"Siapa?"
Zylda menatap pria berwajah tampan dengan postur tubuh sempurna yang bertanya kepadanya.
"Apa saya bisa bertemu dengan Armita?" Bukannya menjawab, Zylda membalasnya dengan pertanyaan.
"Iya, tapi anda siapa?" Tanya pria itu lagi.
"Sa-saya Zylda." Ragu Zylda mengatakannya.
Apalagi melihat raut muka pria dihadapannya mulai berubah.
"Armita ada di dalam. Masuklah!" Pemuda itu membuka pintu pagar dan mempersilahkan Zylda masuk.
Baru sampai di ambang pintu, belum melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah rumah, Zylda melihat tatapan tajam Armita ke arahnya.
Armita duduk di sofa bersama wanita paruh baya yang berparas wajah mirip dengannya, seorang perempuan berwajah blasteran dengan dua anak kecil yang duduk di seberang meja. Seperti sedang ada pertemuan keluarga di rumah itu.
"Masuklah!" Suara pemuda tampan tadi menyadarkannya dari lamunan.
"I-iya." Jawab Zylda terbata. "Assalamualaikum." Zylda memberi salam dengan sedikit menunduk untuk menunjukkan sopan santunnya bertamu di rumah orang.
"Aku tidak mau bertemu dengannya!" Armita beranjak dari duduknya, hendak melangkah masuk ke kamar.
"Mita! Duduk! Dengarkan dulu maksud kedatangannya!" Perintah pemuda tampan yang adalah kakak Armita yang bernama Tantra.
"Untuk apa kak? Untuk menambah sakit hatiku?" Armita berbicara pada Tantra tapi sorot mata tajamnya tak beralih dari Zylda.
"Duduklah dulu! Selesaikan masalahmu! Jangan bersikap kekanakan dengan selalu menghindar dari masalahmu! Dia datang ke rumah kita sebagai tamu! Mana adabmu sebagai tuan rumah untuk menyambut tamu!" Tantra berbicara dengan suara tinggi yang memenuhi seisi ruangan.
Seorang gadis kecil berjalan ke arahnya dan memeluk kakinya.
"Ayah.."
Sikap putri kecilnya mampu meredam emosinya. Tantra berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan sang putri. "Rana jalan-jalan ke taman dulu sama kakak Zafran dan Mommy yah?"
Melalui isyarat mata,Tantra memerintahkan sang istri berwajah blasteran untuk membawa pergi kedua anak mereka supaya perbincangan para orang dewasa tidak didengar oleh mereka.
Tantra mempersilahkan Zylda untuk duduk dan menanyakan maksud kedatangan Zylda datang kerumahnya.
"Kemarin saya bertemu dengan Naya. Dia menceritakan permasalahan yang sedang dihadapi oleh Armita.
Sejujurnya, saya ingin meminta maaf pada Armita. Saya benar-benar tidak tau bahwa Zubair telah memiliki kekasih ketika menerima pinangan dari ayah saya.
Saya berpikir selama ini sikap dingin Zubair itu karena pembawaannya yang selalu tampak tidak peduli pada wanita. Tapi ternyata semua itu karena ia menjaga hatinya untuk seorang wanita.
Saya tau, ini pasti sulit untuk kalian berdua, baik Zubair maupun Armita. Tapi saya mohon, jangan semakin mempersulit jalan kalian.
Zubair begitu berat mengetahui kabar bahwa Armita akan mendaftar ke kemiliteran. Dia bahkan hampir meletakkan jabatannya di depan ayah saya demi memperjuangkan Armita."
Suara Zylda terasa tercekat di tenggorokan saat mengucapkan kalimat terakhirnya.
"Keputusanku sudah bulat! Jangan mencoba merubah keputusanku! Aku ingin mengetahui, sampai dimana kekuatan perintah komandan sampai sang prajurit tidak bisa menolak untuk dinikahkan dengan putrinya!" Armita masih menatap tajam.
Tangan bunda masih mengusap punggung Armita untuk menenangkan putrinya.
"Aku ingin menceritakan sesuatu padamu." Zylda menarik napas sebelum melanjutkan perkataannya.
"Dulu aku begitu bangga dengan profesi ayahku sebagai prajurit. Seragam dinasnya begitu cocok di tubuhnya. Membuatnya terlihat begitu gagah. Ibu ku pun nampak sangat menyayangi ayahku. Meski ayahku jarang di rumah, namun kasih sayangnya tak pernah putus untukku. Dia begitu sayang padaku.
Beberapa kali aku melihat ibu menangis saat melepas kepergian ayah bersama prajurit lainnya berangkat bertugas.
Ibu baru bisa menangis saat kapal perang yang ditumpangi ayah sudah menjauh dari dermaga.
Ibu bahkan tak mengizinkan ayah melihatnya menangis. Ibu hanya ingin ayah mengingat senyum ibu sebelum ia pergi. Ibu takut jika itu adalah senyum terakhir mengingat tugas ayah tidaklah mudah sebagai prajurit.
Aku bertanya pada ibu, kenapa ibu tidak menahan ayah untuk tetap tinggal? Kenapa ibu membiarkan ayah pergi bertugas?
Ibuku wanita yang sangat bijaksana mengatakan bahwa istri seorang tentara harus siap menjadi yang kedua, karena prioritas utama sang suami adalah negara.
Ibuku rela berkorban melepas ayah pergi berjuang. Begitu juga dengan ayahku. Beliau rela meninggalkan keluarganya demi negara. Menjalankan tugas terdepan untuk keamanan bangsa."
Zylda mengusap air mata di pipinya.
"Bukankah kamu seorang dokter? Bukankah dokter pun sudah disumpah untuk mengabdi?
Mengapa harus melakukan hal yang sia-sia dengan mengorbankan diri hanya karena keegoisan semata?
Menjadi dokter dan tentara adalah pekerjaan mulia. Bahkan sampai mempertaruhkan nyawa.
Apakah benar jika pekerjaan mulia itu dilakukan hanya untuk membalas perasaan hati yang terluka?"
Dan masih banyak lagi penjelasan Zylda uang begitu bijaksana untuk Armita. Nasehat-nasehat dari Zylda supaya Armita meneguhkan hatinya. Kalaupun Armita tetap meneruskan keputusannya menjadi tentara, bukan semata-mata hanya untuk membalas rasa kecewa dan sakit hatinya, tapi harus dengan niat mulia untuk mengabdi pada negara.
Tantra menatap takjub pada Zylda. Seorang wanita dewasa yang mampu bersikap bijaksana. Seorang istri yang tersakiti hatinya tapi mampu meredam amarah untuk menyelesaikan permasalahannya.
"Apakah kamu juga siap untuk melepaskan Zubair?"
Zylda paham kemana arah pembicaraan Armita. Maksud Armita adalah menyerahkan Zubair kembali padanya.
"Pernikahan Bukanlah suatu permainan yang saat kita ingin maka kita mulai dan saat kita lelah bisa kita letakkan dan berakhir.
Zubair juga bukan mainan yang bisa aku serahkan atau pinjamkan kepada siapapun yang aku mau.
Pernikahan adalah suatu ikatan suci. Sebuah janji yang diikrarkan kepada Tuhan untuk menjalankan ibadah mulia.
Meski begitu berat, meski tanpa cinta,aku tak ingin pernikahan ini berakhir begitu saja. Maaf.."
Sikap tenang dan bijaksana Zylda mampu membelokkan keputusan Armita. Ditambah wejangan dari bunda dan nasehat-nasehat dari sang kakak, Armita semakin yakin untuk membatalkan keputusannya mendaftar sebagai prajurit.
"Bagaimana kamu mampu bertahan dalam rumah tanggamu jika Zubair tidak mencintaimu?"
Pertanyaan Armita benar-benar membuat Zylda sesak.
"Aku akan memikirkan caranya. Bagaimana aku supaya aku mampu bertahan." Jawab Zylda tenang meski dipenuhi keraguan dalam hatinya.
bersambung...
Loh Thor? Kok gini? Trus Armita gimana?
Sabaaaaarrr...
Ada cerita seru tentang Armita setelah ini. Otir tuntaskan perjuanganZylda dulu yah.
Don't Forget yah, Like, mawar, vote vote vote....
Enjoy Reading everyone....
😊😊😊🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Ifah Fatur
pgenny armita dpet temenny zubair yg pngkatny lebih tinggi,,,, zubair udah nikah biarkan dia jalani hidup yg dia pilih,,,,, tanpa dia kamu mampu armita
2022-12-31
0
lala malala
bagus banget ucapan Zylda
2022-12-30
0
Cinta Diva
sebenarnya ceritanya bagus kak,tp kenapa ya kak authornya kok jarang up date padahal q tungguin Lo kak💪💪
2022-12-23
0