Teknik wadah tubuh (Teknik baru Wahyu)

Aem, nyem, nyem, aem, haik,

Tumbuhan kantong semar berukuran raksasa yang menempel di tembok labirin. Telah mengunyah tubuh Andre dengan lahap, lalu terlihat tumbuhan itu bersendawa. Seakan dia kenyang telah menelan Andre.

“Ayolah Andre jangan bercanda masak kamu mati secepat ini. Ayolah kawan kamu keturunan Haji Lukman dan keturunannya tak akan mati semudah itu. Jangan bergurau kawan, aku kenal Haji Lukman kakekmu itu,” gerutu Wahyu menatap tumbuhan kantong semar yang jua seakan menatapnya.

“Bukankah kau anak dari almarhum Haji Jaka yang bernama Wahyu Satria. Kenapa kau kembali ke kota Jombang ini anak muda. Apa yang kau harapkan dari kota yang telah mati ini. Bahkan sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan untuk warganya. Hanya kalian para petarung yang masih bertahan dan aku rasa kalian jua akan binasa. Apa yang kalian inginkan dari kota yang telah hancur ini?” ucap satu tanaman kantong semar berwujud raksasa.

Bahkan wujud tanaman kantong semar tidaklah seperti pada umumnya tanaman tersebut. Kali ini tanaman kantong semar yang ada di depan Wahyu memiliki beberapa mata yang seolah hidup.

Namun hanya dua mata yang tengah menatap wahyu yang tampak fokus menatap Wahyu. Mata-mata yang lain tampaknya bergerak-gerak tak beraturan. Mungkin mata-mata itu adalah mata dari manusia-manusia yang mereka makan.

“Kau tahu apa tentang kota tempat kelahiranku ini hai kantong semar? Bahkan kau adalah makhluk setengah tanaman setengah setan kemarin sore. Kau tak tahu apa-apa tentang sejarah panjang terbentuknya TOH. Kau hanya makhluk rendahan suruhan dari setan-setan pengecut itu. Mereka yang hanya menggunakan para manusia picik berotak sempit untuk membunuh sesama manusia. Kau tak pantas disebut ciptaan Yang Maha Hidup,” umpat Wahyu berdiri tegak menatap kantong semar dengan pancaran kemarahan.

“Apa yang akan kau perbuat kepadaku anak Jaka. Bahkan aku tahu kalau kekuatanmu lemah terhadap tanaman. Maka dari itu kami mengambil wujud tanaman dan kami sudah memperhitungkan semua dan pasti akan bertemu denganmu. Maka malam ini kau akan kami makan hingga tulang belulangmu sampai habis,” ujar kantong semar sambil memuntahkan beberapa tulang manusia yang pernah ia makan.

Lalu dari setiap sisi dinding labirin sekitar Wahyu berada. Tiba-tiba muncullah tanaman kantong semar dengan jumlah besar. Mereka seakan mengerumuni Wahyu yang tengah sendirian. Sedangkan kelompok klan Lukman tengah dibantai oleh kantong semar yang lain di sisi labirin yang lain.

“Hai setan durjana jangan kau terlalu sombong berdiri di dunia ini. Bahkan di atas bumi ada langit dan di atas langit masih ada langit lagi sampai tujuh lapis langit. Lalu di atas langit ketujuh ada singgasana Allah. Kalau aku mau dari tadi aku dapat membinasakan Sultonnirojim yang memeliharamu seperti hewan peliharaan itu. Tetapi aku ingin dia Sultonnirojim merasa menang lalu aku akan menghancurkannya bagai debu!” teriak Wahyu sambil menunjuk sosok Sultonnirojim yang tengah berdiri di atas tebing tengah labirin.

“Lalu apabila kami hancur, apa kau mampu menghidupkan kembali Andre temanmu yang sudah aku lahap. Apa kau mampu menghidupkan kembali pasukan klan Lukman yang telah kami bantai?” ucap kantong semar begitu jemawa.

“Apa kau yakin telah memakan Andre. Apa kau yakin telah memakan dan membantai seluruh anggota klan Lukman. Apa kau yakin bisa menang melawanku kantong semar?” teriak Wahyu menggenggam tangannya dengan kepalan. Lalu dari kepalan tangannya muncul kilatan-kilatan cahaya kuning bak aliran listrik yang keluar dari kabel yang terkelupas.

Tiba-tiba ratusan pemuda dari kelompok klan Lukman termasuk Andre keluar dari dalam tubuh Wahyu. Karena Wahyu yang ada dalam labirin Sultonnirojim hanya bayangannya saja. Maka dari itu bayangan tersebut dapat dimasuki ratusan orang lain sesama petarung dari golongan yang sama. Tentu dengan teknik baru yang dimiliki Wahyu.

Teknik wadah tubuh ini di dapat Wahyu dari seorang petapa di bukit Dawar Blandong saat ingin berkunjung ke daerah kota Gresik untuk menemui pamannya Adi yang seorang berpengaruh dan berpangkat tetua tinggi di kota Gresik.

Saat itu petapa aneh dari bukit Dawar mencegatnya dan menantang berkelahi. Singkat cerita Wahyu menang dan sebagai hadiah diajarkannya satu ilmu unik Teknik wadah tubuh dalam bayangan.

Awalnya teknik ini hanya mampu menyimpan orang atau teman sesama petarung di dalam bayangan asli selayaknya bayangan sungguhan. Tetapi Wahyu adalah teknik petarung yang gampang menyerap ilmu lalu memodifikasinya sekehendaknya. Tapi tetap tanpa mengubah awal teknik jurus awal.

“Apa kau benar-benar yakin telah membunuh kami kantong semar!” teriak Andre yang keluar terlebih dahulu dari tubuh Wahyu.

Andre meloncat ke arah kantong semar yang beberapa saat lalu melahapnya. Padahal sebenarnya yang ia lahap adalah bayangan Wahyu yang lain. Sebelum bertarung dengan Sultonnirojim. Wahyu jua sudah memperkirakan semua secara cepat dan taktis.

Tanpa Sultonnirojim sadari bayangan Wahyu kembali membelah diri sebanyaknya jumlah klan Lukman. Lalu berubah menjadi seluruh wajah klan Lukman yang ada di dalam wadah bayangan Wahyu. Namun sebelumnya pasukan klan Lukman dari awal sudah masuk di dalam bayangan Wahyu.

Sering,

Dar,

“Mati kau setan jahanam!” teriak Andre menebas satu kantong semar yang di hadapannya. Tentu dengan kukku-kukuknya yang serupa pisau dapur yang baru di asah oleh para Ibu. Kantong semar hancur bagai kaca yang terkena lemparan batu. Lalu menjadi abu dan terbawa angin. Begitu jua kantong semar yang lain hancur pula oleh jurus tangan dewa kematian milik klan Lukman dari anggota yang lain.

“Mas Wahyu kenapa kita tidak melompati dinding-dinding labirin ini saja agar sampai ke tempat Sultonnirojim itu. Ternyata bagian atasnya tidak ada pelindungnya sama sekali. Mungkin area atas dinding digunakan untuk Sulton meloncat dan menyerang. Jadi tidak ada pelindung atau ranjau di sini?” seru Andre yang tengah berdiri di atas dinding labirin di atas Wahyu.

Lalu Wahyu melayang ke atas ke arah Andre. Tanpa di sadari oleh anggota klan Lukman lain. Mereka jua dapat melayang secara otomatis bersama Wahyu. Karena semua orang yang masuk ke dalam bayangan Wahyu. Dapat dengan mudah dikontrol oleh Wahyu sendiri.

Dahulu jurus ini diciptakan memang benar-benar untuk melindungi teman yang tengah sekarat atau tengah terluka dengan cara memasukkannya ke dalam bayangan dan si empunya bayangan dapat mengontrolnya untuk melindungi orang tersebut.

“Loh, loh Mas Andre kita bisa terbang seperti Mas Wahyu,” teriak salah satu anggota klan Lukman yang ikut melayang.

Andre menatap Wahyu dengan wajah penuh pertanyaan. Matanya seolah bertanya dengan tatapan mengadili pada Wahyu. Seolah Andre hendak mencurigai Wahyu, sebab era perang tidak bisa membedakan lawan atau kawan. Bisa saja kawan kita adalah setan yang menjelma menjadi kawan kita sendiri.

“Apa Andre? Tenang aku tahu pikiranmu dan kecurigaanmu. Aku masih Wahyu temanmu dan ini adalah teknik wadah tubuh. Lalu yang kau lihat ini adalah salah satu dari efek samping jurus ini. Tenanglah kawanku dan lihat saja teman-temanmu bertarung. Tapi usahakan kau tetap di sampingku. Sebab Sultonnirojim memiliki ribuan setan yang menjadi peliharaannya. Satu lagi hanya kau yang tidak aku kendalikan,” ujar Wahyu tersenyum pada Andre.

“He, he Wahyu, apa-apaan kau ini. Tidak sopan sekali sama Kakakmu yang satu ini. Aku yang lebih dahulu menemani mereka bertarung. Kau tiba-tiba seenaknya saja datang membantu mereka. Hargai dong aku yang lebih tua darimu,” ucap Halilintar melayang di atas Wahyu.

“Eh Mas Hal, apa kabar, hehe?” ucap Wahyu sambil meringis pada Halilintar.

“Kamu seenaknya saja ya. Bilang dong kalau dari awal kamu yang merencanakan ini semua. Pantas saja aku merasa ada yang aneh dengan mereka semua anggota klan Lukman yang bersamaku tadi. Kenapa semua auranya adalah auramu? Jadi ini maksudnya,” ucap Halilintar.

“Oh jadi Mas Hal Cuma duduk bersila dan diam sambil berzikir mencari dimanah sosok asliku ya, hahaha maaf ya Mas,” ujar Wahyu tertawa lepas.

Sedangkan Sultonnirojim yang tengah berdiri di atas tembok tengah labirin. Tampak bingung melihat anak-anak TOH era level up malah bercanda tidak segera melawannya.

“Apa-apaan mereka ini?” gerutu Sulton begitu geram.

Terpopuler

Comments

Andra Djatmika

Andra Djatmika

sudahlah aku like ya hehe

2022-12-08

0

Roy Jamaya

Roy Jamaya

aku like dan bintang ya

2022-11-27

1

TK

TK

aku datang lagi Thor 👍

2022-11-27

1

lihat semua
Episodes
1 Malam merah
2 Gelembung aura hijau
3 Srikandi yang tersisa
4 Hanoman
5 Level 2 api kuning
6 Makhluk bersayap Paman Bayu
7 Vs pembantai Ayah
8 Biyangkerok
9 Lurah Dava dan Golok Sakti Emas
10 Jeritan Sakaratul Halilintar
11 TOH Level Up
12 Manusia buatan
13 Level 2
14 Labirin Sulton
15 Sisi Utara area gunung pegat
16 Bangsa pohon setan
17 Mumi di desa Badas
18 Seruni perbatasan barat
19 Badas perang dimulai
20 Teknik wadah tubuh (Teknik baru Wahyu)
21 Gugup adalah masalah
22 Abah, Umi dan alam bawah sadar Wahyu
23 Rencana gila DR. Dono
24 Mata hitam Wahyu
25 Yayu Yuwana Vs Yayu Yuwana (Dukun wanita Vs Sang Dewi pedang)
26 Liontin naga Bramasta
27 Namanya Nyi Kembang
28 Darah dua klan
29 Parit kematian
30 Kami hanya lapar
31 Clan Dewa-dewi
32 Pertapa tanpa nama hadir kembali
33 Mereka sedang dibantai
34 Divisi atas vs Siluman Kalong
35 Dua puluh
36 Pengorbanan formasi bulan sabit
37 Kena mental
38 Anak panah naga merah
39 Perang baru dimulai
40 Tiga pemuda Vs tiga bangsa
41 Teknik pengalihan Lurah Dava
42 Lurah Dava dan Ibu Sari sebenarnya mati
43 Wahyu Vs Wahyu
44 Padepokan Pekuburan
45 Nasib Seruni
46 Ambon sekarat
47 Elang dan Burung Elang
48 Pedang tanah berselimut petir
49 Alot
50 Vs Gorila Coklat
51 Kamu Nannya
52 Hal itu
53 Elegi selimut bunga-bunga
54 Firasat
55 Tolong jaga kota ini
56 Kisah cinta abadi Wahyu dan Sekar
57 Jasad para tetua
58 Kabar manusia buatan
59 Tiga tahun lalu
60 Selimut rasa asmara & kebangkitan Jerangkong
61 Melihat bencana
62 Diskusi ranjang bambu
63 Jatah pagi
64 Gerbang Iblis muncul
65 Pernyataan perang tersantai
66 Umi Putri berpulang
67 Napas terakhir Ibu Sari
68 Setan yang menang
69 Raja mumi
70 Kematian Haji Jaka
71 Pasukan Macan
72 Joko adalah Dokter Dono
73 Ludah peluru
74 Malam ini mati Pak Bupati
75 Lari malu, Maju kematian
76 Iblis anjing tiga kepala
77 Medan area kali Konto
78 Malam akhir era tua
79 Penyerangan terakhir
80 Raja Naga Sekinteng
81 Mereka sebenarnya Dewa
82 Robot yang menyerupai
83 Danau darah
84 Perkara bosan
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Malam merah
2
Gelembung aura hijau
3
Srikandi yang tersisa
4
Hanoman
5
Level 2 api kuning
6
Makhluk bersayap Paman Bayu
7
Vs pembantai Ayah
8
Biyangkerok
9
Lurah Dava dan Golok Sakti Emas
10
Jeritan Sakaratul Halilintar
11
TOH Level Up
12
Manusia buatan
13
Level 2
14
Labirin Sulton
15
Sisi Utara area gunung pegat
16
Bangsa pohon setan
17
Mumi di desa Badas
18
Seruni perbatasan barat
19
Badas perang dimulai
20
Teknik wadah tubuh (Teknik baru Wahyu)
21
Gugup adalah masalah
22
Abah, Umi dan alam bawah sadar Wahyu
23
Rencana gila DR. Dono
24
Mata hitam Wahyu
25
Yayu Yuwana Vs Yayu Yuwana (Dukun wanita Vs Sang Dewi pedang)
26
Liontin naga Bramasta
27
Namanya Nyi Kembang
28
Darah dua klan
29
Parit kematian
30
Kami hanya lapar
31
Clan Dewa-dewi
32
Pertapa tanpa nama hadir kembali
33
Mereka sedang dibantai
34
Divisi atas vs Siluman Kalong
35
Dua puluh
36
Pengorbanan formasi bulan sabit
37
Kena mental
38
Anak panah naga merah
39
Perang baru dimulai
40
Tiga pemuda Vs tiga bangsa
41
Teknik pengalihan Lurah Dava
42
Lurah Dava dan Ibu Sari sebenarnya mati
43
Wahyu Vs Wahyu
44
Padepokan Pekuburan
45
Nasib Seruni
46
Ambon sekarat
47
Elang dan Burung Elang
48
Pedang tanah berselimut petir
49
Alot
50
Vs Gorila Coklat
51
Kamu Nannya
52
Hal itu
53
Elegi selimut bunga-bunga
54
Firasat
55
Tolong jaga kota ini
56
Kisah cinta abadi Wahyu dan Sekar
57
Jasad para tetua
58
Kabar manusia buatan
59
Tiga tahun lalu
60
Selimut rasa asmara & kebangkitan Jerangkong
61
Melihat bencana
62
Diskusi ranjang bambu
63
Jatah pagi
64
Gerbang Iblis muncul
65
Pernyataan perang tersantai
66
Umi Putri berpulang
67
Napas terakhir Ibu Sari
68
Setan yang menang
69
Raja mumi
70
Kematian Haji Jaka
71
Pasukan Macan
72
Joko adalah Dokter Dono
73
Ludah peluru
74
Malam ini mati Pak Bupati
75
Lari malu, Maju kematian
76
Iblis anjing tiga kepala
77
Medan area kali Konto
78
Malam akhir era tua
79
Penyerangan terakhir
80
Raja Naga Sekinteng
81
Mereka sebenarnya Dewa
82
Robot yang menyerupai
83
Danau darah
84
Perkara bosan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!