Hanoman

“Ayolah Dek Sekar masak kau tak lagi mengenali kekasihmu ini. Ayo sayang sambut uluran tanganku ini sudah. Masak kamu mau terjungkal terus seperti itu. Hayo ada anjing itu loh mendekat, bukannya kamu dari dahulu takut sama anjing?” ucap Wahyu mengulurkan tangan kanannya pada sekar yang tengah tersimpuh di tanah. Sedangkan tangan kirinya tengah memanggul pedang api hitam di pundak.

“Eh benar kah kau Mas Wahyu, sebentar jangan mengaku-ngaku kamu. Mas Wahyu rambutnya tidaklah panjang dan tidak di ikat. Mas Wahyu juga dahulu tidak setinggi sekarang. Siapa kau mengaku-ngaku menjadi Mas Wahyuku?” ucap Sekar menyambut tangan Wahyu lalu berdiri sembari mengitari dan memperhatikan setiap lekuk tubuh Wahyu.

“Ah sudahlah Dek Sekar kalau kau tidak percaya. Aku juga tidak memintamu untuk percaya padaku,” ucap Wahyu mulai berjalan ke arah Ibu Sari yang tengah terus bertarung melawan anjing setan.

“Oi Mas Wahyu! Ia, ia, begitu saja marah kamu Mas. Apa kamu enggak kangen sama kekasihmu yang imut ini?” teriak Sekar berlari menyusul Wahyu yang tengah berjalan seakan begitu cepat.

Sampai di dekat Ibu Sari, Wahyu mengibaskan pedangnya memutar di sekitar Ibu Sari. Sehingga membuat tentara anjing setan yang terkena jangkauan pedangnya hancur dan terbakar lalu jadi abu seketika. Bahkan jangkauan sabetan pedang wahyu bisa sampai sejauh seratus meter lebih.

“Assalamualaikum Bibik Sari?” ucap Wahyu menyalami tangan Ibu Sari lalu mencium punggung telapak tangannya sebagai tanda hormat.

“Kau sudah pulang Nak Wahyu, maaf kami belum sempat memberi kabar kepadamu Nak. Sebab semua tragedi ini terjadi secara tiba-tiba dan Ayah serta Ibumu Wahyu,” ucap Ibu Sari hendak mengatakan kematian Ayah dan Ibu Wahyu yang gugur secara mengenaskan. Tetapi urung mengatakannya sebab mulut Ibu Sari seakan sulit terbuka. Tiada tega akan mengatakan kenyataan sebenarnya pada Wahyu.

“Sudahlah Ibu semuanya aku sudah tahu. Mata gaib Wahyu kalian ini sekarang sudah lebih baik. Mata gaib Wahyu sudah naik pada level mendekati sempurna. Mata gaib Wahyu kalian ini sekarang sudah beradaptasi dengan alam. Mata ini sekarang sudah mampu merekap ke depan serta ke belakang secara utuh,” ucap Wahyu menuturkan apa yang sudah ia ketahui. Mulai dari awal perang hingga kehancuran jatuhnya kota Jombang.

“Maaf sekali lagi Nak Wahyu kami tidak mampu menyelamatkan yang lain,” tutur Ibu Sari menampakkan wajah kemuraman.

“Mas Wahyu, sekar kangen Mas,” ucap Sekar memeluk Wahyu dari belakang. Namun wahyu hanya tersenyum pada Sekar sambil mengusap-usap kepalanya. Seperti terakhir kali mereka berpisah lima belas tahun yang lalu.

“Bibi Sari, apa ia tidak ada yang selamat selain kalian. Setidaknya malam ini saya bisa berbuat sesuatu untuk kota ini. Sebagai harapan akan pelita yang telah padam di kota ini?” ucap Wahyu bertanya dengan nada serius pada Ibu Sari.

“Sebenarnya di seluruh sudut kota Jombang kita ini. Hampir semua petarung dan petinggi bahkan tetua TOH. Sudah dikalahkan dan kota sudah dihancurkan. Tapi entah semua sudah terbunuh atau memang masih ada yang hidup. Bibimu ini sendiri belum jua tahu tentang kabar adik keponakanmu Elang. Terakhir Bibi bertemu setahun yang lalu saat pemakaman masal di bukit Tunggorono,” jawab Ibu Sari menjelaskan keadaan kota Jombang pada Wahyu.

Tiba-tiba Wahyu memejamkan mata sejenak untuk merasakan aura yang tersisa di kota Jombang. Aura teman dan sisa-sisa pejuang TOH kota Jombang yang masih hidup.

“Benar Ibu masih banyak yang hidup dan malam ini mungkin sisa kekuatan mereka dalam level akhir. Mungkin mereka tidak akan mampu bertahan sampai fajar. Termasuk Elang yang sudah kepayahan di tengah kota Jombang melawan satu anakmu yang lain Bibi,” ujar Wahyu masih dalam memejamkan mata.

“Lalu bagaimana kita harus menyelamatkan mereka dan kota ini Nak Wahyu. Sedangkan kita saja di sini sedang melawan ratusan. Mungkin juga ribuan jumlah dari anjing setan?” ujar Ibu Sari bertanya pada Wahyu.

“Tenanglah Ibu maka dari itu aku ada di sini. Dek Sekar tolong mundur sedikit, Mas hendak melakukan sesuatu,” ujar Wahyu yang malah menghilangkan pedang api hitam miliknya.

“Loh Mas, kenapa malah senjata Mas. Malah Mas hilangkan, apa tidak bahaya?” ucap Sekar yang masih heran dengan perilaku kekasih lamanya tersebut.

“Ibu Sari dan Dek Sekar tolong menyingkir sebentar sejauh lima meter sejenak. Wamuh, Fitri, tolong kalian jaga jangan sampai anjing-anjing itu mendekat,” teriak Wahyu pada Wamuh dan Fitri yang masih terus bertempur.

“Baik Mas!” jawab Fitri dan Wahyu secara bersamaan.

Lalu Wahyu membuat kode tangan yang memunculkan energi cahaya putih bersih. Menggerakkannya selayaknya dalam film anime negeri bunga sakura. Lalu menepaknya ke tanah tiga kali berturut-turut.

“Teknik pemanggilan Level Up!” teriak Wahyu sambil menepakkan telapak tangan ke atas tanah.

Secara tiba-tiba dalam radius lima meter. Muncul lingkaran diagram aneh dengan selubung cahaya langsung ke atas langit. Kali ini bukanlah serupa hewan atau makhluk serupa hewan yang datang dari langit. Walau wujudnya serupa salah satu hewan mamalia. Tapi dia tetaplah Dewa serupa monyet tapi berhati manusia.

“Garuda terima kasih telah membantuku. Maaf aku akan memanggil Dewa Hanoman untuk membantuku,” teriak Wahyu pada Garuda yang sudah bersiap kembali ke atas. Lalu secara cepat bagai halilintar, Garuda terbang ke langit.

Dar,

Secara cepat sosok tinggi besar serupa manusia setengah monyet. Langsung turun dengan lontaran gadanya ke arah ribuan anjing setan. Seketika seluruh pasukan anjing setan hancur walau terkena aura dari gada Dewa Hanoman saja.

“Kenapa kau sampai repot-repot bertarung. Hanya melawan pasukan-pasukan anjing setan temanku. Bukankah Level pertarunganmu tidaklah serendah itu?” tanya Dewa Hanoman yang masih bertubuh besar.

“Hahaha, tenanglah kawan hanya pemanasan. Janganlah diambil hati aku hanya mencari keringat,” ucap Wahyu menatap Dewa Hanoman yang sudah memanggul gada sakti miliknya.

“Apa benar engkau Mas Wahyu yang banyak dibicarakan orang-orang dan sangat ditunggu-tunggu kedatangannya itu,” ucap Wamuh mendekati Wahyu yang tengah berdiri sejajar dengan Ibu Sari dan Sekar.

“Aku tidaklah sehebat yang mereka katakan Wamuh. Aku masih Wahyu kecil yang kalian tahu dahulu,” celetuk Wahyu tersenyum kecil.

“Kau masih saja seperti dahulu saat kau bertemu denganku Wahyu. Sekarang apa yang harus kita lakukan Wahyu?” ucap Dewa Hanoman.

“Begini Dewa Hanoman temanku, mari kita buat strategi. Agar sekali malam ini saja sudah akan berhenti secara serempak perang biadab yang meluluh-lantakkan kota kita tercinta ini,” ucap Wahyu.

“Lalu apa yang harus kita lakukan Nak Wahyu?” tanya Ibu Sari menatap Wahyu.

“Bibi tenang saja akan Wahyu selesaikan semuanya malam ini juga. Woi temanku Dewa Hanoman, bukan bayi setan yang dilawan Adikku Elang yang harus dikhawatirkan. Tapi ada sosok Raja setan lain yang tengah duduk bersila di atas batu di depan makam para pendahulu kita di bukit Tunggorono. Jadi mari ikut denganku menuju bukit Tunggorono,” teriak Wahyu pada Dewa Hanoman.

“Baik teman laksanakan,” jawab Dewa Hanoman.

Terpopuler

Comments

Jaka Samar

Jaka Samar

mantap ini

2023-01-04

1

Bayangan Ilusi

Bayangan Ilusi

karena tumbuh tuh keatas, sekar😆

2022-12-12

1

Bayangan Ilusi

Bayangan Ilusi

😆😆 kesian bener si sekar dah gak inget..
emng si wahyu berubah makin ganteng apa makin gimana nih?

2022-12-12

1

lihat semua
Episodes
1 Malam merah
2 Gelembung aura hijau
3 Srikandi yang tersisa
4 Hanoman
5 Level 2 api kuning
6 Makhluk bersayap Paman Bayu
7 Vs pembantai Ayah
8 Biyangkerok
9 Lurah Dava dan Golok Sakti Emas
10 Jeritan Sakaratul Halilintar
11 TOH Level Up
12 Manusia buatan
13 Level 2
14 Labirin Sulton
15 Sisi Utara area gunung pegat
16 Bangsa pohon setan
17 Mumi di desa Badas
18 Seruni perbatasan barat
19 Badas perang dimulai
20 Teknik wadah tubuh (Teknik baru Wahyu)
21 Gugup adalah masalah
22 Abah, Umi dan alam bawah sadar Wahyu
23 Rencana gila DR. Dono
24 Mata hitam Wahyu
25 Yayu Yuwana Vs Yayu Yuwana (Dukun wanita Vs Sang Dewi pedang)
26 Liontin naga Bramasta
27 Namanya Nyi Kembang
28 Darah dua klan
29 Parit kematian
30 Kami hanya lapar
31 Clan Dewa-dewi
32 Pertapa tanpa nama hadir kembali
33 Mereka sedang dibantai
34 Divisi atas vs Siluman Kalong
35 Dua puluh
36 Pengorbanan formasi bulan sabit
37 Kena mental
38 Anak panah naga merah
39 Perang baru dimulai
40 Tiga pemuda Vs tiga bangsa
41 Teknik pengalihan Lurah Dava
42 Lurah Dava dan Ibu Sari sebenarnya mati
43 Wahyu Vs Wahyu
44 Padepokan Pekuburan
45 Nasib Seruni
46 Ambon sekarat
47 Elang dan Burung Elang
48 Pedang tanah berselimut petir
49 Alot
50 Vs Gorila Coklat
51 Kamu Nannya
52 Hal itu
53 Elegi selimut bunga-bunga
54 Firasat
55 Tolong jaga kota ini
56 Kisah cinta abadi Wahyu dan Sekar
57 Jasad para tetua
58 Kabar manusia buatan
59 Tiga tahun lalu
60 Selimut rasa asmara & kebangkitan Jerangkong
61 Melihat bencana
62 Diskusi ranjang bambu
63 Jatah pagi
64 Gerbang Iblis muncul
65 Pernyataan perang tersantai
66 Umi Putri berpulang
67 Napas terakhir Ibu Sari
68 Setan yang menang
69 Raja mumi
70 Kematian Haji Jaka
71 Pasukan Macan
72 Joko adalah Dokter Dono
73 Ludah peluru
74 Malam ini mati Pak Bupati
75 Lari malu, Maju kematian
76 Iblis anjing tiga kepala
77 Medan area kali Konto
78 Malam akhir era tua
79 Penyerangan terakhir
80 Raja Naga Sekinteng
81 Mereka sebenarnya Dewa
82 Robot yang menyerupai
83 Danau darah
84 Perkara bosan
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Malam merah
2
Gelembung aura hijau
3
Srikandi yang tersisa
4
Hanoman
5
Level 2 api kuning
6
Makhluk bersayap Paman Bayu
7
Vs pembantai Ayah
8
Biyangkerok
9
Lurah Dava dan Golok Sakti Emas
10
Jeritan Sakaratul Halilintar
11
TOH Level Up
12
Manusia buatan
13
Level 2
14
Labirin Sulton
15
Sisi Utara area gunung pegat
16
Bangsa pohon setan
17
Mumi di desa Badas
18
Seruni perbatasan barat
19
Badas perang dimulai
20
Teknik wadah tubuh (Teknik baru Wahyu)
21
Gugup adalah masalah
22
Abah, Umi dan alam bawah sadar Wahyu
23
Rencana gila DR. Dono
24
Mata hitam Wahyu
25
Yayu Yuwana Vs Yayu Yuwana (Dukun wanita Vs Sang Dewi pedang)
26
Liontin naga Bramasta
27
Namanya Nyi Kembang
28
Darah dua klan
29
Parit kematian
30
Kami hanya lapar
31
Clan Dewa-dewi
32
Pertapa tanpa nama hadir kembali
33
Mereka sedang dibantai
34
Divisi atas vs Siluman Kalong
35
Dua puluh
36
Pengorbanan formasi bulan sabit
37
Kena mental
38
Anak panah naga merah
39
Perang baru dimulai
40
Tiga pemuda Vs tiga bangsa
41
Teknik pengalihan Lurah Dava
42
Lurah Dava dan Ibu Sari sebenarnya mati
43
Wahyu Vs Wahyu
44
Padepokan Pekuburan
45
Nasib Seruni
46
Ambon sekarat
47
Elang dan Burung Elang
48
Pedang tanah berselimut petir
49
Alot
50
Vs Gorila Coklat
51
Kamu Nannya
52
Hal itu
53
Elegi selimut bunga-bunga
54
Firasat
55
Tolong jaga kota ini
56
Kisah cinta abadi Wahyu dan Sekar
57
Jasad para tetua
58
Kabar manusia buatan
59
Tiga tahun lalu
60
Selimut rasa asmara & kebangkitan Jerangkong
61
Melihat bencana
62
Diskusi ranjang bambu
63
Jatah pagi
64
Gerbang Iblis muncul
65
Pernyataan perang tersantai
66
Umi Putri berpulang
67
Napas terakhir Ibu Sari
68
Setan yang menang
69
Raja mumi
70
Kematian Haji Jaka
71
Pasukan Macan
72
Joko adalah Dokter Dono
73
Ludah peluru
74
Malam ini mati Pak Bupati
75
Lari malu, Maju kematian
76
Iblis anjing tiga kepala
77
Medan area kali Konto
78
Malam akhir era tua
79
Penyerangan terakhir
80
Raja Naga Sekinteng
81
Mereka sebenarnya Dewa
82
Robot yang menyerupai
83
Danau darah
84
Perkara bosan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!