Bab 17 : Ancaman

Keesokan hari, Zubair terburu-buru untuk berangkat dinas.

Ia bergegas pergi ke Armada dengan tujuan untuk bertemu Laksamana. Pertemuan diluar kedinasan.

Zubair masuk ke ruangan Laksamana dengan sikap hormat layaknya seorang prajurit kepada komandannya.

Laksamana menyambut hangat kedatangan sang menantu di ruangannya. Mengajaknya duduk di sofa.

"Ada apa? Apa ada yang perlu kamu ceritakan tentang putriku?"

Zubair duduk di depan Laksamana. Bersebrangan dengan beliau dan hanya dibatasi meja.

"Zylda baik-baik saja. Dia tinggal di rumah saya dengan nyaman."

"Baguslah." Laksamana sangat bahagia. Terlihat dari senyumnya yang terkembang sempurna.

"Sebenarnya saya mau meminta bantuan pada Laksamana."

"Bantuan apa?" Laksamana menyambut cepat. Ini adalah pertama kalinya Zubair meminta bantuannya.

"Armita akan mendaftar perwira karir di test akademi militer tahun ini. Saya mohon bantuan anda supaya mengeliminasi Armita supaya dia tidak diterima masuk ke dalam militer."

"Kau pikir aku bisa melakukannya? Itu Diluar kuasaku! Penilaian untuk peserta akademi militer itu independent! Bahkan seorang Panglima sekalipun tak bisa ikut campur urusan itu!" Jawab Laksamana dengan tegas.

"Saya tau anda bisa! Dengan jabatan anda, bahkan semua bisa berubah hanya dengan sebuah perintah dari anda." Zubair masih berucap datar.

"Memang kenapa kamu tidak mau dia masuk militer? Bukankah itu bagus? Menjadi perwira karir, bukankah itu posisi yang bagus?"

"Selayaknya anda yang tidak bisa melihat Zylda menderita dalam pelatihan militer, begitu juga saya pada Armita.

Lantas kenapa anda tidak bisa melihat Zylda menderita? Karena anda sangat mencintai dan menyayangi putri anda. Begitu juga perasaan saya pada Armita."

Brak!

Laksamana menggebrak meja di hadapannya.

"BERANINYA KAMU MENGATAKAN MENCINTAI WANITA LAIN DI DEPAN MERTUAMU SENDIRI!" Laksamana mulai murka.

Meskipun begitu tetap tak membuat Zubair Bergetar sedikitpun. Zubair telah mempertaruhkan semuanya. Bahkan ia rela meletakkan jabatannya demi Armita. Ia menjalani pernikahan ini hanya karena janjinya pada sang ayah dan Zylda.

Maka tak ada rasa takut sedikitpun atas kemarahan Laksamana.

"Saya yakin anda pasti melakukannya. Anda pasti tidak ingin rumah tangga putri anda berantakan karena suaminya terus berhubungan dengan sang mantan karena satu profesi di tempat yang sama."

Laksamana menatap Zubair lekat. Beliau tersenyum sinis.

"Kau tau aku tidak pernah gentar dengan sebuah ancaman!" Laksamana beranjak dari duduknya. "Aku tidak bisa intervensi untuk penerimaan peserta Akademi Militer! Semua proses itu independen! Jika dia layak diterima menjadi prajurit, maka dia lulus! Begitu juga sebaliknya!

Meski begitu, aku tidak akan tinggal diam jika dia memang benar-benar lulus dan menjadi Angkatan Laut! Seperti apa yang bilang tadi, aku tidak ingin rumah tangga putriku berantakan. Aku tidak ingin menantuku masih berhubungan dengan sang mantan! Maka, aku akan menempatkannya di Armada Barat!"

Zubair sangat terkejut mendengar keputusan Laksamana. Ia tidak menyangka Laksamana akan mengambil keputusan diluar dugaannya.

Tidak! Itu tidak boleh terjadi! Armita tidak boleh berada di Armada Barat!

Zubair bertugas di Armada Timur. Jika Armita berada di Armada Barat, dia tidak bisa mengawasi Armita secara langsung. Dia tidak bisa menghindarkan Armita dari tugas-tugas berat sebagai seorang prajurit. Itu tidak boleh terjadi.

"Tidak! Saya mohon jangan lakukan itu! Ini pertama kalinya saya memohon kepada anda sebagai menantu. Ayah, saya mohon jangan lakukan itu."

"Sebagai prajurit, kamu terlalu lemah Zubair! Kamu pasti tau bahwa apa yang sudah terucap dari mulutku adalah sebuah keputusan! Dan tidak akan mudah untuk merubah keputusanku!"

Zubair semakin terbelit dengan masalahnya. Ia benar-benar menyesal telah gegabah mengancam Laksamana.

Zubair harus mencari cara lain untuk merubah keputusan Armita supaya membatalkan niatnya masuk ke kemiliteran.

Zubair memutuskan untuk menemui bundanya Armita. Armita sangat patuh pada sang bunda. Ia berharap bunda mampu merubah keputusan Armita.

Malam itu Zubair pergi ke rumah Armita dan menemui bunda. Zubair menceritakan semuanya. Cerita awal ia sampai meninggalkan Armita sampai keputusan Armita mendaftar di Akademi Militer.

"Saya minta maaf bunda, saya salah. Tapi saya tidak bisa membayangkan Armita menjalani kerasnya pendidikan militer. Apalagi jika nantinya Armita sampai bertugas di perbatasan atau daerah konflik. Saya tidak bisa tenang membayangkannya. Saya mohon bunda untuk meyakinkan Armita merubah keputusannya."

Bunda pun menjelaskan pada Zubair betapa kecewanya Armita saat mengetahui pernikahan Zubair.

"Bunda juga sudah berusaha mencegah Mita untuk mengambil keputusan itu. Tapi nampaknya Armita memang sudah bulat mengambil keputusan. Bunda tak bisa berbuat banyak. Bunda sudah minta bantuan pada Tantra, Kakaknya. Rencananya besok kakaknya akan datang dan menjelaskan semuanya pada Armita."

Kini Zubair hanya bisa berharap Kak Tantra berhasil meyakinkan Armita.

Zubair cukup frustasi dengan masalahnya.

Kini ia bertemu dengan Naya. Zubair menceritakan semua usahanya untuk mencegah Mita. Dia juga menceritakan ancaman dari Laksamana.

Naya meneteskan air mata. Ia benar-benar tidak rela melihat sahabatnya menderita.

"Jika Laksamana bisa mengancam, akupun bisa membalas ancamannya!" Naya sangat marah.

"Apa yang akan kamu lakukan?" Zubair tidak mengerti dengan rencana Naya.

"Sudah saatnya sang putri mengetahui semuanya! Zylda harus tau bahwa dia adalah orang ketiga yang menyebabkan hidup sahabatku menderita!" Naya berkata dengan menggebu-nggebu.

"Tidak! Jangan lakukan itu! Jangan sampai Zylda tau!" Zubair panik.

"Kamu membelanya? Jangan bilang kalau kamu mulai mencintainya dan mengabaikan Armita!" Naya menatap tajam.

"Bukan! Bukan begitu! Zylda pernah terpuruk dalam hidupnya. Dia pernah depresi berat dan harus menjalani terapi untuk pengobatan traumanya. Aku tidak ingin kejadian itu terulang karena Zylda tak mampu menerima kenyataan ini. Dia pasti sangat kecewa. Masalah ini terlalu berat untuknya."

Zubair menjelaskan panjang lebar namun tetap tak membuat Naya simpati pada Zylda.

Dalam pikiran Naya kali ini hanyalah bagaimana ia bisa menyelamatkan sahabatnya dari susahnya dunia kemiliteran.

Aku akan menemui wanita itu! Zylda harus tau semuanya!

Terpopuler

Comments

Humay Uum

Humay Uum

ingin anaky bahagia tv yakitin org aneh ,egois nmay ne mah slaksmna,jgn tor jgn bikin balik lg szubair ne lelaki ko g tegas .jd sensi wkwkw

2023-07-20

0

ririn puji rahayu

ririn puji rahayu

cerita ini sesuai dgn kenyataan yg ada. diman dgn kekuasaan orang bs se enak jidat melakukan yg dia inginkan.

2022-12-16

1

Sahariah Chia

Sahariah Chia

next thor pengenya Zubair balikan sama Armita

2022-12-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4 : Pengakuan Zubair
5 Bab 5 : Meminta Restu ayah
6 Bab 6 : Keputusan Zubair
7 Bab 7 : Zubair Hilang
8 Bab 8 : Permintaan Laksamana
9 Bab 9 : Hari pernikahan
10 Bab 10 : Malam Pertama
11 Bab 11 : Mengantar Zylda
12 Bab 12 : Menaklukkan Suami
13 Bab 13 : Kebahagiaan Zylda
14 Bab 14 : Siapa Armita?
15 Bab 15 : Bertemu Armita
16 Bab 16 : Meminta Bantuan Laksamana
17 Bab 17 : Ancaman
18 Bab 18 : Terkuaknya Kenyataan
19 Bab 19 : Zylda Marah
20 Bab 20 : Pertemuan Zylda Armita
21 Bab 21 : Hari Zylda
22 Bab 22 : Perintah untuk Mencintaiku!
23 Bab 23 : Berita besar
24 Bab 24 : Permintaan maaf Zubair
25 Bab 25 : Zylda Tertabrak
26 Bab 26 : Armita dan Seorang Pemuda
27 Bab 27 : Zubair celaka
28 Bab 28 : Upaya Penyelamatan
29 Bab 29 : Zylda khawatir
30 Bab 30 - Bertemu Bertiga
31 Bab 31: Melepas Zubair
32 Bab 32 : Tekad Zubair
33 Bab 33 : Armita celaka
34 Bab 34 : Armita Arkan
35 Bab 35 : Syarat Menikah
36 Bab 36 : Meminta Restu
37 Bab 37 : Cukup Jadi dirimu
38 Bab 38 : I love you Zylda
39 Bab 39 : Kapten Arkan
40 Bab 40 : Pesona Kapten Arkan
41 Bab 41 : Hukuman Armita
42 Bab 42 : Armita Arkan Zubair
43 Bab 43 : Pingsan di tengah Hutan
44 Bab 44 : Mulai merasa nyaman
45 Bab 45 : Perpisahan
46 Bab 46 : Zylda pernah dilamar?
47 Bab 47 : Zubair Manja
48 Bab 48 : Hasil Pemeriksaan
49 Bab 49 - Penghancur kebahagiaan
50 Bab 50 : Kencan Arkan
51 Bab 51 : Berhasil jalan bersama
52 Bab 52 : Monumen keakraban
53 Bab 53 : Melahirkan
54 Bab 54 : Zylda Pingsan
55 Bab 55 : Jakfar Al Tamish
56 Bab 56 : Bertemu (calon) mertua
57 Bab 57 : Armita Pergi
58 Bab 58 : Pengobat Rindu
59 Bab 59 : Tugas Darurat
60 Bab 60 : Armita ditemukan
61 Bab 61 : Bermalam bersama Armita
62 Bab 62 : Keras kepala Armita
63 Bab 63 : Evakuasi
64 Bab 64 : Tertembak
65 Bab 65 : Pilihan Berat
66 Bab 66 : Merelakan
67 Bab 67 : Rasa Kehilangan
68 Bab 68 : Rintangan Pernikahan
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4 : Pengakuan Zubair
5
Bab 5 : Meminta Restu ayah
6
Bab 6 : Keputusan Zubair
7
Bab 7 : Zubair Hilang
8
Bab 8 : Permintaan Laksamana
9
Bab 9 : Hari pernikahan
10
Bab 10 : Malam Pertama
11
Bab 11 : Mengantar Zylda
12
Bab 12 : Menaklukkan Suami
13
Bab 13 : Kebahagiaan Zylda
14
Bab 14 : Siapa Armita?
15
Bab 15 : Bertemu Armita
16
Bab 16 : Meminta Bantuan Laksamana
17
Bab 17 : Ancaman
18
Bab 18 : Terkuaknya Kenyataan
19
Bab 19 : Zylda Marah
20
Bab 20 : Pertemuan Zylda Armita
21
Bab 21 : Hari Zylda
22
Bab 22 : Perintah untuk Mencintaiku!
23
Bab 23 : Berita besar
24
Bab 24 : Permintaan maaf Zubair
25
Bab 25 : Zylda Tertabrak
26
Bab 26 : Armita dan Seorang Pemuda
27
Bab 27 : Zubair celaka
28
Bab 28 : Upaya Penyelamatan
29
Bab 29 : Zylda khawatir
30
Bab 30 - Bertemu Bertiga
31
Bab 31: Melepas Zubair
32
Bab 32 : Tekad Zubair
33
Bab 33 : Armita celaka
34
Bab 34 : Armita Arkan
35
Bab 35 : Syarat Menikah
36
Bab 36 : Meminta Restu
37
Bab 37 : Cukup Jadi dirimu
38
Bab 38 : I love you Zylda
39
Bab 39 : Kapten Arkan
40
Bab 40 : Pesona Kapten Arkan
41
Bab 41 : Hukuman Armita
42
Bab 42 : Armita Arkan Zubair
43
Bab 43 : Pingsan di tengah Hutan
44
Bab 44 : Mulai merasa nyaman
45
Bab 45 : Perpisahan
46
Bab 46 : Zylda pernah dilamar?
47
Bab 47 : Zubair Manja
48
Bab 48 : Hasil Pemeriksaan
49
Bab 49 - Penghancur kebahagiaan
50
Bab 50 : Kencan Arkan
51
Bab 51 : Berhasil jalan bersama
52
Bab 52 : Monumen keakraban
53
Bab 53 : Melahirkan
54
Bab 54 : Zylda Pingsan
55
Bab 55 : Jakfar Al Tamish
56
Bab 56 : Bertemu (calon) mertua
57
Bab 57 : Armita Pergi
58
Bab 58 : Pengobat Rindu
59
Bab 59 : Tugas Darurat
60
Bab 60 : Armita ditemukan
61
Bab 61 : Bermalam bersama Armita
62
Bab 62 : Keras kepala Armita
63
Bab 63 : Evakuasi
64
Bab 64 : Tertembak
65
Bab 65 : Pilihan Berat
66
Bab 66 : Merelakan
67
Bab 67 : Rasa Kehilangan
68
Bab 68 : Rintangan Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!