Bab 2

Zylda sangat kaget dan ketakutan. Tubuhnya sampai bergetar dalam pelukan Zubair. Keadaannya yang nyaris ditabrak mobil dan suara bentakan Zubair membuat jantungnya berdebar hebat karena ketakutan.

Zylda mencoba bernapas untuk menenangkan perasaannya dan tubuhnya yang bergetar. Dia berhasil! Dekapan itu membuatnya tenang. Zubair merengkuh Zylda dalam dekapannya yang begitu erat, membuat Zylda merasa nyaman.

"Nona! Apa Nona sadar kalau tindakan itu berbahaya! Jika terjadi sesuatu dengan Nona, bukan hanya nyawa saya yang menjadi taruhan! Tapi juga-" Zubair tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Zylda tidak boleh mengetahui jika dirinya sedang berada dibawah pengintaian musuh.

Zylda tidak menjawab. Dirinya justru semakin menenggelamkan tubuhnya dalam pelukan hangat Zubair.

Seketika Zubair tersadar jika posisinya terlalu dekat dengan sang Nona. Zubair melepas tubuh Zylda. "Saya mohon Nona tidak mengulangi kejadian serupa."

"Dengan satu syarat! Kamu harus mau mengaku di depan teman-temanku bahwa kamu adalah pacarku!" Ancaman Zylda berhasil kali ini.

"Tapi hanya di depan teman-teman Nona!" Tegas Zubair.

Zylda menggeleng. "Tidak hanya di depan teman-temanku, tapi juga di hadapan semua orang! Begitu keluar dari rumah, kamu menjadi pacarku! Jika ada yang bertanya tentangmu, kamu harus memperkenalkan diri sebagai kapten Zubair, kekasih Nona zylda!"

"Baiklah Nona. Ini hanya berjalan selama masa tugas saya!" Jawab Zubair.

Kini semua teman Zylda tau bahwa dirinya tak lagi sendiri. Zylda telah mempunyai calon pendamping. Sosok yang dingin dan tampan.

Zylda sangat menikmati sandiwara ini karena seumur hidupnya, Zylda tidak pernah menjalin hubungan dekat dengan lelaki manapun. Zylda tidak ingin identitasnya terbongkar. Ia memilih untuk menolak semua laki-laki yang mencoba mendekatinya.

"Sayang, teman-temanku mengajak nonton bioskop. Ada film bagus yang lagi diputar." Seru Zylda.

"Maaf Nona. Kita hanya berdua di dalam mobil. Tak perlu memanggil saya seperti itu." Zubair berkata dengan sopan dan formal.

"Apa kamu lupa? Selama berada di luar rumah, kapten Zubair adalah kekasih Nona Zylda!" Zylda mempertegas aturan yang telah mereka sepakati.

Sekali lagi Zubair kalah dengan sang Nona. Ia hanya pasrah ketika Zylda selalu menggandeng tangannya kemanapun mereka pergi. Zubair hanya berusaha menjalankan tugasnya dengan baik.

"Tampan sekali pacarku ini? Meski dingin dan kaku, tapi tak menyurutkan pesona ketampanannya." Zylda bergumam dalam hatinya. Ia mulai jatuh hati pada Zubair. Kebersamaannya selama ini menumbuhkan benih cinta yang mulai tertancap kuat di hatinya.

"Sayang, antarkan aku ke toko jam tangan ya?" Pinta Zylda pada Zubair. Ia bermaksud untuk memberikan hadiah berupa jam tangan kepada Zubair.

Setelah mendapat jam tangan yang diinginkan, mereka berdua segera pulang. Namun ditengah perjalanan, Zylda meminta Zubair untuk menepi di depan sebuah minimarket. Zylda ingin membeli minum.

"Kamu tunggu disini saja ya? Aku hanya membeli minum sebentar." Kata Zylda.

Zylda turun dan masuk ke dalam minimarket.

Ponsel Zubair berdering. Ada panggilan masuk dari Pangkalan. Zubair menerima panggilan itu dan mendapat berita bahwa target telah berhasil ditangkap dan misi berjalan sukses.

"Siap komandan! Saya masih mengantar Nona, setelah ini akan kembali ke pangkalan untuk melapor!" Jawab Zubair.

Karena sibuk menjawab panggilan telepon, Zubair lengah dan tidak memperhatikan sang nona.

Saat Zylda baru keluar dari minimarket, tiba-tiba ada mobil berjenis MPV berwarna hitam berhenti di depannya. Mobil itu membuka pintu sliding di sisi penumpang. Turunlah dua lelaki bertubuh kekar langsung menarik tubuh Zylda.

"Toloooong!!! Tolooooong!!!" Zylda menjerit dan memberontak supaya bisa terlepas.

Mereka membekap mulutnya dan menyeret Zylda masuk ke dalam mobil.

Melihat kondisi sang Nona dalam bahaya, Zubair turun dari mobil dan dengan tanggap mengambil batu paving dan melemparkannya tepat di kaca depan mobil MPV itu.

Satu orang bertubuh kekar turun dari mobil dan menghajar Zubair. Dengan keahlian bela dirinya, Zubair mampu melumpuhkan musuhnya itu.

Tapi dia terlambat. Mobil MPV itu sudah melaju kencang membawa Zylda di dalamnya.

"NONAAA!!!" Zubair berteriak kencang.

Dia bergegas masuk ke dalam mobil dan mengejar Zylda yang telah hilang dari pandangan matanya.

Zubair langsung melaporkan kejadian ini melalui telepon kepada sang komandan.

Kabar ini membuat Laksamana marah. Putri semata wayangnya sedang dalam bahaya. Pasukan langsung bergerak dan melacak keberadaan Zylda melalui GPS Ponselnya serta CCTV milik pemerintah kota. Namun semua usaha itu sia-sia. Mobil MPV itu seolah lenyap ditelan bumi sehingga tidak terdeteksi keberadaannya.

"Kemana mereka membawa Nona?" Zubair masih berusaha mencari segala kemungkinan. Ia teringat bahwa ia memasang GPS pada liontin yang dipakai Zylda.

Zubair mulai mencari tahu dan berhasil menemukan titik lokasi berhentinya mobil MPV tersebut. Dengan cepat Zubair mengendarai mobilnya menuju target lokasinya.

Begitu sampai, Zubair langsung melakukan pengintaian. Zylda disekap di sebuah gudang di daerah pinggiran kota.

Zubair melapor pada sang Komandan. "Lapor! Saya berhasil menemukan keberadaan Nona Zylda!"

"Kirim lokasimu sekarang! Aku akan menugaskan pasukan khusus untuk membantumu disana!" Jawab sang Komandan.

Zubair berkeliling gudang itu. Mencoba mencari celah untuk bisa masuk.

Berhasil!

Zubair sudah berada di dalam gudang. Ia mulai menghitung jumlah musuh dan melihat sekeliling dan situasi yang mungkin akan dihadapi.

Zubair melaporkan semuanya menggunakan sandi khusus yang terhubung pada komando pusat pangkalan.

"Bagus! Aku memberi mandat kepadamu untuk memimpin operasi penyelamatan ini! Pasukan marinir akan datang membantu. Kirim semua perintah menggunakan kode rahasia kita!" Laksda Yuda memberi kepercayaan besar pada Zubair.

"Bagaimana kondisi target?" Beliau mengkhawatirkan putrinya.

Zubair tertegun sejenak. Ia tak tega menjelaskan kondisi Zylda pada sang Ayah.

"Target terlihat dalam jangkauan. Kita harus segera menyelamatkannya!" Jawabnya.

Zubair tidak sanggup menjelaskan kondisi sang putri yang sebenarnya.

Tubuh Zylda digantung dengan posisi terbalik menggunakan rantai besi. Tangan dan kakinya diikat menjadi satu di belakang punggungnya. Rambut panjangnya terjuntai kebawah dan lehernya tertarik. Jangankan untuk berteriak, bersuara saja ia tak mampu.

Tubuh Zylda hanya mampu bertahan dalam posisi ini kurang dari 24 jam. Dia akan sulit bernapas dan aliran darahnya akan terhenti.

Zubair berpikir keras untuk menyusun strategi. Tujuan utamanya adalah membuka katrol rantai untuk menurunkan Zylda.

Tubuh Zylda yang tergantung itu berputar. Ia menangkap sosok yang berdiri di kegelapan tak jauh darinya.

"Itu Zubair! Itu penyelamatku!" Zylda hanya mampu berbicara dalam hati dan pandangannya matanya.

Sorot matanya menunjukkan permohonan yang amat sangat kepada Zubair supaya bergegas menolongnya.

Zubair meminta pasukan marinir yang berada di pintu depan untuk menarik perhatian musuh. Setelah itu pasukan yang berada di atap turun dengan menggunakan tali dan bersiap menembak musuh.

"Lakukan!"

Dengan satu komando dari Zubair, semua pasukan bergerak. Zubair berlari ke arah katrol dan menurunkan Zylda.

Uhuk.. uhuk…

Zylda terbatuk-batuk dan menangis di pelukan Zubair. Zubair menggendong dan membawanya menjauh dari tempat itu.

Terpopuler

Comments

Ifah Fatur

Ifah Fatur

cinta tumbuh karena terbiasa,,,, tp tahukah zubair ada hati yg menunggumu tp kamu sakiti walaupun itu untuk tugas

2022-11-20

3

lala malala

lala malala

seru banget ceritanya, kayak nonton film action deskripsi kondisi dan situasi juga jelas banget

2022-11-03

0

lala malala

lala malala

ngeri banget nih disiksanya

2022-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4 : Pengakuan Zubair
5 Bab 5 : Meminta Restu ayah
6 Bab 6 : Keputusan Zubair
7 Bab 7 : Zubair Hilang
8 Bab 8 : Permintaan Laksamana
9 Bab 9 : Hari pernikahan
10 Bab 10 : Malam Pertama
11 Bab 11 : Mengantar Zylda
12 Bab 12 : Menaklukkan Suami
13 Bab 13 : Kebahagiaan Zylda
14 Bab 14 : Siapa Armita?
15 Bab 15 : Bertemu Armita
16 Bab 16 : Meminta Bantuan Laksamana
17 Bab 17 : Ancaman
18 Bab 18 : Terkuaknya Kenyataan
19 Bab 19 : Zylda Marah
20 Bab 20 : Pertemuan Zylda Armita
21 Bab 21 : Hari Zylda
22 Bab 22 : Perintah untuk Mencintaiku!
23 Bab 23 : Berita besar
24 Bab 24 : Permintaan maaf Zubair
25 Bab 25 : Zylda Tertabrak
26 Bab 26 : Armita dan Seorang Pemuda
27 Bab 27 : Zubair celaka
28 Bab 28 : Upaya Penyelamatan
29 Bab 29 : Zylda khawatir
30 Bab 30 - Bertemu Bertiga
31 Bab 31: Melepas Zubair
32 Bab 32 : Tekad Zubair
33 Bab 33 : Armita celaka
34 Bab 34 : Armita Arkan
35 Bab 35 : Syarat Menikah
36 Bab 36 : Meminta Restu
37 Bab 37 : Cukup Jadi dirimu
38 Bab 38 : I love you Zylda
39 Bab 39 : Kapten Arkan
40 Bab 40 : Pesona Kapten Arkan
41 Bab 41 : Hukuman Armita
42 Bab 42 : Armita Arkan Zubair
43 Bab 43 : Pingsan di tengah Hutan
44 Bab 44 : Mulai merasa nyaman
45 Bab 45 : Perpisahan
46 Bab 46 : Zylda pernah dilamar?
47 Bab 47 : Zubair Manja
48 Bab 48 : Hasil Pemeriksaan
49 Bab 49 - Penghancur kebahagiaan
50 Bab 50 : Kencan Arkan
51 Bab 51 : Berhasil jalan bersama
52 Bab 52 : Monumen keakraban
53 Bab 53 : Melahirkan
54 Bab 54 : Zylda Pingsan
55 Bab 55 : Jakfar Al Tamish
56 Bab 56 : Bertemu (calon) mertua
57 Bab 57 : Armita Pergi
58 Bab 58 : Pengobat Rindu
59 Bab 59 : Tugas Darurat
60 Bab 60 : Armita ditemukan
61 Bab 61 : Bermalam bersama Armita
62 Bab 62 : Keras kepala Armita
63 Bab 63 : Evakuasi
64 Bab 64 : Tertembak
65 Bab 65 : Pilihan Berat
66 Bab 66 : Merelakan
67 Bab 67 : Rasa Kehilangan
68 Bab 68 : Rintangan Pernikahan
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4 : Pengakuan Zubair
5
Bab 5 : Meminta Restu ayah
6
Bab 6 : Keputusan Zubair
7
Bab 7 : Zubair Hilang
8
Bab 8 : Permintaan Laksamana
9
Bab 9 : Hari pernikahan
10
Bab 10 : Malam Pertama
11
Bab 11 : Mengantar Zylda
12
Bab 12 : Menaklukkan Suami
13
Bab 13 : Kebahagiaan Zylda
14
Bab 14 : Siapa Armita?
15
Bab 15 : Bertemu Armita
16
Bab 16 : Meminta Bantuan Laksamana
17
Bab 17 : Ancaman
18
Bab 18 : Terkuaknya Kenyataan
19
Bab 19 : Zylda Marah
20
Bab 20 : Pertemuan Zylda Armita
21
Bab 21 : Hari Zylda
22
Bab 22 : Perintah untuk Mencintaiku!
23
Bab 23 : Berita besar
24
Bab 24 : Permintaan maaf Zubair
25
Bab 25 : Zylda Tertabrak
26
Bab 26 : Armita dan Seorang Pemuda
27
Bab 27 : Zubair celaka
28
Bab 28 : Upaya Penyelamatan
29
Bab 29 : Zylda khawatir
30
Bab 30 - Bertemu Bertiga
31
Bab 31: Melepas Zubair
32
Bab 32 : Tekad Zubair
33
Bab 33 : Armita celaka
34
Bab 34 : Armita Arkan
35
Bab 35 : Syarat Menikah
36
Bab 36 : Meminta Restu
37
Bab 37 : Cukup Jadi dirimu
38
Bab 38 : I love you Zylda
39
Bab 39 : Kapten Arkan
40
Bab 40 : Pesona Kapten Arkan
41
Bab 41 : Hukuman Armita
42
Bab 42 : Armita Arkan Zubair
43
Bab 43 : Pingsan di tengah Hutan
44
Bab 44 : Mulai merasa nyaman
45
Bab 45 : Perpisahan
46
Bab 46 : Zylda pernah dilamar?
47
Bab 47 : Zubair Manja
48
Bab 48 : Hasil Pemeriksaan
49
Bab 49 - Penghancur kebahagiaan
50
Bab 50 : Kencan Arkan
51
Bab 51 : Berhasil jalan bersama
52
Bab 52 : Monumen keakraban
53
Bab 53 : Melahirkan
54
Bab 54 : Zylda Pingsan
55
Bab 55 : Jakfar Al Tamish
56
Bab 56 : Bertemu (calon) mertua
57
Bab 57 : Armita Pergi
58
Bab 58 : Pengobat Rindu
59
Bab 59 : Tugas Darurat
60
Bab 60 : Armita ditemukan
61
Bab 61 : Bermalam bersama Armita
62
Bab 62 : Keras kepala Armita
63
Bab 63 : Evakuasi
64
Bab 64 : Tertembak
65
Bab 65 : Pilihan Berat
66
Bab 66 : Merelakan
67
Bab 67 : Rasa Kehilangan
68
Bab 68 : Rintangan Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!