Zylda sangat kaget dan ketakutan. Tubuhnya sampai bergetar dalam pelukan Zubair. Keadaannya yang nyaris ditabrak mobil dan suara bentakan Zubair membuat jantungnya berdebar hebat karena ketakutan.
Zylda mencoba bernapas untuk menenangkan perasaannya dan tubuhnya yang bergetar. Dia berhasil! Dekapan itu membuatnya tenang. Zubair merengkuh Zylda dalam dekapannya yang begitu erat, membuat Zylda merasa nyaman.
"Nona! Apa Nona sadar kalau tindakan itu berbahaya! Jika terjadi sesuatu dengan Nona, bukan hanya nyawa saya yang menjadi taruhan! Tapi juga-" Zubair tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Zylda tidak boleh mengetahui jika dirinya sedang berada dibawah pengintaian musuh.
Zylda tidak menjawab. Dirinya justru semakin menenggelamkan tubuhnya dalam pelukan hangat Zubair.
Seketika Zubair tersadar jika posisinya terlalu dekat dengan sang Nona. Zubair melepas tubuh Zylda. "Saya mohon Nona tidak mengulangi kejadian serupa."
"Dengan satu syarat! Kamu harus mau mengaku di depan teman-temanku bahwa kamu adalah pacarku!" Ancaman Zylda berhasil kali ini.
"Tapi hanya di depan teman-teman Nona!" Tegas Zubair.
Zylda menggeleng. "Tidak hanya di depan teman-temanku, tapi juga di hadapan semua orang! Begitu keluar dari rumah, kamu menjadi pacarku! Jika ada yang bertanya tentangmu, kamu harus memperkenalkan diri sebagai kapten Zubair, kekasih Nona zylda!"
"Baiklah Nona. Ini hanya berjalan selama masa tugas saya!" Jawab Zubair.
Kini semua teman Zylda tau bahwa dirinya tak lagi sendiri. Zylda telah mempunyai calon pendamping. Sosok yang dingin dan tampan.
Zylda sangat menikmati sandiwara ini karena seumur hidupnya, Zylda tidak pernah menjalin hubungan dekat dengan lelaki manapun. Zylda tidak ingin identitasnya terbongkar. Ia memilih untuk menolak semua laki-laki yang mencoba mendekatinya.
"Sayang, teman-temanku mengajak nonton bioskop. Ada film bagus yang lagi diputar." Seru Zylda.
"Maaf Nona. Kita hanya berdua di dalam mobil. Tak perlu memanggil saya seperti itu." Zubair berkata dengan sopan dan formal.
"Apa kamu lupa? Selama berada di luar rumah, kapten Zubair adalah kekasih Nona Zylda!" Zylda mempertegas aturan yang telah mereka sepakati.
Sekali lagi Zubair kalah dengan sang Nona. Ia hanya pasrah ketika Zylda selalu menggandeng tangannya kemanapun mereka pergi. Zubair hanya berusaha menjalankan tugasnya dengan baik.
"Tampan sekali pacarku ini? Meski dingin dan kaku, tapi tak menyurutkan pesona ketampanannya." Zylda bergumam dalam hatinya. Ia mulai jatuh hati pada Zubair. Kebersamaannya selama ini menumbuhkan benih cinta yang mulai tertancap kuat di hatinya.
"Sayang, antarkan aku ke toko jam tangan ya?" Pinta Zylda pada Zubair. Ia bermaksud untuk memberikan hadiah berupa jam tangan kepada Zubair.
Setelah mendapat jam tangan yang diinginkan, mereka berdua segera pulang. Namun ditengah perjalanan, Zylda meminta Zubair untuk menepi di depan sebuah minimarket. Zylda ingin membeli minum.
"Kamu tunggu disini saja ya? Aku hanya membeli minum sebentar." Kata Zylda.
Zylda turun dan masuk ke dalam minimarket.
Ponsel Zubair berdering. Ada panggilan masuk dari Pangkalan. Zubair menerima panggilan itu dan mendapat berita bahwa target telah berhasil ditangkap dan misi berjalan sukses.
"Siap komandan! Saya masih mengantar Nona, setelah ini akan kembali ke pangkalan untuk melapor!" Jawab Zubair.
Karena sibuk menjawab panggilan telepon, Zubair lengah dan tidak memperhatikan sang nona.
Saat Zylda baru keluar dari minimarket, tiba-tiba ada mobil berjenis MPV berwarna hitam berhenti di depannya. Mobil itu membuka pintu sliding di sisi penumpang. Turunlah dua lelaki bertubuh kekar langsung menarik tubuh Zylda.
"Toloooong!!! Tolooooong!!!" Zylda menjerit dan memberontak supaya bisa terlepas.
Mereka membekap mulutnya dan menyeret Zylda masuk ke dalam mobil.
Melihat kondisi sang Nona dalam bahaya, Zubair turun dari mobil dan dengan tanggap mengambil batu paving dan melemparkannya tepat di kaca depan mobil MPV itu.
Satu orang bertubuh kekar turun dari mobil dan menghajar Zubair. Dengan keahlian bela dirinya, Zubair mampu melumpuhkan musuhnya itu.
Tapi dia terlambat. Mobil MPV itu sudah melaju kencang membawa Zylda di dalamnya.
"NONAAA!!!" Zubair berteriak kencang.
Dia bergegas masuk ke dalam mobil dan mengejar Zylda yang telah hilang dari pandangan matanya.
Zubair langsung melaporkan kejadian ini melalui telepon kepada sang komandan.
Kabar ini membuat Laksamana marah. Putri semata wayangnya sedang dalam bahaya. Pasukan langsung bergerak dan melacak keberadaan Zylda melalui GPS Ponselnya serta CCTV milik pemerintah kota. Namun semua usaha itu sia-sia. Mobil MPV itu seolah lenyap ditelan bumi sehingga tidak terdeteksi keberadaannya.
"Kemana mereka membawa Nona?" Zubair masih berusaha mencari segala kemungkinan. Ia teringat bahwa ia memasang GPS pada liontin yang dipakai Zylda.
Zubair mulai mencari tahu dan berhasil menemukan titik lokasi berhentinya mobil MPV tersebut. Dengan cepat Zubair mengendarai mobilnya menuju target lokasinya.
Begitu sampai, Zubair langsung melakukan pengintaian. Zylda disekap di sebuah gudang di daerah pinggiran kota.
Zubair melapor pada sang Komandan. "Lapor! Saya berhasil menemukan keberadaan Nona Zylda!"
"Kirim lokasimu sekarang! Aku akan menugaskan pasukan khusus untuk membantumu disana!" Jawab sang Komandan.
Zubair berkeliling gudang itu. Mencoba mencari celah untuk bisa masuk.
Berhasil!
Zubair sudah berada di dalam gudang. Ia mulai menghitung jumlah musuh dan melihat sekeliling dan situasi yang mungkin akan dihadapi.
Zubair melaporkan semuanya menggunakan sandi khusus yang terhubung pada komando pusat pangkalan.
"Bagus! Aku memberi mandat kepadamu untuk memimpin operasi penyelamatan ini! Pasukan marinir akan datang membantu. Kirim semua perintah menggunakan kode rahasia kita!" Laksda Yuda memberi kepercayaan besar pada Zubair.
"Bagaimana kondisi target?" Beliau mengkhawatirkan putrinya.
Zubair tertegun sejenak. Ia tak tega menjelaskan kondisi Zylda pada sang Ayah.
"Target terlihat dalam jangkauan. Kita harus segera menyelamatkannya!" Jawabnya.
Zubair tidak sanggup menjelaskan kondisi sang putri yang sebenarnya.
Tubuh Zylda digantung dengan posisi terbalik menggunakan rantai besi. Tangan dan kakinya diikat menjadi satu di belakang punggungnya. Rambut panjangnya terjuntai kebawah dan lehernya tertarik. Jangankan untuk berteriak, bersuara saja ia tak mampu.
Tubuh Zylda hanya mampu bertahan dalam posisi ini kurang dari 24 jam. Dia akan sulit bernapas dan aliran darahnya akan terhenti.
Zubair berpikir keras untuk menyusun strategi. Tujuan utamanya adalah membuka katrol rantai untuk menurunkan Zylda.
Tubuh Zylda yang tergantung itu berputar. Ia menangkap sosok yang berdiri di kegelapan tak jauh darinya.
"Itu Zubair! Itu penyelamatku!" Zylda hanya mampu berbicara dalam hati dan pandangannya matanya.
Sorot matanya menunjukkan permohonan yang amat sangat kepada Zubair supaya bergegas menolongnya.
Zubair meminta pasukan marinir yang berada di pintu depan untuk menarik perhatian musuh. Setelah itu pasukan yang berada di atap turun dengan menggunakan tali dan bersiap menembak musuh.
"Lakukan!"
Dengan satu komando dari Zubair, semua pasukan bergerak. Zubair berlari ke arah katrol dan menurunkan Zylda.
Uhuk.. uhuk…
Zylda terbatuk-batuk dan menangis di pelukan Zubair. Zubair menggendong dan membawanya menjauh dari tempat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Ifah Fatur
cinta tumbuh karena terbiasa,,,, tp tahukah zubair ada hati yg menunggumu tp kamu sakiti walaupun itu untuk tugas
2022-11-20
3
lala malala
seru banget ceritanya, kayak nonton film action deskripsi kondisi dan situasi juga jelas banget
2022-11-03
0
lala malala
ngeri banget nih disiksanya
2022-11-03
0