Berebut tasya

Saat Tasya sudah sampai di depan gerbang sekolah. Saat itupula ia tidak lagi melihat suaminya. Mungkin Brain sudah masuk ke dalam kelas atau sekedar nongrong dengan teman-temanya. Saat Tasya akan memasuki gerbang. Terdengar suara motor berhenti tepat di sampingnya. Tasya langsung meliriknya dan ternyata dia adalah Mike.

"Hai Tasya, kenapa kamu berpenampilan cupu lagi?cantikan juga kemarin.

"Suka-suka aku lah," timpal Tasya cuek dengan percaya diri melangkahkan kakinya meskipun penampilanya terbilang cupu.

"Sombong banget sih, sya," protes Mike yang berubah sikapnya setelah mengetahui Tasya ternyata cantik. Cowok itu menjadi naksir pada tasya.

Mike dan Brain adalah idola semua cewek di sekolah. Meskipun brain lebih ganteng daripada Mike. Tetapi Mike adalah ketua osis jadi posisinya di sekolah lebih tinggi daripada brain.

"Lo pengen gua hukum karena nyuekin gua? lo masih ingat kan gua masih ketua osis di sekolah ini."

"Kalau kamu ketua osis memangnya kenapa? aku gak akan takut selagi aku gak melakukan kesalahan," timpal Tasya cuek karena pagi-pagi sudah di bikin jengkel sama dua cowok yang sangat menyebalkan baginya.

"Sial, harga diri gua sebagai ketua osis terasa di rendahkan olehnya. Di saat yang lain pada tunduk sama gua, tu cewek selalu melawan."

Mike tidak tinggal diam, ia segera memarkirkan motornya dan berlari menghampiri tasya. Tasya merasa kaget karena Mike tiba-tiba merangkul pundaknya.

"Mike, lepasin! kenapa sih kamu selalu gangguin aku."

"Karena lo gak mau nurut sama gua."

"Emangnya kamu siapa aku? kok aku harus nurut sama kamu?"

Desas desis semua murit lain bermunculan ketika Mike merangkul pundak tasya. Tasya merasa tidak nyaman kemudian berlari menuju kelasnya. Sedangkan Brain yang melihat mereka berdua dari tadi rahangnya mendadak mengeras.

"Tasya," panggil brain saat Tasya sudah hampir memasuki kelasnya.

"Ngapain lo panggil-panggil tasya," sahut Mike yang baru saja sampai di depan kelasnya karena berlari mengejar Tasya.

"Apa urusan lo? mulut-mulut gua, terserah gua mau panggil siapa saja," timpal brain menatap Mike tajam

"Ya urusan gua lah,,,karena Tasya calon pacar gua," ucap Mike memancing emosi brain.

"lo gak tahu kalau kedudukan gua lebih tinggi dari lo,,,gua suami tasya," grutu Brain dalam hati.

"Mike, apa-apa'an sih kamu, siapa juga yang mau pacaran sama kamu," sahut Tasya jengkel.

"Idih, cupu aja sok jual mahal," sahut para murid lain yang menyaksikan perdebatan mereka.

"Ternyata selera lo rendah juga ya Mike," ucap Brain membuat tasya menatap tajam.

Bisa-bisanya suaminya merendahkanya seperti itu. Tasya kecewa kemudian masuk begitu saja meninggalkan dua cowok yang begitu menyebalkan baginya.

Brain menyeringai puas karena kesal kepada istrinya. Brainpun melangkah masuk ke kelasnya setelah puas membuat istrinya kesal.

"Awas saja lo berani berhubungan sama cowok itu, Sya."

Setelah sampai di dalam kelas, Debby sahabat tasya langsung berteriak memanggilnya.

"Sya, sini."

"Hai, Deb."

"Buset lo ngapain tadi sama duo cwo terkece di sekolah kita?

"Males aku bahas mereka, menyebalkan."

"Jangan-jangan mereka berdua naksir sama elo,sya. Aduh tiadak, tidak, tidak, kalau tampilan lo kayak gini mah gua pd bersaing sama elo. Tapi kalau lo tampil cantik, ampun dah aku kalah bestie."

"Ngomong apa sih, jangan ngaco deh, Deb," sahut Tasya makin pusing dengar ocehan sahabatnya.

"Eh, eh, sya."

"Apa lagi, Deb?"

"Lo kemana aja sih libur dua hari gak ngasih kabar ke gua? di tambah barengan lagi sama prince brain," ujar Debby penasaran.

"Ada urusan keluarga mendadak," timpal tasya.

"Tapi kok bisa barengan sama prince Brain?" tanya Debby penasaran sedangkan tasya hanya menaikan bahunya dan menggeleng kepalanya.

"Sudah-sudah jangan bahas dia," sahut tasya mulai membuka bukunya dan mencoba fokus. Namun bukanya fokus dia malah di ganggu lagi sama tomi cowok sekelasnya.

"Sya, lo kemana aja sih dua hari? lo ketinggalan kabar heboh, sya."

"Kabar apa, tom?"

"Kabar tentangku yang mencari-cari belahan jiwaku yang tidak masuk sekolah."

Tasya memutar bola matanya jengah.Baru juga pergi dua cowok resek. Kini datang lagi satu cowok lebay di depanya.

"Eh kampret Tom and Jerry, lo lagi lo lagi, sono pergi," usir Debby.

"Apa'an sih Deblong, orang gua gak nyari'in elo, gua kan nyari'in tasya, iya kan sya."

Tasya hanya diam masih fokus dengan buku yang ia baca. Ia tidak menghiraukan dua temanya yang beradu mulut di depanya.

"Hahahaha, kasian lo di kacangin, weeeek."

____________

Pada jam istirahat Tasya membuka dua bekal yang ia bawa dari rumah. Dia menolak ajakan Debby untuk makan di kantin.

Saat dia mulai memakan bekalnya, tiba-tiba brain datang mengambil salah satu bekal miliknya.

"Ini punya gua," ucap brain langsung pergi membawa bekalnya.

Tanpa mereka tahu Debby melihatnya namun Debby pura-pura tidak tahu.

"Sya, pantesan lo gak mau di ajak ke kantin, ternyata lo bawa bekal dari rumah. Ya ampun Sya, kita udah kelas sebelas tapi lo masih bawa bekal kayak anak tk saja."

"Emangnya kenapa sih, Deb, lebih sehat daripada makanan kantin kok."

"Tapi kok bekal lo sama kayak yang di bawa prince Brain ya say?"

"Uhuk, uhuk," Tasya tersedang ketika mendengar ucapan Debby.

"Nih minum dulu Sya."

"Makasih, Deb."

"Kok kayak ada yang di sembunyikan tasya dari gua," batin Debby.

"Jawab dong pertanya'an aku, Sya."

"Yang mana sih?"

"Kok bekal lo bisa sama seperti punya prince Brain?"

"Kebetulan aja mungkin," jawabnya cuek.

Suara keributan terdengar di luar kelas mereka. Debby yang penasaran pun keluar dan melihat. Sedangkan Tasya masih saja menyantap bekalnya.

"Ya ampun kasian banget Prince Brain buat rebutan cewek-cewek centil. Lihat sya, sini cepetan kemari."

Mendengar suaminya di buat rebutan para cewek membuat Tasya segera keluar melihatnya. Tasya melihat Brain dengan memanyunkan bibirnya karena kesal. Sedangkan Brain tersenyum melirik istrinya.

"Sya ikut gua," tiba-tiba Mike menarik tangan tasya entah mau di bawa kemana.

Sedangkan brain yang melihatnyapun segera kabur dari kerumunan fansnya dan mengejar istrinya yang di bawa pergi Mike.

"Mike, lepasin! ada apa sih?"

"Ikut gua, ada yang ingin gua omongin sama lo."

"Lepasin dulu! ngomong di sini kenapa sih?"

"Mike, kok lo narik-narik si cupu sih?" teriak Acnes salah satu anggota osis juga.

"Bukan urusan elo."

"Lepasin dia," teriak Brain mencekal pergelangan tangan Tasya yang satunya.

Sedangkan Acnes di buat melongo melihat Mike dan Brain seolah sedang berebut Tasya si cewek culun di matanya.

"Lo lagi lo lagi, ngapain sih lo ikut campur terus Brain? Mike merasa kesal karena lagi-lagi Brain merusak momentnya bersama Tasya.

"Brain sayang, ngapain sih kamu pegang-pegang si culun? sini mending pegang tangan aku," ucap Acnes agresiv kepada Brain.

"Sya, ikut gua," Brain menarik tasya mengajak ia pergi meninggalkan Mike dan acnes. Acnes merasa kesal karena di cuekin Brain. Begitupun Mike juga merasa kesal dengan Brain.Kalau Brain bukan anak pemilik sekolah ini. Pasti Mike sudah menghajar brain habis-habisan. Tapi sayangnya Jonatan adalah pemilih sekolah yang ia tempati.

Episodes
1 Pertemuan setelah sekian lama menghilang
2 Kebencian Brain pada Tasya
3 Mencari tahu tentangnya
4 Mencuri waktu
5 Mengabaikan brain
6 Terbongkar penyamaran tasya
7 Rencana lamaran
8 Jelma'an malaikat pencabut nyawa
9 Lamaran
10 Berangkat bersama
11 fitting kebaya
12 Brain menghilang
13 Syah
14 Kejadian di malam pertama
15 Kelicikan pasutri muda
16 pindah rumah
17 Gagal lagi
18 satu ranjang
19 Berebut tasya
20 melayani suami
21 Kecewa & Cemburu
22 Gagal menghukum
23 Membalas sang suami
24 Kecemburuan Tasya dan Brain
25 Pura-pura marah
26 Menggoda tasya
27 Sisi lain brain
28 di introgasi
29 Kejadian di kamar
30 Ketahuan
31 Menemukan anak asing
32 Dua anak cukup
33 Quality Time
34 Menghindar dari Boy dan Benny
35 Mencintainya
36 Ke panti asuhan
37 I Love You,Sya
38 Memulai kembali dari awal
39 pura-pura
40 Setatus pacaran
41 Bucin
42 membobolkan gawang pertahanan
43 Kesalah fahaman
44 Baikan
45 duo bucin kembali ke sekolah
46 ke cafe brain
47 Benny tahu semuanya
48 Gara-gara Benny
49 Kematian orang tua Tasya
50 Suasana Duka
51 Kembali ke Jakarta
52 Kembali ke rutinitas
53 Bencana ke dua kalinya
54 Family Time
55 Kemarahan Boy
56 Boy dan Debby
57 Emosi si Boy
58 Emosi Boy
59 Mimpi
60 Ke makam almarhumah Mona
61 Percobaan Bunuh Diri
62 Sedikit Peduli
63 Jadian
64 Double date
65 Kepergian Brain
66 Hari pertama di Universitas
67 Bakat Anak Yang Tertukar
68 Jebakan Arabella
69 Mensekakmat Lawan
70 Masalah yang terpecahkan
71 Rencana resepsi pernikahan
72 Kedatangan tiba-tiba
73 Ke Kampus Berdua
74 Pesta Resepsi
75 Resepsi 2
76 Membujuk Anak Nakal
77 Gejala bla-bla-bla
78 Adik untuk Cessa
79 Ngidam Aneh
80 Makin Sensitive
81 Rujak Buah Mangga
82 Keracunan Buah Mangga
83 Pusing Karena Cessa
84 Cessa vs Benny
85 Tujuh Bulanan
86 Kelahiran anak ke-2
87 Kedatangan Para Sahabat
88 Beberapa tahun kemudian
89 Terpaksa menikah
90 Mencuri First Kiss
91 fitting baju
92 Di pingit
93 Happy Ending
94 Ekstra Part
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Pertemuan setelah sekian lama menghilang
2
Kebencian Brain pada Tasya
3
Mencari tahu tentangnya
4
Mencuri waktu
5
Mengabaikan brain
6
Terbongkar penyamaran tasya
7
Rencana lamaran
8
Jelma'an malaikat pencabut nyawa
9
Lamaran
10
Berangkat bersama
11
fitting kebaya
12
Brain menghilang
13
Syah
14
Kejadian di malam pertama
15
Kelicikan pasutri muda
16
pindah rumah
17
Gagal lagi
18
satu ranjang
19
Berebut tasya
20
melayani suami
21
Kecewa & Cemburu
22
Gagal menghukum
23
Membalas sang suami
24
Kecemburuan Tasya dan Brain
25
Pura-pura marah
26
Menggoda tasya
27
Sisi lain brain
28
di introgasi
29
Kejadian di kamar
30
Ketahuan
31
Menemukan anak asing
32
Dua anak cukup
33
Quality Time
34
Menghindar dari Boy dan Benny
35
Mencintainya
36
Ke panti asuhan
37
I Love You,Sya
38
Memulai kembali dari awal
39
pura-pura
40
Setatus pacaran
41
Bucin
42
membobolkan gawang pertahanan
43
Kesalah fahaman
44
Baikan
45
duo bucin kembali ke sekolah
46
ke cafe brain
47
Benny tahu semuanya
48
Gara-gara Benny
49
Kematian orang tua Tasya
50
Suasana Duka
51
Kembali ke Jakarta
52
Kembali ke rutinitas
53
Bencana ke dua kalinya
54
Family Time
55
Kemarahan Boy
56
Boy dan Debby
57
Emosi si Boy
58
Emosi Boy
59
Mimpi
60
Ke makam almarhumah Mona
61
Percobaan Bunuh Diri
62
Sedikit Peduli
63
Jadian
64
Double date
65
Kepergian Brain
66
Hari pertama di Universitas
67
Bakat Anak Yang Tertukar
68
Jebakan Arabella
69
Mensekakmat Lawan
70
Masalah yang terpecahkan
71
Rencana resepsi pernikahan
72
Kedatangan tiba-tiba
73
Ke Kampus Berdua
74
Pesta Resepsi
75
Resepsi 2
76
Membujuk Anak Nakal
77
Gejala bla-bla-bla
78
Adik untuk Cessa
79
Ngidam Aneh
80
Makin Sensitive
81
Rujak Buah Mangga
82
Keracunan Buah Mangga
83
Pusing Karena Cessa
84
Cessa vs Benny
85
Tujuh Bulanan
86
Kelahiran anak ke-2
87
Kedatangan Para Sahabat
88
Beberapa tahun kemudian
89
Terpaksa menikah
90
Mencuri First Kiss
91
fitting baju
92
Di pingit
93
Happy Ending
94
Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!