Pagi ini brain datang ke sekolah agak pagi hanya untuk mencari tasya. Menurut info dari kedua sahabatnya. Tasya adalah anak kelas dua A tempat anak-anak yang mempunyai nilai terbaik.
Brain celingkungan bersembunyi menunggu di sudut samping kelas tasya. Gadis yang ia cari belum juga tiba.
Brain sedikit mengintip di dalam kelas tasya memastikan gadis yang ia cari ada di dalam. Bahkan semua kursi sudah penuh namun brain tidak juga menemukan keberada'an tasya.
"Woy, ngapain lo mengendap-endap seperti maling," tegur Boy salah satu sahabat brain memergokinya.
"Husssst diem lo jangan kenceng-kenceng! gua lagi nyari gadis resek tuh."
"Maksud lo cwe yang lo ceritain kemarin?"
"Ya, aneh kok gak ada, kata Beny dia di kelas ini."
"Tenang bro, gua punya ide."
"Cepat katakan apa ide lo," desak brain tak sabar
"Sabar bro tunggu di sini," ucap Boy pergi sebentar meninggalkan brain di tempat yang sama.
Beberapa menit kemudian Boy datang bersama murid cupu membuat brain mengernyitkan alis heran.
"Ngapain lo bawa-bawa dia segala? mana ide yang lo bilang tadi?"
"Ya dia ide gua, gua akan suruh dia manggil nama cwe yang lo cari. Nanti lo bakalan tahu ada atau tidak cwe yang bernama tasya di kelas ini.
"Eh lo ternyata berguna juga ya, cepetan suruh dia manggil tasya."
"Beres bos," ucapnya segera menyuruh murid cupu suruhanya.
Tak lama setelah nama tasya di panggil.Datanglah seorang gadis yang juga berpenampilan cupu menghampiri murid cupu suruhanya boy.
Seluruh murid dalam kelas bersorak-sorak menyaksikan si cupu di cari'in si cupu juga.
Brain semakin mengernyitkan dahi setelah cwe yang bernama tasya berbeda dengan cwe yang ia cari.
"Kok beda gak seperti di foto ya bro?" tanya boy
"Gua juga bingung! apa beny salah info ya? tapi tunggu-tunggu. Sepertinya cwe itu tidak asing bagi gua.Sepertinya gua kenal sama cwe itu.
Brain mendekati keberadaan tasya yang masih berdiri menemui murid culun suruan boy. Brain semakin mengamati lebih dekat dan menarik tangan tasya secara tiba-tiba untuk mengikutinya.
Tasya mendadak kaget karena tanganya di tarik oleh brain. Seketika dia menunduk membetulkan letak kacamatanya. Sedangkan brain menarik dagu tasya ke atas untuk menatapnya.
Dari jarak dekat brain semakin mengenali gadis di depanya. Di lepaskanya paksa kaca mata yang melekat pada gadis cupu di depanya.
Brain menyeringai puas ternyata dugaanya benar. Brain sangat mengenali gadis di depanya bahkan dialah yang brain cari.
"Wah, wah, wah seorang tasya pandai juga menyamar ya. By the way lo cocok juga dandan cupu kayak gini."
"Bbbbbrain aa aku," ucap tasya gugup karena penyamaranya telah di ketahui brain.
Brain masih menyeringai lalu melepaskan kuncir rambut tasya yang memperlihatkan leher jenjangnya yang indah. Sehingga memperlihatkan penampilan tasya yang aslinya begitu cantik. Semua murid kelas dua A dan murid-murid yang berlalu lalang menganga melihat kecantikan tasya.
Bahkan murid-murid yang dulunya mengatai tasya cupu di bungkam seketika dengan penyesalan.
"Ain apa'an sih, balikin gak ikat rambut dan kacamata gua."
"Gak usah nyamar-nyamar lagi, gua udah tahu siapa lo. Ngapain kalian semua liat-liat,,,bubar-bubar," ucap brain kepada sebagian siswa yang melihat interaksi mereka berdua.
"Kenapa lo gak bales chat gua kemarin?bahkan lo juga gak angkat telpon dari gua," ucap brain menatap tasya sedangkan yang di tatap memalibgkan muka
"Ngapain kamu telpon dan chat aku? apa pedulimu aku balas atau gak chat dan telponmu?" tanya tasya memberanikan diri dari rasa gugupnya.Brain semakin mengikis jaraknya. Menatap Tasya dengan sorot mata yang tajam.
"Kau telah membuat Mommy dan Daddyku mengomeliku seharian karena melihatmu menangis."
"Deg," Rasanya jantung tasya mau lepas saat itu juga karena tatapan brain dengan jarak wajah mereka yang sangan dekat.
"Apa pedulimu terserah aku," ucap tasya menghindar dari tatapan brain dan segera berlari masuk ke dalam kelas.
"Kurang ajar tuh cwe main lari aja, gua lom selesai ngintrogasi dia," ucap brain ngedumel
"Bro, serius dia cwe yang lo cari? parah cantik banget aslinya.Kalau lo gak mau sama dia, gua siap menampungnya di hati gua," ucap boy yang tiba-tiba sudah berada di samping brain.
"Gua lempar ke nusa tenggara mau loh?" ucap brain kesal
"Ya elah bercanda bro, lagian entar gua gak dapat jatah makan gratis lagi deh di cafe lo hehehe."
Sekali lagi Brain melihat tasya lewat kaca jendela kelasnya. Sedangkan yang merasa di perhatikan seseorang di luar kelas memalingkan wajahnya. Brain berjalan meninggalkan kelas tasya menuju ke kelasnya sendiri yaitu kelas 2 B.
Brain memang tidak sepintar tasya,namun semua itu tidak masalah baginya. Karena jarak kelas mereka sangatlah dekat bahkan nyaris sebelahan.
Di dalam kelas tasya semua teman-temanya bersorak-sorak memandang penampilan baru tasya yang sangat cantik. Tasya merasa risih jadi pusat perhatian. Alhasil ia menguncir rambutnya kembali dan memakai kacamata cupunya.
"Yah, kok dandan gitu lagi sih sya, cantikan juga tadi," ucap Tomi yang merasa jatuh hati setelah melihat wajah cantik tasya.
"Emangnya kenapa? masalah buatmu, wajah-wajahku sendiri suka suka aku lah mau gimana'in penampilanku," ucap tasya sewot
"Wah, wah inikah sifat lo yang sebenarnya sya. Biasanya pendiam ternyata bisa nyolot juga ternyata," sahut Mike cwo yang biasanya membully penampilan tasya yang cupu.
"Kalau iya kenapa? mau bully lagi?" jawab tasya sewot
Mike hanya tertawa melihat keberanian tasya padanya kali ini. Meski ia juga heran ada hubungan apa tasya dengan brain.
Mike tidak setampan brain yang di idolakan para cwe di sekolahanya karena ketampananya. Tapi Mike jauh lebih pintar daripada brain di bidang akademik.
Setelah melihat tasya tidak lagi meresponya. Mike dan Tomi kembali ke bangkunya. Jam pelajaranpun telah di mulai karena tak lama seorang guru telah masuk ke kelasnya.
Mike melirik Tasya, cwo itu masih penasaran dengan tasya. Di tambah lagi ia juga makin penasaran dengan hubungan tasya dan Brain.
"Ngapain sih sih Mike nglirik ke arah lo melulu sya?" tanya Debby sahabat tasya.
"Abaikan saja, terserah dia dan sesuka-suka dia aku gak peduli. Sana kalian fokus ke depan pelajaran sudah di mulai," ucapnya fokus kepada gurunya yang mulai membuka pelajaran pagi ini.
Begitulah tasya kalau sudah menyangkut pelajaran tidak mau di usik dengan pembahasan lain. Oleh karena itu dirinya sangat pintar dan selalu mendapat nilai tertinggi di kelasnya. Hanya penampilanya saja yang terlihat minus selama ini di mata teman sekelasnya. Namun kali ini berbeda, di mata teman sekelasnya Tasya adalah gadis perfek yang selain pintar juga sangat cantik.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Udah cantik, plus pintar lagi! Kurang apa sih, Brain?
Sudah! Sama tasya aja kenapa sih🤭
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Melati Indah
lanjut
2022-10-09
1