Srikandi yang tersisa

“Astagfirullah Hal Adzim, apa yang aku lihat ini memang benar. Benarkah ini kota tempat kelahiranku. Kenapa bisa hancur total seluruhnya seperti ini? Bahkan setiap mataku memandang hanya mayat yang aku lihat,” gerutu Wahyu turun secara perlahan di salah satu atap gedung yang dahulunya adalah sebuah pondok pesantren milik sang ayah.

“Kurang ajar...!” ada suara teriakan dari bawah gedung tempat Wahyu berdiri. Tetapi agak jauh beberapa kilo meter. Bahkan wahyu yang penasaran akan teriakan seorang wanita yang tak asing di telinganya dan membuatnya penasaran.

Siapakah pemilik suara yang berteriak tersebut. Sampai mengaktifkan mata gaibnya langsung pada level akhir. Agar ia dapat melihat jelas tanpa penghalang walau jauh sekali pun.

“Nah benarkan mereka para Srikandi TOH. Berarti yang berteriak tadi Bibi Sari, benar itu Bibi Sari,” ucap Wahyu lekas menghilang dengan cepat berpindah tempat seketika.

Wust,

Dar,

Ibu Sari mengibas-ibaskan selendang saktinya ke arah beberapa anjing setan yang tengah menyerangnya. Sehingga anjing setan yang terkena kibasan dari selendang yang dikenakan di pinggang Ibu Sari. Langsung hancur dan terbakar menjadi abu.

“Kalian berhati-hatilah anak-anak, jangan sampai kalian menyentuh anjing setan. Walau hanya sehelai bulu pun, karena mereka sanggatlah beracun,” teriak Ibu Sari sambil terus menari memperagakan jurus-jurus tari selendang gaib miliknya.

“Baik Bu kami akan berhati-hati, tapi kami tengah kewalahan menghadapi ratusan anjing setan yang terus berdatangan,” teriak Sekar seorang gadis cantik yang masa kali ini menjadi pemimpin utama para pemudi Srikandi TOH.

Seperti puluhan tahun lalu, bahkan ribuan tahun lalu. Sosok anjing setan adalah sosok anjing selayaknya dalam film zombi. Bentuknya selayaknya anjing yang telah dikuliti dan masih penuh berlumur darah. Dari moncongnya menetes air liur beracun yang apabila terkena kulit manusia akan langsung berlubang dengan cara terbakar.

Masih jua sama seperti dahulu para anjing setan tidak mudah dibinasakan. Saat mereka terbelah berapa pun bagian dari tubuhnya. Maka akan muncul satu anjing setan baru dari bagian tubuhnya yang terbelah tersebut.

“Mbakyu Sekar awas di belakangmu!” teriak Fitri salah satu punggawa Srikandi TOH berpangkat kapten.

Fitri melesatkan panah apinya ke arah salah satu anjing setan yang secara mengejutkan. Melompat hendak menerkam Sekar dari belakang. Seketika panah menembus dada anjing setan lalu hangus terbakar menjadi abu.

“Fitri terima kasih sahabatku,” ucap Sekar sambil memegang busur cahaya di tangan kanannya. Kali ini Srikandi TOH hanya sisa dua orang saja dari semula yang berjumlah ratusan anggota. Kini kondisi mereka tengah terjepit di tengah-tengah ratusan anjing setan yang melingkarinya.

Mereka saling membelakangi dan terus berjuang untuk bertahan agar tidak mati. Ibu Sari dan sisa dua anggota Srikandi TOH yakni Sekar dan Fitri terus berjuang walau anjing setan sekan tiada henti terus berdatangan dari segala penjuru kota Jombang.

“Bagaimana Ibu Sari, apa kita harus terus seperti ini. Mungkin saja kita tidak mampu bertahan sampai fajar tiba. Jumlah mereka terlalu banyak sedangkan kita hanya bertiga?” ucap Sekar Arum terus melontarkan panah-panahnya.

“Benar Ibu, apa sudah tidak ada lagi pendekar laki-laki yang hidup di kota ini. Lalu menolong kita keluar dari sini. Aku rasa kita sudah tidak sanggup bertahan melawan begitu banyak anjing setan itu,” ucap Fitri yang jua terus memanah.

Sementara ketiga bidadari kota Jombang yang tersisa tersebut. Mereka tiga wanita yang tersisa dan hanya tiga saja. Sebab seluruhnya mungkin sudah mati atau mungkin sudah dimakan setan.

Wahyu tiba-tiba datang dari sisi utara sambil menebaskan pedang dengan selimut api hitam. Tapi pedang ini benar-benar terbentuk dari api. Bukan selayaknya pedang pada umumnya. Wahyu terus meringsek dari arah utara menuju tengah tempat para tiga wanita TOH berada.

Dari atas Sang Garuda yang sudah dipanggil terlebih dahulu oleh Wahyu. Berkoar-koar memutar sambil menerkam anjing setan secara terus menerus.

Karena kecepatan Wahyu dalam menerobos kerumunan anjing setan dan tentu bentuk garuda yang teramat besar. Ibu Sari mengetahui kalau ada sosok lain selain anjing setan di sekitarnya.

“Bukankah itu Garuda, kenapa Garuda ada di sini? Kalau ada Garuda berarti Wahyu ada di sini,” ucap Ibu Sari sekilas mendongak ke langit. Sesaat setelah mendengar sebuah koar burung besar yang ternyata berasal dari suara Garuda.

“Ibu ada lelaki yang datang dari sisi utara. Pergerakannya begitu cepat dan jurus-jurusnya tak aku ketahui. Sebab terlalu cepat gerakannya sehingga tidak mampu aku lihat. Ibu siapa dia apa Ibu mengetahui sesuatu tentang kesatria itu. Sebab sempat aku melihat dia menebaskan sebuah pedang berselimut api hitam pada sekumpulan anjing setan,” teriak Sekar sambil terus memanahkan beberapa anak panah cahaya miliknya.

“Kak sekar lihatlah ke atas sejenak. Ada burung emas besar terus berputar dan menerkam beberapa anjing setan. Kita dapat bala bantuan Kak Sekar,” teriak Fitri menuding ke atas langit ke arah Garuda yang tengah terus terbang berputar dengan sekali-kali menukik menghancurkan beberapa anjing setan.

Sedangkan Ibu Sari hanya tersenyum sambil menari dan mengibaskan selensang gaib miliknya. Ibu Sari benar-benar tahu sosok yang datang dari utara. Ibu Sari sangat mengenal siapa pemuda yang datang membantu mereka. Sebab Wahyu sedari kecil selalu akrab dengan Bibik-bibinya. Termasuk Sari yang notabenenya istri dari Lurah Dava. Lurah Dava adalah adik keponakan Haji Jaka yang tidak lain Ayah kandung dari Wahyu.

Karena terlalu penasaran dengan sosok yang datang membantu. Sekar menjadi lengah dengan sekitarnya, sehingga hampir saja Sekar diterkam salah satu anjing setan. Namun Wahyu dengan sigap dan cepat. Berlari bak angin menuju tempat Sekar.

“Mbakyu Sekar awas di belakangmu!” teriak Wamuh salah satu Srikandi TOH yang tersisa.

Sekar begitu terkejut saat satu anjing setan yang sudah berubah menjadi selayaknya manusia serigala. Hendak menerkamnya dari arah belakang ia berdiri. Sebab selain dapat membelah diri dan jadi banyak. Anjing setan jua dapat menyatukan diri. Mengubah dirinya menjadi serupa manusia serigala.

“Tidak, Ibu Sari tolong Sekar!” teriak Sekar tampak roboh sebab terlalu terkejut. Sedangkan cakar-cakar dari tangan anjing setan sudah begitu dekat di wajah Sekar.

Tiba-tiba seketika anjing setan tersebut hancur menjadi abu. Karena ada satu pedang menancap pas didada anjing setan. Pedang tersebut memang pedang api hitam milik Wahyu. Wahyu rupanya sudah berdiri di samping Sekar yang tengah terjatuh.

“Siapa kau Mas, sebelumnya terima kasih telah menyelamatkan nyawaku?” ucap Sekar masih tampak bingung dan belum mengenali Wahyu.

“Kau tak mengenalku Dek, bukankah kita belum resmi menyatakan putus. Bukankah status kita masih sebagai pasangan dua sejoli yang tengah berpacaran,” ucap Wahyu mengulurkan tangannya sambil tersenyum pada Sekar.

“Loh Mas Wahyu...!” sontak Sekar syok menatap Wahyu kekasihnya dahulu yang kini sungguh berbeda jauh dari sepuluh tahun yang lalu. Saat itu sepuluh tahun yang lalu mereka mengikrarkan cinta.

Terpopuler

Comments

K.Jmb89 BE

K.Jmb89 BE

ngelamun ngebayangin Ibu Sari menari😁😁😁

2022-12-10

1

Andra Djatmika

Andra Djatmika

Srikandi pemilihan nama kelompok yang bagus cerdas sekali karena nama Srikandi sangat familiar

2022-12-02

1

Roy Jamaya

Roy Jamaya

bisa gitu ya ceritanya

2022-11-27

1

lihat semua
Episodes
1 Malam merah
2 Gelembung aura hijau
3 Srikandi yang tersisa
4 Hanoman
5 Level 2 api kuning
6 Makhluk bersayap Paman Bayu
7 Vs pembantai Ayah
8 Biyangkerok
9 Lurah Dava dan Golok Sakti Emas
10 Jeritan Sakaratul Halilintar
11 TOH Level Up
12 Manusia buatan
13 Level 2
14 Labirin Sulton
15 Sisi Utara area gunung pegat
16 Bangsa pohon setan
17 Mumi di desa Badas
18 Seruni perbatasan barat
19 Badas perang dimulai
20 Teknik wadah tubuh (Teknik baru Wahyu)
21 Gugup adalah masalah
22 Abah, Umi dan alam bawah sadar Wahyu
23 Rencana gila DR. Dono
24 Mata hitam Wahyu
25 Yayu Yuwana Vs Yayu Yuwana (Dukun wanita Vs Sang Dewi pedang)
26 Liontin naga Bramasta
27 Namanya Nyi Kembang
28 Darah dua klan
29 Parit kematian
30 Kami hanya lapar
31 Clan Dewa-dewi
32 Pertapa tanpa nama hadir kembali
33 Mereka sedang dibantai
34 Divisi atas vs Siluman Kalong
35 Dua puluh
36 Pengorbanan formasi bulan sabit
37 Kena mental
38 Anak panah naga merah
39 Perang baru dimulai
40 Tiga pemuda Vs tiga bangsa
41 Teknik pengalihan Lurah Dava
42 Lurah Dava dan Ibu Sari sebenarnya mati
43 Wahyu Vs Wahyu
44 Padepokan Pekuburan
45 Nasib Seruni
46 Ambon sekarat
47 Elang dan Burung Elang
48 Pedang tanah berselimut petir
49 Alot
50 Vs Gorila Coklat
51 Kamu Nannya
52 Hal itu
53 Elegi selimut bunga-bunga
54 Firasat
55 Tolong jaga kota ini
56 Kisah cinta abadi Wahyu dan Sekar
57 Jasad para tetua
58 Kabar manusia buatan
59 Tiga tahun lalu
60 Selimut rasa asmara & kebangkitan Jerangkong
61 Melihat bencana
62 Diskusi ranjang bambu
63 Jatah pagi
64 Gerbang Iblis muncul
65 Pernyataan perang tersantai
66 Umi Putri berpulang
67 Napas terakhir Ibu Sari
68 Setan yang menang
69 Raja mumi
70 Kematian Haji Jaka
71 Pasukan Macan
72 Joko adalah Dokter Dono
73 Ludah peluru
74 Malam ini mati Pak Bupati
75 Lari malu, Maju kematian
76 Iblis anjing tiga kepala
77 Medan area kali Konto
78 Malam akhir era tua
79 Penyerangan terakhir
80 Raja Naga Sekinteng
81 Mereka sebenarnya Dewa
82 Robot yang menyerupai
83 Danau darah
84 Perkara bosan
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Malam merah
2
Gelembung aura hijau
3
Srikandi yang tersisa
4
Hanoman
5
Level 2 api kuning
6
Makhluk bersayap Paman Bayu
7
Vs pembantai Ayah
8
Biyangkerok
9
Lurah Dava dan Golok Sakti Emas
10
Jeritan Sakaratul Halilintar
11
TOH Level Up
12
Manusia buatan
13
Level 2
14
Labirin Sulton
15
Sisi Utara area gunung pegat
16
Bangsa pohon setan
17
Mumi di desa Badas
18
Seruni perbatasan barat
19
Badas perang dimulai
20
Teknik wadah tubuh (Teknik baru Wahyu)
21
Gugup adalah masalah
22
Abah, Umi dan alam bawah sadar Wahyu
23
Rencana gila DR. Dono
24
Mata hitam Wahyu
25
Yayu Yuwana Vs Yayu Yuwana (Dukun wanita Vs Sang Dewi pedang)
26
Liontin naga Bramasta
27
Namanya Nyi Kembang
28
Darah dua klan
29
Parit kematian
30
Kami hanya lapar
31
Clan Dewa-dewi
32
Pertapa tanpa nama hadir kembali
33
Mereka sedang dibantai
34
Divisi atas vs Siluman Kalong
35
Dua puluh
36
Pengorbanan formasi bulan sabit
37
Kena mental
38
Anak panah naga merah
39
Perang baru dimulai
40
Tiga pemuda Vs tiga bangsa
41
Teknik pengalihan Lurah Dava
42
Lurah Dava dan Ibu Sari sebenarnya mati
43
Wahyu Vs Wahyu
44
Padepokan Pekuburan
45
Nasib Seruni
46
Ambon sekarat
47
Elang dan Burung Elang
48
Pedang tanah berselimut petir
49
Alot
50
Vs Gorila Coklat
51
Kamu Nannya
52
Hal itu
53
Elegi selimut bunga-bunga
54
Firasat
55
Tolong jaga kota ini
56
Kisah cinta abadi Wahyu dan Sekar
57
Jasad para tetua
58
Kabar manusia buatan
59
Tiga tahun lalu
60
Selimut rasa asmara & kebangkitan Jerangkong
61
Melihat bencana
62
Diskusi ranjang bambu
63
Jatah pagi
64
Gerbang Iblis muncul
65
Pernyataan perang tersantai
66
Umi Putri berpulang
67
Napas terakhir Ibu Sari
68
Setan yang menang
69
Raja mumi
70
Kematian Haji Jaka
71
Pasukan Macan
72
Joko adalah Dokter Dono
73
Ludah peluru
74
Malam ini mati Pak Bupati
75
Lari malu, Maju kematian
76
Iblis anjing tiga kepala
77
Medan area kali Konto
78
Malam akhir era tua
79
Penyerangan terakhir
80
Raja Naga Sekinteng
81
Mereka sebenarnya Dewa
82
Robot yang menyerupai
83
Danau darah
84
Perkara bosan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!