Bab. 16

Setibanya di bandara, Foster sudah di sambut oleh pihak universitas Yale. Foster membawa banyak kemajuan bagi Universitas Yale. Bukan hanya dalam bidang pembangunan saja. Mahasiswa yang belajar di sana juga semakin hari semakin meningkat jumlahnya sejak mereka tahu kalau Foster keliah di sana.

Foster memang pria populer. Setiap wanita yang kenapa Foster pasti akan langsung tergila-gila. Bahkan berharap menjadi kekasihnya. Sayangnya Foster bukan tipe pria yang mudah didekati. Dia bukan seorang playboy. Sifat yang seperti itu yang membuat semua wanita jadi semakin tergila-gila kepadanya.

"Tuan, kamar anda sudah kami rapikan. Saya jamin, anda pasti akan betah tidur di dalamnya. Perabotnya sudah kamu ganti dengan yang baru. Bahkan kaki juga sudah mengosongkan kamar yang dekat dengan kamar anda. Di jamin anda akan tenang selama ada di dalam kamar," ucap dosen yang kini menyambut kedatangan Foster. Pria itu membukakan pintu mobil dan meminta Foster masuk ke dalam.

Foster menahan langkah kakinya. Dia memandang dosen tersebut sebelum mengangguk. "Terima kasih. Tapi saya ingin melihat ke asrama wanita," sahut Foster. Dia segera masuk dan duduk tenang di dalam.

Dosen itu terlihat kebingungan. Dia juga masuk ke dalam agar bisa bertanya lebih detail lagi. Sebenarnya apa yang ingin dilakukan oleh seorang Foster di asrama wanita. Bukankah selama ini pria itu sangat cuek dan tidak peduli dengan wanita manapun. Bahkan dosen itu tidak tahu kalau sebenarnya Foster tergila-gila kepada Daisy.

Mobil yang membawa Foster melaju dengan kecepatan sedang. Foster melihat keluar jendela sambil memikirkan nasip Daisy saat ini.

"Tuan, siapa yang ingin anda temui di asrama wanita?" tanya Dosen itu lagi.

"Hanya sebuah kamar," jawab Foster rada malas.

Dosen itu mengeryitkan dahinya. "Apa wanita yang ingin anda temui adalah Lyn?" Hanya itu satu-satunya wanita populer di universitas Yale. Dosen itu juga asal tebak saja.

"Tidak," sahut Foster. Dia memandang wajah Dosen itu dengan tatapan tidak suka. "Anda tidak perlu tahu urusan saya. Saya tidak suka ada yang ikut campur dalam urusan pribadi saya."

Dosen itu merasa takut. Dia tidak mau sampai Foster tersinggung. "Maafkan saya, Tuan. Maafkan saya."

Foster memandang keluar jendela lagi. Dia menghela napas panjang. "Semakin hari semakin banyak saja yang ingin tahu. Jika sampai banyak yang tahu kalau aku suka dengan Daisy, masalah akan semakin rumit. Daisy pasti akan menjadi tidak nyaman. Belum lagi beberapa wanita pasti akan memiliki niat untuk mencelakainya. Sebaiknya aku datang ke kamar Daisy pada malam hari saja di saat semua orang sudah ada di dalam kamar masing-masing," gumam Foster di dalam hati.

Malam kembali tiba. Semua orang di asrama wanita sudah berada di kamar masing-masing. Foster sudah tiba di kamar Daisy. Pria itu kaget bukan main melihat kamar Daisy yang acak-acakan dan dipenuhi darah kering di sana. Memang sudah ada garis polisi yang menandakan kalau tidak sembarang orang boleh masuk dan kasus ini sudah ditangani pihak yang berwajib. Namun, tetap saja rasanya Foster tidak puas. Dia ingin segera menemukan Daisy dimanapun wanita itu berada.

Foster terlihat sangat sedih. Sampai-sampai dia tidak tahu harus bicara apa. “Siapa yang tega melakukan semua ini?” ujar Foster di dalam hati. Setahu Foster, Daisy itu wanita yang sangat baik. Walau memang dia sempat pernah dengar kalau Lyn tidak menyukai Daisy, tapi dia tidak menyangka akan separah ini.

“Tuan, kasus ini masih di selidiki polisi,” ucap pria yang menjadi salah satu penjaga di universitas Yale.

Esme muncul di kamar itu. Dia tahu kalau Foster baru saja tiba. Ini adalah momen yang tepat untuk membuat Foster berpikiran kalau yang sudah melakukan semua ini adalah Lyn. Jangan sampai dirinya yang menjadi sasarannya. “Kak Foster, Kak Foster sudah kembali?” tanya Esme dengan wajah sedih. Bahkan jemarinya mengusap pipi seolah ada air mata yang menetes.

“Esme, apa yang terjadi? Kenapa bisa sampai seperti ini?”

“Aku juga tidak tahu kak. Semua terjadi begitu saja. Saat kami pulang dari hutan, kamar ini sudah berantakan. Lalu, aku masuk ke kamar untuk mandi. Setelah aku keluar karena ingin menemui Esme, sudah seperti ini. Dan ada seorang pria bertopeng yang berdiri di kamar Daisy. Tetapi Daisy tidak kelihatan,” jelas Esme dengan nada yang serius. Seolah dia saat ini ketakutan menceritakan semua yang terjadi.

“Seorang pria bertopeng?” Foster mengeryitkan dahinya. “Tunjukkan aku rekaman cctvnya!”

“Baik, Tuan.” Penjaga itu tidak pernah bisa menolak permintaan Foster. Ia segera pergi untuk mengambil rekaman cctv yang diminta oleh Foster. Foster sendiri memandang Esme dan merasa kasihan dengan wanita itu.

“Apa ini ada hubungannya dengan Lyn?” tanyay Foster kepada Esme.

Esme terlihat tenang. Bahkan ada senyum di dalam hatinya. “Sejak Daisy hilang, Lyn terlihat sangat bahagia. Saya yakin dia terlibat dalam hilangnya Daisy, Kak.”

Foster tidak langsung menuduh. Pria itu juga tidak suka menuduh orang lain tanpa bukti. Dia selalu bekerja dengan tenang hingga menghasilkan keberhasilan di akhir cerita. “Dimana Nyonya Gulnora?”

“Nyonya Gulnora telah tewas. Kamarnya kebakaran malam dimana Daisy hilang. Mayatnya tidak teridentifikasi lagi, Kak,” jawab Esme apa adanya.

Foster mengambil ponselnya dari dalam saku. “Esme, bisakah kau pergi dari sini? Aku ingin bicara dengan seseorang.”

Esme mengangguk pelan. “Tolong temukan Daisy, kak. Aku sangat mengkhawatirkannya. Hanya dia sahabat yang aku miliki saat ini. Aku harap kakak segera menemukannya,” lirih Esme dengan ekspresi yang menyakinkan.

“Aku pasti akan mencari Daisy,” jawab Foster.

Esme segera pergi meninggalkan kamar itu dan masuk ke dalam kamarnya. Setidaknya untuk saat ini dia sudah berhasil lolos. Foster menekan nomor seseorang yang tadinya tidak bisa dihubungi. Alisnya saling bertaut, ketika nomor itu tidak bisa dihubungi lagi. “Dimana dia? Kenapa dia tidak ada saat aku butuh bantuan.”

Foster memandang ke laci Daisy. Biasanya Daisy menyimpan segala barang pribadinya di sana. Ini pertama kalinya bagi Foster masuk ke dalam kamar Daisy. Entah kenapa dia sangat ingin melihat isi di dalam laci meja belajar itu. Foster memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku sebelum menarik laci. Ia menemukan buku diary bersampul emas di dalamnya. Ketika ingin mengambil buku tersebut, tiba-tiba seseorang memukul Foster dari belakang. Foster langsung pingsan detik itu juga. Pria itu tergeletak di lantai dengan posisi tidak sadarkan diri.

Zion berdiri dan segera meminta bawahannya untuk membawa Foster pergi. Pria itu melirik buku diary Daisy sebelum mengambilnya dan memasukkannya ke dalam jaket.

Terpopuler

Comments

wiens

wiens

ayooohh cucu opa Zen dan Oma na, semangat 🤗🤗

2023-03-21

0

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

ayo Zion kerja sama dengan Foster untuk menemukan Daisy

2022-12-28

0

Maia Mayong

Maia Mayong

zion blm bs ngikuti jejak jordan n leona , ap lg jejak zeroun zein. sngat jauh. .

2022-11-14

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!