Bab 5 : Meminta Restu ayah

Zubair terus memikirkan Ucapan Armita.

Memang benar bahwa hanya Armita orang yang selalu memberikan semangat kepadanya untuk mengejar cita-cita menjadi Tentara. Armita selalu mendukung setiap keputusannya. Menjadi orang yang selalu menemaninya setiap waktu. Orang setia menunggunya dan rela berkorban apapun untuknya. Bertahun-tahun menjalin hubungan dan tak pernah sekalipun Armita membuatnya kecewa.

Bayangan Armita yang menangis terisak tak bisa hilang dari pikirannya. Membuat Zubair tidak fokus dalam bekerja.

“Aku tidak bisa membiarkan Mita menangis. Aku tak akan mengecewakannya! Aku harus memilih! Kali ini aku yang harus berkorban untuk Mita!”

Tekad Zubair sudah bulat. Ia pergi untuk menemui sang Laksamana.

Zubair mulai mengetuk pintu dan menjalankan izin melapor sesuai protokol.

Terdengar suara Laksamana dari dalam ruangan mempersilahkan dia untuk masuk.

Zubair melangkah dengan yakin. Menghadap dan memberi hormat.

“Apa ini urusan kedinasan?” Tanya sang Laksamana.

“Siap! Bukan!” Zubair menjawab.

“Kalau begitu duduklah. Katakan dengan baik keperluanmu.”

Zubair duduk di kursi menghadap sang Laksamana. Ia pun mulai permohonan maaf.

“Saya mohon maaf. Saya tidak bisa melanjutkan pernikahan itu.”

“Apa maksudmu? Kamu ingin membatalkannya? Kenapa?” Laksamana bertanya dengan suara yang berat dan tegas.

“Saya tidak mencintai putri anda. Saya mencintai orang lain dan sudah berjanji untuk menikahinya. Sekali lagi saya mohon maaf.”

Laksamana menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi kerjanya. Menopang kedua tangannya pada sandaran kursi.

“Mayor Zubair!” Mode dan intonasi Laksamana Yuda mulai berubah. Ia berbicara para anggota yang menolak tugas darinya.

“Undangan sudah disebar. Kamu pasti tau siapa saja tamu undangan yang akan datang ke acara itu. Para perwira tinggi sudah mengosongkan jadwalnya. Semua schedule pejabat juga sudah disusun untuk hadir diacara pernikahan itu. Bisa kamu bayangkan jika tiba-tiba acara itu batal?”

Laksamana menatap tajam kearah Zubair.

“Seorang Mayor pasti tau konsekuensi dari setiap keputusan yang akan dia ambil. Apa kamu yakin jika sampai pengadilan militer bahkan harus memanggilmu karena sebuah alasan, mangkir dari tugas dan kamu siap menghadapinya?”

Laksamana mulai mengeluarkan ancamannya.

Zubair telah berhasil mengumpulkan tekadnya demi berkorban untuk Armita. Ia siap menghadapi segala resikonya.

“Saya Siap!” Zubair menjawab mantab.

Emosi Laksamana mulai naik. Ia bangkit dari kursi kerjanya masih menatap tajam kearah Zubair. Pemuda di depannya nampak sangat serius dengan perkataannya. Laksamana Yuda harus berpikir tenang supaya semua rencana tetap berjalan seperti seharusnya.

“Pergilah! Temui orang tuamu! Jelaskan pada mereka tentang resiko yang akan kamu hadapi jika sampai membatalkan acara ini.”

Zubair beranjak dengan sopan dan memberikan penghormatan lalu pamit pergi meninggalkan ruangan.

Zubair pulang ke rumahnya.

Ia memarkir motornya dan memberi salam. Zubair menghampiri sang ayah yang sedang duduk sambil melihat acara berita di televisi.

“Kamu sudah pulang nak?” sang ayah menatap heran.

“Ada yang ingin Zubair sampaikan kepada ayah. Ini mengenai rencana pernikahan Zubair dan Zylda.”

Ayah memegang remot untuk mematikan televisi. Ia mulai mendengarkan Zubair dengan seksama.

“Kenapa nak? Apa ada perubahan rencananya? Bukankah acaranya tinggal satu bulan lagi?” Tanya sang ayah.

Semua keluarga Zubair sudah diberi tahu tentang rencana pernikahannya. Semua sudah disiapkan. Meski ini adalah acara pernikahan tanpa didahului acara lamaran dari kedua belah pihak keluarga seperti pada umumnya, namun kedua orang tua Zubair menerima alasan yang telah dijelaskan oleh Laksamana Yuda sewaktu dulu berkunjung kerumahnya.

“Zubair ingin membatalkan acara pernikahan itu ayah.”

Sang ayah terkejut mendengar perkataan Zubair. Remote di genggaman tangannya pun sampai terjatuh ke lantai.

“BU! IBU! Kemarilah! Dengarkan perkataan putramu!”

Mendengar suara teriakan sang suami, Ibu pun tergopoh-gopoh menghampirinya.

“Ada apa ayah? Kenapa teriak-teriak?”

Ayah pun meminta ibu untuk duduk dan mendengar perkataan Zubair.

“Kenapa toh nak? Kenapa harus dibatalkan? Bukankah semuanya sudah dipersiapkan? Bukankah kamu dan Zylda juga sudah saling menerima.” Kata ibu.

“Aku tidak mencintainya bu. Ibu pasti mengerti siapa gadis yang aku pilih. Aku tidak bisa meninggalkan Mita bu. Aku sangat mencintai dia.” Zubair berkata dengan memohon supaya sang ibu mau mengerti keinginannya.

“Apa kamu sudah berbicara pada pihak keluarga Zylda?” Tanya ibu.

“Aku sudah menemui Laksamana Yuda dan menjelaskannya.” Zubair menjawab dengan lesu.

“Lalu apa kataya?” Desak sang ayah.

“Konsekuensinya adalah pangkat dan jabatanku. Bahkan bisa jadi aku akan diseret ke pengadilan militer. Aku terlanjur berjanji pada Laksamana di hadapan para perwira tinggi. Tapi aku akan menerima konsekuensi apapun itu. Aku sangat mencintai Armita, ayah ku mohon. Aku bahkan siap jika harus dipecat dari kesatuan.”

Emosi sang ayah sudah memuncak. Ia bangkit berdiri dan meluapkan emosinya.

“Lupakan tentang cinta dan segala omong kosongnya itu! Pikiranmu sedang tidak waras Zubair! Susah payah kamu memperjuangkan posisimu sekarang bahkan dengan taruhan nyawa! Tapi kamu justru rela melepasnya demi cinta?”

“Tekad Zubair sudah bulat ayah! Zubair akan menikahi Armita. Apapun resikonya!”

Emosi sang ayah semakin naik. Ia memegang kepalanya yang terasa berdenyut. Tiba-tiba saja tubuhnya ambruk dan jatuh di kursi.

“AYAAAAH!!!” Ibu berteriak panik.

Zubair membopong tubuh ayahnya dan segera membawanya ke rumah sakit.

Terpopuler

Comments

Rima baharudin

Rima baharudin

realita banget, yang tidak punya pengaruh selalu di korbankan dan di suruh untuk mengalah

2023-10-03

0

Ifah Fatur

Ifah Fatur

semua yg dilakukan pasti ada konsekwensiny

2022-11-28

0

lala malala

lala malala

apapun bisa dilakukan yah kalau sudah pegang kekuasaan
haduuuhh... jadi kasian sama nasib armita

2022-11-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4 : Pengakuan Zubair
5 Bab 5 : Meminta Restu ayah
6 Bab 6 : Keputusan Zubair
7 Bab 7 : Zubair Hilang
8 Bab 8 : Permintaan Laksamana
9 Bab 9 : Hari pernikahan
10 Bab 10 : Malam Pertama
11 Bab 11 : Mengantar Zylda
12 Bab 12 : Menaklukkan Suami
13 Bab 13 : Kebahagiaan Zylda
14 Bab 14 : Siapa Armita?
15 Bab 15 : Bertemu Armita
16 Bab 16 : Meminta Bantuan Laksamana
17 Bab 17 : Ancaman
18 Bab 18 : Terkuaknya Kenyataan
19 Bab 19 : Zylda Marah
20 Bab 20 : Pertemuan Zylda Armita
21 Bab 21 : Hari Zylda
22 Bab 22 : Perintah untuk Mencintaiku!
23 Bab 23 : Berita besar
24 Bab 24 : Permintaan maaf Zubair
25 Bab 25 : Zylda Tertabrak
26 Bab 26 : Armita dan Seorang Pemuda
27 Bab 27 : Zubair celaka
28 Bab 28 : Upaya Penyelamatan
29 Bab 29 : Zylda khawatir
30 Bab 30 - Bertemu Bertiga
31 Bab 31: Melepas Zubair
32 Bab 32 : Tekad Zubair
33 Bab 33 : Armita celaka
34 Bab 34 : Armita Arkan
35 Bab 35 : Syarat Menikah
36 Bab 36 : Meminta Restu
37 Bab 37 : Cukup Jadi dirimu
38 Bab 38 : I love you Zylda
39 Bab 39 : Kapten Arkan
40 Bab 40 : Pesona Kapten Arkan
41 Bab 41 : Hukuman Armita
42 Bab 42 : Armita Arkan Zubair
43 Bab 43 : Pingsan di tengah Hutan
44 Bab 44 : Mulai merasa nyaman
45 Bab 45 : Perpisahan
46 Bab 46 : Zylda pernah dilamar?
47 Bab 47 : Zubair Manja
48 Bab 48 : Hasil Pemeriksaan
49 Bab 49 - Penghancur kebahagiaan
50 Bab 50 : Kencan Arkan
51 Bab 51 : Berhasil jalan bersama
52 Bab 52 : Monumen keakraban
53 Bab 53 : Melahirkan
54 Bab 54 : Zylda Pingsan
55 Bab 55 : Jakfar Al Tamish
56 Bab 56 : Bertemu (calon) mertua
57 Bab 57 : Armita Pergi
58 Bab 58 : Pengobat Rindu
59 Bab 59 : Tugas Darurat
60 Bab 60 : Armita ditemukan
61 Bab 61 : Bermalam bersama Armita
62 Bab 62 : Keras kepala Armita
63 Bab 63 : Evakuasi
64 Bab 64 : Tertembak
65 Bab 65 : Pilihan Berat
66 Bab 66 : Merelakan
67 Bab 67 : Rasa Kehilangan
68 Bab 68 : Rintangan Pernikahan
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4 : Pengakuan Zubair
5
Bab 5 : Meminta Restu ayah
6
Bab 6 : Keputusan Zubair
7
Bab 7 : Zubair Hilang
8
Bab 8 : Permintaan Laksamana
9
Bab 9 : Hari pernikahan
10
Bab 10 : Malam Pertama
11
Bab 11 : Mengantar Zylda
12
Bab 12 : Menaklukkan Suami
13
Bab 13 : Kebahagiaan Zylda
14
Bab 14 : Siapa Armita?
15
Bab 15 : Bertemu Armita
16
Bab 16 : Meminta Bantuan Laksamana
17
Bab 17 : Ancaman
18
Bab 18 : Terkuaknya Kenyataan
19
Bab 19 : Zylda Marah
20
Bab 20 : Pertemuan Zylda Armita
21
Bab 21 : Hari Zylda
22
Bab 22 : Perintah untuk Mencintaiku!
23
Bab 23 : Berita besar
24
Bab 24 : Permintaan maaf Zubair
25
Bab 25 : Zylda Tertabrak
26
Bab 26 : Armita dan Seorang Pemuda
27
Bab 27 : Zubair celaka
28
Bab 28 : Upaya Penyelamatan
29
Bab 29 : Zylda khawatir
30
Bab 30 - Bertemu Bertiga
31
Bab 31: Melepas Zubair
32
Bab 32 : Tekad Zubair
33
Bab 33 : Armita celaka
34
Bab 34 : Armita Arkan
35
Bab 35 : Syarat Menikah
36
Bab 36 : Meminta Restu
37
Bab 37 : Cukup Jadi dirimu
38
Bab 38 : I love you Zylda
39
Bab 39 : Kapten Arkan
40
Bab 40 : Pesona Kapten Arkan
41
Bab 41 : Hukuman Armita
42
Bab 42 : Armita Arkan Zubair
43
Bab 43 : Pingsan di tengah Hutan
44
Bab 44 : Mulai merasa nyaman
45
Bab 45 : Perpisahan
46
Bab 46 : Zylda pernah dilamar?
47
Bab 47 : Zubair Manja
48
Bab 48 : Hasil Pemeriksaan
49
Bab 49 - Penghancur kebahagiaan
50
Bab 50 : Kencan Arkan
51
Bab 51 : Berhasil jalan bersama
52
Bab 52 : Monumen keakraban
53
Bab 53 : Melahirkan
54
Bab 54 : Zylda Pingsan
55
Bab 55 : Jakfar Al Tamish
56
Bab 56 : Bertemu (calon) mertua
57
Bab 57 : Armita Pergi
58
Bab 58 : Pengobat Rindu
59
Bab 59 : Tugas Darurat
60
Bab 60 : Armita ditemukan
61
Bab 61 : Bermalam bersama Armita
62
Bab 62 : Keras kepala Armita
63
Bab 63 : Evakuasi
64
Bab 64 : Tertembak
65
Bab 65 : Pilihan Berat
66
Bab 66 : Merelakan
67
Bab 67 : Rasa Kehilangan
68
Bab 68 : Rintangan Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!