Brain menghilang

Masih di butik mita, Brain melirik tasya yang memegangi perutnya. Brain teringat perkata'an tasya sebelum menuju butik tadi. Gadis itu dari pagi belum sempat makan. Sedangkan saat ini hari sudah mulai sore menunjukan jam tiga sore.

"Mom, Bund! Brain dan tasya pulang dulu.Kami masih banyak persiapan yang harus kami siapkan untuk acara besok."

"Ach, Ya kau benar Brain, kalian pulanglah dan istirahat yang cukup," timpal callista

"Hati-hati ya nak! Jaga calon istrimu baik-baik brain," ucap Mita memandang Tasya seperti putrinya sendiri.

Begitupun Tasya memandang Mita seperti ibunya sendiri.

"Bunda, terimakasih untuk hari ini! apakah lain kali Tasya boleh menemui bunda?"

"Tentu saja sayang, dengan senang hati pintu butik dan rumah bunda selalu terbuka untukmu," ucap Mita merasa terharu seolah putrinya kembali hidup lagi pada diri Tasya.

"Terimakasih bunda," Tasya memeluk Mita dengan sangat erat begitupun Mita.

"Hati-hati ya nak! kasih tahu Mom jika Brain berbuat kurang ajar sama kamu."

"Iya Mom, kami permisi dulu," sahut Tasya tak lupa juga memeluk calon mertuanya.

Mereka beriringan berjalan keluar dari butik. Brain menaiki motor sportnya di susul tasya naik di belakangnya.

Motor brain berjalan keluar dari area parkir butik. Melewati keramaian jalan ibu kota di sore hari. Dengan suasana tak terlalu panas karena matahari akan segera tenggelam.

Brain melajukan motornya melewati jalan yang seharusnya berbelok kerumah tasya. Tasya yang sadar ingin protes namun di urungkanya karena melihat kode tangan brain melarangnya bicara.

Motor berhenti di sebuah warung lesehan tempat tongkrongan brain waktu SMP. Warung itu mengingatkanya pada kenanganya bersama mona di waktu SMP. Brain menyuruh Tasya turun dari motor. Kemudian Brain mengajaknya masuk ke dalam warung lesehan favoritnya dulu. Tasya hanya menurut apa kata brain tanpa protes sedikitpun.

"Heh,,,anak mami! lo gak akan sakit perut kan jika makan di tempat kayak gini?" tanya brain meremehkan

"Gak usah ngelihatin aku kayak gitu lah brain. Aku bukan anak manja yang harus makan di lestoran mahal dan higienis. Aku juga sering kok mampir ke warung-warung bersama sopir yang biasa antar jemput aku," ucap tasya kesal

"Oo, kirain," timpal brain tertawa

"Selamat malam mbak, mas, mau pesan apa?"

"Aku mau pesan lalapan bebek gak pakai sayur minumnya juice jeruk," ucap brain.

"Kalau mbaknya mau pesan apa?"

"Samakan saja mas, tapi aku pakai sayur ya dan minumnya teh hangat saja, Mas," sahut tasya

"Brain, kok gak pakai sayur sih?" tanya Tasya penasaran

"Gua gak suka sayur mentah," jawab brain sambil mengotak atik handphonenya.

Tasya menganggukan kepala seolah mendapat info baru bahwa brain tidak menyukai sayur mentah.

"Jadi aku nanti gak akan masak sayur mentah setelah kami menikah," gumam tasya dalam hati.

"Mikirin apa lo?" tanya brain tanpa menatap Tasya

"Aku hanya memikirkan kita setelah menikah. Jadi aku akan menghindari sayur mentah karena kamu tidak suka sayur mentah," ucap tasya tersenyum

"Ngapain lo mikir sampai ke situ? gua gak akan nyuruh lo masakin buat gua. Gua bisa masak sendiri gak butuh kamu masakin," timpal brain sewot seketika mematahkan harapan tasya.

"Lo ingat baik-baik, ya! gua mau nikah sama elo karena T-E-R-P-A-K-S-A," ucap brain menegaskan membuat hati tasya semakin sakit.

"Ya, aku tahu brain, setidaknya aku berterimakasih kamu mau bantu aku menjalankan amanah almarhumah Mona," sahut Tasya menahan untuk tidak menangis.

"Permisi mbak, mas, ini pesananya selamat menikmati."

"Terimakasih ya Mas," ucap Tasya mencoba tersenyum.

"Sama-sama mbak."

Brain meletakan gawaenya dan memakan makananya. Sedangkan Tasya yang nafsu makanya hilang karena ucapan brain hanya memandang makananya sambil melamun.

"Katanya dari pagi gak sempat makan, kenapa makanan lo gak lo makan? jangan berharap gua suapin, Ogah. Dan jangan sampai besok pas acara elo jatuh sakit, Gak lucu," omel brain pada gadis di depanya yang terlihat kesal.

Tasyapun semakin di buat kesal oleh brain. Tanpa merespon perkata'an brain, gadis itu segera menyantap makanan di depanya.

Brain yang menyadari kekesalan tasya padanya hanya menyeringai puas.

___________

Besok harinya pagi-pagi sekali Tasya sudah di rias oleh Mua terkenal. Hari ini adalah hari pernikahanya bersama brain. Pernikahan tertutup yang hanya di hadiri kerabat terdekat tanpa mengundang teman-temanya satupun.

Tasya menatap pantulan dirinya pada cermin lebar di kamarnya. Dia sendiri sampai pangling memandang wajahnya yang sangat berbeda dari biasanya. Dengan perpaduan kebaya warna putih melekat di tubuhnya yang Tinggi, Ramping, dan putih halus. Di tambah riasan yang semakin membuat wajahnya sangat ayu.

Tasya berkali-kali mengerjapkan matanya belum bisa percaya bahwa pantulan seorang gadis cantik di dalam cermin adalah dirinya.

"Anak mami cantik sekali sayang," ucap Dona maminya Tasya yang baru masuk ke dalam kamar tasya.

"Apakah benar Tasya sangat cantik mi?"

"Ya sayang, putri mami sangat cantik hari ini."

Dona memeluk putri semata wayangnya. Hatinya terasa lega karena putrinya akan menikah sebentar lagi. Bukan karena ia senang terlepas dari tanggung jawab sebagai orang tua. Namun karena ia menyadari selama ini ia kurang memberi perhatian dan kasih sayangnya pada putrinya. Ia berharap dengan menikah maka akan ada seseorang yang akan menjaga dan membahagiakan putrinya.

Sedangkan Callista dan Jonatan di buat ketar-ketir karena putra bungsunya tidak ada di kamarnya. Brain menghilang entah kemana, membuat Jonatan menjadi emosi.

"Ini sangat tidak lucu jika anak itu kabur di hari pernikahanya," ucap Jonatan berapi-api

"Tenang Dad, Mom akan memanggil Axel untuk melacak keberada'an brain saat ini," ucap Callista menaiki anak tangga menuju ke kamar anak sulungnya.

Axel yang sedang di kamar beserta anak dan istrinyapun bergegas keluar setelah mendengar Momnya memanggil-manggil namanya.

"Ada apa Mom?" tanya Axel.

"Axel, Brain hilang! Mom sudah cek di kamarnya kosong. Di garasi mobilpun motornya juga tidak ada. Mom takut dia kabur di hari pernikahanya," ucap Callista panik.

"Tenang Mom! Axel akan coba cari tahu di mana brain berada. Tenanglah, anak buahku akan mencari brain sampai ketemu."

"Ya, nak! Mom gak bisa bayangin jika benar brain kabur. Mau di taruh di mana muka Mom dan Daddy di depan keluarga Tasya."

"Ada apa kak?" tanya Verlee yang penasaran setelah melihat wajah mertuanya yang tampak cemas.

"Brain hilang, sayang! kau urus putri kita sendiri ya? Kakak akan coba mencari tahu di mana brain berada sebelum acara ijab kabul di mulai.

"Ya kak, pergilah, hati-hati dan kabari kami jika telah menemukan brain," ucap Verlee di anggukin Axel

"Axel berangkat dulu Mom! jangan kawatir semua akan baik-baik saja," ucapnya memeluk callista memberi ketenangan pada Momnya yang sedang panik.

"Ya nak, hati-hati! semoga kamu segera menemukan adikmu."

Axel turun dari lantai atas menuju lantai bawah. Di lihatnya Jonatan yang duduk seakan menahan amarah karena menghilangnya Brain. Axel mendekat mencoba meyakinkan Daddynya.

"Dad, Axel akan mencari Brain! Daddy dan Mommy tak perlu cemas. Axel akan menemukan di manapun brain berada."

Mendengar perkata'an dari putra sulungnya setidaknya membuat hati Jonatan sedikit tenang. Karena kecemasanya dan menahan amarah. Jonatan sampai tidak bisa berfikir bahwa ia juga mempunyai putra sulung yang sangat jenius. Semua hal serumit apapun akan di selesaikan oleh putra sulungnya karena kejeniusanya.

...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...

...Ngilang kemana kamu, Brain?...

...Hai readers🖐️, jangan lupa tinggalkan jejak kalian...

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Episodes
1 Pertemuan setelah sekian lama menghilang
2 Kebencian Brain pada Tasya
3 Mencari tahu tentangnya
4 Mencuri waktu
5 Mengabaikan brain
6 Terbongkar penyamaran tasya
7 Rencana lamaran
8 Jelma'an malaikat pencabut nyawa
9 Lamaran
10 Berangkat bersama
11 fitting kebaya
12 Brain menghilang
13 Syah
14 Kejadian di malam pertama
15 Kelicikan pasutri muda
16 pindah rumah
17 Gagal lagi
18 satu ranjang
19 Berebut tasya
20 melayani suami
21 Kecewa & Cemburu
22 Gagal menghukum
23 Membalas sang suami
24 Kecemburuan Tasya dan Brain
25 Pura-pura marah
26 Menggoda tasya
27 Sisi lain brain
28 di introgasi
29 Kejadian di kamar
30 Ketahuan
31 Menemukan anak asing
32 Dua anak cukup
33 Quality Time
34 Menghindar dari Boy dan Benny
35 Mencintainya
36 Ke panti asuhan
37 I Love You,Sya
38 Memulai kembali dari awal
39 pura-pura
40 Setatus pacaran
41 Bucin
42 membobolkan gawang pertahanan
43 Kesalah fahaman
44 Baikan
45 duo bucin kembali ke sekolah
46 ke cafe brain
47 Benny tahu semuanya
48 Gara-gara Benny
49 Kematian orang tua Tasya
50 Suasana Duka
51 Kembali ke Jakarta
52 Kembali ke rutinitas
53 Bencana ke dua kalinya
54 Family Time
55 Kemarahan Boy
56 Boy dan Debby
57 Emosi si Boy
58 Emosi Boy
59 Mimpi
60 Ke makam almarhumah Mona
61 Percobaan Bunuh Diri
62 Sedikit Peduli
63 Jadian
64 Double date
65 Kepergian Brain
66 Hari pertama di Universitas
67 Bakat Anak Yang Tertukar
68 Jebakan Arabella
69 Mensekakmat Lawan
70 Masalah yang terpecahkan
71 Rencana resepsi pernikahan
72 Kedatangan tiba-tiba
73 Ke Kampus Berdua
74 Pesta Resepsi
75 Resepsi 2
76 Membujuk Anak Nakal
77 Gejala bla-bla-bla
78 Adik untuk Cessa
79 Ngidam Aneh
80 Makin Sensitive
81 Rujak Buah Mangga
82 Keracunan Buah Mangga
83 Pusing Karena Cessa
84 Cessa vs Benny
85 Tujuh Bulanan
86 Kelahiran anak ke-2
87 Kedatangan Para Sahabat
88 Beberapa tahun kemudian
89 Terpaksa menikah
90 Mencuri First Kiss
91 fitting baju
92 Di pingit
93 Happy Ending
94 Ekstra Part
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Pertemuan setelah sekian lama menghilang
2
Kebencian Brain pada Tasya
3
Mencari tahu tentangnya
4
Mencuri waktu
5
Mengabaikan brain
6
Terbongkar penyamaran tasya
7
Rencana lamaran
8
Jelma'an malaikat pencabut nyawa
9
Lamaran
10
Berangkat bersama
11
fitting kebaya
12
Brain menghilang
13
Syah
14
Kejadian di malam pertama
15
Kelicikan pasutri muda
16
pindah rumah
17
Gagal lagi
18
satu ranjang
19
Berebut tasya
20
melayani suami
21
Kecewa & Cemburu
22
Gagal menghukum
23
Membalas sang suami
24
Kecemburuan Tasya dan Brain
25
Pura-pura marah
26
Menggoda tasya
27
Sisi lain brain
28
di introgasi
29
Kejadian di kamar
30
Ketahuan
31
Menemukan anak asing
32
Dua anak cukup
33
Quality Time
34
Menghindar dari Boy dan Benny
35
Mencintainya
36
Ke panti asuhan
37
I Love You,Sya
38
Memulai kembali dari awal
39
pura-pura
40
Setatus pacaran
41
Bucin
42
membobolkan gawang pertahanan
43
Kesalah fahaman
44
Baikan
45
duo bucin kembali ke sekolah
46
ke cafe brain
47
Benny tahu semuanya
48
Gara-gara Benny
49
Kematian orang tua Tasya
50
Suasana Duka
51
Kembali ke Jakarta
52
Kembali ke rutinitas
53
Bencana ke dua kalinya
54
Family Time
55
Kemarahan Boy
56
Boy dan Debby
57
Emosi si Boy
58
Emosi Boy
59
Mimpi
60
Ke makam almarhumah Mona
61
Percobaan Bunuh Diri
62
Sedikit Peduli
63
Jadian
64
Double date
65
Kepergian Brain
66
Hari pertama di Universitas
67
Bakat Anak Yang Tertukar
68
Jebakan Arabella
69
Mensekakmat Lawan
70
Masalah yang terpecahkan
71
Rencana resepsi pernikahan
72
Kedatangan tiba-tiba
73
Ke Kampus Berdua
74
Pesta Resepsi
75
Resepsi 2
76
Membujuk Anak Nakal
77
Gejala bla-bla-bla
78
Adik untuk Cessa
79
Ngidam Aneh
80
Makin Sensitive
81
Rujak Buah Mangga
82
Keracunan Buah Mangga
83
Pusing Karena Cessa
84
Cessa vs Benny
85
Tujuh Bulanan
86
Kelahiran anak ke-2
87
Kedatangan Para Sahabat
88
Beberapa tahun kemudian
89
Terpaksa menikah
90
Mencuri First Kiss
91
fitting baju
92
Di pingit
93
Happy Ending
94
Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!