Keesokan hari, Zubair terburu-buru untuk berangkat dinas.
Ia bergegas pergi ke Armada dengan tujuan untuk bertemu Laksamana. Pertemuan diluar kedinasan.
Zubair masuk ke ruangan Laksamana dengan sikap hormat layaknya seorang prajurit kepada komandannya.
Laksamana menyambut hangat kedatangan sang menantu di ruangannya. Mengajaknya duduk di sofa.
"Ada apa? Apa ada yang perlu kamu ceritakan tentang putriku?"
Zubair duduk di depan Laksamana. Bersebrangan dengan beliau dan hanya dibatasi meja.
"Zylda baik-baik saja. Dia tinggal di rumah saya dengan nyaman."
"Baguslah." Laksamana sangat bahagia. Terlihat dari senyumnya yang terkembang sempurna.
"Sebenarnya saya mau meminta bantuan pada Laksamana."
"Bantuan apa?" Laksamana menyambut cepat. Ini adalah pertama kalinya Zubair meminta bantuannya.
"Armita akan mendaftar perwira karir di test akademi militer tahun ini. Saya mohon bantuan anda supaya mengeliminasi Armita supaya dia tidak diterima masuk ke dalam militer."
"Kau pikir aku bisa melakukannya? Itu Diluar kuasaku! Penilaian untuk peserta akademi militer itu independent! Bahkan seorang Panglima sekalipun tak bisa ikut campur urusan itu!" Jawab Laksamana dengan tegas.
"Saya tau anda bisa! Dengan jabatan anda, bahkan semua bisa berubah hanya dengan sebuah perintah dari anda." Zubair masih berucap datar.
"Memang kenapa kamu tidak mau dia masuk militer? Bukankah itu bagus? Menjadi perwira karir, bukankah itu posisi yang bagus?"
"Selayaknya anda yang tidak bisa melihat Zylda menderita dalam pelatihan militer, begitu juga saya pada Armita.
Lantas kenapa anda tidak bisa melihat Zylda menderita? Karena anda sangat mencintai dan menyayangi putri anda. Begitu juga perasaan saya pada Armita."
Brak!
Laksamana menggebrak meja di hadapannya.
"BERANINYA KAMU MENGATAKAN MENCINTAI WANITA LAIN DI DEPAN MERTUAMU SENDIRI!" Laksamana mulai murka.
Meskipun begitu tetap tak membuat Zubair Bergetar sedikitpun. Zubair telah mempertaruhkan semuanya. Bahkan ia rela meletakkan jabatannya demi Armita. Ia menjalani pernikahan ini hanya karena janjinya pada sang ayah dan Zylda.
Maka tak ada rasa takut sedikitpun atas kemarahan Laksamana.
"Saya yakin anda pasti melakukannya. Anda pasti tidak ingin rumah tangga putri anda berantakan karena suaminya terus berhubungan dengan sang mantan karena satu profesi di tempat yang sama."
Laksamana menatap Zubair lekat. Beliau tersenyum sinis.
"Kau tau aku tidak pernah gentar dengan sebuah ancaman!" Laksamana beranjak dari duduknya. "Aku tidak bisa intervensi untuk penerimaan peserta Akademi Militer! Semua proses itu independen! Jika dia layak diterima menjadi prajurit, maka dia lulus! Begitu juga sebaliknya!
Meski begitu, aku tidak akan tinggal diam jika dia memang benar-benar lulus dan menjadi Angkatan Laut! Seperti apa yang bilang tadi, aku tidak ingin rumah tangga putriku berantakan. Aku tidak ingin menantuku masih berhubungan dengan sang mantan! Maka, aku akan menempatkannya di Armada Barat!"
Zubair sangat terkejut mendengar keputusan Laksamana. Ia tidak menyangka Laksamana akan mengambil keputusan diluar dugaannya.
Tidak! Itu tidak boleh terjadi! Armita tidak boleh berada di Armada Barat!
Zubair bertugas di Armada Timur. Jika Armita berada di Armada Barat, dia tidak bisa mengawasi Armita secara langsung. Dia tidak bisa menghindarkan Armita dari tugas-tugas berat sebagai seorang prajurit. Itu tidak boleh terjadi.
"Tidak! Saya mohon jangan lakukan itu! Ini pertama kalinya saya memohon kepada anda sebagai menantu. Ayah, saya mohon jangan lakukan itu."
"Sebagai prajurit, kamu terlalu lemah Zubair! Kamu pasti tau bahwa apa yang sudah terucap dari mulutku adalah sebuah keputusan! Dan tidak akan mudah untuk merubah keputusanku!"
Zubair semakin terbelit dengan masalahnya. Ia benar-benar menyesal telah gegabah mengancam Laksamana.
Zubair harus mencari cara lain untuk merubah keputusan Armita supaya membatalkan niatnya masuk ke kemiliteran.
Zubair memutuskan untuk menemui bundanya Armita. Armita sangat patuh pada sang bunda. Ia berharap bunda mampu merubah keputusan Armita.
Malam itu Zubair pergi ke rumah Armita dan menemui bunda. Zubair menceritakan semuanya. Cerita awal ia sampai meninggalkan Armita sampai keputusan Armita mendaftar di Akademi Militer.
"Saya minta maaf bunda, saya salah. Tapi saya tidak bisa membayangkan Armita menjalani kerasnya pendidikan militer. Apalagi jika nantinya Armita sampai bertugas di perbatasan atau daerah konflik. Saya tidak bisa tenang membayangkannya. Saya mohon bunda untuk meyakinkan Armita merubah keputusannya."
Bunda pun menjelaskan pada Zubair betapa kecewanya Armita saat mengetahui pernikahan Zubair.
"Bunda juga sudah berusaha mencegah Mita untuk mengambil keputusan itu. Tapi nampaknya Armita memang sudah bulat mengambil keputusan. Bunda tak bisa berbuat banyak. Bunda sudah minta bantuan pada Tantra, Kakaknya. Rencananya besok kakaknya akan datang dan menjelaskan semuanya pada Armita."
Kini Zubair hanya bisa berharap Kak Tantra berhasil meyakinkan Armita.
Zubair cukup frustasi dengan masalahnya.
Kini ia bertemu dengan Naya. Zubair menceritakan semua usahanya untuk mencegah Mita. Dia juga menceritakan ancaman dari Laksamana.
Naya meneteskan air mata. Ia benar-benar tidak rela melihat sahabatnya menderita.
"Jika Laksamana bisa mengancam, akupun bisa membalas ancamannya!" Naya sangat marah.
"Apa yang akan kamu lakukan?" Zubair tidak mengerti dengan rencana Naya.
"Sudah saatnya sang putri mengetahui semuanya! Zylda harus tau bahwa dia adalah orang ketiga yang menyebabkan hidup sahabatku menderita!" Naya berkata dengan menggebu-nggebu.
"Tidak! Jangan lakukan itu! Jangan sampai Zylda tau!" Zubair panik.
"Kamu membelanya? Jangan bilang kalau kamu mulai mencintainya dan mengabaikan Armita!" Naya menatap tajam.
"Bukan! Bukan begitu! Zylda pernah terpuruk dalam hidupnya. Dia pernah depresi berat dan harus menjalani terapi untuk pengobatan traumanya. Aku tidak ingin kejadian itu terulang karena Zylda tak mampu menerima kenyataan ini. Dia pasti sangat kecewa. Masalah ini terlalu berat untuknya."
Zubair menjelaskan panjang lebar namun tetap tak membuat Naya simpati pada Zylda.
Dalam pikiran Naya kali ini hanyalah bagaimana ia bisa menyelamatkan sahabatnya dari susahnya dunia kemiliteran.
Aku akan menemui wanita itu! Zylda harus tau semuanya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Humay Uum
ingin anaky bahagia tv yakitin org aneh ,egois nmay ne mah slaksmna,jgn tor jgn bikin balik lg szubair ne lelaki ko g tegas .jd sensi wkwkw
2023-07-20
0
ririn puji rahayu
cerita ini sesuai dgn kenyataan yg ada. diman dgn kekuasaan orang bs se enak jidat melakukan yg dia inginkan.
2022-12-16
1
Sahariah Chia
next thor pengenya Zubair balikan sama Armita
2022-12-14
0