Kelicikan pasutri muda

Brain mengguyur tubuhnya di bawah shower. Tubuhnya terasa lengket karena activitasnya seharian ini. Sambil menunggu tasya, ia masih menikmati guyuran air shower dan mendendangkan sebuah lagu.

"Tok, tok, tok! brain baju kamu aku taruh di ranjang. Kalau sudah tidak ada lagi yang kamu butuhkan, aku mau tidur.

"Woe jangan pergi dulu," teriak brain keluar dari kamar mandi yang hanya melilitkan handuk sebatas pinggang.

Memperlihatkan dada bidangnya yang seketika membuat tasya memalingkan wajahnya.

"Apa lagi sih brain? bisa gak sih pakai bajumu dulu sebelum keluar kamar mandi," ucap tasya menahan dentuman di dalam dadanya.

Brain menyeringai melihat tasya yang memalingkan wajahnya. Brain semakin mendekat ke talinga tasya lalu berbisik.

"Kan lo tahu jika suamimu ini tidak ada baju ganti. Hei, ngomong-ngomong kenapa memalingkan muka, lo? apa elo gak pengen lihat dada suamimu yang sexy ini," goda brain setelah melihat wajah tasya memerah menahan malu.

"Geli aku dengar kamu nyebut kata suami, brain," ucap tasya ketus.

"Kenapa? apa yang salah? memang aku saat ini adalah suamimu bukan?

"Brain please jangan gila, cepat pakai bajumu dan katakan sekarang apa lagi yang kau inginkan? aku ngantuk," ucap tasya mengeluh.

"Gua laper, ambilkan makanan dong."

"Kenapa gak manggil bik inah saja sih? kan tinggal mencet tombol itu."

"Istri aku kamu, bukan bik inah! Mulai sekarang kamu harus nurut semua kataku, karena aku adalah suamimu. Jika kamu membantah sedikit saja, kamu tahu bukan dosanya?" ucap brain menyeringai penuh kemenangan.

Tasyapun tidak bisa berkutip setelah brain menyebut kata dosa.

"Ada lagi gak? kalau gak ada lagi setelah ku ambilkan makanan, aku mau tidur," tanyanya ketus.

"Ya, sementara cukup itu saja."

Tasya bergegas turun ke lantai bawah menuju dapur. Ia mencari apakah masih ada makanan yang bisa di makan.

"Non tasya kok di dapur non? non tanya mau apa?katakan saja sama bibik, biar bibik siapkan."

"Bik, apakah masih ada makanan untuk brain?"

"Masih non, biar bibik siapkan, non tasya tunggu di kara non saja."

"Gak usah bik, di mana makananya biar tasya sendiri yang nyiapin."

Bik inah langsung menyiapkan makanan yang di minta tasya. Tasya bergegas menuju kamar brain karena ia sangat lelah dan ingin segera istirahat.

"Nih makananya," ucap tasya memberikan sepiring makanan kepada brain.

"Suapin," perintah brain menahan tawa melihat kekesalan tasya.

"Brain! kamu kan punya tangan sendiri, makan sendiri aku ngantuk banget."

"Gak ada penolakan! cepat suapin aku, setelah ini kamu boleh tidur."

Tak mau mengulur-ulur waktu, tasyapun menuruti permintaan brain. Tasya menyuapi brain sambil sesekali matanya terpejam saking ngantuknya. Ia tersadar dan melanjutkan menyuapi suaminya kembali. Brain menahan tawanya saat melihat tasya menahan rasa kantuknya.

"Ternyata enak juga ya punya istri! ada sisi positivenya juga yang bisa gua dapatkan," ucap brain.

"Maksud kamu?"

Brain tersenyum geli sembari melipat kedua tanganya di depan dada.

"Ya maksud gua gak buruk-buruk amat punya istri. Ada yang di suruh-suruh, ada yang nagmbilin makan, nyuapin, nyiapin baju, nyuci'in baju, nyetrikain baju dan lain-lain."

"Aku bukan pembantumu brain," timpal tasya menekan ucapanya.

"Siapa juga yang bilang lo pembantu, gua bilang elo I-S-T-R-I-K-U," Brain menekankan.

"Udah ach capek, aku mau tidur, jangan ganggu tidurku lagi," Timpal tasya ketus meninggalkan kamar brain menuju kamarnya.

"Aaaaaaaaa, belum apa-apa sudah menyebalkan. Malam pertama apa ini, malam pertama yang bikin aku sial karena brain," grutu tasya membaringkan tubuhnya ke tempat tidurnya.

__________

Pagi harinya Tasya yang bangun lebih dulu bergegas mandi karena jam sudah menunjukan pukul 6:30 pagi. Tasya bergegas memakai seragamnya karena takut terlambat ke sekolah.

Brain membuka pintu pembatas sambil menguap karena baru bangun tidur. Tasya yang baru selesai mengancingkan kancing baju seragamnyapun segera menoleh.

"Brain, sudah ku bilang berkali-kali, ketuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke kamarku."

"Memangnya kenapa sih? dan elo ngapain pakai seragam? hari ini kita masih izin libur."

"Apaaaaa? aku gak mau ketinggalan banyak pelajaran," ucap tasya hendak membuka pintu kamarnya di cekal oleh brain.

"Menurutlah kata suamimu dan jangan membantah. Sekarang kemasi barang-barangmu, kita akan pindah ke rumah gua.

"Kenapa? Rumah ini akan kosong jika aku ikut kamu pulang, brain. Karena mami dan papiku sebentar lagi pasti berangkat lagi ke luar negri untuk perjalanan bisnisnya.

"Tapi gimana dengan anak gua? siapa yang akan menjaganya jika kita kembali sekolah?" tanya brain.

"Di sini banyak art yang akan membantu kita menjaga baby cessa saat kita sekolah. Atau setiap pagi kita titipkan ke pada Mom callista.

"Tidak! gua tidak mau, kesanya gua numpang hidup sama elo."

"Terus gimana dong?" tanya tasya mulai kesal.

"Sementara kita akan tinggal di rumah orang tua gua. Sambil kita menunggu rumah gua selesai di bangun.

"Kau punya rumah?"

"Ya, saat ini sedang di bangun."

"Apa itu artinya kita nanti akan tinggal di rumahmu?"

"Tentu saja, lo istri gua dan lo harus ikut kemanapun gua pergi," ucap brain membuat tasya mendadak bahagia.

"Gak usah ke ge'eran lo! gua bikin rumah sendiri hanya supaya privasi kita tidak di ketahui orang tua kita. Bukan berarti gua udah nerima elo sebagai istri gua. Meskipun gua menginginkan pernikahan sekali seumur hidup. Namun gua tidak cinta sama elo jadi siapkan diri menjalani hidup sama gua seumur hidup tanpa cinta."

Ucapan brain seperti mengugurkan bunga-bunga yang baru saja bermekaran di dalam hati tasya. Tasya mengangguk faham, karena ia sadar hanya ibu pengganti penebus dosanya pada almarhumah mona.

Dengan wajah penuh kekecewa'an, tasya mencoba tersenyum lalu melangkah memasuki kamar mandi untuk berganti baju. Sedangkan brain memandangnya acuh dan langsung turun ke lantai bawah untuk menyapa kedua mertuanya.

"Selamat pagi mi, pi," sapa brain sopan pada kedua mertuanya.

"Pagi brain, tasya mana nak?" tanya dona.

"Dia masih di kamar sedang ganti baju mi."

"Selamat pagi semua," sapa tasya dengan suara riang untuk menutupi kekecewaanya pada suaminya.

"Pagi sya, sini nak siapkan sarapan untuk suamimu."pinta Ferry

"Tidak usah pi, brain bisa sendiri," ucap brain tidak di hiraukan oleh tasya. Dengan telaten dan menahan kekesalanya pada brain. Tasya tetap melayani suaminya.

Tasya tersenyum licik saat sebuah ide terlintas di fikiranya.Ia mengambilkan brain salad sayur mentah dan steak daging sapi.Ia sengaja mengerjai suaminya karena brain tidak menyukai sayuran mentah.

Brain menggenggam tangan Tasya, ia tak ingin kalah dari istrinya. Brain menyuruh tasya duduk dan berlagak sok romantis di depan mertuanya.

"Sya duduk sini," pinta brain tersenyum sangat manis.

Sedangkan tasya sudah merinding saat melirik suaminya menyeringai licik ke arahnya. Lalu ia melirik kedua orang tuanya yang tersenyum senang seolah tasya dan brain benar-benar terlihat romantis di depan mereka.

"Sini aku suapin, sayuran mentah sangat sehat untuk kulit, jadi buka mulutnya aaaaaaaaa," perintah brain dengan senyuman palsunya.

"Duh mami senang lihat tasya sekarang ada yang merhati'in ya pi," ucap dona membuat tasya mendengus kesal.

"Ayo sya, buka mulutnya, aaaaaa," pinta brain terpaksa di turuti oleh tasya karena di saksikan kedua orang tuanya.

"Pintar! habisin ya," ucap brain sesekali mengelus rambut tasya.

"Kamu juga makan dong,brain, sini giliran aku yang nyuapin kamu," balas tasya tak ingin kalah dari suaminya.

"No, aku akan makan setelah melihat istriku kenyang.Bukankah begitu Mi, pi?"

"Duh pi, mami jadi keinget waktu kita muda dulu. Papi persis kayak brain yang sangat perhatian sama mami."

Brain semakin melancarkan aksinya menyuapi tasya sampai sayur mentah yang di siapkan istrinya masuk kedalam perut tasya semua.

"Nah istri yang pintar dan penurut, sekarang giliran aku yang sarapan. Tapi aku lihat kamu makan saja sudah kenyang, sya. Jadi aku cukup minum segelas susu ini dan dua lembar roti tawar saja," ucap brain menyeringai penuh kemenangan membuat tasya semakin kesal di buatnya.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

...Dasar pasangan aneh🤭...

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Episodes
1 Pertemuan setelah sekian lama menghilang
2 Kebencian Brain pada Tasya
3 Mencari tahu tentangnya
4 Mencuri waktu
5 Mengabaikan brain
6 Terbongkar penyamaran tasya
7 Rencana lamaran
8 Jelma'an malaikat pencabut nyawa
9 Lamaran
10 Berangkat bersama
11 fitting kebaya
12 Brain menghilang
13 Syah
14 Kejadian di malam pertama
15 Kelicikan pasutri muda
16 pindah rumah
17 Gagal lagi
18 satu ranjang
19 Berebut tasya
20 melayani suami
21 Kecewa & Cemburu
22 Gagal menghukum
23 Membalas sang suami
24 Kecemburuan Tasya dan Brain
25 Pura-pura marah
26 Menggoda tasya
27 Sisi lain brain
28 di introgasi
29 Kejadian di kamar
30 Ketahuan
31 Menemukan anak asing
32 Dua anak cukup
33 Quality Time
34 Menghindar dari Boy dan Benny
35 Mencintainya
36 Ke panti asuhan
37 I Love You,Sya
38 Memulai kembali dari awal
39 pura-pura
40 Setatus pacaran
41 Bucin
42 membobolkan gawang pertahanan
43 Kesalah fahaman
44 Baikan
45 duo bucin kembali ke sekolah
46 ke cafe brain
47 Benny tahu semuanya
48 Gara-gara Benny
49 Kematian orang tua Tasya
50 Suasana Duka
51 Kembali ke Jakarta
52 Kembali ke rutinitas
53 Bencana ke dua kalinya
54 Family Time
55 Kemarahan Boy
56 Boy dan Debby
57 Emosi si Boy
58 Emosi Boy
59 Mimpi
60 Ke makam almarhumah Mona
61 Percobaan Bunuh Diri
62 Sedikit Peduli
63 Jadian
64 Double date
65 Kepergian Brain
66 Hari pertama di Universitas
67 Bakat Anak Yang Tertukar
68 Jebakan Arabella
69 Mensekakmat Lawan
70 Masalah yang terpecahkan
71 Rencana resepsi pernikahan
72 Kedatangan tiba-tiba
73 Ke Kampus Berdua
74 Pesta Resepsi
75 Resepsi 2
76 Membujuk Anak Nakal
77 Gejala bla-bla-bla
78 Adik untuk Cessa
79 Ngidam Aneh
80 Makin Sensitive
81 Rujak Buah Mangga
82 Keracunan Buah Mangga
83 Pusing Karena Cessa
84 Cessa vs Benny
85 Tujuh Bulanan
86 Kelahiran anak ke-2
87 Kedatangan Para Sahabat
88 Beberapa tahun kemudian
89 Terpaksa menikah
90 Mencuri First Kiss
91 fitting baju
92 Di pingit
93 Happy Ending
94 Ekstra Part
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Pertemuan setelah sekian lama menghilang
2
Kebencian Brain pada Tasya
3
Mencari tahu tentangnya
4
Mencuri waktu
5
Mengabaikan brain
6
Terbongkar penyamaran tasya
7
Rencana lamaran
8
Jelma'an malaikat pencabut nyawa
9
Lamaran
10
Berangkat bersama
11
fitting kebaya
12
Brain menghilang
13
Syah
14
Kejadian di malam pertama
15
Kelicikan pasutri muda
16
pindah rumah
17
Gagal lagi
18
satu ranjang
19
Berebut tasya
20
melayani suami
21
Kecewa & Cemburu
22
Gagal menghukum
23
Membalas sang suami
24
Kecemburuan Tasya dan Brain
25
Pura-pura marah
26
Menggoda tasya
27
Sisi lain brain
28
di introgasi
29
Kejadian di kamar
30
Ketahuan
31
Menemukan anak asing
32
Dua anak cukup
33
Quality Time
34
Menghindar dari Boy dan Benny
35
Mencintainya
36
Ke panti asuhan
37
I Love You,Sya
38
Memulai kembali dari awal
39
pura-pura
40
Setatus pacaran
41
Bucin
42
membobolkan gawang pertahanan
43
Kesalah fahaman
44
Baikan
45
duo bucin kembali ke sekolah
46
ke cafe brain
47
Benny tahu semuanya
48
Gara-gara Benny
49
Kematian orang tua Tasya
50
Suasana Duka
51
Kembali ke Jakarta
52
Kembali ke rutinitas
53
Bencana ke dua kalinya
54
Family Time
55
Kemarahan Boy
56
Boy dan Debby
57
Emosi si Boy
58
Emosi Boy
59
Mimpi
60
Ke makam almarhumah Mona
61
Percobaan Bunuh Diri
62
Sedikit Peduli
63
Jadian
64
Double date
65
Kepergian Brain
66
Hari pertama di Universitas
67
Bakat Anak Yang Tertukar
68
Jebakan Arabella
69
Mensekakmat Lawan
70
Masalah yang terpecahkan
71
Rencana resepsi pernikahan
72
Kedatangan tiba-tiba
73
Ke Kampus Berdua
74
Pesta Resepsi
75
Resepsi 2
76
Membujuk Anak Nakal
77
Gejala bla-bla-bla
78
Adik untuk Cessa
79
Ngidam Aneh
80
Makin Sensitive
81
Rujak Buah Mangga
82
Keracunan Buah Mangga
83
Pusing Karena Cessa
84
Cessa vs Benny
85
Tujuh Bulanan
86
Kelahiran anak ke-2
87
Kedatangan Para Sahabat
88
Beberapa tahun kemudian
89
Terpaksa menikah
90
Mencuri First Kiss
91
fitting baju
92
Di pingit
93
Happy Ending
94
Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!