Bab 20 : Pertemuan Zylda Armita

"Siapa?"

Zylda menatap pria berwajah tampan dengan postur tubuh sempurna yang bertanya kepadanya.

"Apa saya bisa bertemu dengan Armita?" Bukannya menjawab, Zylda membalasnya dengan pertanyaan.

"Iya, tapi anda siapa?" Tanya pria itu lagi.

"Sa-saya Zylda." Ragu Zylda mengatakannya.

Apalagi melihat raut muka pria dihadapannya mulai berubah.

"Armita ada di dalam. Masuklah!" Pemuda itu membuka pintu pagar dan mempersilahkan Zylda masuk.

Baru sampai di ambang pintu, belum melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah rumah, Zylda melihat tatapan tajam Armita ke arahnya.

Armita duduk di sofa bersama wanita paruh baya yang berparas wajah mirip dengannya, seorang perempuan berwajah blasteran dengan dua anak kecil yang duduk di seberang meja. Seperti sedang ada pertemuan keluarga di rumah itu.

"Masuklah!" Suara pemuda tampan tadi menyadarkannya dari lamunan.

"I-iya." Jawab Zylda terbata. "Assalamualaikum." Zylda memberi salam dengan sedikit menunduk untuk menunjukkan sopan santunnya bertamu di rumah orang.

"Aku tidak mau bertemu dengannya!" Armita beranjak dari duduknya, hendak melangkah masuk ke kamar.

"Mita! Duduk! Dengarkan dulu maksud kedatangannya!" Perintah pemuda tampan yang adalah kakak Armita yang bernama Tantra.

"Untuk apa kak? Untuk menambah sakit hatiku?" Armita berbicara pada Tantra tapi sorot mata tajamnya tak beralih dari Zylda.

"Duduklah dulu! Selesaikan masalahmu! Jangan bersikap kekanakan dengan selalu menghindar dari masalahmu! Dia datang ke rumah kita sebagai tamu! Mana adabmu sebagai tuan rumah untuk menyambut tamu!" Tantra berbicara dengan suara tinggi yang memenuhi seisi ruangan.

Seorang gadis kecil berjalan ke arahnya dan memeluk kakinya.

"Ayah.."

Sikap putri kecilnya mampu meredam emosinya. Tantra berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan sang putri. "Rana jalan-jalan ke taman dulu sama kakak Zafran dan Mommy yah?"

Melalui isyarat mata,Tantra memerintahkan sang istri berwajah blasteran untuk membawa pergi kedua anak mereka supaya perbincangan para orang dewasa tidak didengar oleh mereka.

Tantra mempersilahkan Zylda untuk duduk dan menanyakan maksud kedatangan Zylda datang kerumahnya.

"Kemarin saya bertemu dengan Naya. Dia menceritakan permasalahan yang sedang dihadapi oleh Armita.

Sejujurnya, saya ingin meminta maaf pada Armita. Saya benar-benar tidak tau bahwa Zubair telah memiliki kekasih ketika menerima pinangan dari ayah saya.

Saya berpikir selama ini sikap dingin Zubair itu karena pembawaannya yang selalu tampak tidak peduli pada wanita. Tapi ternyata semua itu karena ia menjaga hatinya untuk seorang wanita.

Saya tau, ini pasti sulit untuk kalian berdua, baik Zubair maupun Armita. Tapi saya mohon, jangan semakin mempersulit jalan kalian.

Zubair begitu berat mengetahui kabar bahwa Armita akan mendaftar ke kemiliteran. Dia bahkan hampir meletakkan jabatannya di depan ayah saya demi memperjuangkan Armita."

Suara Zylda terasa tercekat di tenggorokan saat mengucapkan kalimat terakhirnya.

"Keputusanku sudah bulat! Jangan mencoba merubah keputusanku! Aku ingin mengetahui, sampai dimana kekuatan perintah komandan sampai sang prajurit tidak bisa menolak untuk dinikahkan dengan putrinya!" Armita masih menatap tajam.

Tangan bunda masih mengusap punggung Armita untuk menenangkan putrinya.

"Aku ingin menceritakan sesuatu padamu." Zylda menarik napas sebelum melanjutkan perkataannya.

"Dulu aku begitu bangga dengan profesi ayahku sebagai prajurit. Seragam dinasnya begitu cocok di tubuhnya. Membuatnya terlihat begitu gagah. Ibu ku pun nampak sangat menyayangi ayahku. Meski ayahku jarang di rumah, namun kasih sayangnya tak pernah putus untukku. Dia begitu sayang padaku.

Beberapa kali aku melihat ibu menangis saat melepas kepergian ayah bersama prajurit lainnya berangkat bertugas.

Ibu baru bisa menangis saat kapal perang yang ditumpangi ayah sudah menjauh dari dermaga.

Ibu bahkan tak mengizinkan ayah melihatnya menangis. Ibu hanya ingin ayah mengingat senyum ibu sebelum ia pergi. Ibu takut jika itu adalah senyum terakhir mengingat tugas ayah tidaklah mudah sebagai prajurit.

Aku bertanya pada ibu, kenapa ibu tidak menahan ayah untuk tetap tinggal? Kenapa ibu membiarkan ayah pergi bertugas?

Ibuku wanita yang sangat bijaksana mengatakan bahwa istri seorang tentara harus siap menjadi yang kedua, karena prioritas utama sang suami adalah negara.

Ibuku rela berkorban melepas ayah pergi berjuang. Begitu juga dengan ayahku. Beliau rela meninggalkan keluarganya demi negara. Menjalankan tugas terdepan untuk keamanan bangsa."

Zylda mengusap air mata di pipinya.

"Bukankah kamu seorang dokter? Bukankah dokter pun sudah disumpah untuk mengabdi?

Mengapa harus melakukan hal yang sia-sia dengan mengorbankan diri hanya karena keegoisan semata?

Menjadi dokter dan tentara adalah pekerjaan mulia. Bahkan sampai mempertaruhkan nyawa.

Apakah benar jika pekerjaan mulia itu dilakukan hanya untuk membalas perasaan hati yang terluka?"

Dan masih banyak lagi penjelasan Zylda uang begitu bijaksana untuk Armita. Nasehat-nasehat dari Zylda supaya Armita meneguhkan hatinya. Kalaupun Armita tetap meneruskan keputusannya menjadi tentara, bukan semata-mata hanya untuk membalas rasa kecewa dan sakit hatinya, tapi harus dengan niat mulia untuk mengabdi pada negara.

Tantra menatap takjub pada Zylda. Seorang wanita dewasa yang mampu bersikap bijaksana. Seorang istri yang tersakiti hatinya tapi mampu meredam amarah untuk menyelesaikan permasalahannya.

"Apakah kamu juga siap untuk melepaskan Zubair?"

Zylda paham kemana arah pembicaraan Armita. Maksud Armita adalah menyerahkan Zubair kembali padanya.

"Pernikahan Bukanlah suatu permainan yang saat kita ingin maka kita mulai dan saat kita lelah bisa kita letakkan dan berakhir.

Zubair juga bukan mainan yang bisa aku serahkan atau pinjamkan kepada siapapun yang aku mau.

Pernikahan adalah suatu ikatan suci. Sebuah janji yang diikrarkan kepada Tuhan untuk menjalankan ibadah mulia.

Meski begitu berat, meski tanpa cinta,aku tak ingin pernikahan ini berakhir begitu saja. Maaf.."

Sikap tenang dan bijaksana Zylda mampu membelokkan keputusan Armita. Ditambah wejangan dari bunda dan nasehat-nasehat dari sang kakak, Armita semakin yakin untuk membatalkan keputusannya mendaftar sebagai prajurit.

"Bagaimana kamu mampu bertahan dalam rumah tanggamu jika Zubair tidak mencintaimu?"

Pertanyaan Armita benar-benar membuat Zylda sesak.

"Aku akan memikirkan caranya. Bagaimana aku supaya aku mampu bertahan." Jawab Zylda tenang meski dipenuhi keraguan dalam hatinya.

bersambung...

Loh Thor? Kok gini? Trus Armita gimana?

Sabaaaaarrr...

Ada cerita seru tentang Armita setelah ini. Otir tuntaskan perjuanganZylda dulu yah.

Don't Forget yah, Like, mawar, vote vote vote....

Enjoy Reading everyone....

😊😊😊🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Ifah Fatur

Ifah Fatur

pgenny armita dpet temenny zubair yg pngkatny lebih tinggi,,,, zubair udah nikah biarkan dia jalani hidup yg dia pilih,,,,, tanpa dia kamu mampu armita

2022-12-31

0

lala malala

lala malala

bagus banget ucapan Zylda

2022-12-30

0

Cinta Diva

Cinta Diva

sebenarnya ceritanya bagus kak,tp kenapa ya kak authornya kok jarang up date padahal q tungguin Lo kak💪💪

2022-12-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4 : Pengakuan Zubair
5 Bab 5 : Meminta Restu ayah
6 Bab 6 : Keputusan Zubair
7 Bab 7 : Zubair Hilang
8 Bab 8 : Permintaan Laksamana
9 Bab 9 : Hari pernikahan
10 Bab 10 : Malam Pertama
11 Bab 11 : Mengantar Zylda
12 Bab 12 : Menaklukkan Suami
13 Bab 13 : Kebahagiaan Zylda
14 Bab 14 : Siapa Armita?
15 Bab 15 : Bertemu Armita
16 Bab 16 : Meminta Bantuan Laksamana
17 Bab 17 : Ancaman
18 Bab 18 : Terkuaknya Kenyataan
19 Bab 19 : Zylda Marah
20 Bab 20 : Pertemuan Zylda Armita
21 Bab 21 : Hari Zylda
22 Bab 22 : Perintah untuk Mencintaiku!
23 Bab 23 : Berita besar
24 Bab 24 : Permintaan maaf Zubair
25 Bab 25 : Zylda Tertabrak
26 Bab 26 : Armita dan Seorang Pemuda
27 Bab 27 : Zubair celaka
28 Bab 28 : Upaya Penyelamatan
29 Bab 29 : Zylda khawatir
30 Bab 30 - Bertemu Bertiga
31 Bab 31: Melepas Zubair
32 Bab 32 : Tekad Zubair
33 Bab 33 : Armita celaka
34 Bab 34 : Armita Arkan
35 Bab 35 : Syarat Menikah
36 Bab 36 : Meminta Restu
37 Bab 37 : Cukup Jadi dirimu
38 Bab 38 : I love you Zylda
39 Bab 39 : Kapten Arkan
40 Bab 40 : Pesona Kapten Arkan
41 Bab 41 : Hukuman Armita
42 Bab 42 : Armita Arkan Zubair
43 Bab 43 : Pingsan di tengah Hutan
44 Bab 44 : Mulai merasa nyaman
45 Bab 45 : Perpisahan
46 Bab 46 : Zylda pernah dilamar?
47 Bab 47 : Zubair Manja
48 Bab 48 : Hasil Pemeriksaan
49 Bab 49 - Penghancur kebahagiaan
50 Bab 50 : Kencan Arkan
51 Bab 51 : Berhasil jalan bersama
52 Bab 52 : Monumen keakraban
53 Bab 53 : Melahirkan
54 Bab 54 : Zylda Pingsan
55 Bab 55 : Jakfar Al Tamish
56 Bab 56 : Bertemu (calon) mertua
57 Bab 57 : Armita Pergi
58 Bab 58 : Pengobat Rindu
59 Bab 59 : Tugas Darurat
60 Bab 60 : Armita ditemukan
61 Bab 61 : Bermalam bersama Armita
62 Bab 62 : Keras kepala Armita
63 Bab 63 : Evakuasi
64 Bab 64 : Tertembak
65 Bab 65 : Pilihan Berat
66 Bab 66 : Merelakan
67 Bab 67 : Rasa Kehilangan
68 Bab 68 : Rintangan Pernikahan
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4 : Pengakuan Zubair
5
Bab 5 : Meminta Restu ayah
6
Bab 6 : Keputusan Zubair
7
Bab 7 : Zubair Hilang
8
Bab 8 : Permintaan Laksamana
9
Bab 9 : Hari pernikahan
10
Bab 10 : Malam Pertama
11
Bab 11 : Mengantar Zylda
12
Bab 12 : Menaklukkan Suami
13
Bab 13 : Kebahagiaan Zylda
14
Bab 14 : Siapa Armita?
15
Bab 15 : Bertemu Armita
16
Bab 16 : Meminta Bantuan Laksamana
17
Bab 17 : Ancaman
18
Bab 18 : Terkuaknya Kenyataan
19
Bab 19 : Zylda Marah
20
Bab 20 : Pertemuan Zylda Armita
21
Bab 21 : Hari Zylda
22
Bab 22 : Perintah untuk Mencintaiku!
23
Bab 23 : Berita besar
24
Bab 24 : Permintaan maaf Zubair
25
Bab 25 : Zylda Tertabrak
26
Bab 26 : Armita dan Seorang Pemuda
27
Bab 27 : Zubair celaka
28
Bab 28 : Upaya Penyelamatan
29
Bab 29 : Zylda khawatir
30
Bab 30 - Bertemu Bertiga
31
Bab 31: Melepas Zubair
32
Bab 32 : Tekad Zubair
33
Bab 33 : Armita celaka
34
Bab 34 : Armita Arkan
35
Bab 35 : Syarat Menikah
36
Bab 36 : Meminta Restu
37
Bab 37 : Cukup Jadi dirimu
38
Bab 38 : I love you Zylda
39
Bab 39 : Kapten Arkan
40
Bab 40 : Pesona Kapten Arkan
41
Bab 41 : Hukuman Armita
42
Bab 42 : Armita Arkan Zubair
43
Bab 43 : Pingsan di tengah Hutan
44
Bab 44 : Mulai merasa nyaman
45
Bab 45 : Perpisahan
46
Bab 46 : Zylda pernah dilamar?
47
Bab 47 : Zubair Manja
48
Bab 48 : Hasil Pemeriksaan
49
Bab 49 - Penghancur kebahagiaan
50
Bab 50 : Kencan Arkan
51
Bab 51 : Berhasil jalan bersama
52
Bab 52 : Monumen keakraban
53
Bab 53 : Melahirkan
54
Bab 54 : Zylda Pingsan
55
Bab 55 : Jakfar Al Tamish
56
Bab 56 : Bertemu (calon) mertua
57
Bab 57 : Armita Pergi
58
Bab 58 : Pengobat Rindu
59
Bab 59 : Tugas Darurat
60
Bab 60 : Armita ditemukan
61
Bab 61 : Bermalam bersama Armita
62
Bab 62 : Keras kepala Armita
63
Bab 63 : Evakuasi
64
Bab 64 : Tertembak
65
Bab 65 : Pilihan Berat
66
Bab 66 : Merelakan
67
Bab 67 : Rasa Kehilangan
68
Bab 68 : Rintangan Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!