sebarapapun Fatahillah berusaha menghancurkan pagar gaib itu, namun ternyata usahanya hanya sia-sia belaka. bahkan tenaganya terkuras banyak hanya untuk pagar gaib itu.
"sial, kuat sekali pagar gaib ini" Fatahillah kelelahan dengan nafas yang memburu, keringat telah membasahi bajunya
"Langon"
goaaaaarrrrr
harimau putih datang dan menghampirinya, bermanja di kaki Fatahillah.
"kamu menemukan orang yang kamu kejar itu...? Fatahillah berjongkok dan mengelus kepala harimau putih
harimau putih menggeleng pertanda orang yang ia kejar saat menyelamatkan Hasan di alam gaib tidak ia temukan.
"tidak apa-apa, sekarang bantu aku membuka pagar gaib ini ya"
goaaaaarrrrr
Fatahillah kembali berdiri, ia membaca mantra dan keluarlah keris di telapak tangannya. Kerispatih miliknya yang diwariskan kakek Halim untuknya.
"kamu siap Langon...?"
goaaaaarrrrr
"baiklah, mari kita mulai. gunakan kekuatanmu untuk membantuku"
Fatahillah kembali konsentrasi. dirinya bersama harimau putih menghadap ke arah rumah besar di hadapannya. ia kemudian menggunakan kekuatan dari Kerispatih dan sebagian kekuatannya ia gabungkan dengan kekuatan keris itu.
harimau putih mengeluarkan cahaya putih dari tubuhnya hingga disekitar mereka terang benderang karena cahaya milik harimau putih.
"serang" Fatahillah memberi perintah
Fatahillah mengarahkan kerisnya ke depan, sihir dari keris itu keluar bergabung dengan kekuatan miliknya sementara harimau putih melesatkan cahayanya ke pagar gaib itu.
ddduuuaaaar
ddduuuaaaar
dua kali ledakan terdengar, pagar gaib terbuka namun Fatahillah harus terpental jauh. untungnya harimau miliknya menahan tubuhnya sehingga tuannya tidak menabrak tembok dinding yang tinggi sebagai pembatas dengan rumah yang lain.
"terimakasih Langon" Fatahillah bangun dan memeluk peliharaannya itu
"kamu berjaga di luar ya, aku akan masuk ke dalam" ucap Fatahillah dan harimau putih menganggukkan kepalanya
Fatahillah berlari masuk ke dalam rumah. suasananya begitu sepi dan mencekam. ia mencari keberadaan pak Umar, ibu Rosida, Hanum, Fauzan, Hasan serta dokter Yusuf yang tadi datang ke tempat itu untuk memeriksa kembali Hasan.
ia memeriksa ke kamar Hasan karena Fauzan menghubunginya, seakan memberitahu bahwa Hasan dalam bahaya meskipun Fauzan belum sempat mengatakan yang sebenarnya karena panggilannya langsung terputus.
tangan Fatahillah membuka pintu kamar Hasan. ia tidak bisa membukanya karena terkunci dari dalam. lebih tepatnya seseorang menggunakan sihir untuk mengunci pintu itu agar siapapun tidak bisa membukanya.
Fatahillah menaruh tangannya di daun pintu kemudian membaca sesuatu. keluar cahaya biru dari telapak tangannya menyinari seluruh daun pintu tersebut dan
braaaakkk
satu tendangan membuat pintu itu terbuka lebar. di dalam kamar, Hasan sedang mencekik leher pak Umar. kedua kaki laki-laki itu sudah tidak berinjak di lantai.
buaaaak
praaaaaang
dugh
Fatahillah menendang punggung Hasan sehingga laki-laki itu menabrak meja yang diatasnya ada gelas berisi air. gelas itu jatuh dan pecah berserakan di lantai. sementara Hasan tersungkur ke dinding kamar.
pak Umar jatuh ke lantai dengan nafas yang tersengal-sengal dan terbatuk-batuk. matanya memerah mengeluarkan air.
"bapak tidak apa-apa...?" tanya Fatahillah
"tidak apa-apa, terimakasih sudah menolong saya" pak Umar mencoba mengatur nafasnya
Hasan kembali menyerang keduanya dengan pecahan gelas yang ia ambil di lantai. Fatahillah menangkis serangan itu, mata mereka saling bertatapan. dapat Fatahillah lihat, mata Hasan berwarna hitam pekat tanpa ada warna putih dimatanya. kini ia tau kalau Hasan sedang dirasuki.
"pak keluar dari sini" perintah Fatahillah kepada pak Umar
pak Umar patuh dan berdiri meninggalkan kamar itu, sementara Fatahillah masih melawan Hasan.
"audzubillahi minasyaitonirrajim bismillahirrahmanirrahim" Fatahillah memegang kepala Hasan berniat mengeluarkan sosok jahat yang bersemayam di tubuh laki-laki itu
"aaaaagghhh" teriakan Hasan melengking, ia mendorong Fatahillah menjauh darinya kemudian berlari ke luar kamar
Fatahillah bangkit dan mengejar Hasan, rupanya di luar keadaan sedang tidak baik-baik saja.
rumah itu dipenuhi dengan awan yang gelap, mendung seperti akan hujan badai. Fatahillah melihat ibu Rosida ingin menggantung dirinya sendiri. wanita itu tidak sadar dengan apa yang dia lakukan.
Fatahillah hendak menolong ibu Rosida namun ternyata ia juga melihat Fauzan akan menggorok lehernya sendiri dengan pisau dapur.
Fatahillah mengeluarkan sihirnya, dan menyerang Fauzan. Fauzan tersungkur ke lantai dan pisau yang ia pegang terlepas dari tangannya. Fauzan marah dan melempar pisau yang ia pegang tadi ke arah Fatahillah. namun pisau itu tidak menyentuh Fatahillah karena harimau putih menangkapnya menggunakan mulutnya.
"Langon, tolong urus dia...aku harus menyelamatkan yang lain"
goaaaaarrrrr
Fauzan menjadi urusan harimau putih sementara Fatahillah buru-buru menyelamatkan ibu Rosida yang sudah menggelepar seperti ayam karena lehernya yang diikat tali.
Fatahillah menurunkan ibu Rosida, wanita itu melawan namun Fatahillah memukul tengkuk ibu Rosida sehingga dirinya pingsan seketika.
"Fatah" Yusuf datang menghampiri Fatahillah
"Yus, kamu tidak terkena sihir...?" tanya Fatahillah setelah membaringkan ibu Rosida di sofa
maksud dari Fatahillah adalah apakah Yusuf tidak terkena sihir yang dapat membuat dirinya kehilangan akal dan kendali sehingga sihir itu dapat mengendalikan dirinya dan membuat diri mereka bunuh diri seperti yang akan dilakukan Fauzan dan ibu Rosida
"aku sudah merasakan sihir itu saat datang tadi dan kamu pulang. makanya itu aku bersiap membentengi diriku dengan kemampuan yang aku miliki. walaupun hampir saja aku terkena seperti yang lain, tapi untungnya dengan dzikir Tuhan menyelamatkan aku. sekarang kita harus mencari yang lain. Hanum aman bersama paman Odir, tapi Hasan aku tidak melihat keberadaannya"
"bukannya tadi kamu datang ingin memeriksa keadaan Hasan...?"
"sudah aku periksa, dan setelah memeriksa Hasan, aku ke kamar Hanum hingga tidak berapa lama mereka semua menjadi aneh"
"lalu dimana pak Odir dan pak Umar...?"
"itu dia yang aku tidak tau. Hasan pun tidak terlihat"
"tadi Hasan hampir saja membunuh pak Umar, untungnya aku datang tepat waktu"
"kita tidak bisa berdiam diri, kita harus mencari mereka"
goaaaaarrrrr
"Langon, dimana Fauzan...?" Fatahillah mendekati harimau putih yang datang menghampiri mereka
harimau putih itu mendorong tubuh Fatahillah agar berjalan ke depan. Fatahillah yang paham jika harimau miliknya itu ingin ia mengikutinya.
"Fatah, sepertinya dia ingin kita mengikutinya" ucap Yusuf
"baiklah, antar aku kemana tujuanmu" ucap Fatahillah kepada harimau putih
harimau putih berlari ke arah luar, Fatahillah dan Yusuf mengikutinya. tiba di luar mereka dihadapkan dengan para ninja yang sudah berada di halaman depan rumah. pak Odir dan pak Umar rupanya sudah berada di depan itu, sementara Hasan yang masih di rasuki berada di depan pasukan para ninja itu.
"Hasan, apa yang kamu lakukan...kenapa bersama dengan mereka...?" pak Odir bertanya kepada keponakannya itu
"pak, dia bukan Hasan. dirinya dirasuki, lihatlah matanya, itu bukan mata milik orang biasa" Fatahillah datang bergabung bersama pak Umar dan pak Odir
Anto yang menjadi satpam dan beberapa penjaga lainnya masih seperti tadi keadaan mereka. berdiri diam karena terkena gendam.
pak Odir memperhatikan mata Hasan yang berwarna hitam penuh tanpa ada warna putih. Hasan tersenyum menyeringai dengan mimik yang menakutkan.
"apa tujuan kalian datang ke tempat ini...?" tanya pak Umar
"tentu saja kami datang untuk mengambil nyawamu Umar" Hasan menjawab dengan suara yang terasa berat, bukan suara asli laki-laki itu
"maka kalau begitu bermimpilah dulu sebelum mengambil nyawaku" jawab pak Umar
"serang" Hasan memberikan perintah
para ninja itu mengepung keempatnya. pak Umar, pak Odir, Fatahillah dan Yusuf bersiap dengan punggung mereka yang saling bertemu.
"hiyaaaaaa"
bugh
satu pukulan yang dilayangkan Fatahillah membuat salah satu ninja itu langsung terkapar dan mati ditempat.
para ninja yang lain begitu kaget, hanya satu pukulan membuat teman mereka mati seketika dengan dada yang terluka.
"kurang ajar"
pedang samurai mulai mereka hunuskan. Fatahillah mengeluarkan kerisnya sementara yang lain menggunakan tangan kosong karena tidak mempunyai senjata untuk digunakan sebagai perlindungan.
Fatahillah mengincar Hasan, ia harus mengeluarkan sosok yang merasuki tubuh laki-laki itu. sementara Hasan mengincar pak Umar. sosok yang merasuki tubuhnya memang berniat untuk membunuh pak Umar.
Hasan menebaskan samurai miliknya ke arah pak Umar. untungnya Fatahillah menangkis dengan kerisnya dan memukul mundur Hasan.
"pak, pakai ini" Fatahillah memberikan kerisnya kepada pak Umar
"lalu kamu bagaimana...?" pak Umar ragu untuk mengambil keris itu
"yang mereka incar adalah bapak, keris itu akan melindungi bapak. buat lingkaran menggunakan keris itu dan masuk ke dalam lingkaran itu, pagar gaib dari keris itu tidak akan bisa membuat mereka untuk menyentuh bapak"
pak Umar akhirnya mengambil keris itu. karena dirinya yang memang tidak begitu pintar dalam bela diri, maka dari itu Fatahillah melindungi pak Umar dengan caranya sendiri.
sementara pak Odir dan Yusuf yang memang ahli bela diri, mereka berdua menghabisi satu persatu para ninja itu.
pak Umar melakukan seperti yang dikatakan Fatahillah. ia membuat garis lingkaran dengan keris milik Fatahillah kemudian dirinya masuk ke dalam lingkaran itu.
benar saja, pagar gaib dari keris itu dapat melindungi dirinya. para ninja itu yang berusaha untuk mencelakai pak Umar langsung terpental saat mengenai pagar gaib tersebut.
"harusnya kamu tidak ikut campur anak muda" Hasan menatap tajam Fatahillah
"saya tentu tidak akan berdiam diri hanya melihat ada orang yang terancam nyawanya karena makhluk hina seperti mu" Fatahillah menatap dingin laki-laki yang berdiri beberapa meter di depannya
"kamu tidak tau sedang berurusan dengan siapa anak muda. setelah ini hidupmu tidak akan pernah aman kemanapun kamu pergi"
"saya punya Tuhan yang akan melindungi kemanapun saya pergi. lebih baik keluar dari tubuh laki-laki itu"
"hahaha, siapa kamu berani memerintah ku"
"jika kamu tidak mau maka akan aku keluarkan kamu dengan cara yang kasar"
"silahkan saja jika kamu bisa"
Fatahillah mengeluarkan sesuatu dari lehernya. ia mengambil tasbih miliknya yang ia jadikan sebagai kalung.
"kamu ingin melawanku dengan benda murahan seperti itu...?" Hasan tersenyum mengejek
"saya akan perlihatkan kepadamu bagaimana benda ini membuatmu teriak kesakitan" Fatahillah tersenyum tipis
Hasan berlari menyerang, Fatahillah pun maju melawan. tinju keduanya sama-sama bertemu, namun Hasan kesakitan karena Fatahillah melilitkan tasbih miliknya di tangannya.
"bagaimana, sakit bukan...?" Fatahillah tersenyum simpul
"hhh, tidak semudah itu untuk mengalahkan ku anak muda" Hasan menyeringai
peratarungan diantara keduanya kembali terjadi. baik Fatahillah maupun Hasan, kekuatan mereka sama-sama seimbang.
Hasan mengeluarkan sihir di telapak tangannya. asap hitam mengepul di kedua tangan Hasan. ia melesatkan asap itu ke arah Fatahillah.
Fatahillah membentengi dirinya dengan duduk bersila dan berdzikir. banyaknya asap yang itu yang menyerangnya hanya terpental dan kembali menyerang tuannya.
Hasan menghindar dari serangannya sendiri. suara ledakkan terdengar lagi. saat Hasan masih sibuk menghindari sihirnya yang balik menyerang dirinya sendiri, saat itu juga Fatahillah melesat cepat ke arahnya dan mencekik lehernya kemudian mengalungkan tasbihnya ke leher Hasan.
Hasan teriak menjerit-jerit karena kesakitan. Fatahillah memegang ubun-ubun Hasan dan membaca ayat kursi serta doa ruqyah lainnya.
tubuh Hasan bergetar, suaranya menggelegar terdengar begitu keras.
"Allahu Akbar" teriakan dari Fatahillah membuat tubuh Hasan langsung jatuh ke tanah dan pingsan
sementara iblis yang merasuki Hasan dimusnahkan oleh Fatahillah dengan mencekik lehernya yang ia lilitkan menggunakan tasbih miliknya.
makhluk yang bertanduk dengan gigi yang bertaring dan mata yang hitam, musnah menjadi abu di tangan Fatahillah.
sementara semua para ninja dihabisi oleh pak Odir dan Yusuf. pak Umar yang merasa dirinya sudah aman, keluar dari pagar gaib yang dibuat olehnya dari keris Fatahillah.
para penjaga dan pak Anto tersadar dari gendam. kini keadaan kembali normal seperti sebelumnya.
Hasan diangkat oleh Fatahillah dan Yusuf membawanya masuk ke dalam rumah. mereka membawa Hasan ke dalam kamarnya.
ibu Rosida dan Fauzan pun telah sadar setelah tadi mereka pingsan.
"pak, apa terjadi. kenapa wajah bapak babak belur seperti itu...?" tanya ibu Rosida
"kita diserang bu, untungnya ada mereka yang menolong kita" pak Umar melihat pak Odir, Fatahillah dan Yusuf
"lalu Hanum bagaimana...?"
"dia akan di kamarnya bu" jawab Yusuf
"Fatahillah, terimakasih sekali lagi telah menyelamatkan nyawa kami semua. saya berhutang budi banyak kepada kamu" ucap pak
"jangan seperti itu pak. selama saya bisa membantu maka saya akan bantu. sebaiknya kalian semua istrahat, saya harus pulang ke rumah" Fatahillah melihat jam tangannya
"sudah larut malam mas Fatah, istrahat saja di sini" ucap Fauzan
"maaf, saya tidak bisa. saya harus melihat keadaan ibu saya"
"saya antar, ayo" Yusuf menawarkan diri
mereka berdua kemudian pamit kepada semua orang dan meninggalkan rumah itu. namun ibu Rosida meminta Fatahillah agar esok hari dirinya harus datang lagi dan Fatahillah mengiyakan.
mobil milik Yusuf keluar dari halaman rumah pak Umar menuju ke kediaman Fatahillah.
__________________________________
catatan :
yang menunggu kelanjutan ceritanya sekarang sudah ada ya. cerita Fatahillah akan aku lanjutkan lagi mulai dari up episode ini.
terimakasih yang sudah membaca, jangan lupa like dan komentar yang bijak 🙏🙏😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Endro Budi Raharjo
mayatnya berserakañ?
2025-03-22
0
Silvi Vicka Carolina
trus mayatnya ..........
2025-02-01
0
Nusa thotz
koq gak jelas ya...bukannya td tlp nya ngomongin Hanum...ini malah blm ketemu Hanumnya malah pulang?
2024-08-15
0