Penyakit Yang Aneh

Hari demi hari berlalu, Profesor Andi yang pergi beberapa hari ke Kutai Barat kini telah kembali bersama istri dan putrinya.

Pagi itu, Prof Andi bersama Rani baru saja pulang dari Rumah Sakit memeriksa keadaan putri mereka yang di panggil Tiara.

Telah beberapa lama Tiara mengidap suatu penyakit aneh yang belum di temukan obatnya oleh pihak kedokteran.

Dalam beberapa hari ini, di punggung Tiara timbul bercak bercak berwarna kebiruan sebesar telapak tangan bayi. Prof Andi tidak berani memberitahukan hal tersebut kepada orang lain selain ke empat Profesor yang menjadi rekan kerjanya.

Bukan hanya Tiara kecil saja yang mengalami hal seperti itu. Putra juga mengidap penyakit yang sama bahkan kini menjadi semakin parah melebihi tubuh Tiara.

Prof Andi yang saat itu baru tiba di rumahnya di Kota Silim segera berkata kepada istri dan mertuanya.

"Buk, Ran, aku akan pergi ke pulau bersama Tiara. Uji coba Projek itu harus di laksanakan besok."

"Aku ikut," Ucap Rani kepada suaminya.

"Kau disini saja, sayang Ibu sendirian di rumah." Jawab Andi.

"Tidak apa apa Nak, Ibu kan ada Bibi dan Mbak Yu mu. Biarkan lah Rani ikut. Dia sangat khawatir dengan keadaan Tiara." Jawab ibunya yang sudah tampak memutih rambutnya.

"Baiklah, bersiaplah." Seruan Andi kepada istrinya membuat Rani segera beranjak ke kamar dimana putrinya yang berusia 13 tahun sedang berada.

.---***---. .---***---. .---***---.

Sore hari di Pulau Bana, terlihat Pasukan BISA berjaga ketat di sekitaran pulau. Mereka mendapat perintah dari atasan mereka bernama Raja untuk melakukan penjagaan dari serangan pemerintah yang beberapa hari lalu telah menyelidiki keadaan pulau dan berhasil tertangkap oleh Pasukan BISA (Bana Island Secret Army).

Di ruangan dalam, terlihat beberapa ilmuan sedang bekerja keras dibantu anak buah mereka yang sedang menyiapkan tempat Uji Coba di ruangan bawah tanah gedung besar dimana Raja dan Santi tinggal bersama Putra dan pelayan pelayan cantik mereka.

Tak berapa lama kemudian, terlihat sebuah Speedboat yang merapat ke dermaga mereka disebelah kanan Bangunan induk.

Di dalamnya terlihat Prof Andi bersama istri dan anak nya. Putra yang sedang berada di depan rumah besarnya segera berteriak ketika melihat mereka,

"Kak, Papa Andi, Mama Rani, mari masuk."

Melihat keponakannya berseru senang, Andi bertanya,

"Putra, mana ibu dan ayah mu?"

"Mereka di dalam Pa, ayo," Putra segera menarik lengan Tiara Kakak sepupunya yang 5 tahun lebih tua darinya menuju ke dalam dimana orang tuanya berada.

"Eh, Kakak, Kak Andi, kalian sudah pulang?" Tanya Raja menyambut mereka.

"Ya, kemarin kami baru tiba." Jawab Andi.

"Ran, kau bawalah Tiara ke kamar, aku akan melihat mereka di dalam." Seru Andi yang langsung menuju ke ruang penelitian bersama Raja yang berjalan di belakangnya.

Setelah beberapa jam membantu persiapan mereka, Andi mengajak semua untuk makan malam bersama.

Keesokan paginya, ketika para ilmuan berada di ruang uji coba untuk melakukan pengujian atas serum G.M.S (Gold Mind Serum), mereka semua dikagetkan oleh teriakan Tiara yang berada di hutan belakang bangunan besar.

"Tolong,,, Papa,, Mama,,, tolong,,," Tiara berteriak sekuat tenaga.

Segera mereka berlarian ke arah suara tersebut. Ketika Andi bersama Prof Wang, Prof Chow dan Prof Mike tiba, mereka melihat ramai orang mengurung sesuatu.

Begitu dia masuk kerumunan itu, Andi kaget melihat Putra yang pingsan dengan muka membiru kehijauan telentang dengan napas kembang kempis.

"Putra kenapa?" Tanya Andi dengan suara keras kepada Tiara.

Tiara menceritakan bahwa selesai mereka sarapan tadi, Putra mengajaknya ke tempat rahasia yang biasa mereka datangi untuk bermain di hutan itu.

"Biasanya kami hanya bermain main dengan lumpur ini. Tapi tadi Putra penasaran dan menjilat lumpur itu lalu dia pingsan." Seru Tiara ketakutan.

Andi segera berlari ke dalam dimana Putra telah di gendong ayahnya lebih dulu ke dalam.

"Raja, mau apa kau?" Tanya Andi melihat Raja yang panik menggendong Putra keluar.

"Aku akan membawanya ke rumah sakit Kak," Jawab Raja Panik.

"Jangan, bawa masuk ke ruang Lab sekarang." Perintah Andi yang di turuti oleh Raja segera.

Prof Mike segera diberi tahu oleh Andi bahwa mereka terinfeksi cairan yang dulu membuat Hans menjadi Hogen. (Baca Cerita SIHIR SATRIA PEDANG NAGA).

Andi di bantu Mike, Wang dan Chow segera mempersiapkan campuran cairan kimia ke dalam G.M.S yang akan mereka uji coba.

Tak lama kemudian, Uji Coba kepada Hewan Percobaan pun di lakukan. Beberapa tenaga kesehatan bawahan para Profesor itu masih tampak berusaha menolong dan menyelamatkan Putra semampu mereka.

Melihat Uji Coba mereka berhasil, segera beberapa Injeksi di isi cairan G.M.S dan seketika di suntikkan kepada Putra yang kemudian perlahan lahan tampak semakin membaik dan pulih.

"Panggil Tiara kemari," Perintah Andi kepada bawahan yang membantunya.

Segera seorang bawahan berpakaian putih berlari menuju ke ruang tengah dimana Rani, Santi dan Tiara sedang menangis memikirkan nasib Putra.

"Non, di panggil Papa sekarang juga."

Terlihat Tiara digandeng Rani menuju ke ruang riset mereka. Santi yang masih menangis terlihat berjalan di depan Kakak iparnya.

"Tiara, kemari Nak, ayah sudah menemukan obat untuk menyembuhkan kalian." Seru Andi tertawa dengan linangan air mata bahagia di pipinya.

Segera Andi di bantu Mike dan Wang segera menyuntikkan G.M.S kepada Putrinya dan Perlahan lahan, Lepuhan di sekitar punggung Tiara tampak menghilang perlahan lahan.

Memang sangat hebat cairan Gold Mind Serum itu. Campuran cairan kimia yang telah dicampur dengan virus rabies dari kera yang telah mengalami evolusi langsung melekat di sel darah yang mengikat O2 yang dibawa langsung ke otak ke pusat rasa nyeri.

Serum G.M.S sebenarnya tidak menyembuhkan penyakit. Hanya saja menekan saraf yang membuat virus berkembang dan membunuh virus virus yang bertentangan dengan sifat Serum yang ada di dalam tubuh.

Tak lama setelah menyuntikkan serum ke lengan Tiara, Prof Andi di ajak oleh Raja bersama para ilmuan kepala yang terdiri dari Prof Wang, Prof Mike, Prof Chow dan Prof Albert ke ruang khusus di sebelah belakang bawah tanah itu.

"Kak, kami dari kemarin belum sempat memberitahukan kepadamu hal yang sangat penting." Seru Raja dengan wajah serius.

"Masalah apa yang kau maksud Raja?" Tanya Andi dengan alis berkerut.

Melihat Raja sedikit ragu menjelaskan kepada kakak ipar nya yang memang jauh lebih tua darinya itu, Prof Mike berkata,

Enam hari yang lalu, mata mata pemerintah kemari menyelidiki pulau, mereka bertiga berhasil kami tangkap sekarang ada di gudang belakang." Jelas Prof Mike yang lalu disambung oleh Raja.

"Kemarin pagi, aku mengancam mereka dan mereka membuka suara bahwa awalnya mereka datang berlima, dua diantara mereka berhasil kabur mencuri catatan kalian."

"Ah,,, Untuk apa mereka mencuri hal itu?" Tanya Andi kepada dirinya sendiri.

Meski terdapat sedikit ganjalan tentang hal itu, Prof Andi dan rekan rekan nya merasa bahagia tentang keberhasilan Riset mereka.

Saat pesta jamuan makan malam itu di buat oleh Raja yang memiliki ratusan pasukan di pulaunya, Prof Andi dan empat rekan nya serta belasan bawahan nya dalam proyek tersebut segera melupakan catatan mereka yang di curi pihak pemerintah.

Sebenarnya yang mencuri catatan Serum Gold Mind yang belum sempurna itu adalah orang orang bawahan Kaja dan Edo yang kini telah membangun sebuah perkumpulan yang terdiri dari puluhan orang bawahan di pinggir pulau Kalimantan Timur sebelah Utara.

Bersambung ...

Terpopuler

Comments

Ghie Noerback Al-fariezzie

Ghie Noerback Al-fariezzie

up yg rajin thor semangat

2022-10-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!