengalahkan kerajaan bertaraf Nusantara yakni kerajaan Singosari. Kita jua pernah memiliki putri cantik jelita nan tangguh seperti Hajah Putri istri dari Haji Jaka. Bukankah kau tahu Haji Jaka siapa? Bahkan anaknya kini memimpin kota Jombang,” jawab Evan sambil melotot pada Rafi.

“Onal kemari kau!” ucap Rafi memanggil Onal salah satu pemuda yang memiliki tugas koordinasi bagian atas. Dimanah para pemuda Kediri tengah bersembunyi di atas-atas bambu di dalam gubuk-gubuk kecil yang berasal dari bambu jua.

Onal seketika melompat dari atas pohon bambu dengan ketinggian sepuluh meter. Lalu mendarat dengan tenang di belakang Evan. Onal memang terkenal dengan kekuatan kaki yang mumpuni.

“Siap mendapatkan perintah Mas Evan. Apa yang harus saya lakukan untuk keadaan yang sangan genting sekarang ini?” ujar Onal menanyakan perihal perintah Evan sebab Evan ketua utama mereka.

“Laporkan apa yang kau lihat di ujung sawah desa Badas utara?” ujar Evan meminta laporan pada Onal.

“Semua gelap Mas hanya ada kabut dan gerimis. Agak sulit melihat area ujung sawah desa Badas utara. Tapi aku sempat melihat beberapa sosok seperti yang pernah didongengkan Ibu-Ibu kita sebelum tidur saat kita kecil. Mereka sangat mengerikan berkepala babi ada pula yang berkepala serigala tapi memiliki tubuh manusia. Lebih menjijikkan lagi seakan tubuh babi-babi itu penuh dengan lendir. Bahkan seolah-olah moncong-moncong serigala itu penuh dengan liur menjijikkan,” jawab Onal memberi keterangan atas laporan apa yang ia lihat.

“Sudah aku duga mereka sudah datang. Onal dan Evan kembali ke dalam barisan kalian masing-masing. Persiapkan mental teman-teman yang ada di bawah komando kalian. Jangan sampai kita kalah sebelum berperang. Karena kengerian cerita masa lalu yang pernah diceritakan para orang tua terdahulu,” ucap Evan memerintahkan Onal dan Rafi segera kembali pada barisan pasukannya.

“Baik Mas Evan,” jawab keduanya serempak lalu mereka lekas kembali ke tempat yang telah ditentukan. Onal kembali ke atas pohon bambu dengan cara memanjat bambu begitu cepatnya. Sedangkan Rafi kembali ke atas tembok. Sebab Rafi bagian menjaga tembok agar tak sampai jebol. Sedangkan Evan tengah jongkok di balik tembok perbatasan.

Bukan soal takut atau sebagai atasan sehingga Evan dan divisinya hanya bersembunyi di balik tembok. Tetapi ini adalah salah satu strategi mereka. Kelompok divisi Evan terdiri dari pemuda-pemuda yang memiliki keahlian khusus dapat menembus tembok-tembok walau terbuat dari baja sekali pun.

Mereka menginginkan para siluman yang akan merayap ke atas tak menyadari. Jikalau ada divisi Evan di balik tembok. Sehingga mereka dapat dengan mudah di tebas dari balik tembok tanpa harus susah-susah membuang tenaga untuk berkelahi dengan mereka.

Krak,

Krak,

Krak,

Tiba-tiba terdengar suara aneh dari atas langit. Dari sisi arah ujung sawah desa Badas utara. Sebuah ujung dimanah perbatasan terakhir antara kebun pemukiman warga lalu sawah yang membentang. Sampai akhirnya bertemu tembok tinggi nan tebal yang menutupi hutan bambu.

Persawahan masih area desa Badas utara. Tetapi tembok besar nan tingi adalah batas akhir desa Badas utara dan jua batas akhir kota Jombang. Karena area di balik tembok mulai dari hutan bambu sudah masuk desa Badas selatan masuk wilayah kota Kediri.

“Kau datang juga rupanya Nyi Kalong. Terima kasih kau sudah menerima ajakkanku,” ucap Raja babi menyambut datangnya Nyi Kalong siluman kelelawar dengan ratusan pasukannya. Rupa mereka sama seperti kelelawar pada umumnya atau kalong dalam bahasa Jawa. Namun besar selayaknya manusia dan dapat berdiri tegap selayaknya manusia jua.

“Tentu saja Kakang Raja babi, bukankah kita sudah bersekutu selama ratusan tahun lamanya. Kenapa aku melewatkan acara pembantaian kali ini. Memang bangsa kami dahulu sempat melewatkan perang perbatasan selatan kota Jombang ini. Tapi malam ini kami tak akan melawankannya. Sebab dengan terbantainya para pemuda Kediri. Tentu dapat menurunkan mental tempur para pemuda kota Jombang. Termasuk pemimpinnya yang arogan Si Wahyu itu,” jawab Nyi Kalong bertolak pinggang dengan tangannya yang langsung tersambung pada sayapnya.

Tapi mereka jua tiada mengetahui. Jikalau di belakang mereka di area perkebunan mangga yang lebat. Setelah persawahan dan sebelum permukiman warga. Ada puluhan pemuda klan Raji di sana tengah terus mengawasi di pimpin oleh satu kloning bayangan dari Wahyu.

Klan Raji kali ini di pimpin oleh seorang anak muda yang masih teramat muda. Tetapi tidak diragukan lagi kehebatannya bahkan digadang-gadang kekuatannya sama dengan Elang sebagai pemuda nomor dua di kota Jombang setelah Wahyu sendiri. Namanya Jack begitulah ia dipanggil.

“Kita amati saja dahulu bagaimana perkembangan perang kali ini Jack. Tunggu perintahku untuk menyerang, sebab para pemuda kota Kediri tiada mengetahui jikalau kita datang untuk mereka. Biarkan mereka berjuang sekuat tenaga mereka demi kota mereka. Sebab saya mau menguji Evan terlebih dahulu. Kemarin saat saya meminta bantuan padanya. Evan tak menggubris sama sekali. Padahal kita tahu perang manusia melawan setan selalu berakibat fatal pada kelima kota besar,” ujar Wahyu tengah berdiri di sela-sela pohon mangga bersama Jack dan puluhan klan Kardi.

Terpopuler

Comments

Andra Djatmika

Andra Djatmika

mantap mantap mantap tiada kata lain selain mantap 😁

2022-12-08

0

Roy Jamaya

Roy Jamaya

benar benar mantap

2022-11-27

1

Arham Yanto

Arham Yanto

mantap mantap mantap

2022-11-23

1

lihat semua
Episodes
1 Malam merah
2 Gelembung aura hijau
3 Srikandi yang tersisa
4 Hanoman
5 Level 2 api kuning
6 Makhluk bersayap Paman Bayu
7 Vs pembantai Ayah
8 Biyangkerok
9 Lurah Dava dan Golok Sakti Emas
10 Jeritan Sakaratul Halilintar
11 TOH Level Up
12 Manusia buatan
13 Level 2
14 Labirin Sulton
15 Sisi Utara area gunung pegat
16 Bangsa pohon setan
17 Mumi di desa Badas
18 Seruni perbatasan barat
19 Badas perang dimulai
20 Teknik wadah tubuh (Teknik baru Wahyu)
21 Gugup adalah masalah
22 Abah, Umi dan alam bawah sadar Wahyu
23 Rencana gila DR. Dono
24 Mata hitam Wahyu
25 Yayu Yuwana Vs Yayu Yuwana (Dukun wanita Vs Sang Dewi pedang)
26 Liontin naga Bramasta
27 Namanya Nyi Kembang
28 Darah dua klan
29 Parit kematian
30 Kami hanya lapar
31 Clan Dewa-dewi
32 Pertapa tanpa nama hadir kembali
33 Mereka sedang dibantai
34 Divisi atas vs Siluman Kalong
35 Dua puluh
36 Pengorbanan formasi bulan sabit
37 Kena mental
38 Anak panah naga merah
39 Perang baru dimulai
40 Tiga pemuda Vs tiga bangsa
41 Teknik pengalihan Lurah Dava
42 Lurah Dava dan Ibu Sari sebenarnya mati
43 Wahyu Vs Wahyu
44 Padepokan Pekuburan
45 Nasib Seruni
46 Ambon sekarat
47 Elang dan Burung Elang
48 Pedang tanah berselimut petir
49 Alot
50 Vs Gorila Coklat
51 Kamu Nannya
52 Hal itu
53 Elegi selimut bunga-bunga
54 Firasat
55 Tolong jaga kota ini
56 Kisah cinta abadi Wahyu dan Sekar
57 Jasad para tetua
58 Kabar manusia buatan
59 Tiga tahun lalu
60 Selimut rasa asmara & kebangkitan Jerangkong
61 Melihat bencana
62 Diskusi ranjang bambu
63 Jatah pagi
64 Gerbang Iblis muncul
65 Pernyataan perang tersantai
66 Umi Putri berpulang
67 Napas terakhir Ibu Sari
68 Setan yang menang
69 Raja mumi
70 Kematian Haji Jaka
71 Pasukan Macan
72 Joko adalah Dokter Dono
73 Ludah peluru
74 Malam ini mati Pak Bupati
75 Lari malu, Maju kematian
76 Iblis anjing tiga kepala
77 Medan area kali Konto
78 Malam akhir era tua
79 Penyerangan terakhir
80 Raja Naga Sekinteng
81 Mereka sebenarnya Dewa
82 Robot yang menyerupai
83 Danau darah
84 Perkara bosan
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Malam merah
2
Gelembung aura hijau
3
Srikandi yang tersisa
4
Hanoman
5
Level 2 api kuning
6
Makhluk bersayap Paman Bayu
7
Vs pembantai Ayah
8
Biyangkerok
9
Lurah Dava dan Golok Sakti Emas
10
Jeritan Sakaratul Halilintar
11
TOH Level Up
12
Manusia buatan
13
Level 2
14
Labirin Sulton
15
Sisi Utara area gunung pegat
16
Bangsa pohon setan
17
Mumi di desa Badas
18
Seruni perbatasan barat
19
Badas perang dimulai
20
Teknik wadah tubuh (Teknik baru Wahyu)
21
Gugup adalah masalah
22
Abah, Umi dan alam bawah sadar Wahyu
23
Rencana gila DR. Dono
24
Mata hitam Wahyu
25
Yayu Yuwana Vs Yayu Yuwana (Dukun wanita Vs Sang Dewi pedang)
26
Liontin naga Bramasta
27
Namanya Nyi Kembang
28
Darah dua klan
29
Parit kematian
30
Kami hanya lapar
31
Clan Dewa-dewi
32
Pertapa tanpa nama hadir kembali
33
Mereka sedang dibantai
34
Divisi atas vs Siluman Kalong
35
Dua puluh
36
Pengorbanan formasi bulan sabit
37
Kena mental
38
Anak panah naga merah
39
Perang baru dimulai
40
Tiga pemuda Vs tiga bangsa
41
Teknik pengalihan Lurah Dava
42
Lurah Dava dan Ibu Sari sebenarnya mati
43
Wahyu Vs Wahyu
44
Padepokan Pekuburan
45
Nasib Seruni
46
Ambon sekarat
47
Elang dan Burung Elang
48
Pedang tanah berselimut petir
49
Alot
50
Vs Gorila Coklat
51
Kamu Nannya
52
Hal itu
53
Elegi selimut bunga-bunga
54
Firasat
55
Tolong jaga kota ini
56
Kisah cinta abadi Wahyu dan Sekar
57
Jasad para tetua
58
Kabar manusia buatan
59
Tiga tahun lalu
60
Selimut rasa asmara & kebangkitan Jerangkong
61
Melihat bencana
62
Diskusi ranjang bambu
63
Jatah pagi
64
Gerbang Iblis muncul
65
Pernyataan perang tersantai
66
Umi Putri berpulang
67
Napas terakhir Ibu Sari
68
Setan yang menang
69
Raja mumi
70
Kematian Haji Jaka
71
Pasukan Macan
72
Joko adalah Dokter Dono
73
Ludah peluru
74
Malam ini mati Pak Bupati
75
Lari malu, Maju kematian
76
Iblis anjing tiga kepala
77
Medan area kali Konto
78
Malam akhir era tua
79
Penyerangan terakhir
80
Raja Naga Sekinteng
81
Mereka sebenarnya Dewa
82
Robot yang menyerupai
83
Danau darah
84
Perkara bosan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!