Lamaran

Debby terus saja mengintrogasi Tasya, setelah tasya berkata baru dari rumah Brain. Tasya hanya diam karena dia sajar baru saja keceplosan.

"Sya, lo jangan bikin gua penasaran! lo beneran dari rumah Prince Brain?"

"Apa'an sih manggil dia Prins, geli tau dengernya."

"Jawab, sya! lo beneran dari rumahnya? lo balikan lagi sama dia?"

"Hahahaha, kamu kena tipu, Deb! mana mungkin aku dari rumah brain. Kamu kan tahu Brain sikapnya kayak gimana sama aku."

"Ach lo ngaget-ngagetin gua aja, sya."

"Hehehehe, sorry."

"Slamet-slamet," gumam tasya dalam hati

Handphone Tasya di atas meja belajar Debby berdering.Tasya yang malas mengangkat membiarkan Handphonenya terus berdering.

"Sya, Papi loh telpon tuh! gak lo angkat, siapa tahu penting," teriak Debby memberikan handphone tasya pada tasya.

"Hallo papi."

"Kamu di mana sya? cepat pulang, penting."

"Iya, Tasya mau pulang ini pi."

"Suruh balik ya sya?"

"Ya nih, tumben papi dan mami aku di rumah. Biasanya juga kerja-kerja melulu yang di utamakan."

"Ya kan mereka kerja buat elo, sya! sudah sana pulang."

"iiiich kok ngusir sih?"

"Siapa yang ngusir? emang lo waktunya pulang. Sudah sana pulang cepetan panggil taxi atau babang grab."

"Ya sudah, aku pulang nih! bye, bye sayangkuh," ucap Tasya memeluk dan mencium pipi Debby."

"Bye, bye Tasya sayangkuh," sahut Debby menirukan gaya tasya.

Taxi yang di pesan Tasya pun telah sampai di depan kos-kosanya Debby. Dengan laju yang lumayan cepat membuat Tasya segera sampai di rumahnya. Rumah mewah yang biasanya penghuninya hanya Tasya dan asisten rumah tangganya saja. Karena Mami dan Papinya lebih sering bekerja mengembangkan bisnis mereka daripada menemaninya di rumah. Namun semua itu tidak menjadikan Tasya gadis nakal yang suka kebebasan karena kurang pengawasan dari kedua orang tuanya. Tasya biasanya menyibukan diri dengan belajar dan bermain dengan anak-anak panti.

Sesampainya di depan gerbang Rumahnya. Tasya melihat mobil asing terparkir di halaman rumahnya. Dia berjalan cukup pelan sambil mengintip siapa yang bertamu saat ini.

Matanya membelalak lebar saat melihat Brain beserta kedua orang tuanya duduk manis di ruang tamu di temani papinya.

"Aduh, mampus aku! ini belum mandi, belum ganti baju juga. Gimana nih, malu banget aku, nekat atau kabur ya?"

"Sya, ngapain kamu di sini? ayo masuk.Itu ada yang nyari'in kamu dari tadi," ucap Mami Dona maminya tasya

"Hehehe, mami! tasya malu mi, tasya belum mandi nih."

"Udah, gakpapa! ayo masuk."

Tasyapun terpaksa masuk menuju ruang tamu karena sudah keduluan kepergok maminya.

"Selamat malam Om, tante, Brain, selamat malam papi," sapanya dengan sopan.

"Malam sya," ucap mereka kompak kecuali brain.

"Sya, kamu dari mana,sayang? kok masih pakai seragam?" tanya Ferry papinya Tasya.

"Tasya baru dari kos-kosanya Debby pi, maaf tasya tadi lupa ngasih tau papi."

"Maafkan Tasya ya Om, Tante sudah menunggu lama."

"Tidak apa-apa nak, kami belu lama kok," sahut callista. Sedangkan Brain melirik tasya dengan tatapan malas. Tasya yang juga meliriknyapun membalasnya dengan tatapan sewot karena masih kesal denga sikapnya tadi.

"Sya, tadi Om Jonatan dan Tante Callista sudah menceritakan semuanya pada papi dan mami. Termasuk perbuatanmu yang bikin papi kecewa," Ucap Ferry.

"Maafkan Tasya Mi, Pi! Tasya mengakui perbuatan Tasya salah. Tasya menyesali semua perbuatan Tasya mi, pi," ucap tasya merundukan kepalanya sambil memelintir baju seragaamnya karena gugup dan takut.

"Mami dan Papi akan memaafkan kamu asal kamu tanggung jawab atas semua perbuatanmu, sayang," sahut Dona berkata lembut kepada putri semata wayangnya.

"Baik mi, Tasya sudah berniat akan tanggung jawab."

"Jadi Tasya menerima lamaran Om dan Tante, nak?" tanya callista

"Iya tante, asalkan Tasya masih boleh melanjutkan sekolah bahkan kuliah."

"Tentu saja, sya, itu malah bagus,,,kau harus selalu semangat belajar. Kalau bisa kalian berdua setelah menikah fokus dulu pada sekolah kalian," timpal jonatan.

"Jadi kapan rencana pernikahan mereka?" tanya Dona antusias karena calon besanya adalah keluarga Dirgantara yang sangat terkenal.

"Bagaimana kalau lusa?" usul Jonatan

"Apaaaaaaaa?" sahut Tasya dan Brain serempak. Lalu mereka berdua saling pandang dan buang muka kembali."

"Duh, yang mau nikah kompaknya," ucap Dona

"Ya begitulah Jeng Dona, anak muda jaman sekarang gayanya saja menolak padahal mau," timpal Callista

"Kok buru-buru banget sih, Dad?" tanya Brain akhirnya membuka suara.

"Lebih cepat lebih baik, nak! biar anak Om ada yang jagain," timpal Ferry.

"Jadi bagaimana Pak Ferry, anda juga setuju pernikahan mereka lusa?" tanya Jonatan

"Ya saya setuju Pak Natan, lebih cepat lebih baik. Karena anak muda jaman sekarang suka kelewat batas. Jadi semisal mereka kelewat batas sudah sah-sah saja, bukankah begitu?"

"Hahahah! sangat betul Pak Ferry," timpal Jonatan

Sedangkan Brain dan Tasya masih saling Lirik dengan tampang sewot masing-masing.

"Tuan, Yona, makan malamnya sudah siap," ucap salah satu asisten rumah tangga.

"Baik bik, terimakasih! Mari Pak Natan, Jeng Callista, Nak Brain, kita makan malam bersama. Maaf banget karena terlalu mendadak jadi kami kurang persiapan menyambut kedatangan kalian," ucap Dona.

"Tidak usah repot-repot Jeng Dona, ini saja sudah cukup membuat kami senang," sahut callista yang nampak akrab dengan Dona.

"Mari di cicipi dulu masakan bikinan Bik inah sangat enak loh Bu, Pak natan," Sahut Ferry.

"Anda kapan-kapan juga harus nyobain masakan Tasya, dia juga jago masak," ucap Dona memuji anaknya.

"Wah, Tasya juga bisa masak, nak?" tanya callista di angguki Tasya.

"Sedikit, Tante," jawab Tasya malu.

"Benar-benar menantu idaman, cocok dengan Brain juga jago masak," puji callista.

"Dengar-dengar nak brain punya cafe di dekat sini ya, nak brain?" tanya Ferry.

"Iya, Om," Jawab Brain.

"Kapan-kapan Om, dan Tante boleh dong mampir?penasaran sama masakan yang punya cafe," tanya Dona antusias.

"Boleh om, tante silahkan," sahut brain tersenyum.

"Kalian bisa bekerja sama dong?dua-duanya jago masak. Bisa saling melengkapi satu sama lainya," timpal Jonatan membuat Brain dan Tasya lagi-lagi saling lirik lalu membuang muka kembali.

Mereka semua melanjutkan acara makan malam dengan penuh suka cita kecuali brain yang brain yang sebenarnya menentang pernikahanya. Sedangkan Tasya antara bahagia dan jengkel. Bahagia akhirnya bisa menikah dengan brain lelaki yang ia cintai dan jengkel jika setiap hari harus melihat tingkah brain yang menyebalkan.

"Semoga saja cwo jelmaan malaikat pencabut nyawa ini bisa pelan-pelan bersikap baik kepadaku setelah kami menikah," batin Tasya berharap.

semoga brain bisa bersikap baik kepadanya. Bahkan bisa mencintainya secara perlahan.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

...Hai readers🖐️...

...Jangan lupa like, koment dan subscibe...

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Terpopuler

Comments

teti kurniawati

teti kurniawati

semangat

2022-10-29

1

Re_pdp

Re_pdp

awas benci jadi cinta lama brain
apa lagi si tasya cantik🤭

2022-10-14

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan setelah sekian lama menghilang
2 Kebencian Brain pada Tasya
3 Mencari tahu tentangnya
4 Mencuri waktu
5 Mengabaikan brain
6 Terbongkar penyamaran tasya
7 Rencana lamaran
8 Jelma'an malaikat pencabut nyawa
9 Lamaran
10 Berangkat bersama
11 fitting kebaya
12 Brain menghilang
13 Syah
14 Kejadian di malam pertama
15 Kelicikan pasutri muda
16 pindah rumah
17 Gagal lagi
18 satu ranjang
19 Berebut tasya
20 melayani suami
21 Kecewa & Cemburu
22 Gagal menghukum
23 Membalas sang suami
24 Kecemburuan Tasya dan Brain
25 Pura-pura marah
26 Menggoda tasya
27 Sisi lain brain
28 di introgasi
29 Kejadian di kamar
30 Ketahuan
31 Menemukan anak asing
32 Dua anak cukup
33 Quality Time
34 Menghindar dari Boy dan Benny
35 Mencintainya
36 Ke panti asuhan
37 I Love You,Sya
38 Memulai kembali dari awal
39 pura-pura
40 Setatus pacaran
41 Bucin
42 membobolkan gawang pertahanan
43 Kesalah fahaman
44 Baikan
45 duo bucin kembali ke sekolah
46 ke cafe brain
47 Benny tahu semuanya
48 Gara-gara Benny
49 Kematian orang tua Tasya
50 Suasana Duka
51 Kembali ke Jakarta
52 Kembali ke rutinitas
53 Bencana ke dua kalinya
54 Family Time
55 Kemarahan Boy
56 Boy dan Debby
57 Emosi si Boy
58 Emosi Boy
59 Mimpi
60 Ke makam almarhumah Mona
61 Percobaan Bunuh Diri
62 Sedikit Peduli
63 Jadian
64 Double date
65 Kepergian Brain
66 Hari pertama di Universitas
67 Bakat Anak Yang Tertukar
68 Jebakan Arabella
69 Mensekakmat Lawan
70 Masalah yang terpecahkan
71 Rencana resepsi pernikahan
72 Kedatangan tiba-tiba
73 Ke Kampus Berdua
74 Pesta Resepsi
75 Resepsi 2
76 Membujuk Anak Nakal
77 Gejala bla-bla-bla
78 Adik untuk Cessa
79 Ngidam Aneh
80 Makin Sensitive
81 Rujak Buah Mangga
82 Keracunan Buah Mangga
83 Pusing Karena Cessa
84 Cessa vs Benny
85 Tujuh Bulanan
86 Kelahiran anak ke-2
87 Kedatangan Para Sahabat
88 Beberapa tahun kemudian
89 Terpaksa menikah
90 Mencuri First Kiss
91 fitting baju
92 Di pingit
93 Happy Ending
94 Ekstra Part
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Pertemuan setelah sekian lama menghilang
2
Kebencian Brain pada Tasya
3
Mencari tahu tentangnya
4
Mencuri waktu
5
Mengabaikan brain
6
Terbongkar penyamaran tasya
7
Rencana lamaran
8
Jelma'an malaikat pencabut nyawa
9
Lamaran
10
Berangkat bersama
11
fitting kebaya
12
Brain menghilang
13
Syah
14
Kejadian di malam pertama
15
Kelicikan pasutri muda
16
pindah rumah
17
Gagal lagi
18
satu ranjang
19
Berebut tasya
20
melayani suami
21
Kecewa & Cemburu
22
Gagal menghukum
23
Membalas sang suami
24
Kecemburuan Tasya dan Brain
25
Pura-pura marah
26
Menggoda tasya
27
Sisi lain brain
28
di introgasi
29
Kejadian di kamar
30
Ketahuan
31
Menemukan anak asing
32
Dua anak cukup
33
Quality Time
34
Menghindar dari Boy dan Benny
35
Mencintainya
36
Ke panti asuhan
37
I Love You,Sya
38
Memulai kembali dari awal
39
pura-pura
40
Setatus pacaran
41
Bucin
42
membobolkan gawang pertahanan
43
Kesalah fahaman
44
Baikan
45
duo bucin kembali ke sekolah
46
ke cafe brain
47
Benny tahu semuanya
48
Gara-gara Benny
49
Kematian orang tua Tasya
50
Suasana Duka
51
Kembali ke Jakarta
52
Kembali ke rutinitas
53
Bencana ke dua kalinya
54
Family Time
55
Kemarahan Boy
56
Boy dan Debby
57
Emosi si Boy
58
Emosi Boy
59
Mimpi
60
Ke makam almarhumah Mona
61
Percobaan Bunuh Diri
62
Sedikit Peduli
63
Jadian
64
Double date
65
Kepergian Brain
66
Hari pertama di Universitas
67
Bakat Anak Yang Tertukar
68
Jebakan Arabella
69
Mensekakmat Lawan
70
Masalah yang terpecahkan
71
Rencana resepsi pernikahan
72
Kedatangan tiba-tiba
73
Ke Kampus Berdua
74
Pesta Resepsi
75
Resepsi 2
76
Membujuk Anak Nakal
77
Gejala bla-bla-bla
78
Adik untuk Cessa
79
Ngidam Aneh
80
Makin Sensitive
81
Rujak Buah Mangga
82
Keracunan Buah Mangga
83
Pusing Karena Cessa
84
Cessa vs Benny
85
Tujuh Bulanan
86
Kelahiran anak ke-2
87
Kedatangan Para Sahabat
88
Beberapa tahun kemudian
89
Terpaksa menikah
90
Mencuri First Kiss
91
fitting baju
92
Di pingit
93
Happy Ending
94
Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!