Bab. 20

Foster membuka kedua matanya dan mulai merasakan kalau kaki dan kedua tangannya tidak lagi bisa bergerak dengan bebas. Pria itu berusaha mengingat apa yang terakhir kali ia alami. Alisnya saling bertaut dan ada senyum tipis di bibirnya. Walau tidak tahu siapa lawannya saat ini, tetapi Foster begitu percaya diri kalau dia akan segera bebas. Anak buahnya tidak akan mungkin diam saja. Foster merasa yakin kalau tidak lama lagi anak buahnya akan menyadari kalau dia hilang dan segera mencarinya.

Sebetulnya bisa dibilang penculikan ini bukan pertama kalinya terjadi. Sudah sering Foster mengalami hal yang serupa. Tidak sampai 24 jam dia akan kembali ke rumahnya. Bahkan hal yang sangat aneh, justru orang yang sudah berani menculiknya berakhir dengan cara bertekuk lutut di hadapannya. Kali ini Foster merasa sangat yakin kalau hal-hal seperti itu akan terulang lagi. Ia belum sadar kalau orang yang sudah menculiknya kali ini bukan orang yang biasa.

"Kenapa harus ada masalah seperti ini di saat aku sedang mencari Daisy! Menganggu saja!" umpat Foster kesal.

"Kau mencari Daisy?" sahut Nyonya Gulnora.

Foster segera mengangkat kepalanya dan memandang ke depan. Pria itu sama sekali tidak menyangka kalau sejak tadi Nyonya Gulnora ada di depannya. Wanita paruh baya itu duduk sambil menikmati kopi yang tersaji di atas meja. Foster kaget Bukan main ketika menyadari kalau orang yang sudah menculiknya adalah seorang dosen di Universitas tempatnya belajar.

"Apa yang anda lakukan di sini Nyonya Gulnora. Anda sudah pikirkan matang-matang sebelum membawa saya ke tempat ini? Sebenarnya apa yang ingin anda dapatkan dari saya? Anda ingin uang? Tanpa Anda minta saya akan mengirimkannya setiap bulan selama anda berjanji untuk menjaga Daisy." Foster diam sejenak sebelum melanjutkan perkataannya. "Oh Ya, saya tahu sekarang. Anda menangkap saya karena anda merasa bersalah bukan? Anda takut saya menghukum anda karena anda tidak berhasil menjaga Daisy dengan baik. Sampai-sampai Daisy hilang seperti sekarang. Sebenarnya saya tidak menyalakan Anda sejak saya tahu kalau Daisy hilang. Tetapi jika sikap Anda seperti ini justru saya curiga kepada anda. Jangan-jangan Anda terlibat dalam hilangnya Daisy," tuduh Foster begitu saja.

"Tuan, Kenapa Anda menuduh saya sejahat itu? Saya memang sudah tua dan tidak berguna, tetapi saya tidak mungkin mencari uang dengan cara menyusahkan orang lain. apalagi sampai mencelakai mahasiswi tempat saya bekerja. Semiskin-miskinnya saya, saya masih menggunakan logika ketika mencari rejeki. Jadi, tolong jangan tuduh saya seperti itu jika anda tidak memiliki bukti. Bukankah sebenarnya yang sudah menculik Daisy adalah anda sendiri? Kenapa sekarang anda membalikkan fakta seolah-olah saya yang salah. Apa memang seperti ini sifat orang kaya? Selalu melemparkan kesalahan kepada yang lemah. Mentang-mentang memiliki uang banyak bisa seenaknya saja menuduh orang lain. Tanpa bukti lagi. Mungkin kalau Anda mengatakan tuduhan anda yang seperti tadi di depan polisi, pasti saya sudah ditangkap dan dipenjara. Bukan karena saya bersalah. Tetapi karena orang yang sudah menuduh saya adalah orang yang penting bagi negara ini." Nyonya Gulnora sangat kesal melihat Foster. Namun, dia juga tidak bisa berkata kasar karena selama ini Foster merupakan mahasiswa yang baik dan sopan. Nyonya Gulnora masih memandang sisi baik Foster selama ini.

Foster tertawa hingga suaranya memenuhi ruangan sempit tersebut. "Saya menuduh anda? Apa maksud Anda, Nyonya Gulnora? Dan, Kenapa Anda memiliki pemikiran kalau saya akan menculik Daisy? Jika memang saya ingin menculik dia, sudah sejak kemarin dia saya culik. Kenapa harus sekarang? Saya sangat mencintai Daisy dan menghargai perasaannya. Saya tidak mungkin melakukan hal yang membuat wanita yang saya cintai kecewa," sahut Foster geram.

Nyonya Gulnora semakin ragu untuk menuduh Foster lebih jauh lagi. Jika diingat-ingat lagi memang selama ini Foster sangat menjaga dan menghargai Daisy. Rasanya Nyonya Gulnora sendiri masih tidak percaya kalau Foster yang sudah menculik Daisy.

"Maafkan saya tuan. Mungkin memang awalnya saya sangat percaya sama anda. Bahkan berpikir kalau tidak mungkin anda yang melakukan semua ini. Tetapi bukti sudah kuat. Anda tidak bisa menghindar lagi. Dari bukti itu saja sudah bisa menunjukkan kalau anda terlibat dalam penculikan Daisy!" sahut Nyonya Gulnora. Kali ini dia sangat percaya kalau Foster akan kalah dan mengakui perbuatannya.

"Bukti yang kuat? Coba katakan pada saya bukti apa yang anda miliki hingga Anda berani sekali menuduh saya!" tantang Foster.

"Kalung Anda ditemukan di dalam kamar mandi yang ada di kamar Daisy. Kalung itu tergeletak di lantai dan dipenuhi dengan genangan darah. Seseorang menyimpan kalung tersebut untuk dijadikan barang bukti. Jika sudah seperti ini alasan apalagi yang ingin anda gunakan untuk menghindar dari tuduhan saya?" Wajah Nyonya Gulnora terlihat senang. Bahkan dia ingin tertawa melihat ekspresi kaget Foster saat ini.

"Kalung?" Foster terlihat syok mendengar jawaban nyonya Gulnora. "Maksud Anda, kalung yang biasa saya gunakan?"

"Ya!"

Foster mengepal kesepuluh jarinya. Kali ini dia semakin geram ketika tahu kalau ada orang yang dengan sengaja menjebaknya. Memang kalung miliknya itu hilang dan sudah beberapa hari ini dia cari. Foster masih tidak menyangka kalau seseorang memanfaatkan kalung itu untuk menjadikannya kambing hitam dalam hilangnya Daisy.

"Kalung itu memang hilang. Bahkan saya sudah menempah yang baru tapi belum jadi. Jika memang benar kalung saya ditemukan di dalam kamar mandi Daisy, itu berarti memang ada seseorang yang ingin menjebak saya. Tapi anda tenang saja, saya akan segera menangkapnya. Saya juga tidak mau Daisy lama-lama hilang tanpa kabar seperti ini. Tetapi sebelum saya melakukan semua itu, tolong lepaskan ikatan saya. Saya tidak akan mempermasalahkan perbuatan Anda kali ini. Saya akan memaafkan Anda asalkan Anda mau menuruti perintah saya."

Nyonya Gulnora tertawa mendengar jawaban Foster. "Maafkan saya tuan. Bukan saya tidak mau melepaskan ikatan yang ada di tangan dan kaki anda. Tetapi saya sama sekali tidak memiliki kuasa untuk melakukannya. Karena orang yang sudah melakukan semua ini adalah kakak kandung Daisy. Jadi jika anda ingin bebas bernegosiasilah dengan mereka. Katakan apa yang sebenarnya terjadi. Buat mereka percaya kalau memang Anda tidak terlibat."

"Kakak kandung Daisy? Daisy punya kakak? Bukankah dia anak tunggal? Jika memang dia memiliki Kakak kenapa selama ini tidak pernah menjenguknya?" jawab Foster masih tidak percaya.

"Saya sama sekali tidak tahu apa alasannya, Tuan. Yang saya tahu sekarang kakak kandung Daisy sedang menyusun rencana untuk menghukum anda. Mereka berpikir kalau anda yang sudah menculik Daisy."

"Tidak bisa seperti ini! Saya dijebak!" protes Foster.

"Ya, saya tahu. Memang sejak awal Saya tidak percaya kalau anda yang sudah menculik Daisy. Tetapi saya juga bingung kenapa kalung Anda sampai ada di kamar Daisy."

"Oke, baiklah. Sebaiknya kita tidak perlu membahas topik yang sama. Sekarang Tolong saya Nyonya Gulnora. Panggilkan kakak kandung Daisy! Saya ingin bicara empat mata dengannya. Dia harus tahu dan kenal, Seperti apa pria yang sudah mencintai adik kandungnya!"

Terpopuler

Comments

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

Foster kamu sangat 👍

2022-12-28

1

Waode Daniati

Waode Daniati

poster..namamu sungguh unik..eh Foster ya

2022-10-21

2

ᴀʀsᴇɴ ꦿ᭄

ᴀʀsᴇɴ ꦿ᭄

kok anda pd sekali Foster 🤦

2022-10-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!